Stockholm, 11 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

YANG TIDAK JELAS BAGAIMANA ACEH BISA MASUK KEDALAM NKRI ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG NEGERI ACEH MASUK KEDALAM NKRI ITU TIDAK JELAS DASAR HUKUM NYA

"Penguasa Pemerintah Daerah Aceh tidak menguasai sejarah Aceh, terutama sejarahnya bung Ahmad yang memang tidak jelas"
(Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Tue, 10 Feb 2004 22:18:46 -0800 (PST))

"Assalamualaikum dan salam sejahtera. Melihat gaya bicara dan lokasi tinggal sdr Ahmad serta cara-cara lobby yang dilakukan sdr Hasan Tiro. Apakah tidak mungkin kalau ternyata agenda2 beliau-beliau ini mengarah kepada pembentukan 'negara Atjeh baru yang berporos kepada negara2 kapital (industri). Bukan tidak mungkin 'rasa' hutang pasti ada jika nantinya usaha dan lobi 'beliau2' ini berhasil kepada negara2 yg sudah memberikan perlindungan dll sebagainya? Saya ragu apakah yang dijanjikan untuk menjadikan Atjeh sebagai negara yang menjalankan Syareat Islam merupakan kedok belaka? karena selama ini 'beliau-beliaunya' ini selalu meminta perlindungan dan bantuan negara2 kapital !! Bisa jadi nanti Atjeh menjadi pintu masuk paham2 kapitalism ke negara2 Asia Tenggara, yang notabene Timor Leste sudah di 'arahkan' untuk itu........kasihan rakyat2-nya 'ibarat bola dtendang kesana-kesini' tanpa pernah merasakan 'kebebasan dan kemerdekaan' yang hakiki. fuih."
(Agya Utama , nuki_arnhem@yahoo.co.uk , Wed, 11 Feb 2004 05:52:51 +0000 (GMT))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia dan saudara Agya Utama di Wageningen, Belanda.

Kalau diperhatikan dari sejak mula-mula saudara Matius Dharminta mengirimkan email yang berisikan tanggapannya terhadap tulisan-tulisan saya, tepatnya pada hari Kamis, 29 Mei 2003, dan setelah berulang kali saya membaca dan menanggapinya, ternyata hanya berisikan komentar-komentar yang pendek dan dangkal saja.

Misalnya, contoh yang dikirimkan terakhir ini, saudara Matius Dharminta menulis: "Penguasa Pemerintah Daerah Aceh tidak menguasai sejarah Aceh, terutama sejarahnya bung Ahmad yang memang tidak jelas".

Nah, saudara Matius Dharminta mencoba untuk menutupi fakta dan bukti, hukum dan sejarah mengenai Negeri Aceh yang diduduki dan dijajah oleh Soekarno melalui Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 yang dimasukkan kedalam NKRI apabila RIS telah dilebur untuk dibentuk menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950, dengan tutup kain hitam yang kotor yang bertuliskan "sejarahnya bung Ahmad yang memang tidak jelas".

Ini menunjukkan suatu alasan yang benar-benar dipaksakan. Mengapa ?

Karena, bagaimana itu fakta dan bukti, hukum dan sejarah mengenai Negeri Aceh yang diduduki dan dijajah oleh Soekarno yang telah diterangkan, dipaparkan, diuraikan secara detail, dibukakan kepada seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh, masih juga dikatakan oleh saudara wartawan Jawa Pos sebagai "sejarah yang memang tidak jelas".

Jadi, memang terlihat, rakyat NKRI model saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta ini adalah model-model para pimpinan di NKRI sekarang ini. Contohnya, ya itu, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais.

Mereka para pimpinan NKRI ini baik dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Presiden Megawati adalah semuanya berusaha untuk menutupi kebenaran yang telah dijalankan oleh Soekarno dengan kebijaksanaan politik, keamanan, pertahanan, dan ambisi agresi Soekarno dalam menundukkan dan memasukkan Negeri dan Daerah yang masih berada diluar wilayah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yoga dan wilayah daerah kekuasaan bekas Negara-Negara Bagian Republik Indonesia Serikat (RIS).

Karena itu, bagaimanapun fakta dan bukti, hukum dan sejarah mengenai pendudukan Negeri Aceh oleh NKRI yang dijalankan oleh Soekarno diterangkan dan dijelaskan secara terbuka kepada seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh, tetapi kebijaksanaan politik, keamanan dan pertahanan mengenai pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak NKRI akan terus ditutupi dan akan tetap dipertahankan bahwa Negeri Aceh itu merupakan Negeri yang memang milik NKRI.

