Stockholm, 12 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KOLONEL LAUT DITYA BUKAN ATAS NAMA PRIBADI TETAPI ATAS NAMA ANGKATAN BERSENJATA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO BUKAN ATAS NAMA PRIBADI TETAPI ATAS NAMA ANGKATAN BERSENJATA DAN ATAS NAMA PEMERINTAH DARURAT MILITER DAERAH ACEH

"Assalamualaikum Wr Wb. Saudaraku Muhammad Dahlan, dengan rendah hati saya bertanya kepada anda kalau boleh tahu saya berbohong terus tentang apa? Kalau memang saya berbohong terus biarlah Allah SWT menyayat mulut ini yang menurut anda berbohong saya ikhlas dan anda sebagai saksi tentang kebohongan saya saudaraku Ahmad Sudirman. TNI menggunakan PMI kata siapa ? Saya pembunuh menurut siapa ? Tujuan datang ke Aceh untuk membunuh bangsa Aceh bangsa aceh. yang mana. Manusia semacam itu tak takut dosa manusia yang mana.yang tak takut dosa.!? Sekarang saya mau tanya kepada saudara Muhammad Dahlan, anda telah melakukan perbuatan suci apa, dimana, kapan untuk kepentingan kemaslahatan dan kedamaian di Bumi Rencong? Kalau anda ada di Aceh silakan tanya kepada masyarakat di Aceh bagaimana sepak terjang dan perbuatan saya dalam menyelesaikan masalah di Aceh betulkah saya pembunuh betulkah saya pembohong dll dll seperti yang anda miliskan kepada saya kalau yang anda katakan itu memang benar sekarang pun saya berani diadili oleh Allah SWT ini saya katakan demi tercapainya kedamaian Aceh ini Saya juga pernah berucap kepada hadirin dan juga termasuk wartawan yang menghadiri sidang saya kalau perlu biarlah darah saya membasahi bumi Rencong ini asalkan bumi ini memperoleh kedamaian!"
(Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Thu, 12 Feb 2004 07:24:27 -0800 (PST))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Aceh.

Makin lama saya perhatikan Kolonel Laut Ditya Soedarsono selalu membawa-bawa nama pribadi, seperti "arek suroboyo", "kalau boleh tahu saya berbohong", "tentang kebohongan saya", "betulkah saya pembunuh", "betulkah saya pembohong", "saya berani diadili oleh Allah SWT", "kalau perlu biarlah darah saya membasahi bumi Rencong", "Kalau memang saya berbohong", "biarlah Allah SWT menyayat mulut ini".

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, Kolonel ditugaskan oleh Panglima Daerah Militer Iskandar Muda selaku Panguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya sebagai Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD dengan membawa nama Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh, bukan attas nama pribadi Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Tidak sepantasnya kalau Kolonel Laut Ditya Soedarsono selalu mengatakan :"betulkah saya pembunuh", "betulkah saya pembohong", "saya berani diadili oleh Allah SWT", "kalau perlu biarlah darah saya membasahi bumi Rencong".

Kalau caranya begitu berarti Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah membawa nama pribadi bukan lagi membawa nama Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh.

Selanjutnya disamping sebagai salah seorang staf dari Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh juga sebabagi anggota Angkatan Bersenjata, karena itu tidak sepantasnya Kolonel Laut Ditya Soedarsono selalu mengatakan "Kalau memang saya berbohong", "biarlah Allah SWT menyayat mulut ini".

Sepertinya mau melindungi kesalahan Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh juga kesalahan yang dibuat oleh TNI/POLRI atau Raider.

Sekarang, kalau saudara Muhammad Dahlan menulis: "dasar pembunuh dan tujuannya datang ke Aceh untuk membunuh bangsa Aceh"

Disini saudara Muhammad Dahlan lebih banyak mengarahkan kepada Angkatan Bersenjata, yaitu Angkatan yang dimaksud adalah TNI, sebagaimana Kolonel Laut Ditya Soedarsono, dari TNI Angkatan Laut.

Jadi, kalau ada salah seorang anggota TNI atau POLRI atau Raider melakukan tindakan pembunuhan terhadap rakyat Aceh, maka akibatnya akan mengena kepada seluruh Tubuh TNI/POLRI dan Raider. Mengapa ? karena yang melakukan pembunuhan rakyat Aceh itu adalah anggota TNI atau POLRI atau Raider, bukan oknum. Karena tugas TNI ke Negeri Aceh adalah bukan tugas pribadi, melainkan tugas atas nama Angkatan Bersenjata.

