Stockholm, 13 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO BERMIMPI PIMPIN NEGARA ISLAM NKRI MADE IN SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
 

APAKAH KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO BERMIMPI ATAU HANYA BERSANDIWARA MIMPIN NEGARA ISLAM NKRI MADE IN SOEKARNO ?

"Satu lagi baca (QS; Al Maaidah 33 s/d 40) hukuman terhadap perusuh pengacau keamanan.
Saudaraku Bukhari renungkan juga bahwa Djawa ciptaan Allah kalau anda membenci, mengutuk, sakit hati, frustasi, dll, dlsb, dsb berarti anda juga menghakimi Yang Maha Pencipta"
(Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com ,Date: Fri, 13 Feb 2004 03:15:12 -0800 (PST))

"Dasar penjajah dan pembunuh memang begitu , kemana saja dan bagaimana tingkatan ilmu dan kelakuannya tetap saja sama , mudah untuk di kenal , baik perkataan , caranya dan karangan karangan dalam propagandanya , seperti di bawah ini , yang di tulis oleh Ditya Soedarsono. Masa masih menampung anda berbicara dan berbuat sesuka hati anda di bumi Acheh , atas mayat dan darah rakyat Acheh , namun sampai pada detik ini , belum juga mampu sudarsono tuntaskan . Perjuangan GAM yang segelintir di bandingkan dengan serdadu ciptaan Ryacudu .
"(Imah Nor , imahnor@hotmail.com , 13 februari 2004 11:43:35 )

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Aceh dan saudara Imah Nor di Norwegia.

Pertama saya akan jumpai Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Aceh.

Dimana belakangan ini saya memperhatikan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dalam memberikan tanggapan terhadap hasil pemikiran dan pendapat para peserta diskusi mengenai Negeri Aceh dan referendum di Aceh dalam mimbar terbuka ini, ada suatu kelainan. Mengapa ?

Karena, kalau saya pelajari, dalami, gali, analisa, hayati, renungkan, itu yang namanya NKRI made in Soekarno cs yang dilebur dari RIS pada tanggal 15 Agustus 1950 bukan satu Negara Islam yang menerapkan Syariat Islam di NKRI.

Ternyata, belakangan ini, saya membaca apa yang ditulis oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono sebagai hasil tanggapannya terhadap hasil pemikiran para peserta diskusi yang dilontarkan dalam mimbar ini, saya perhatikan Kolonel Laut ini telah menampakkan dirinya sebagai pemimpin Negara Islam NKRI made in Soekarno pada 15 Agustus 1950.

Coba, perhatikan, Kolonel Laut Ditya Soedarsono telah beberapa kali mengambil dan mengutif ayat-ayat yang diambil dari Al Quran sebagai sumber hukum untuk dipakai sebagai alat penerangan dalam NKRI.

Tetapi, setelah saya gali dan pelajari serta dianalisa, ternyata NKRI made in Soekarno buatan tanggal 15 Agustus 1950 ini dasarnya bukan Islam, melain Pancasila hasil pidato Soekarno yang dibacakan dalam sidang BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan) atau Dokuritzu Zunbi Cosakai yang terdiri dari 62 anggota dengan ketuanya Dr Rajiman Widiodiningrat yang dibentuk dan dilantik oleh Jenderal Hagachi Seisiroo seorang jenderal Angkatan Darat Jepang. BPUPK bersidang dari tanggal 28 Mei sampai dengan 1 juni 1945. Dimana pada tanggal 1 juni 1945 Soekarno membacakan pidatonya yang berisikan konsepsi usul tentang dasar falsafah negara yang diberi nama dengan pancasila yang berisikan 1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme, 2. Perikemanusiaan atau Internasionalisme, 3. Mufakat atau Demokrasi, 4. Kesejahteraan Sosial, 5. Ketuhanan yang Maha Esa.

Jadi, bagaimana Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini, apakah Kolonel mengerti apa yang dibacanya itu atau ia memang sengaja mengambil inisiatif sendiri untuk mengutif ayat Al Quran dan diberitahukan kepada sidang para peserta diskusi tentang Aceh dan referendum ini.

Yang lucunya, itu aya-ayat yang diambil dari surat Al Maaidah yang diturunkan di Madinah, ketika Daulah Islam Rasulullah telah berdiri.

Wah, hebat juga, Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini. Apakah memang benar NKRI made in Soekarno ini telah berubah dalam jangka waktu 53 tahun dari sejak 15 Agustus 1950 sampai hari ini tanggal 13 Fabruari 2004 ternyata sudah berubah dari NKRI yang hukumnya bersumberkan kepada pancasila hasil pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 diganti kepada hukum yang bersumberkan kepada Al Quran.

Atau apakah memang Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini sedang bermimpi memimpin Negara Islam NKRI ?

