Stockholm, 12 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DITYA SOEDARSONO NKRI ITU BUKAN MENYATUKAN TETAPI MENELAN NEGARA-NEGARA DILUAR RI-JAWA-YOGYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO NKRI ITU BUKAN MENYATUKAN TETAPI MENELAN NEGARA-NEGARA DILUAR RI-JAWA-YOGYA

"Anda akan membangun persatuan, bagaimana bisa wong anda menginginkan perpecahan? Saat ini Sariat Islam sudah diterapkan di Aceh silakan anda memberikan saran dan masukan yang bisa diterima oleh rakyat Aceh maka tentunya apa yang anda lakukan adalah amanah dan bukan anda ciptakan amarah-amarah kepada orang lain. Contohnya Om Puteh di Norway kalau bicara mesti emosional. Dan landasan keadilan menurut anda itu yang seperti apa ? Bagaimana anda bisa melaksanakan keadilan wong anda kalau memberikan penjelasan hanya berkisar dan berkutat pada tahun 1949 dengan mencaplok RIS RIS dan RIS dan anda tidak mau menerima argumentasi orang lain. Dengan demikian kalau anda menjadi seorang pemimpin menurut saya sulit anda bisa melakukan keadilan, karena menurut saya anda memiliki kepercayaan kepada diri sendiri yang sangat berlebihan, merasa hebat sendiri orang lain dianggap tidak mengerti dan bodoh. Mana bisa anda memberikan landasan adil kepada orang-orang yang anda pimpin. Makanya Allah SWT pun tidak memberikan karunia kepada anda menjadi Presiden Indonesia."
(Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Thu, 12 Feb 2004 09:08:16 -0800 (PST))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Aceh.

Begini Kolonel Laut Ditya Soedarsono, memang Kolonel ini tidak mengerti dan tidak paham bahwa sebenarnya yang dinamakan NKRI itu bukan didasarkan oleh persatuan, melainkan oleh adanya agresi Soekarno yang ingin menguasai seluruh Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang berada diluar wilayah kekuasaan daerah Negara RI-Jawa-Yogya.

Bagaimana Kolonel Laut Ditya Soedarsono mau membodohi seluruh rakyat di NKRI bahwa Soekarno itu apakah memang dengan cara yang penuh kebijaksaan ketika membentuk NKRI ?

Itu salah besar Kolonel Laut Ditya Soedarsono, kalau Kolonel menganggap bahwa Soekarno membentuk NKRI dengan cara jujur, adil dan bijaksana. Mengapa ?

Karena, kalau memang benar Soekarno itu ketika membentuk NKRI dari bekas Negara-Negara dan Daerah-Daerah anggota RIS dengan cara yang jujur, adil dan bijaksana, maka tidak mungkin, Kolonel Laut Ditya Soedarsono timbul gejolak rakyat yang menginginkan penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Soekarno dengan NKRI-nya.

Memang Kolonel Laut Ditya Soedarsono hanya pandainya menutupi kebenaran dan meredam semua fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang benar dan jelas mengenai kebijaksanaan politik, keamanan, pertahanan dan ambisi agresi Soekarno yang ingin memaksa seluruh Negara dan Negeri yang masih berada diluar Negara RI-Jawa-Yogya bverada dibawah telapak kaki Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogyanya.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, coba pikirkan dan renungkan.

Kita sekarang harus menempatkan diri diluar kungkungan dan tali kelompok atau golongan atau Negara tertentu.

Nah, disini kalau kita berdiri diantara mereka dengan tidak terikat oleh suatu ikatan apapun, maka kita akan menyadari dan melihat bahwa rakyat yang ada di Nusantara ternyata mereka secara sadar atau tidak sadar telah menyatukan kedalam kelompok dan suku atau bangsanya sendiri.

Coba kita perhatikan, apakah memang benar hanya Negara RI yang diproklamirkan Soekarno pada 17 Agustus 1945 saja yang tumbuh dan berdiri di Nusantara ?

Jawabannya, jelas tidak. Terlepas dari apa yang memberikan pengaruh kepada setiap, suku, daerah, bangsa sehingga tumbuh Negara-Negara dan daerah-daerah yang berdiri sendiri bebas dari Negara RI Soekarno.

