Stockholm, 13 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

NEGERI ACEH MILIK SELURUH RAKYAT ACEH BUKAN MILIK SOEKARNO CS DAN PARA PENERUSNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS NEGERI ACEH MILIK SELURUH RAKYAT ACEH BUKAN MILIK SOEKARNO CS DAN PARA PENERUSNYA

"Sinyalemen saudara Agya Utama sudah benar dan sangat beralasan, karena melalui kelompok Ahmad Sudirman tanah Aceh akan dicaplok Negara2 kapital (industri) dengan memanfaatkan kelemahan internal bangsa dan negara Indonesia. Bukankah sekarang Indonesia sedang dihujat sebagai salah satu negara yang paling bokbrok di dunia dalam penerapan HAM ? Bukankah kelompok Ahmad Sudirman yang bermukim di Swedia sudah diprogram untuk lebih memaksakan ambisi dan kehendak mereka ketimbang bergaul akur dengan rakyat Indonesia bangun dari keterpurukan multidimensi akibat dari ulah negara2 kapital (industri) yang ingin menjadikan Indonesia menjadi jajahan ekonomi mereka melalui penguasaan tanah Aceh oleh mereka ?.Tidak ada gunanya berdebat dengan mereka, karena saudara Agya Utama takkan menang. Kita sebagai bangsa Indonesia yang masih berjiwa dan berdarah "merah-putih" agar tetap merapatkan barisan guna menjaga kedaulatan negara dari tangan-tangan kotor negara2 kapital (industri) yang ingin menjajah Indonesia melalui kelompok Ahmad Sudirman yang ingin mencaplok tanah Aceh."
(Tato Suwarto , otra25@indosat.net.id , Fri, 13 Feb 2004 05:53:52 +0700)

Baiklah Tato Suwarto di Jakarta, Indonesia

Siapa yang berani mengklaim dan mengaku bahwa Negeri Aceh adalah milik Soekarno Cs yang menelannya memakai mulut Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum Republik Indonesia Serikat dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 tanpa mendapat kerelaan dan persetujuan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh ?

Apakah masuk diakal dan dianggap wajar apabila Soekarno yang menelan Negeri Aceh kemudian dimasukkan kedalam perut Propinsi Sumatera Utara kemudian diakui bahwa Negeri Aceh itu milik Soekarno cs dan para penerusnya dari Negara RI-Jawa-Yogya ?

Apakah bisa diterima akal sehat apabila Negeri Aceh yang telah diperjuangkan oleh para nenek moyang rakyat Aceh dari sejak abad ke 15 kemudian dengan seenaknya dicaplok dan diduduki oleh Soekarno cs pada tanggal 14 Agustus 1950 sebelum Negara-Negara dan Daerah-Daerah bagian RIS dilebur kedalam perut Negara RI-Jawa-Yogya yang selanjutnya dijelmakan menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 ?

Apakah bisa diterima dengan akal sehat pendudukan Soekarno cs terhadap Negeri Aceh yang telah diperjuangkan oleh rakyat Aceh dan para Nenek Moyangnya yang sampai sekarang dipertahankan oleh pihak Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar tandjung dan Ketua MPR Amien Rais ?

Apakah memang dibenarkan oleh masyarakat Internasional Soekarno dengan tanpa persetujuan seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil yang ditetapkan pada 14 Agustus 1950 oleh Presiden RIS Soekarno. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya yang akan menjelma menjadi NKRI ?

Apakah saudara Tato Suwarto di Indonesia tidak merasa malu oleh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI mengklaim bahwa Negeri Aceh adalah milik Soekarno yang sekarang sudah berada dalam tubuh NKRI secara ilegal tanpa persetujuan seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh ?

Apakah saudara Tato Suwarto tidak mempunyai malu dan masih bermuka tebal mengatakan kepada rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI dengan mengatakan rakyat Aceh adalah antek-antek kapitalisme, padahal justru Soekarno cs dan para penerusnya yang telah mencaplok dan menduduki Negeri Aceh sampai detik sekarang ini?