Tetapi, setelah saya selidiki betul-betul, rupanya Kolonel Laut Ditya Soedarsono ini hanya bersandiwara saja. Karena saya buka lagi sumber hukum yang dipakai di NKRI sampai hari ini, masih juga tetap namanya pancasila.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, janganlah Kolonel bermimpi. Kalau Kolonel mengetahui perbuatan dan kelakuan Kolonel mengutif-ngutif ayat Al Quran dari Surat Al Maaidah yang diturunkan di Madinah setelah Rasulullah saw berhasil membangun Daulah Islam Rasulullah di Madinah, perbuatan kolonel Laut ini sudah munafik. Mengapa ?

Karena, dasar hukum yang ada dalam ayat-ayat Al Quran Surat Al Maaidah itu, tidak bisa diterapkan di NKRI yang hukumnya bersumberkan kepada pancasila dasar negara NKRI, Kolonel Laut Ditya Soedarsono. Apakah Kolonel Laut ini mengerti atau tidak mengenai penerapan hukum Islam ?

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, kalau mau jujur, benar, dan tidak berbohong serta tidak munafik, Kolonel Laut jangan membuka Al Quran untuk mengambil dasar hukum tentang makar, ambillah dari KUHPidana dan dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadi Undang-Undang yang disahkan di Jakarta pada tanggal 4 April 2003 oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 4 April 2003 oleh Sekretaris Negara RI Bambang Kesowo.

Coba saya mau bertanya kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono, dasar hukum apakah yang dipakai oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Banda Aceh untuk dipakai menuntut hukuman terhadap terdakwa yang dituduh perusuh pengacau keamanan, apakah memakai ayat-ayat yang diambil dari Al Quran atau pasal-pasal yang diambil dari KUHPidana pasal 55, 65, 106,108, atau pasal-pasal yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003 ?

Pasti 100 persen jawaban Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah tentu saja diambil dari KUHPidana dan UU RI No.15 Tahun 2003.

Kenapa, Kolonel Laut Ditya Soedarsono tidak diambil dari ayat-ayat yang terkandung dalam Surat Al Maaidah yang diturunkan di Madinah ketika Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutannya didepan sidang PN Banda Aceh ?

Karena dasar hukum yang terkandung dalam Al Quran tidak diakui sebagai dasar hukum di Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Jadi, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, janganlah berbuat munafik. Berbuatlah jujur, sewajarnya, jangan dibuat-buat sok Islam, padahal NKRI made in Soekarno ini bukan Negara Islam, Kolonel Laut Ditya, kalau Kolonel tidak mengerti dan tidak paham.

Memang bagus, itu membuka-buka dan membaca serta menuliskan ayat-ayat yang mengandung hukuman makar yang diambil dari Surat Al Maaidah untuk dipakai di milis ini. Tetapi, dalam prakteknya, yang dipakai adalah KUHPidana dan UU RI No.15 Tahun 2003, Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Jadi sekarang, saya akan memberikan saran kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono, yaitu kalau memang mau betul-betul secara jujur menyelesaikan konflik di Aceh ini, seperti yang sudah berpuluh kali saya katakan dan tuliskan di milis ini yaitu, berikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh ini untuk menentukan nasib sendiri bebas merdeka dari NKRI dengan melalui jajak pendapat atau referendum untuk menentukan sikap dan memberikan suaranya YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Selajutnya saya jumpai saudara Imah Nor.

Memang seperti yang ditulis oleh saudara Imah Nor: "penjajah dan pembunuh memang begitu , kemana saja dan bagaimana tingkatan ilmu dan kelakuannya tetap saja sama, mudah untuk di kenal, baik perkataan, caranya dan karangan karangan dalam propagandanya, seperti di bawah ini, yang di tulis oleh Ditya Soedarsono. Masa masih menampung anda berbicara dan berbuat sesuka hati anda di bumi Acheh, atas mayat dan darah rakyat Acheh , namun sampai pada detik ini , belum juga mampu Soedarsono tuntaskan. Perjuangan GAM yang segelintir di bandingkan dengan serdadu ciptaan Ryacudu .Tapi Soedarsono, Endang, Ryacudu, dan lain lain tidak pernah mengaku kekalahan dan kesalahan atas tindakan yang berlaku di Acheh baik di bidang militer membunuh atau pernyataannya"

Itulah saudara Imah Nor, bagaimanapun toh kita akan melihat kebangkitan seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh yang akan menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI made in Soekarno tahun 1950 atau Negara Pancasila atau Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara 17 Agustus 1945 melalui jajak pendapat atau referendum ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Imah Nor <imahnor@hotmail.com>
Date: 13 februari 2004 11:43:35
To: abim@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com, apakabar@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com
Cc: yusrahabib21@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, sirajakarta@yahoo.com, sarena48@hotmail.com, nikjusnz@yahoo.com
Subject: "PPDi" UNTUK DITYA SOEDARSONO.