Nah, keadaan fenomena yang demikian, kita sebagai orang yang berdiri diantara mereka dan tidak terikat oleh suatu ikatan apapun akan melihat dan merasa, memang benar rakyat atau suku atau bangsa, misalnya suku atau bangsa Sunda berdiri dengan Negara Pasundan. Rakyat di Madura berdiri dengan Negara Madura. Rakyat di Bali dan sekitarnya berdiri dengan Negara Indonesia Timur. Rakyat di Sumatera Selatan berdiri dengan negara Sumatera Selatan. Rakyat di Sumatera Timur berdiri dengan Negara Sumatera Timur. Rakyat di Jawa Timur berdiri dengan negara Jawa Timur. Rakyat dan bangsa Riau berdiri dengan Negara Riau. Rakyat di Daerah Bangka, Belitung berdiri dengan Daerah Bangka dan Belitung. Rakyat di Daerah Banjar berdiri dengan Daerah Banjar. Rakyat di Daerah Dayak besar berdiri dengan Daerah Dayak Besara. Rakyat di Jawa tengah berdiri dengan Daerah Jawa Tengah. Rakyat di Kalimantar Barat berdiri dengan Daerah Kalimantan Barat. Rakyat di Kalimantan Tenggara berdiri dengan Daerah Kalimantan Tenggara, Dan Rakyat di Kalimantan Timur berdiri dengan daerah Kalimantan Timur.

Nah itu semua, menunjukkan bahwa rakyat, suku, bangsa yang ada disetiap daerahnya telah memiliki budaya, adat istiadat yang berlaku untuk rakyat, suku dan bangsanya sendiri.

Jadi, disini jangan hanya terfokus kepada kesatuan, apalagi yang didengungkan oleh Soekarno cs yang datang dari Jawa. Dengan cara dan usaha yang disandarkan kepada slogan-slogan persatuan dan kesatuan. Tetapi hanyalah sebagai tali pengikat yang rapuh.

Justru yang paling baik adalah bagaimana setiap suku, bangsa tetap memelihara identitetnya masing masing tetapi pada waktu yang bersamaan hidup bersama dibawah Pemerintahan yang menjamin identitetnya masing masing tanpa membuat ke-tidakstabilan bangunan dari negara tesebut.

Padahal dengan adanya bentuk federasi dari beberapa Negara dan Daerah Bagian yang telah dibentuk dalam bentuk Negara Republik Indonesia Serikat , justru itu memberikan jaminan kelangsungan setiap daerah, atau bangsa untuk menjaga dan memelihara identitet bangsa masing-masing.

Tetapi, ternyata kebijaksanaan yang telah dijalankan oleh pihak Soekarno cs dari Negara RI-Jawa-Yogya justru berusaha untuk menghilangkan kemajemukannya diganti dengan bentuk pemaksaan yang diikat dalam bentuk ikatan semu pancasila dibawah bentuk Negara Kesatuan, yang ternyata mengakibatkan bom waktu NKRI, yang setiap waktu bisa meledak dengan dahsyatnya.

Nah inilah yang saya melihat bahwa apa yang telah dijalankan oleh pihak Soekarno cs dengan Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara RI 17 Agustus 1945 adalah usaha untuk menyatukan berbagai bangsa dan budaya dalam bentuk ikatan semu dengan ikatan pancasila dibawah naungan NKRI yang hampir saja sekarang tiang-tiang Negara Kesatuan RI ini runtuh.

Nah sekarang itulah yang dikatakan persatuan oleh Soekarno yang dipraktekkan dalam bentuk penelanan dan penguasaan Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang berada diluar kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya ?

Kemudian yang paling menyolok adalah bagaimana Soekarno menelan Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada 15 Agustsu 1950.

Coba perhatikan oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono, apakah akibat dari perbuatan Soekarno terhadap Negeri Aceh ini ?

Mengapa sekarang Kolonel Laut Ditya Soedarsono berada di Negeri Aceh ? Karena akibat kebijaksaan politik, pertahanan dan keamanan serta agresi Soekarno terhadap Negeri Aceh yang dimasukkan kedalam tubuh NKRI melalui mulut Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950.

Itukah yang dinamakan persatuan oleh Soekarno yang tercantum dalam salah satu sila dalam pancasila, Kolonel Laut Ditya Soedarsono?

Semua itu adalah penipuan yang dilakukan oleh Soekarno yang berkedok persatuan dalam pancasila-nya, Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri tidak bisa lagi ditipu oleh Soekarno dan para penerusnya termasuk Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais.

