Stockholm, 12 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

WANGI REFERENDUM MAKIN SEMERBAK DI NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS WANGI REFERENDUM MAKIN SEMERBAK DI NEGERI ACEH

"Assalamualaikum. Perlu diingat saudara Ahmad! Yang penting saya disini cuma belajar dan tidak menerima perlindungan bangsa2 Kapitalis, seperti yang saudara lakukan? Dan perlu diingat saya punya keinginan kuat untuk menyerahkan ilmu saya demi bangsa dan negara bukan untuk politik adu domba dan kekerasan. Pemikiran pemecahan persoalan ada banyak dibenak saya dan rekan2 disini. Cuman sayang saya tidak mau share hal ini kepada penghianat bangsa"
(Agya Utama , nuki_arnhem@yahoo.co.uk , Wed, 11 Feb 2004 19:14:03 +0000 (GMT))

"Memangnya referendum itu kapan ya.? Bau-baunya aja belum tercium. Kalo Pak Ahmad saya tahu rada2 pengecut takut, cuma bekoar aja dari jauh. Lagi pula [saya baru tahu dari Pak Ditya], bapak bukan orang Aceh. Ngapain juga gitu Pak, bapak belum jawab pertanyaan saya, tempo hari
Berapa bapak di bayar oleh Hasan Tiro? Yg bapak Ahmad selalu sebut2 'rakyat Aceh'. Rakyat Aceh yang mana? Yang jadi gerombolan di hutan itu ? Berapa banyak itu jumlahnya Pak Ditya?
Atau LSM atau orang2 Aceh yang oportunis? Sementara ini makan gaji dari NKRI. Berniaga di bumi Indonesia tapi juga berkhianat....lantaran mendapat janji2 angin surga dari seorang Ahmad Sudirman. Sesekali gitu Pak di mail ini Hasan Tiro bicara"
(L.Meilany , wpamungk@centrin.net.id , Thu, 12 Feb 2004 01:28:10 +0700)

"Karena ini masalah Pak Ditya dan Pak Shahen. Karena itu perkenakan saya boleh bertanya.
Karena sekarang Pak Shahen masih bisa hidup, sekarang tinggal di mana, hidup dari apa, mencari nafkah dari mana, bisa e-mail dari mana. Karena saya ingin tahu saja bagaimanakah seorang pemimpi mewujudkan impiannya. Karena kalo jawabannya semuanya pak Shahen dapat di/dari Indonesia. Hanya ada 1 kata : oportunis! Pak Shahen dan gerombolan Aceh merdeka itu : oportunis!"
(L.Meilany , wpamungk@centrin.net.id , Thu, 12 Feb 2004 01:04:57 +0700)

Baiklah saudara Agya Utama di Wageningen, Belanda dan saudari Meilany di Tangerang, Banten, Indonesia.

Saudara Agya Utama kalau saudara hanya mengikuti apa yang dikatakan pihak Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais tanpa saudara Agya pelajari, dalami, analisa dan hayati mengenai akar masalah Negeri Aceh, maka jelas, saudara Agya Utama dengan mudah akan mengatakan penghianat.

Nah, mengapa saudara Agya mengatakan penghianat kepada rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI ?

Karena saudara tidak tahu masalah akar masalah sebenarnya yang menyebabkan rakyat Aceh sejak 50 tahun yang lalu bangkit menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Mengapa saudara Agya Utama tidak tahu akar masalah sebenarnya ? Karena saudara Agya Utama hanya mendengar dan tidak mempergunakan akal pikiran untuk menggali sampai mendalam mengapa rakyat Aceh bangkit menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI.

Saudara Agya hanya tahu Negeri Aceh sudah ada dalam tubuh NKRI. Ketika saudara Agya lahir itu Negeri Aceh sudah ada dalam pelukan NKRI. Jadi saudara Agya menganggap bahwa Negeri Aceh itu milik NKRI.

Padahal sebenarnya, Negeri Aceh memang diambil, dirampok, diduduki dan dijajah oleh Soekarno Presiden Negara RI-Jawa-Yogya yang kemudian menjadi Presiden RIS dan meloncat kembali ke kursi Presiden Negara RI-Jawa-Yogya ketika Negara RI-Jawa-Yogya sudah menjadi gemuk karena telah menelan 15 bekas Negara-Negara bagian RIS, yang seterusnya menjelma menjadi NKRI.