Jadi, sekarang, saya justru tidak mengerti kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang selalu mengelak dengan mengatakan: "betulkah saya pembunuh", "betulkah saya pembohong", "saya berani diadili oleh Allah SWT".

Memang, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, tidak melakukan pembunuhan melalui tangan sendiri, tetapi sebagai salah satu anggota Angkatan Bersenjata dari TNI Angkatan Laut yang ditugaskan ke Negeri Aceh, maka Kolonel Laut Ditya Soedarsono termasuk yang harus bertanggung jawab, seandainya ada salah seorang anggota Angkatan bersenjata TNI Angkatan Laut yang melakukan pembunuhan kepada rakyat Aceh.

Nah, disinilah yang kelihatan Kolonel Laut Ditya Soedarsono tidak atau belum memahami akan arti tugas atas nama pribadi dan tugas atas nama Angkatan dan tugas atas nama Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh.

Karena, ketika ada seseorang rakyat Aceh yang mengatakan kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono kamu pembunuh rakyat Aceh, mengapa datang ke Negeri Aceh, tujuan kamu hanya untuk membunuh.

Nah disini berarti bukan langsung Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang melakukan pembunuhan, melainkan atas nama Angkatan Bersenjata TNI atau POLRI atau Raider.

Karena itu saya, melihat kelakuan Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini seperti anak kecil yang dituduh melakukan kesalahan, yang langsung saja mengatakan saya tidak bersalah, saya tidak melakukan hal tersebut.

Padahal, sebenarnya sebagai salah satu anggota Angkatan Bersenjata TNI atau sabagai salah seorang staf Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh adalah ikut bertanggung jawab apabila ada tindak pidana pembunuhan terhadap rakyat Aceh yang dilakukan oleh salah satu anggota Angkatan bersenjata atau salah seorang staf dari Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh.

Karena itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono tidak perlu membela diri apa bila ada tuduhan dari rakyat Aceh atau dari siapapun yang ditujukan kepada pihak Angkatan Bersenjata atau pihak Pemerintah Darurat Militer Daerah Aceh dengan mengatakan: "Kalau memang saya berbohong", "biarlah Allah SWT menyayat mulut ini", tetapi cukup dengan menjawab: "kami akan mengadakan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut, apakah memang benar ada dari anggota Angkatan bersenjata TNI atau POLRI atau Raider yang melakukan pembunuhan terhadap rakyat Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 12 Feb 2004 07:24:27 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: Fwd: Re: [Lantak] Ferry Santoro: GAM Tak Percaya Lagi PMI
To: tang_ce@yahoo.com
Cc: asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum Wr Wb,

Saudaraku Muhammad Dahlan, dengan rendah hati saya bertanya kepada anda kalau boleh tahu saya berbohong terus tentang apa?

KALAU MEMANG SAYA BERBOHONG TERUS BIAR ALLAH SWT MENYAYAT MULUT INI YANG MENURUT ANDA BERBOHONG SAYA IKHLAS DAN ANDA SEBAGAI SAKSI TENTANG KEBOHONGAN SAYA SAUDARAKU AHMAD SUDIRMAN.

TNI menggunakan PMI kata siapa ?
Saya pembunuh menurut siapa?

Tujuan datang ke Aceh untuk membunuh bangsa Aceh bangsa aceh. yang mana.
Manusia semacam itu tak takut dosa manusia yang mana.yang tak takut dosa.!?

Sekarang saya mau tanya kepada saudara Muhammad Dahlan, anda telah melakukan perbuatan suci apa, dimana, kapan untuk kepentingan kemaslahatan dan kedamaian di Bumi Rencong? Kalau anda ada di Aceh silakan tanya kepada masyarakat di Aceh bagaimana sepak terjang dan perbuatan saya dalam menyelesaikan masalah di Aceh betulkah saya pembunuh betulkah saya pembohong dll dll seperti yang anda miliskan kepada saya kalau yang anda katakan itu memang benar sekarang pun saya berani diadili oleh Allah SWT ini saya katakan demi tercapainya kedamaian Aceh ini Saya juga pernah berucap kepada hadirin dan juga termasuk wartawan yang menghadiri sidang saya .kalau perlu biarlah darah saya membasahi bumi Rencong ini asalkan bumi ini memperoleh kedamaian!

Kalau saudara Muhammad Dahlan ingin diskusi sama saya silakan kalau anda berada di Banda Aceh datang ketempat kerja saya biar saudara tahu dan faham bagaimana wujud nyata KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO yang anak asli INDONESIA dan sangat beruntung dilahirkan di BUMI SUROBOYO!

WASALAM,

DITYA

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
TANO RENCONG SARAMBI MAKKOH.
----------