Kemudian, mana itu keadilan yang digembar-gemborkan oleh Soekarno dan para penerusnya termasuk Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais dan Kolonel Laut Ditya Soedarsono, hasilnya, nol besar Kolonel.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, jangan hanya pandai menipu dan membohongi seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh.

Nah sekarang, saya mengajukan keadilan dalam menyelesaikan konflik di Aceh ini yaitu dengan menyerahkan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI melalui cara jajak pendapat atau referendum yang akan memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh untuk memberikan suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Inilah jalan yang jujur, adil dan bijaksana, Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Cara ini bukan untuk membuat perpecahan NKRI.Mengapa? Karena NKRI ini ketika dibangunnya berdasarkan kepada suatu kebohongan dan penipuan dari Soekarno, bukan berdasarkan secara jujur, adil ketika memasukkan Negeri Aceh kedalam tubuh NKRI, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, kalau Kolonel tidak paham dan tidak mengerti.

Selanjutnya, dengan dikembalikannya lagi Negeri Aceh kepada rakyat Aceh ini sudah merupakan suatu amanah Kolonel Laut Ditya Soedarsono. Caranya melalui cara damai, yaitu melalui penyerahan kepada seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh untuk menentukan suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Apakah cara ini bukan cara yang damai dan penuh kemesraan, dibanding dengan cara yang dipakai oleh Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais yang mempergunakan kekerasan senjata bersanma TNI/POLRI dan Raidernya sekarang ini?

Coba pikirkan dan renungkan Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Semua uasaha itu, Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah dalam rangka beribadah, bertaqwa sebagai seorang muslim yang mukmin dan mengharap keridhaan Allah SWT.

Jadi, melalui cara damai, yang memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI yang telah mengambil, menduduki dan menjajah Negeri Aceh adalah merupakan satu uasaha beribadah dengan tetap bertaqwa dan tetap mengharapkan ridha Allah SWT.

Coba bandingkan sekarang, berapa ribu rakyat Aceh yang telah bergelimang darah, Kolonel Laut Ditya Soedarsono ? Mengapa hal ini terjadi Kolonel Laut Ditya Soedarsono? Karena pihak Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung dan Ketua MPR Amien Rais dalam menyelesaikan konflik di Aceh adalah bukan dengan cara damai tetapi menggunakan kekerasan senjata dengan Keppres No.28 Tahun 2003 dan Keppres No.43 Tahun 2003.

Apakah cara yang saya ajukan melalui jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh yang tidak perlu mempergunakan kekuaatan TNI/POLRI dan Raider adalah bukan cara damai, jujur, adil dan bijaksana ?.

Semua usaha itu, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, adalah dalam rangka beribadah, bertaqwa dan mengharap keridhaan Allah SWT.

Menyinggung saya tidak menjadi Presiden Indonesia. Itu bukan cita-cita saya, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, saya tidak tertarik untuk menjadi Presiden RI-Jawa-Yogya apabila Negeri Aceh masih tetap dalam pendudukan NKRI.

Jelas, kalau saya menjadi Presiden RI kemudian saya akan memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan nasib mereka sendiri bebas dari kekauasaan NKRI yang saya pimpin, itu adalah senang bagi saya dan saya gembira. Mengapa ? Karena saya telah memberikan Negeri Aceh kepada rakyat Aceh yang berhak memilikinya, bukan seperti Soekarno yang asal Jawa yang memimpin Negara RI-Jawa-Yogya dan para penerusnya.

Jelas kalau saya implementasikan visi saya ini di NKRI, maka Insya Allah rakyat Aceh akan gembira dan bersyukur karena Negeri Aceh akan dapat diraihnya kembali, dan rakyat Aceh akan menentukan nasib mereka sendiri diatas pemerintah yang dibangun oleh rakyat Aceh sendiri.

Seterusnya mengenai masalah yang ditanyakan Kolonel Laut Ditya Soedarsono tentang "persamaan dan perbedaan Hasan Tiro dengan Rasulullah dalam hal perkawinan dengan wanita Yahudi".

