Stockholm, 14 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TINDAKAN SOEKARNO MENELAN NEGERI ACEH MASUK PROPINSI SUMATERA UTARA MEMBAWA FATAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TINDAKAN SOEKARNO MENELAN NEGERI ACEH MASUK PROPINSI SUMATERA UTARA MEMBAWA FATAL

"Sekarang, terserah sikap kita, kalau NKRI itu kita anggap merupakan suatu karunia atau nikmat dari Allah terhadap kita, yg telah menyatukan bangsa ini dalam satu negara, maka nikmat itu harus kita syukuri, supaya Allah akan menambahkan nikmat-Nya persatuan ini, sesuai dengan janji Allah, bahwa kalau nikmat-Nya disyukuri Allah akan menambah-Nya. Tapi kalau NKRI kita angap merupakan suatu musibah atau malapetaka, saya pingin tahu, dimana letak musibah dan malapetakanya?"
(Sadan AS (AgusHermawan) , sadanas@equate.com , Sat, 14 Feb 2004 01:53:51 +0300)

Terimakasih saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Memang semua yang kita peroleh baik dengan mempergunakan tenaga sendiri atau lewat tenaga orang, baik semua yang telah kita makan atau apa yang ada pada diri kita, semua yang kita usahakan atau yang masih diusahakan semuanya adalah karunia atau nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita sebagai ummat-Nya dan hamba-Nya. Tinggal kita mau atau tidak mensyukurinya.

Nah masalahnya, apa yang kita buat atau kita usahakan sekarang, akan membawa akibat, apakah itu akibat baik atau akibat yang tidak baik untuk masa yang akan datang, atau generasi yang akan datang atau keturunan kita dimasa yang akan datang. Begitu juga apa yang kita tanam hari ini akan diharapkan akan membawa hasil dimasa yang akan datang.

Nah sekarang, apa yang dibuat oleh para pendiri NKRI pada saat awal dibentuknya NKRI, ternyata akibatnya terasa sampai pada generasi sekarang ini.

Coba perhatikan, apa yang dibuat dan dilakukan oleh Soekarno terhadap Negeri Aceh dan Rakyat Aceh 53 tahun yang lalu, ternyata akibat terasa sampai hari ini di Negeri Aceh dan di NKRI. Mengapa ?

Karena Soekarno telah melakukan suatu tindakan yang merupakan pelaksanaan dari kebijaksanaan politik, keamanan dan pertahanannya terhadap Negeri Aceh.

Coba kalau waktu itu Soekarno tidak memasukkan negeri Aceh kedalam wilayah Propinsi Sumatera Utara, bisa jadi Teungku Muhammad daud Beureueh pun tidak melakukan reaksi melawan Soekarno, tetapi apa yang terjadi, ternyata Soekarno melakukan pengambilan Negeri Aceh dan dimasukkan kedalam wilayah Propinsi Sumatera Utara. Kemungkinan dengan harapan Teungku Muhammad Daud Beureueh bisa diajak dialog dan melakukan perdamaian. Begitu juga rakyat Aceh bisa dibawa dan diajak untuk bersatu dibawah naungan pancasila yang telah dijadikan sebagai dasar negara dan sumber hukum di NKRI.

Tetapi apa yang terjadi, ternyata apa yang telah dilakukan Soekarno itu membawa malapetaka bukan hanya bagi Soekarno sendiri, melainkan juga bagi para penerusnya, rakyat NKRI umumnya dan pada rakyat Aceh khususnya.

Apakah pada waktu penetapan dasar hukum Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950 Soekarno sebagai Presiden RIS telah membayangkan akan terjadi malapetaka yang hebat di bumi NKRI sampai saat detik ini, jauh setelah Soekarno meninggalkan kursi kekuasaan NKRI dan meninggalkan bumi NKRI menghadap Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat dan dilakukannya di dunia?.

Soekarno tidak bodoh, ia mengetahui bahwa memang Negeri Aceh itu tidak termasuk wilayah kekuasaan Negara RI-Jawa-Yogya atau īNegara RI 17 Agustus 1945 karena memang berdasarkan dasar hukum Perjanjian Renville 17 Januari 1948 dan Resolusi PBB No.67(1949) tanggal 28 Januari 1949 memang benar wilayah de-facto Negara RI itu adalah di Yogyakarta dan sekitarnya.

