Stockholm, 10 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PENGUASA PEMERINTAH DAERAH ACEH TIDAK MENGUASAI SEJARAH ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS PENGUASA PEMERINTAH DAERAH ACEH TIDAK MENGUASAI SEJARAH ACEH

"Tentang apa yang terjadi di Aceh dan tentunya kebenaran sejarah secara keseluruhan, contohnya sejarah jangan diceritakan sepotong-potong tentu hal tersebut akan menjerumuskan pembacanya. Kalau ada orang yang terjerumus karena ulah kang Mamad itu juga urusan mereka kan semua ulah dan perbuatan kita nantinya harus kita pertanggungjawabkan kehadapan Allah sendiri sendiri. Selama saya bisa mengingatkan orang lain apa salahnya. Om Puteh kalau memang Indonesia menelan Negar anda tentunya negara-negara Dunia sudah menelan Indonesia dong! Lho kok nyatanya tidak, Om Puteh jadi yang bener siapa dong. Sebenarnya maslah telan menelan itu memang kepandaiannya kang Mamad. Sebenarnya kang Mamad itu membantu siapa sih bangsa Aceh atau bangsa Sunda Jawa yang akan menduduki dan menjajah Aceh setelah nanti Jawa Jogya pergi."
(Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com ,Tue, 10 Feb 2004 03:09:21 -0800 (PST))

"Sudah dapat dibaca sebelumnya, yaitu setelah saudara Ahmad Sudirman kewalahan menghadapi semakin banyaknya sanggahan terhadap propaganda memecah belah bangsa dan negara RI, sekarang diluncurkan apa yang dinamakan comunity portal untuk mewujudkan ambisinya membentuk negara impiannya Swedia-Aceh-Stockholm. Kita harus hati-hati mengikuti permaian akal-akalan ini, sebab kalau tidak, maka kita hanya akan dijadikan pemuas nafsu propagandanya saudara Ahmad Sudirman yang secara sistematis akan memaksa kita mengikuti kehendaknya."
(Tato Suwarto , otra25@indosat.net.id , 8 februari 2004 23:21:30 )

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Aceh dan saudara Tato Suwarto di Indonesia.

Memang kelihatan Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini seorang juru penerangan yang diberi tugas oleh Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui sejarah sebenarnya mengenai rakyat dan Negeri Aceh.

Bagaimana tidak ?
Coba perhatikan, ketika diterangkan dan dijelaskan bagaimana asal mula tumbuh Negara RI sampai berdiri NKRI kemudian masuk Negeri Aceh kedalam NKRI. Ketika ditanya dari mana itu Negeri Aceh masuknya. Kemudian dijawab oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono, itukan Negeri Aceh jantungnya RI, memang sudah ada dalam tubuh NKRI.

Coba saja, kalau saya adalah Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya, maka saya panggil itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono kekamar kerja saya, saya suruh "Kolonel coba kembali ke bangku sekolah, pergi masuk ke Perpustakaan cari itu buku-buku sejarah Aceh dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI, coba cari benar itu Negeri Aceh itu jantungnya Negara RI ?

Tetapi, karena saya bukan Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya, maka hal yang saya tuliskan tersebut tidak akan terjadi. Mengapa ?

Karena itu Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya dan Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah sama-sama tidak tahu mana jantung Negara RI itu.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, itu yang namanya jantung Negara RI adalah Yogyakarta, bukan Negeri Aceh. Negeri Aceh tidak ada hubungan anatomi dengan Negara RI 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan oleh Soekarno. Mengapa ?

Karena, coba perhatikan, kalau itu tidak ada Yogyakarta, yang namanya Negara RI sudah hapus dari dunia ini selamanya. Hilang lenyap, tanpa bekas. Karena ada Yogyakarta, itu Negara RI yang diproklamasikan Soekarno pada 17 Agustus 1945 bisa terus hidup.

Contohnya, ketika pada 19 Desember 1948 itu Yogya digempur habis oleh pasukan Beel. Kemudian Soekarno dan Mohammad Hatta ditawan dan diasingkan ke Bangka. Kemudian muncul Pemerintah Darurat Republik Indonesia dibawah Presiden Sjafruddin Prawiranegara sampai tanggal 13 Juli 1949, ketika mandat yang dijadikan dasar hukum pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia diserahkan kembali oleh Presiden Sjafruddin Prawiranegara kepada Mohammad Hatta di Jakarta, maka sekejap itu juga nyawa dan tubuh Negara RI 17 Agustus 1945 secara de-facto dan de-jure hidup kembali segar bugar di bumi Yogyakarta dan daerah sekitarnya menurut hasil perjanjian Renville 17 Januari 1948.