CIRI MANUSIA YANG DIGALAKAN OLEH NKRI.

Dasar penjajah dan pembunuh memang begitu , kemana saja dan bagaimana tingkatan ilmu dan kelakuannya tetap saja sama , mudah untuk di kenal , baik perkataan , caranya dan karangan karangan dalam propagandanya , seperti di bawah ini , yang di tulis oleh Ditya Soedarsono.

Masa masih menampung anda berbicara dan berbuat sesuka hati anda di bumi Acheh , atas mayat dan darah rakyat Acheh , namun sampai pada detik ini , belum juga mampu sudarsono tuntaskan .

Perjuangan GAM yang segelintir di bandingkan dengan serdadu ciptaan Ryacudu .

berapa bulan lagi mahunya soedarsono untuk tambahan pasukannya menumpas GAM ?????? yang sudah berjalan dua Periode !!!!!!!!!

Tapi Soedarsono ;Endang , Ryacudu , dan lain lain tidak pernah mengaku kekalahan dan kesalahan atas tindakan yang berlaku di Acheh baik di bidang militer membunuh atau pernyataannya !!!!

Sulit menerangkan jika seseorang berasal dari silsilah penjajah , ilmu dan kemampuannya mengalair dengan sendirinya dalam tubuhnya , sehingga semua kejadian yang menimpa orang lain , ada saja kata dan cara untuk mengelakkanya .

Itulah tabiat para penjajah NKRI dan Soedarsono sendiri , tidak malu dan tidak beradab dalam melakukan sesuatu tindakan dan pernyataannya , memang saya tahu dasar manusia yang duduk di kursi Militer harus demikian cara berpikir dan tingkah lakunya .

Bangsa Acheh bukan bangsa yang berketerunan dari sudarsono , tetapi bangsa Acheh bangsa yang berkualiti atas dasar pahlawan yang sudah turun temurun , lain halnya dengan segelintir keturunan yang ada di Acheh mengikuti telunjuk Soedarsono , ini ada sisilahnya masing masing .

Kadang kala mereka hanya berdasar pada Transmigrasi yang berasal dari kepulauan Jawa Yokya , atau betawi , dan ada juga dasar penjilat , memetingkan diri , dengan alasan demokrasi , sebenarnya , ini emangnya kelebihan ilmu physiologi mereka .

Untuk di Ketahui bahwa , pelaku penjajah ke atas rakyat di Acheh , sangat di galakan dari keturunan keturunan campuran di masa koloni Belanda , karena penyambungan darah penjajah dapat menghasilkan kriteria para elit kaum penjajah.

Memang susah untuk kita kembalikan pada dasar sebenar , jika berasal dari silsilah koloni Belanda ,selama 350 Tahun , maka tidak heran dalam tubuh NKRI tumbuh penyokong begitu marak pada tingkatan inteletual, membenarkan penjajahan .

Kenapa mesti menipu diri dan rela mati demi kepentingan NKRI, sementara bangsa Acheh secara terang melawan dan menentang kedatangan kalian di negerinya ??????????

Kembali kepangkuannya masing masing untuk menikmati wayang golek dan singkongnya .

Kembali pada dasar manusia ciptaan sebenar !!!!! wahai Soedarsono Cs , Mega , Cs .

Bangsa Acheh tidak lagi membutuhkan kalian untuk duduk dan menjajah negeri Acheh yang sudah puluhan tahun dalam penderitaan , pembunuhan , peyiksaan , pembuangan .

Tidak usah anda perkenalkan diri anda di media , sementara orang lain mengenal anda , bukan dari nama saja , tetapi dari keturunan anda , ilmu anda , kerja anda , akal anda yang tidak meyerupai manusia sempurna , dasar manusia pengisap darah ular dan manusia.

Kebiadaban TNI/POLRI/RAIDER /Soedarsono dalam tubuh NKRI , tidak dapat untuk di katagori atas mahluk manusia lagi , inilah imejnya Soedarsono Cs, melakukan pembunuhan terhadap bangsa Acheh yang duduk di negeri sendiri dan berjuang Untuk bangsa sendiri demi kemerdekaan dan kebebasan dari kaum penjajah NKRI .

Akal dan akhlak manusia sejenis inilah yang di gunakan para Penguasa Darurat Militer di Acheh .

Memang Soedarsono sangat di agungkan dalam NKRI atau dalam sebuah pemerintah penjajahan , karena kemampuanya hanyalah untuk membunuh dan menyembunyikan fakta , sudah di ajar oleh bapaknya yang sudah jadi turun temurun , semenjak soekarno dulu sampai sekarang mbak mega.