Nah disaat berlangsungnya proses peleburan RIS menjadi NKRI itulah Soekarno dengan berbagai macam cara dengan penuh kelicikan mempergunakan Negara RI-Jawa-Yogya yang dalam jangka waktu kurang dari selapan bulan Negara Negara RI-Jawa-Yogya yang meruoakan Negara bagian RIS telah menelan Negara-Negara bagian RIS lainnya sehingga berhasil memenuhi perut Negara RI-Jawa-Yogya yang makin membengkak, dan yang paling akhir ditelannya adalah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara, pada tanggal 14 Agustus 1950, satu hari sebelum RIS meleleh lebur karena hasil perbuatan taktik dan strategi penelanan yang dijalankan Soekarno pada tanggal 15 Agustus 1950 yang menjelma menjadi NKRI berdiri diatas reruntuhan bekas Negara-Negara bagian RIS berdiri NKRI yang sekarang oleh saudara Agya Utama dianggap sebagai Negara yang berisikan Negeri Aceh didalamnya.

Coba, beranikah saudara Agya Utama mempertanggung jawabkan secara benar menurut fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah bahwa memang benar Negeri Aceh itu masuk dan milik NKRI dengan persetujuan dan kerelaan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh ?

Kalau saudara Agya Utama mampu dengan cara yang memuaskan menjawab pertanyaan saya ini, maka saya angkat tangan kalau saudara Agya Utama mengatakan kepada rakyat Aceh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri dari pengaruh kekuasaan NKRI dengan sebutan penghianat.

Tetapi, kalau saudara Agya Utama tidak mampu menjawab dengan didasari fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah, maka saya berani dengan sepenuh hati dan dengan penuh kesadaran mengatakan bahwa Soekarno dan para penerusnya, termasuk Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais adalah sebagai perampok dan penjajah Negeri Aceh.

Selanjutnya untuk saudari Meilany di Tangerang, Banten, Indonesia.

Memang bau referendum belum tercium oleh saudari Meilany, tetapi Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais sudah merasa getaran dari gejolak referendum dari rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI.

Tentu saja, jangan khawatir tidak lama lagi, bau referendum akan tercium juga oleh saudari Meilany di Tangerang, Banten, Indonesia.

Tentu saja, satu sen pun saya tidak memperolah bayaran dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Saya tidak perlu dibayar oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, tetapi sebaliknya saya berusaha sekuat tenaga dengan kemampuan yang ada untuk memberikan dan menjelaskan semua fakta dan bukti dengan ditunjang oleh dasar hukum dan sejarah yang benar dan jelas kepada seluruh rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh mengenai pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh Soekarno. Karena Negeri Aceh adalah milik rakyat Aceh bukan milik Soekarno cs asal Jawa yang rakus dan pandai menipu itu.

Kalau saudari Meilany ingin mengetahui siapa rakyat Aceh?

Jawabannya, rakyat Aceh adalah rakyat yang telah sadar dan telah yakin bahwa Negeri Aceh itu telah diduduki dan dijajah oleh Soekarno dan sekarang telah siap untuk menentukan nasib sendiri bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau Negara-RI-Jawa-Yogya atau Negara RI 17 Agustus 1945.

Rakyat Aceh yang sudah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI inilah yang akan siap menjalankan jajak pendapat atau referendum guna menentukan sikap dan memberikan suaranya YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Selanjutnya, kalau saudari Meilany mengatakan gerombolan kepada rakyat Aceh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI, maka saya mengatakan kepada Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais adalah sebagai penerus Soekarno yang mengambil, menelan, menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Coba, siapa yang lebih jahat apakah Soekarno yang menelan, menduduki dan menjajah Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950 tanpa kerelaan seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh atau rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau Negara-Jawa-Yogya atau Negara RI 17 Agustus 1945 ?

Silahkan pilih oleh saudari Meilany di Tangerang, Banten, Indonesia.

Rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI adalah bukan oportunis, melainkan mereka adalah rakyat Aceh yang sedang berjuang untuk menuntut kembali Negeri Aceh yang telah diduduki, dirampok dan dijajah oleh Soekarno dan dipertahankan sampai sekarang oleh Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais.

Rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI tidak mendapat janji-janji muluk, melainkan mereka telah sadar bahwa memang benar Negeri Aceh telah diduduki, dirampok dan dijajah oleh Soekarno dan dipertahankan oleh Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais sampai sekarang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 11 Feb 2004 19:14:03 +0000 (GMT)
From: Agya Utama <nuki_arnhem@yahoo.co.uk>
Subject: Re: YANG TIDAK JELAS BAGAIMANA ACEH BISA MASUK KEDALAM NKRI ?
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>

Assalamualaikum,

PERLU DIINGAT SAUDARA AHMAD! Yang penting saya disini cuman BELAJAR dan tidak MENERIMA PERLINDUNGAN bangsa2 KAPITALIS. seperti yang saudara lakukan. ? dan perlu diingat saya punya keinginan kuat untuk menyerahkan ilmu saya demi bangsa dan negara BUKAN untuk POLITIK adu domba dan KEKERASAN

WASSALAM

nb, pemikiran pemecahan persoalan ada banyak dibenak saya dan rekan2 disini. Cuman sayang saya tidak mau share hal ini kepada PENGHIANAT BANGSA

Agya Utama
nuki_arnhem@yahoo.co.uk

Address
Asserpark 44 - 4a
6706 HC Wageningen
the Netherlands
phone +31 64 5856 321 / +31 62 444 1559
----------

From: "L.Meilany" <wpamungk@centrin.net.id>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Subject: Re: APHA MAOP SETUJU REFERENDUM TEUKU MIRZA MASIH TANDA TANYA
Date: Thu, 12 Feb 2004 01:28:10 +0700

OPORTUNIS :

Numpang tanya,
Orang2 yang setuju diadakan referendum itu sekarang bagaimana statusnya ? LSM2, dll apakah karena mereka tdk punya kesempatan jadi pegawai NKRI. Pengangguran yg tidak jelas jadi apa kemudian menghamba, menjadi boneka2 dibayar oleh segelintir orang yg mau mendirikan negara Aceh?

Memangnya referendum itu kapan ya.?
Bau-baunya aja belum tercium.
Kalo Pak Ahmad saya tahu rada2 pengecut takut, cuma bekoar aja dari jauh.
Lagi pula [saya baru tahu dari Pak Ditya], bapak bukan orang Aceh.
Ngapain juga gitu Pak bapak belum jawab pertanyaan saya, tempo hari
Berapa bapak di bayar oleh Hasan Tiro?

Yg bapak Ahmad selalu sebut2 'rakyat Aceh'. Rakyat Aceh yang mana?
Yang jadi gerombolan di hutan itu ?
Berapa banyak itu jumlahnya Pak Ditya?
Atau LSM atau orang2 Aceh yang oportunis?
Sementara ini makan gaji dari NKRI. Berniaga di bumi Indonesia tapi juga
berkhianat....lantaran mendapat janji2 angin surga dari seorang Ahmad Sudirman.
Sesekali gitu Pak di mail ini Hasan Tiro bicara

L. Meilany

wpamungk@centrin.net.id
Tangerang, Banten
Indonesia
----------

From: "L.Meilany" <wpamungk@centrin.net.id>
To: "Ditya Soedarsono" <dityaaceh_2003@yahoo.com>,
rimueng_acheh@yahoo.com , ahmad@dataphone.se
Subject: Re:KARENA GAM adalah OPORTUNIS!! apakah saudara setuju konflik Acheh- Indonesia diselesaikan melalui referendum
Date: Thu, 12 Feb 2004 01:04:57 +0700

Karena ini masalah Pak Ditya dan Pak Shahen.
Karena itu perkenakan saya boleh bertanya.
Karena sekarang Pak Shahen masih bisa hidup, sekarang tinggal di mana, hidup dari apa, mencari nafkah dari mana, bisa e-mail dari mana.
Karena saya ingin tahu saja bagaimanakah seorang pemimpi mewujudkan impiannya...
Karena kalo jawabannya semuanya pak Shahen dapat di/dari Indonesia.

Hanya ada 1 kata : OPORTUNIS!
Pak Shahen dan gerombolan Aceh merdeka itu : OPORTUNIS!

L. Meilany

wpamungk@centrin.net.id
Tangerang, Banten
Indonesia
----------