Coba kalau tidak ada itu Yogyakarta, pusatnya orang-orang Jawa model Soekarno cs, tidak mungkin Negara RI 17 Agustus 1945 itu tumbuh dan berkembang sambil menelan Negara-Negara lainnya ketika sudah masuk kegelanggang RIS pada tanggal 14 Desember 1949.

Jadi, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, kalau nanti ada lagi yang bertanya, dimana itu letaknya jantung Negara RI, harus cepat langsung dijawab "di Yogyakarta". Jangan ngaco dengan menjawab "di Aceh".

Nah sekarang, mengapa saya tahu jantung Negara RI itu Yogyakarta, bukan Aceh?. Karena saya mempelajari secara mendalam dengan dianalisa dibandingkan dengan sumber dan fakta dari berbagai sumber, sehingga sampailah kepada kesimpulan yang mengatakan bahwa Yogyakarta itu jantungnya Negara RI.

Karena itu apa yang dikatakan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dengan "Tentang apa yang terjadi di Aceh dan tentunya kebenaran sejarah secara keseluruhan, contohnya sejarah jangan diceritakan sepotong-potong tentu hal tersebut akan menjerumuskan pembacanya. Kalau ada orang yang terjerumus karena ulah kang Mamad itu juga urusan mereka kan semua ulah dan perbuatan kita nantinya harus kita pertanggungjawabkan kehadapan Allah sendiri sendiri."

Nah coba perhatikan, yang belajar sejarah sepotong-sepotong itu justru Kolonel Laut Ditya Soedarsono termasuk juga Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Makanya, wajar ketika saya menanyakan sejarah dan fakta dengan dasar bukti hukum dan sejarah mengenai masuknya Negeri Aceh ke tubuh NKRI pada tanggal 14 Agustsu 1950 satu hari sebelum RIS dilebur kedalam tubuh Negara RI 17 Agustus 1945 yang selanjutnya menjelma menjadi NKRI, itu yang namanya Kolonel Laut Ditya Soedarsono diam seribu bahasa, yang keluar hanya teriakan: "kang Mamad jago bohong, kang Mamad tukang bohong".

Nah, itu contoh dari seorang Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang diangkat dan ditugaskan untuk menjabat Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD.

Kalau saya adalah Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono sudah saya pecat diganti dengan Kolonel Laut lain yang lebih pandai dalam sejarah mengenai Negeri Aceh yang diduduki Soekarno.

Nah, itulah Kolonel Laut Ditya Soedarsono, janganlah banyak bicara tentang Negeri Aceh kalau tidak menguasai sejarah seluruhnya tentang Negeri Aceh. Mengapa ?

Karena, membuat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais makin terus ingin mempertahankan Negeri Aceh, karena mereka bertiga itu sama-sama tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai sejarah pendudukan negeri Aceh oleh Soekarno.

Apalagi itu Ketua MPR keturunan Arab, mana tahu itu Amien Rais sejarah sebenarnya tentang Negeri Aceh. Coba saja tanya kepada Ketua MPR Amien Rais, apakah mengetahui sejarah sebenarnya bahwa Negeri Aceh itu ditelan Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 yang menggunakan mulut Sumatera Utara dengan berdasarkan dasar hukum Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus 1950 dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara tanpa mendapat restu dan persetujuan serta kerelaan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Pasti dia geleng kepala, karena mana itu dipelajari, ketika Amien Rais belajar di Sekolah Menengah Pertama , apalagi di Sekolah Menenagh Atas apalagi di Universitas. Mengapa ?

Karena kalau diajarkan itu sejarah model tersebut diatas, kelakuan licik dan penipuan yang telah dilakukan oleh Sioekarno akan terbongkar oleh seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh.

Tetapi sekarang, jelas, karena saya sudah membukakan dan menjelaskan secara jelas, terang dan terbuka kepada seluruh rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh mengenai fakta dan bukti yang ditunjang oleh dasar hukum dan jalannya sejarah yang jelas dan benar mengenai pendudukan Negeri Aceh oleh Soekarno satu hari sebelum NKRI dijelmakan dari tumpukan reruntuhan bekas Negara-Negara Bagian RIS pada tanggal 15 Agustsu 1950, maka rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh telah mengetahuinya, bahkan sudah dipasang di berbagai HP di Internet termasuk pada HP saya dan HP ahmad.swaramuslim.net

Kemudian kalau Kolonel Laut Ditya Soedarsono mengatakan "kalau memang Indonesia menelan Negara anda (Aceh) tentunya negara-negara Dunia sudah menelan Indonesia dong! Lho kok nyatanya tidak, Om Puteh jadi yang bener siapa dong. Sebenarnya masalah telan menelan itu memang kepandaiannya kang Mamad."