Kemudian mengapa Soekarno masih juga melakukan sesuatu tindakan yang melanggar perjanjian Renville dan Resolusi PBB No.67 (1949). Apakah memang Soekarno pada waktu itu merasa bahwa Akulah Presiden RIS yang hebat di Indonesia sehingga apa yang diinginkannya harus dipenuhi atau dituruti.

Nah inilah, yang sekarang menjadi persoalannya saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Kalau memang benar sekarang pihak Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais mau menyadari bahwa benar Negeri Aceh itu memang telah dilanggar dan telah dimasukkan kedalam wilayah kekuasaan Negara bagian RI dalam RIS oleh Presiden RIS Soekarno sehingga menimbulan gejolak yang tidak berkesudahan sampai detik sekarang ini.

Mengapa untuk penyelesaiannya tidak diserahkan saja kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh. Mengapa kita merasa keberatan untuk menyelesaikan konflik Aceh dengan cara menyerahkan keputusannya kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan keputusan dan suaranya, apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Karena kita telah mengetahui bahwa memang benar yang menjadi akar masalah konflik di Negeri Aceh ini karena memang Soekarno telah mengambil Negeri Aceh dan dimasukkan kedalam wilayah Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950, satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI, atau menjadi Negara RI yang telah gemuk karena menelan 15 bekas Negara Bagian RIS pada tanggal 15 Agustus 1950.

Nah sekarang, inilah yang harus dikaji dan diselesaikan. Dengan kita melakukan usaha penyelesaian yang adil dan damai melalui peneyerahan seluruhnya kepada rakyat Aceh untuk menentukan pihan dan nasibnya sendiri bebas dari NKRI itu adalah merupakan suatu pensyukuran nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua dalam bentuk mencarikan jalan bagaimana cara untuk menyelesaikan konflik di Negeri Aceh sehingga perdamaian dapat diraih oleh rakyat Aceh di Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Subject: TERWUJUDNYA NKRI ITU ATAS KEHENDAK ALLAH
Date: Sat, 14 Feb 2004 01:53:51 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" <sadanas@equate.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>,<om_puteh@hotmail.com>, <asammameh@hotmail.com>, tang_ce@yahoo.com

SEBAGAI SEORANG MUSLIM, SEHARUSNYA ANDA ANDA SEMUA MENYADARI, BAHWA NKRI YG WILAYAHNYA BEGITU LUAS ITU TERBENTUK ATAS KEHENDAK ALLAH SWT. KARENA KALAU ALLAH TIDAK MENGHENDAKINYA, MESKIPUN BERBAGAI CARA DILAKUKAN OLEH SOEKARNO YG MENGINGINKANNYA, PASTILAH TIDAK AKAN TERBENTUK.

SEKARANG, TERSERAH SIKAP KITA, KALAU NKRI ITU KITA ANGGAP MERUPAKAN SUATU KARUNIA ATAU NIKAMT DARI ALLAH TERHADAP KITA, YG TELAH MENYATUKAN BANGSA INI DALAM SATU NEGARA...MAKA NIKMAT ITU HARUS KITA SYUKURI, SUPAYA ALLAH AKAN MENAMBAHKAN NIKMATNYA PERSATUAN INI, SESUAI DENGAN JANJI ALLAH, BAHWA KALAU NIKMATNYA DISYUKURI ALLAH AKAN MENAMBAHNYA...

TAPI KALAU NKRI KITA ANGGAP MERUPAKAN SUATU MUSIBAH ATAU MALAPETAKA. SAYA PINGIN TAHU, DIMANA LETAK MUSIBAH DAN MALAPETAKANYA ?

MAKANYA JANGAN HERAN KALAU ADA SEGELINTIR ORANG YG KARENA TIDAK
MENSYUKURI NIKMAT PERSATUAN INI, MEREKA MERASAKAN AZABNYA, KARENA SESUAI DENGAN JANJI ALLAH, YG KALAU DIBERI NIKMAT DAN KITA TIDAK MENSYUKURINYA, MAKA AZAB ALLAH ITU SANGAT PEDIH. BENAR ENGGA KANG
RAHMATULLAH DI JEDDAH ?

Sadan AS (AgusHermawan)

sadanas@equate.com
Kuwait
-----------