Stockholm, 14 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TATO SUWARTO INGIN MENJAGA KEDAULATAN NKRI TETAPI TIDAK PUNYA ALASAN KUAT UNTUK MEMPERTAHANKAN NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TATO SUWARTO INGIN MENJAGA KEDAULATAN NKRI TETAPI TIDAK PUNYA ALASAN KUAT UNTUK MEMPERTAHANKAN NKRI

"Yang menjadi inti dan pokok persoalan adalah ternyata saudara Ahmad Sudirman tidak mengetahui dimana letaknya tanah Aceh dalam peta dunia, apakah di Swedia atau di negara antah berantah ?. Apalagi pengetahuannya hanya terbatas pada Perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar berdirinya RI-Jawa-Yogya dan Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya mencaplok tanah Aceh dengan alasan yang dicari-cari, dalil yang dibuat-buat dan fakta yang diputar balik. Modal pengetahuannya hanyalah dari itu ke itu saja, selebihnya baca sendiri saja sejarah Indonesia yang
termuat dalam Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka, terbitan Sekretariat Negara.Tentang pamrih atau balas jasa kita tentu sudah maklum. Bagaimana mungkin saudara Ahmad Sudirman bisa habis-habisan mempertahankan ambisinya mendirikan negara Swedia-Aceh-Stockholm, jika tidak dijanjikan apa-apa baik oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau oleh kelompok separatis Aceh ?"(Tato Suwarto, otra25@indosat.net.id , 13 februari 2004 17:04:44 )

"Bung Abdul Karim. Mohon maaf sebelumnya, jika mau ngurusin saudara Ahmad Sudirman santai-santai sajalah, bagaimana jika kita tidak buang-buang waktu dan energi ngelamar kerjaan jadi propagandis, karena Negara Swedia-Aceh-Stockholm hanyalah sebuah negara antah berantah, makanya tidak sembarangan orang bisa jadi propagandis negara Swedia-Aceh-Stockholm. Bagaimana kita bisa mendapat jabatan jika kita sendiri tidak tahu dimana letaknya tanah Swedia-Aceh-Stockholm ?. Setidak-tidaknya kita harus sudah pernah keliling daerah Kanas Tower, stadshuset, skeppsholmen, djurgarden, skansen, borsen, kungliga slottet, riddarhuset, riksdaghuset atau agak jauh ke Gothenburg, Malmo dan lain-lain jag forstar inte (I don't understand)."
(Tato Suwarto, otra25@indosat.net.id , 13 februari 2004 16:14:44 )

Baiklah saudara Tato Suwarto di Jakarta, Indonesia.

Kalau saya adalah saudara Tato Sutarto, maka saya akan mencari sekuat tenaga alasan untuk membantu Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang sekarang sudah hampir kehabisan alasan untuk mempertahankan Negeri Aceh agar tetap berada dalam cengkraman NKRI.

Mengapa ?

Karena saudara Tato Suwarto ini yang saya perhatikan, baru saja saya menampilkan dokumen yang dibuat oleh pihak NKRI sendiri dengan datanya yang akurat dan dapat dipercaya. Tetapi ternyata oleh saudara Tato Suwarto dianggap "alasan yang dicari-cari, dalil yang dibuat-buat dan fakta yang diputar balik. Modal pengetahuannya hanyalah dari itu ke itu saja, selebihnya baca sendiri saja sejarah Indonesia yang termuat dalam Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka, terbitan Sekretariat Negara"

Sedangkan dari pihak pemerintah NKRI sendiri tidak ada yang berani menyanggahnya atas data dan info yang ditulis dalam dokumen 30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, karena memang itu data dan info yang dibuat oleh pihak Pemerintah NKRI sendiri.

Sungguh disayangkan, saudara Tato Suwarto yang dengan semangat "tetap merapatkan barisan guna menjaga kedaulatan negara" NKRI, ternyata menganggap enteng dan sepi dengan data dan informasi yang akurat yang dikeluarkan oleh pihak Pemerintah NKRI sendiri.

Saya perhatikan dan baca berulang kali alasan yang dibuatnya ketika memberikan tanggapannya terhadap tulisan saya, ternyata tidak menemukan dari sumber mana yang dijadikan bahan tulisan untuk menanggapi tulisan saya itu diambilnya.

Nah disinipun, saya melihat saudara Tato Suwarto ingin menunjukkan bahwa untuk menanggapi tulisan saya tidak perlu didasarkan kepada sumber data dan informasi, apalagi sampai dicantumkan dalam isi tanggapan itu, karena nanti akan dicek dan dicari oleh para peserta diskusi tentang Aceh dan referendum di mimbar bebas ini.