Itu begini ceritanya Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Ketika Rasulullah saw menyeru kaum muslimin untuk berperang dengan kaum Bani Mustaliq dari kaum Yahudi yang sangat menentang kaum muslimin. Ketika terjadi perang antara pasukan kaum muslimin dan Bani Mustaliq, pasukan kaum muslimin dapat melumpuhkan pasukan Bani Mustaliq. Sebagian pasukan Bani Mustaliq ada yang tertawan, termasuk salah seorang putri pemuka Bani Mustaliq yaitu Barrah, yang nama lengkapnya adalah Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. (Akmal Haji Mhd.Zain, Mohd.Shafwan Amrullah, Istri-istri Rasulullah, Pustaka Al-Mizan, Kuala Lumpur, 1989, hal.103). Dimana Barrah ini telah jatuh menjadi bahagian tawanan perang milik Sabit bin Qais. Karena Barrah ini seorang perempuan yang cerdik, ia meminta tebusan untuk dirinya agar bisa dibebaskan dari Sabit bin Qais, setelah diadakan pembicaraan, Sabit bin Qais meminta tebusan yang mahal. Tetapi, Barrah waktu itu langsung menemui Rasulullah untuk membicarakan masalah tebusan bagi dirinya. Kemudian Rasulullah pada waktu itu menyetujui membebaskan Barah dan menebusnya dari Sabit bin Qais dan terus menikahi Barrah dan Rasulullah mengganti nama Barrah menjadi Juwairiyah.

Begitu juga dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang menikah dengan seorang wanita keturunan Yahudi, tetapi sudah diceraikan.

Nah, disini persamaanya adalah Rasulullah saw dan Teungku Hasan Muhammad di tiro sama-sama menikah dengan perempuan Yahudi.

Perbedaannya, Muhammad adalah Rasulullah dan Nabiyullah, dan pemimpin ummat muslim dan Pemimpin Negara Daulah Islam Rasulullah. Sedangkan Teungku Hasan di Tiro adalah pemimpin rakyat Aceh yang telah memproklamasikan Negara Aceh bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI pada tanggal 4 Desember 1976.

Terakhir, NKRI dinamakan penjajah Negeri Aceh berdasarkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil yang ditetapkan pada 14 Agustus 1950 oleh Presiden RIS Soekarno. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya yang akan menjelma menjadi NKRI, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

System kekuasaan penjajah NKRI terhadap Negeri Aceh adalah dengan mempergunakan system kekuasaan yang mengarah kepada penggunaan kekerasan senjata sesuai dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 diterapkan di Negeri Aceh. Dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 12 Feb 2004 09:08:16 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: BETULKAH TUJUAN ANDA BERIBADA, BERTAQWA, DAN MENGHARAP RIDHA ALLAH...?????
To: ahmad@dataphone.se

KANG CEPOT,......SEBELUM AKU MEMILIH OPSI YANG ANDA OPSIKAN SAYA MAU BERTANYA DULU.......
pertama: JAWAB PERTANYAAN SAYA DULU MASALAH PERBEDAAN DAN PERSAMAAN HASAN TIRO+DORA DENGAN RASULULLAH SAW+SITI JUWARIYA TENTANG PERKAWINANNYA DENGAN WANITA YAHUDI SESUAI MILIS YANG PERNAH ANDA LONTARKAN..???
kedua: APA DEFINISI, HAKEKAT, PANDANGAN HUKUM, SISTEM KEKUASAAN PANJAJAH AGAR PARA MILISAWAN DAN MILISAWATI SEMAKIN JELAS TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA INDONESIA JAWA JOGYA KEPADA BANGSA ACEH...?????

ANDA AKAN MEMBANGU PERSATUAN....!!!!????? BAGAIMANA BISA WONG ANDA MENGINGINKAN PERPECAHAN.....????? SAAT INI SARIAT ISLAM SUDAH DITERAPKAN DIACEH SILAKAN ANDA MEMBERIKAN SARAN DAN MASUKAN YANG BISA DITERIMA OLEH RAKYAT ACEH MAKA TENTUNYA APA YANG ANDA LAKUKAN ADALAH AMANAH.....DAN BUKAN ANDA CIPTAKAN AMARAH-AMARAH KEPADA ORANG LAIN.......CONTOHNYA OM PUTEH DI NORWAY KALAU BICARA MESTI EMOSIONAL.