Nah disinipun Kolonel Laut Ditya Soedarsono kelihatan, karena memang dia itu tidak mempunyai ilmu yang dalam mengenai sejarah dan ketatanegaraan apalagi tentang hukum.

Ya, jelas Kolonel Laut Ditya Soedarsono, mana ada pemimpin dunia akan menelan Indonesia, karena pemimpin negara-negara dunia lainnya itu bukan seperti Soekarno. Pemimpin-pemimpin dunia lainnya itu memang tidak pandai menelan negara lain, kecuali George W.Bush, dia kekecualian, memang ia main seruduk dan main gempur saja, walaupun dengan fakta dan bukti yang penuh kebohongan. Memang antara George W Bush ada kesamaan dengan Soekarno. Tetapi ada bedanya juga, George W Bush secara terbuka, tetapi akhirnya ketahuan juga bohongnya, sedangkan Soekarno memang orang Jawa itu kebohongan disembunyikan terus, kalau tidak dibongkar dikemudian hari, contohnya mengenai penelanan dan pencaplokan Negeri Aceh lewat mulut Sumatera Utara, mana ada sebelumnya yang berani membongkarnya, kalau bukan sekarang lewat internet. Betul tidak saudara Omar Puteh di Norwegia ?

Nah sekarang saya akan menemui saudara Tato Suwarto di Indonesia, mungkin dia tinggal di Jakarta. Tapi saya tebak saja, dia tinggal di Jakarta.

Baiklah saudara Tato Suwarto.
Saudara Tato Suwarto menulis : "Sudah dapat dibaca sebelumnya, yaitu setelah saudara Ahmad Sudirman kewalahan menghadapi semakin banyaknya sanggahan terhadap propaganda memecah belah bangsa dan negara RI, sekarang diluncurkan apa yang dinamakan comunity portal untuk mewujudkan ambisinya membentuk negara impiannya Swedia-Aceh-Stockholm. Kita harus hati-hati mengikuti permaian akal-akalan ini, sebab kalau tidak, maka kita hanya akan dijadikan pemuas nafsu propagandanya saudara Ahmad Sudirman yang secara sistematis akan memaksa kita mengikuti kehendaknya."

Begini saudara Tato Suwarto, saya tidak kewalahan menghadapi sanggahan dari banyak orang. Mengapa ?

Karena apa yang disanggahkannya itu, mudah saya jawab dan saya patahkan, karena sanggahan-sanggahan itu memang tidak memiliki dasar fakta dan bukti dengan dasar hukum dan sejarah yang kuat tentang Negeri Aceh yang diduduki oleh Soekarno melalui tubuh RIS yang dilebur menjadi NKRI setelah sebelumnya ditelah dulu oleh Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya.

Kemudian mengenai comunity portal Ahmad Sudirman di ahmad.swaramuslim.net itu hanya sebagai tempat berkomunikasi saja atas inisiatif tim Swaramuslim.net saudara Singgih Gozali yang banyak membantu saya. Saya banyak banyak mengucapkan terimakasih kepada saudara Singgih, semoga Allah SWT membalas kebaikan saudara Singgih.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Date: 8 februari 2004 23:21:30
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com, mailist@swaramuslim.net, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, olitikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com
Subject: [padhang-mbulan] PELUNCURAN AHMAD SUDIRMAN COMMUNITY PORTAL MEMBENTUK NEGARA IMPIAN SWEDIA-ACEH-STOCKHOLM.

PELUNCURAN AHMAD SUDIRMAN COMMUNITY PORTAL MEMBENTUK NEGARA IMPIAN SWEDIA-ACEH-STOCKHOLM.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JELAS PELUNCURAN AHMAD SUDIRMAN COMMUNITY PORTAL ADALAH AKAL-AKALAN MEMBENTUK OPINI MEMENUHI AMBISI MENDIRIKAN NEGARA IMPIAN
SWEDIA-ACEH-STOCKHOLM.

Sudah dapat dibaca sebelumnya, yaitu setelah saudara Ahmad Sudirman kewalahan menghadapi semakin banyaknya sanggahan terhadap propaganda memecah belah bangsa dan negara RI, sekarang diluncurkan apa yang dinamakan comunity portal untuk mewujudkan ambisinya membentuk negara impiannya Swedia-Aceh-Stockholm.

Kita harus hati-hati mengikuti permaian akal-akalan ini, sebab kalau tidak, maka kita hanya akan dijadikan pemuas nafasu propagandanya saudara Ahmad Sudirman yang secara sistematis akan memaksa kita mengikuti kehendaknya.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin.

Wassalam.