Apa susahnya kalau mencantumkan bahwa pendapat yang dijadikan dasar tanggapannya itu adalah berasal dari penulis sejarah anu, atau dari sumber anu. Tetapi ternyata setelah saya bolak-balik membacanya tidak ditemukan satu kata pun darimana itu dasar alasan yang dijadikan bahan sanggahan oleh saudara Tato Suwarto diambil sumbernya.

Ini juga membuktikan bahwa saudara Tato Suwarto memang tidak menguasai seluruh sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI sampai menjadi NKRI sekarang ini dengan segala macam yang ada dalam isi perut NKRI, dan bagaimana bisa sampai masuk kedalam perut NKRI.

Buktinya, tidak pernah saya membaca alasan lain selain alasan untuk mempertahankan bahwa Negara RI-Jawa-Yogya adalah istilah yang dipakai oleh saya yang dikatakan oleh saudara Tato dengan "dalil yang dicari-cari dan fakta yang diputarbalik oleh saudara Ahmad Sudirman untuk menghina bangsa dan negara RI"

Nah, kemudian sekarang saudara Tato Suwarto ingin memberikan komentar kepada tanggapan saudara Abdul Karim atas tanggapan saudara Karim yang ditujukan kepada saya pada tanggal 12 februari 2004 03:07:20 dan 12 februari 2004 10:28:05

Tetapi, lagi-lagi komentar saudara Tato Suwarto ini tidak mempunyai bobot, apalagi kalau dimasukkan kedalam bobot yang ilmiah, jauh dan sangat jauh sekali.

Yang hanya bisa dijadikan alasan adalah cukup dengan menulis: "dalil yang dibuat-buat dan fakta yang diputar balik". Padahal para peserta diksusi tentang Negeri Aceh dan referendum di mimbar ini telah mengetahui bahwa data dan informasi yang saya pakai adalah resmi yang dibuat oleh pihak NKRI yang akurat dan cukup lengkap dibanding dengan data dan informasi yang ada dalam sumber-sumber lainnya.

Justru, sebenarnya harus bersyukur dengan adanya orang yang membukakan semua data dan informasi yang dikumpul oleh pihak NKRI, sehingga kita mengetahui data dan informasi yang menyangkut fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai pertumbuhan dan perkembangan Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya sehingga menjadi anggota Negara Bagian RIS terus menjadi NKRI. Kemudian bagaimana itu Negeri Aceh bisa masuk kedalam perut NKRI.

Coba kalau saya tidak mengemukakan dan menjelaskan kepada seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh, mana ada yang berani membukakan dan menceritakan secara detil dan padat sehingga sekarang seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh mengetahuinya dengan jelas dan benar bahwa memang benar Negeri Aceh itu ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan NKRI-nya.

Kemudian yang saya juga menyayangkan kepada saudara Tato Suwarto ini adalah ketika menulis : "Bagaimana mungkin saudara Ahmad Sudirman bisa habis-habisan mempertahankan ambisinya mendirikan negara Swedia-Aceh-Stockholm, jika tidak dijanjikan apa-apa baik oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau oleh kelompok separatis Aceh ?"

Coba, sekali lagi, seandainya saya adalah saudara Tato Suwarto, maka untuk mengemukakan anggapan dan tuduhan itu dihadapan rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh, saya akan berpikir seribu kali. Mengapa ?

Karena, coba kalau yang dianggap atau dituduhkannya itu salah, kalau benar memang tidak menjadi masalah, tetapi kalau benar-benar tidak ada fakta dan bukti yang jelas, bisa mengakibatkan apa yang akan dituliskannya oleh saudara Tato Suwarto pada waktu yang akan datang tidak akan dipercaya lagi oleh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh.

Padahal para peserta diskusi tentang Negeri Aceh dan referendum di mimbar ini telah mendapat jawaban dan keterangan dari saya berkali-kali, seperti yang ditanyakan oleh saudara Apha Maop, saudari Meilany di Tangerang, Banten, saudara Gam Cantai, dan saudara Abdul Karim sendiri. Dimana saya telah menjawab bahwa satu sen-pun saya tidak pernah mendapat uang dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau dari pihak ASNLF atau GAM. Begitu juga saya tidak pernah mendapat janji-janji apapun dari pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro juga dari pihak ASNLF atau GAM.

Saya tidak mengharap apapun, apa itu balas jasa dari rakyat Aceh apabila Negeri Aceh dapat diraih kembali oleh rakyat Aceh. Dan saya bersyukur ke Khadirat Allah SWT dan merasa gembira kalau rakyat Aceh bisa membangun Negeri Aceh dibawah pemerintahan rakyat Aceh sendiri.