Sungguh saudara Tato tidak bermoral dan tidak mempunya perasaan yang jujur, adil dan bijaksana dengan tanpa merasa malu tanpa merasa bersalah dan tanpa merasa berdosa mengklaim dan menganggap bahwa Negeri Aceh yang telah diduduki oleh Soekarno dianggap sebagai milik Soekarno dan milik NKRI jelmaan Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara RI 17 Agustus 1945 ?

Bagaimana bisa dipercaya para penerus Soekarno untuk menyelesaikan kemelut Negeri Aceh secara jujur, adil dan bijaksana apabila para penerus Soekarno menganggap hasil rampokan Negeri Aceh dianggap sebagai milik sendiri oleh penerus Soekarno dan dianggap sebagai milik NKRI ?

Kalau sekarang Negeri Aceh lepas dari NKRI itu adalah memang hak seluruh rakyat Aceh bukan akibat dari apa yang dituduhkan oleh saudara Tato Suwarto: "antek-antek kapitalis menjajah Indonesia melalui kelompok Ahmad Sudirman yang ingin mencaplok tanah Aceh"

Bagi perampok Negeri Aceh dan para penerusnya apakah tidak punya malu dan tidak merasa berdosa dengan menuduh rakyat Aceh sebagai antek-antek kapitalis yang ingin mencaplok tanah Aceh, padahal Negeri Aceh adalah milik seluruh rakyat Aceh ?

Saudara Tato Suwarto, saudara harus bertanggung jawab di dunia dan akherat di hadapan Allah SWT atas apa yang saudara katakan bahwa rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dianggap ingin mencaplok tanah Aceh, padahal tanah Negeri Aceh adalah tanah rakyat Aceh bukan tanah kepunyaan saudara Tato atau nenek moyang saudara Tato Suwarto ?

Memang Soekarno menelan, menduduki, dan menjajah para penerusnya-pun yang asal Jawa ini adalah tidak jauh berbeda ?

Jangan khawatir bagi seluruh rakyat Aceh dimanapun berada, Negeri Aceh akan kembali ketangan seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh yang bebas merdeka.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 13 Feb 2004 05:53:52 +0700
From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Subject: Re: hati2 thd antek2 kapital !!!!
To: Agya Utama <nuki_arnhem@yahoo.co.uk>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, padhang-mbulan@yahoogroups.com, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, rimueng_acheh@yahoo.com, fahri_jurnalis@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com,teuku_mirza@hotmail.com

HATI-HATI TERHADAP ANTEK-ANTEK KAPITALIS MENCAPLOK TANAH ACEH

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

WASPADAI ANTEK-ANTEK KAPITALIS MENJAJAH INDONESIA MELALUI KELOMPOK AHMAD SUDIRMAN YANG INGIN MENCAPLOK TANAH ACEH

Baiklah Agya Utama,

Sinyalemen saudara Agya Utama sudah benar dan sangat beralasan, karena melalui kelompok Ahmad Sudirman tanah Aceh akan dicaplok Negara2 kapital (industri) dengan memanfaatkan kelemahan internal bangsa dan negara Indonesia.

Bukankah sekarang Indonesia sedang dihujat sebagai salah satu negara yang paling bokbrok di dunia dalam penerapan HAM ? Bukankah kelompok Ahmad Sudirman yang bermukim di Swedia sudah diprogram untuk lebih memaksakan ambisi dan kehendak mereka ketimbang bergaul akur dengan rakyat Indonesia bangun dari keterpurukan multidimensi akibat dari ulah negara2 kapital (industri) yang ingin menjadikan Indonesia menjadi jajahan ekonomi mereka melalui penguasaan tanah Aceh oleh mereka ?.

Tidak ada gunanya berdebat dengan mereka, karena saudara Agya Utama takkan menang.

Kita sebagai bangsa Indonesia yang masih berjiwa dan berdarah "merah-putih" agar tetap merapatkan barisan guna menjaga kedaulatan negara dari tangan-tangan kotor negara2 kapital (industri) yang ingin menjajah Indonesia melalui kelompok Ahmad Sudirman yang ingin mencaplok tanah Aceh.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amiin.

Wassalam

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
----------