Nah, bukti-buktinya telah banyak terlihat dengan mata kepala sendiri, misalnya saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta yang terus saja dalam posisinya dengan argumen-argumen yang tidak ada dasar fakta dan bukti, hukum dan sejarahnya yang bisa dijadikan dasar hukum yang kuat untuk membuktikan bahwa memang benar Negeri Aceh itu milik NKRI dari sejak ditelannya melalui mulut Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan menetapkan Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara tanpa adanya persetujuan dan kerelaan dari seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh.

Kemudian sekarang saya temui saudara Agya Utama di Wageningen, Belanda.

Dimana saudara Agya Utama ini belum apa-apa sudah menduga-duga dengan mengatakan: " Bisa jadi nanti Atjeh menjadi pintu masuk paham2 kapitalism ke negara2 Asia Tenggara, yang notabene Timor Leste sudah di 'arahkan' untuk itu"

Bagaimana, saudara Agya Utama ini, paham kapitalisme itu sudah merasuk dalam rakyat di NKRI sekarang juga. Sebenarnya, itu Jakarta dan orang-orang yang telah mendapat pendidikan di pusat paham kapitalisme Amerika itu ibuan, silih berganti memegang tampuk pimpinan di Pemerintahan NKRI merupakan pintu gerbang masuknya paham kapitalisme ke NKRI.

Jadi, saudara Agya Utama, jangan dahulu meraba-raba mengenai apa yang akan terjadi dengan Negara Aceh nantinya, sekarang coba lihat saja, apa yang terjadi di NKRI, apakah sekarang di NKRI itu masih bersih dari paham kapitalisme atau sudah kena polusi paham kapitalisme dari pusat Negara kapitalisme Amerika yang dibawa orang-orang NKRI yang telah memperoleh pendidikan di pusat paham kapitalisme di Amerika itu ?. Atau jangan jauh-jauh, apakah saudara yang sekarang belajar di Wageningen University and Research Centre, Belanda masih merasa bersih dari pengaruh paham kapitalisme yang sudah sedemikian merasuk kedalam jiwa rakyat Belanda ?.

Karena itu, jangan dahulu buat analisa yang muluk-muluk dari sekarang mengenai rakyat Aceh dan Negeri Aceh dimasa depan. Yang paling utama agenda dari rakyat Aceh sekarang adalah berusaha menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah NKRI melalui jalan jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh dalam rangka menentukan sikap dan memberikan suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Jadi, kalau saya boleh memberikan saran kepada saudara Agya Utama adalah coba beri jalan pemecahan yang jujur, adil dan bijaksana kalau memang saudara Agya Utama ingin di Negeri Aceh itu aman dan damai. Coba kirimkan kepada saya pemecahan apa yang bisa diberikan oleh saudara Agya Utama untuk menyelesaikan konflik di Negeri Aceh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 10 Feb 2004 22:18:46 -0800 (PST)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: PENGUASA PEMERINTAH DAERAH ACEH TIDAK MENGUASAI SEJARAH ACEH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: PPDI@yahoogroups.com

Penguasa Pemerintah Daerah Aceh tidak menguasai sejarah Aceh..
terutama sejarahnya bung Ahmad yang memang tidak jelas..

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

Date: Wed, 11 Feb 2004 05:52:51 +0000 (GMT)
From: Agya Utama <nuki_arnhem@yahoo.co.uk>
Subject: hati2 thd antek2 kapital !!!!
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum dan salam sejahtera

Melihat gaya bicara dan lokasi tinggal sdr Ahmad serta cara-cara lobby yang dilakukan sdr Hasan Tiro. Apakah tidak mungkin kalau ternyata agenda2 beliau-beliau ini mengarah kepada pembentukan 'negara Atjeh baru yang berporos kepada negara2 kapital (industri).

Bukan tidak mungkin 'rasa' hutang pasti ada jika nantinya usaha dan lobi 'beliau2' ini berhasil kepada negara2 yg sudah memberikan perlindungan dll sebagainya?

Saya ragu apakah yang dijanjikan untuk menjadikan Atjeh sebagai negara yang menjalankan Syareat Islam merupakan kedok belaka? karena selama ini 'beliau-beliaunya' ini selalu meminta perlindungan dan bantuan negara2 kapital !!

Bisa jadi nanti Atjeh menjadi pintu masuk paham2 kapitalism ke negara2 Asia Tenggara, yang notabene Timor Leste sudah di 'arahkan' untuk itu........kasihan rakyat2-nya 'ibarat bola dtendang kesana-kesini' tanpa pernah merasakan 'kebebasan dan kemerdekaan' yang HAKIKI....fuih....

Wassalam

Agya Utama
nuki_arnhem@yahoo.co.uk

"Never feel tired, exhausted and bored", if you still doing something for your country and your faith.

Address
Asserpark 44 - 4a
6706 HC Wageningen
the Netherlands
phone +31 64 5856 321 / +31 62 444 1559
----------