Kemudian kalau saudara Tato Suwarto masih juga tidak percaya dengan apa yang saya tulis di mimbar ini mengenai janji dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro, coba tanyakan kepada para peserta lainnya, seperti saudara Omar Puteh, saudara Imah Nor, saudara Muhammad Dahlan, atau langsung saja ke pihak ASNLF kan ada HomePage-nya www.asnlf.net

Nah sekarang, saya telah menjawab atas anggapan saudara Tato Suwarto bahwa anggapan saudara Sutarto dengan menulis: "jika tidak dijanjikan apa-apa baik oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau oleh kelompok separatis Aceh", adalah tidak benar dan saya tidak pernah mendapat janji apapun dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan dari ASNLF.

Coba sekarang pikirkan oleh saudara Tato Suwarto, apa akibatnya dari anggapan saudara terhadap saya, bahwa ternyata anggapan saudara Tato Suwarto itu tidak benar.

Jelas, akibatnya, paling kurang, apa yang saudara katakan atau tuliskan tidak akan banyak orang yang percaya lagi. Coba, apa akibatnya kalau orang sudah tidak percaya lagi kepada saudara Tato, jelas saudara tidak akan mampu sedikitpun untuk berargumentasi dengan benar dan baik.

Saya membantu dan menyokong rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI melalui jajak pendapat atau referendum karena saya telah mempelajari, membaca, menggali, memikirkan, menghayati, merenungkan bahwa berdasarkan semua data dan informasi yang saya peroleh ternyata memang benar bahwa Negeri Aceh itu ditelan, diduduki dan dijajah oleh Soekarno melalui Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan memakai dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus 18950 dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa kerelaan, persetujuan dan keikhlasan seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh.

Nah, ternyata sampai sekarang ini belum ada lagi fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang bisa diapakai alasan yang lebih kuat dibanding dengan alasan saya tersebut diatas.

Sekarang, kalau saudara Tato Suwarto punya alasan yang lebih kuat daripada yang saya miliki, coba kemukakan di mimbar ini dan kita lihat bersama apakah memang benar alasan saudara Tato Suwarto lebih kuat dibanding dengan alasan saya ini .

Selanjutnya saudara Tato Suwarto menulis tentang "bagaimana jika kita tidak buang-buang waktu dan energi ngelamar kerjaan jadi propagandis, karena Negara Swedia-Aceh-Stockholm hanyalah sebuah negara antah berantah, makanya tidak sembarangan orang bisa jadi propagandis negara Swedia-Aceh-Stockholm. Bagaimana kita bisa mendapat jabatan jika kita sendiri tidak tahu dimana letaknya tanah Swedia-Aceh-Stockholm ?."

Saudara Tato Suwarto, kalau saudara menulis "karena Negara Swedia-Aceh-Stockholm hanyalah sebuah negara antah berantah" memang benar tidak ada, karena saudara Tato Sendiri tidak mengemukakan alasan dasar mengapa saudara menulis "Negara Swedia-Aceh-Stockholm".

Kalau saya menulis dan mengatakan Negara RI-Jawa-Yogya saya punya alasan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah, seperti yang selalu saya tulis yaitu Negara RI yang menjadi Negara Bagian RIS adalah Negara RI yang secara de-facto dan de-jure berada di Jawa yang daerah kekuasaanya di Yogyakarta dan daerah sekitarnya menurut hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948 dan diperkuat dengan Resolusi PBB No.67(1949) tanggal 28 Januari 1949 yang diadopsi pada Sidang PBB ke 406. Yang selanjutnya disebut dengan Negara RI-Jawa-Yogya.

Baiklah, kalau saudara Tato Suwarto tidak bisa memberikan alasan terhadap tulisan saudara Tato mengenai mengapa saudara Tato menulis "Negara Swedia-Aceh-Stockholm" saya akan memberikan alasannya yaitu Negara Acheh Dalam Pengasingan di Swedia dan berada di wilayah Stockholm yang Wali Negara-nya adalah Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Kan, benar jawabannya.

Nah sekarang, saudara Tato Suwartio telah mengakui adanya Negara Swedia-Aceh-Stockholm yaitu Negara Acheh Dalam Pengasingan di Swedia dan berada di wilayah Stockholm yang Wali Negara-nya adalah Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Sekarang saya bertanya kepada saudara Tato Suwarto, apakah mau dicabut kembali tulisan saudara Tato Suwarto mengenai "Negara Swedia-Aceh-Stockholm" karena saudara telah menuliskannya dan menyebarkannya kepada rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh dan secara langsung saudara telah mengakui adanya Negara Swedia-Aceh-Stockholm yaitu Negara Acheh Dalam Pengasingan di Swedia dan berada di wilayah Stockholm yang Wali Negara-nya adalah Teungku Hasan Muhammad di Tiro?