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Indonesia
----------

Date: Tue, 10 Feb 2004 03:09:21 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: Fwd: BERJAMAAHLAH KAMU DENGAN AHMAD SUDIRMAN!
To: om_puteh@hotmail.com
Cc: sadanas@equate.com, ahmad@dataphone.se, awakaway@telkom.net

OM PUTEH......SAYA INGIN BERTANYA..........ANDA SENANG MENGHASUT ORANG LAIN ..........ATAU TETAP BERTEMAN DENGAN ORANG LAIN WALAU KITA BERBEDA PENDAPAT...??????
SILAKAN OM 'TEH YAKIN KEPADA TULISAN KANG MAMAD...ITU URUSAN ANDA.....KAN NANTI YANG MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KEPADA ALLAH SWT ADALAH ANDA SENDIRI.......TETAPI TIDAK PERLU ANDA HARUS MENCAK-MENCAK SELANJUTNYA MEMAKI-MAKI ORANG LAIN...... KALAU OM'TEH SEBAGAI SEORANG MUSLIM TENTU HAL INI TIDAK SESUAI DENGAN AJARAN RASULULLAH........MILIS SAYA DISINI HANYA MENGINGATKAN OM'TEH, DAN PARA MILIS YANG LAIN TENTANG APA YANG TERJADI DI ACEH DAN TENTUNYA KEBENARAN SEJARAH SECARA KESELURUHAN, CONTOHNYA SEJARAH JANGAN DICERITAKAN SEPOTONG-SEPOTONG TENTU HAL TERSEBUT AKAN MENJERUMUSKAN PEMBACANYA......KALAU ADA ORANG YANG TERJERUMUS KARENA ULAH KANG MAMAD ITU JUGA URUSAN MEREKA KAN SEMUA ULAH DAN PERBUATAN KITA NANTINYA HARUS KITA PERTANGGUNGJAWABKAN KEHADAPAN ALLAH SENDIRI-SENDIRI............SELAMA SAYA BISA MENGINGATKAN ORANG LAIN APA SALAHNYA.....

SEBAGAI CONTOH AYAT SUCIH AL QUR'AN PUN APABILA KITA BERIKAN SEPOTONG-SEPOTONG, MAKA AKAN TIMBUL KESALAHFAHAMAN: "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga, atau empat.......kalau om 'teh hanya potong sampai disini ....!!!!! siapa .....ma' yang tidak pingin kawin empat.........tapi baca lanjutannya,.......Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinlah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya"........nah....ini om 'teh yang benar..!!!!!! jadi om om kalau mau berikan cerita apakah itu ayat-ayat al Qur'an, filsafat, sejarah atau pun apa namanya berikanlah secara utuh.....setuju....!!!!!!!!!

OM 'TEH DARI MANA KOK TAHU SAYA DARI JERMAN.....APA JERMAN ITU JEJERE KAUMAN KALAU ITU MA BETUL......SAYA TEH ORANG INDONESIA ASLI LHO.......YANG KEBETULAN DILAHIRKAN SEBAGAI AREK SUROBOYO.......BUKAN JERMAN.......NAH.....SEKALILAGI OM 'TEH NGARANG.....BERHAYAL....... SELANJUTNYA SAYA DISEBUT KECOA......OM PUTEH WALAUPUN KECOA ITU BINATANG YANG MENJIJIKKAN BINATANG ITU JUGA CIPTAAN ALLAH SWT.....UNTUK APA ANDA PERMASALAHKAN...

OM PUTEH......AKU PINGIN TANYA HASAN TIRO ITU .......KETURUNAN ORANG MANA YANG SEBENARNYA.........NENEK MOYANG HASAN TIRO YANG BERNAMA TEUNGKU SAMALANGA ITU ASALNYA DARI BANTEN-JAWA BARAT).....DAN KANG DIRMAN ITU JUGA DARI JAWA BARAT.....DAN SEKARANG OM PUTEH MEMBANTU ORANG JAWA BARAT BISA-BISA ANDA JUGA ORANG JAWA BARAT..........BARANG KALI...

OM PUTEH KALAU MEMANG INDONESIA MENELAN NEGARA ANDA TETUNYA.....NEGARA-NEGARA DUNIA SUDAH MENELAN INDONESIA DONG....!!!!!!! LHO....KOK NYATANYA TIDAK.....OM PUTEH......JADI .....YANG BENER SIAPA DONG.......SEBENARNYA MASALAH TELAN MENELAN ITU MEMANG KEPANDAIANNYA KANG MAMAD........SEBENARNYA KANG MAMAD ITU MEMBANTU SIAPA SIH BANGSA ACEH ATAU BANGSA SUNDA JAWA YANG AKAN MENDUDUKU DAN MENJAJAH BANGSA ACEH......SETELAH NANTI JAWA JOGYA PERGI...HE...HE....HE....

WASALAM,

DITYA

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
TANO RENCONG SERAMBINE MEKKAH.
----------