DAN LANDASAN KEADILAN MENURUT ANDA ITU YANG SEPERTI APA..???? BAGAIMANA ANDA BISA MELAKSANAKAN KEADILAN.....WONG ANDA KALAU MEMBERIKAN PENJELASAN HANYA BERKISAR DAN BEKUTAT PADA TAHUN 1949 DENGAN MENCAPLOK RIS......RIS.......DAN RIS.......DAN ANDA TIDAK MAU MENERIMA ARGUMENTASI ORANG LAIN........DENGAN DEMIKIAN KALAU ANDA MENJADI SEORANG PEMIMPIN MENURUT SAYA SULIT ANDA BISA MELAKUKAN KEADILAN......KARENA MENURUT SAYA ANDA MEMILIKI KEPERCAYAAN KEPADA DIRI SENDIRI YANG SANGAT BERLEBIHAN,......MERASA HEBAT SENDIRI.....ORANG LAIN DIANGGAP TIDAK MENGERTI DAN BODOH......MANA BISA ANDA MEMBERIKAN LANDASAN ADIL KEPADA ORANG-ORANG YANG ANDA PIMPIN.....!!!!!!! MAKANYA ALLAH SWT PUN TIDAK MEMBERIKAN KARUNIA KEPADA ANDA MENJADI PRESIDEN INDONESIA.......DAN MALAHAN ANDA TERUSIR DARI TANAH KELAHIRAN......ALIAS DISINGKIRKAN DARI LELUHUR ANDA SECARA SYARIAH SEBENARNYA ANDA ITU TERMASUK ORANG-ORANG YANG TERUSIR....

AMANAH DAN PERDAMAIAN.......SELAMA AKU MEMBACA MILIS ANDA SAYA TIDAK MENEMUKAN SESUATU YANG AMANAH APALAGI YANG MENJURUS KEARAH PERDAMAIAN......ORANG-ORANG YANG DALAM TINGKALAKU DAN PERBUATANNYA AMANAH DAN DAMAI TENTUNYA SEGALA GERAK GERIK ANTARA APA YANG DIUCAPKAN SEHARUSNYA SELARAS DENGAN APA YANG DIPERBUATNYA.......NAH KALAU ANDA KANG MAMAD SAMPAI TERUSIR DARI REPUBLIKEN ITU SEBAGAI BUKTI BAHWA PERBUATAN ANDA TIDAK PERNAH AMANAH APALAGI MENCERMINKAN PERDAMAIAN......KESIMPULANNYA AMANAH DAN PERDAMAIAN ITU HANYA ADA DALAM KHAYALAN ANDA TETAPI TIDAK PERNAH ANDA APLIKASIKAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYRAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA.

KALAU ANDA MEMANG PUNYA TUJUAN BERIBADAH, BERTAKWA DAN MENGHARAPKAN RIDHA ALLAH........SUNGGU SANGAT MULIA....!!!!!!! TETAPI KENAPA YA KANG MAMAD KOK SAMPAI TERUSIR,.......KENAPA TERUSIRNYA KOK KENEGARA SWEDIA ........SEBAGAI MUKMIN YANG MEMILIKI VISI SEPERTI TERSEBUT DIATAS SEHARUSNYA ANDA LARINYA KE ARAB SAUDI ATAU KE IRAN, ATAU KE IRAQ POKOKNYA KE NEGERI ORANG MUSLIMLAH.........

TERAKHIR, KENAPA VISI ANDA ITU TIDAK ANDA IMPLEMENTASIKAN DINEGARA YANG SEKARANG INI ANDA IKUTI.......SESUAI DENGAN KEWARGANEGARAAN ANDA...??????!!!!!! KENAPA VISI ANDA ITU HARUS ANDA WUJUDKAN DIACEH KOK TIDAK DI SUMEDANG SANA ALIAS JAWANYA BARAT, BERARTI ANDA ITU BERMUKA DUA, KARENA BADAN DI SWEDIA TETAPI PIKIRAN DIACEH.......DENGA DEMIKIAN ANDA KANG MAMAD TERMASUK ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI PENDIRIAN.......DAN TENTUNYA VISI ANDAPUN HANYA BISA ANDA TULIS DAN KATAKAN TETAPI TIDAK MUNGKIN ANDA WUJUDKAN KARENA.......ANDA SAAT INI DIBERI HIDUP OLEH BANGSA SWEDIA TETAPI ANDA TIDAK MAU BERBAKTI KEPADA NEGARA SWEDIA......ANDA DITOLONG OLEH NEGARA SWEDIA TETAPI ANDA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN DARMA BAKTI ANDA PADA NEGARA SWEDIA TERUS ANDA INI TERMASUK MANUSIA YANG BAGAIMANA....???????
BERARTI KEWARGANEGARAAN ANDA ITU ANDA BUAT MAIN-MAINAN DOANG....GIMANA KANG MAMAD INI SUDAH DITOLONG ORANG KOK TIDAK MAU MEMBALAS BUDI.........

WASALAM,

DITYA

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
TANO RENCONG SARAMBO MAKKOH
----------