Maka untuk menentang manusia begini , tidak cukup dengan kata kata tetapi harus , memakai senjata dari saudaranya , yaitu Soeharto , inilah obat untuk Soedarsono ini , satu jalur turun ke bumi dengan Soekarno Soeharto , Soedarsono .dan LLLLL.

IMAHNOR.

imahnor@hotmail.com
Norway
----------

Date: Fri, 13 Feb 2004 03:15:12 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: DJAWA JUGA KARUNIA DAN CIPTAAN ALLAH.....!!!!!!!
To: bukharipasi66@yahoo.no
Cc: bukharipasi66@yahoo.no, tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com,
ahmad@dataphone.se

Assala'mualaikum Wr Wb,

Saudaraku Bukhari Raden,
Kalau saya boleh bertanya, semua yang anda ungkapkan dalam milis puitis anda sudahkah anda mengucapkan Basmalah..........???????.....Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-NYA kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (QS; ALI IMRAN, 103)......

Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar merekalah orang-orang yang beruntung. (QS; ALI IMRAN, 104).......

DAN JANGANLAH KAMU MENYERUPAI ORANG-ORANG YANG BERCERAI BERAI DAN BERSELISIH SESUDAH DATANG KETERANGAN YANG JELAS KEPADA MEREKA MEREKA ITULAH YANG MENDAPAT SIKSA YANG BERAT. (QS; ALI IMRAN,105)......

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (QS; ALI IMRAN, 109).......

ORANG-ORANG YANG BERBUAT MAKAR PASTI MENGALAMI KEHANCURAN (QS; AN NAHL, 26 s/d 29)

26. Sesunggunya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, Maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.
27. Kemudia Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Dimanakah sekutu- sekutuku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?" Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu-ilmu: "Sesunggunya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir".
28. (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata): "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesunggunya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan".
29. Maka masuklah pintu-pintu neraka jahanan, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.

saudaraku bukhari......Baca lagi dan renungkan kemudian laksanakan.......agar anda bahagia dunia akherat.....

satu lagi baca (QS; AL MAAIDAH 33 s/d 40).....HUKUMAN TERHADAP PERUSUH DAN PENGACAU KEAMANAN.

SAUDARAKU BUKHARI RENUNGKAN JUGA BAHWA ........DJAWA JUGA CIPTAAN ALLAH.......KALAU ANDA MEMBENCI......MENGUTUK........SAKIT HATI.......FRUSTASI ......DLL.......DLSB.....DSB......BERARTI ANDA JUGA MENGHAKIMI YANG MAHA PENCIPTA.....

WASALAM,

DITYA

ACEH NAD
TANO RENCONG SARAMBO MAKKOH
----------

Date: Thu, 12 Feb 2004 18:44:47 +0100 (CET)
From: Bukhari Raden
Subject: Re: DJAWA
To: dityaaceh_2003@yahoo.com

Djawa

Djawa sebuah kata benda yang sederhana
Djawa kata benda yang didominasi oleh banjak O
Djawa bermakna orang yang hidup dihutan
Adakala bermakna ngeh tuan

Djawa sebuah catatan kelam
Djawa juga bermakna tipuan
Djawa harus menjadi kenangan
Orang kata Djawa itu islam abangan

Djawa yang suka mencari kutu dengan geraham
Djawa orang kata hidung mancung kedalam
Djawa merupakan penghambat kemerdekaan
Mereka banjak-banjak tamsilan

Lalu bagaimana kita yang telah tenggelam dalam pelukan DJAWA
Lalu bagaimana kita yang telah makan banjak ASAM DJAWA
Lalu bagaimana yang dia ayahnja DJAWA
Lalu bagaimana yang menantunja DJAWA
Lalu bagaimana anak dan cucunja DJAWA
Apakah kita mesti mengatakannja Melaju Surabaja ?

Bayangkan karena djawa hidup kita merana
Bayangkan karena mereka hidup kita sengsara
Bayangkan karena ulahnja kita mesti mengembara
Bayangkan betapa banjak mereka menaburi dausa

DJAWA tetap DJAWA

Djawa bukannja cina
Djawa Bukannja sumatra
Dan djawa bukannja Irian Djaya
Djawa hanja sebuah petaka

Djawa yang ingin memisah bumoe djumpa dengan bumoe flora
Djawa yang memisakan Atjeh timu dengan langsa
Djawa dikukuhkan dengan milisia
Djawa penebar ankara

Kadang kala kita terpana kala mereka minta maaf karena terinjak kakinja
Kadang kala kita hanjut dalam gojang parahijangannja
Kadang kala juga terpesona dengan janji-janjinja
Padahal kita lupa dia adalah pemerkosa hak kita

Djawa, kita mesti lepas dari gengamannja
Mereka harus memberi hak kita
Sebab karena mereka kita terbelah entah jadi berapa
Sekali lagi DJAWA tetap DJAWA bukan njang lainnja

Jadikan ini sebuah renungan buat kita
----------