Nah itulah, saudara Tato Suwarto, kalau saudara Tato berpikir sedikit lebih mendalam sebelum membuat satu tanggapan terhadap tulisan saya, saya yakin saudara tidak akan mendapat kesulitan dikemudian hari dalam berdiskusi dengan saya dalam hal Negeri Aceh yang ditelan dan diduduki NKRI dan juga mengenai Negara RI-Jawa-Yogya.

Tetapi, sekarang saudara Tato Suwarto sudah terlanjur mengemukakan hal-hal yang tidak benar dan tidak ada dasar fakta dan buktinya yang ditunjang oleh dasar hukum yang kuat dan tidak ada sejarahnya yang jelas.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Date: 13 februari 2004 17:04:44
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com
Subject: [padhang-mbulan] RAKYAT ACEH TIDAK PERLU PROPAGANDIS KARENA SUDAH ADA SHAHEN FASYA.

RAKYAT ACEH TIDAK PERLU PROPAGANDIS KARENA SUDAH ADA SHAHEN FASYA

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JELAS RAKYAT ACEH TIDAK PERLU PROPAGANDIS KARENA SUDAH ADA SHAHEN FASYA DAN BISA SAINGI AHMAD SUDIRMAN

Baiklah bung Abdul Karim.

Yang menjadi inti dan pokok persoalan adalah ternyata saudara Ahmad Sudirman tidak mengetahui dimana letaknya tanah Aceh dalam peta dunia, apakah di Swedia atau di negara antah berantah ?.

Apalagi pengetahuannya hanya terbatas pada Perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar berdirinya RI-Jawa-Yogya dan Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya mencaplok tanah Aceh dengan alasan yang dicari-cari, dalil yang dibuat-buat dan fakta yang diputar balik. Modal pengetahuannya hanyalah dari itu ke itu saja, selebihnya baca sendiri saja sejarah Indonesia yang
termuat dalam Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka, terbitan Sekretariat Negara.

Tentang pamrih atau balas jasa kita tentu sudah maklum. Bagaimana mungkin saudara Ahmad Sudirman bisa habis-habisan mempertahankan ambisinya mendirikan negara Swedia-Aceh-Stockholm, jika tidak dijanjikan apa-apa baik oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau
oleh kelompok separatis Aceh ?

Sudahlah bung Abdul Karim jangan memaksakan diri menjadi propagandis, karena hal itu bisa mengakibatkan saudara Ahmad Sudirman kehilangan pekerjaan. Bukankah sudah ada yang membantu yaitu saudara Shahen Fasya rakyat Aceh yang begitu santainya ketika ditodong Raider dan sangat hafal senjata Raider yang menodongnya dari jenis M-16 apalagi sangat mengerti ada infra merahnya segala.

Ini kan hanya sandiwara dan akal-akalan belaka.

Mohon maaf jika tidak berkenan. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amiin.

Wassalam.

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Date: 13 februari 2004 16:14:44
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com, nuki_arnhem@yahoo.co.uk, mr_dharminta@yahoo.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com
Subject: [padhang-mbulan] APA UNTUNGNYA JADI PROPAGANDIS NEGARA ANTAH BERANTAH SWEDIA-ACEH-STOCKHOLM ?

APA UNTUNGNYA JADI PROPAGANDIS NEGARA ANTAH BERANTAH SWEDIA-ACEH-STOCKHOLM ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

JELAS TIDAK ADA UNTUNGNYA JADI PROPAGANDIS NEGARA ANTAH BERANTAH SWEDIA-ACEH-STOCKHOLM

Baiklah bung Abdul Karim,

Mohon maaf sebelumnya, jika mau ngurusin saudara Ahmad Sudirman santai-santai sajalah, bagaimana jika kita tidak buang-buang waktu dan energi ngelamar kerjaan jadi propagandis, karena Negara Swedia-Aceh-Stockholm hanyalah sebuah negara antah berantah, makanya tidak sembarangan orang bisa jadi propagandis negara Swedia-Aceh-Stockholm. Bagaimana kita bisa mendapat jabatan jika kita sendiri tidak tahu dimana letaknya tanah Swedia-Aceh-Stockholm ?.

Setidak-tidaknya kita harus sudah pernah keliling daerah Kanas Tower, stadshuset, skeppsholmen, djurgarden, skansen, borsen, kungliga slottet, riddarhuset, riksdaghuset atau agak jauh ke Gothenburg, Malmo dan lain-lain jag forstar inte (I don't understand).

Mohon maaf jika tidak berkenan

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amiin.

Wassalam

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia