Stockholm, 15 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PENIPUAN RIS SOEKARNO TIDAK MASUK DI AKAL MATIUS DHARMINTA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS DAN BENAR PENIPUAN RIS SOEKARNO TIDAK MASUK DI AKAL MATIUS DHARMINTA

"Bagus jua tuh opini yang di sampaikan oleh sdr Teuku Mirza. Tapi, apakah opini seperti itu bisa dimengerti oleh bung Ahmad?. Tentu tidak, karena memang bukan itu tujuannya apalagi tidak sejalan dengan apa yang selama ini selalu di utarakan, paling tidak disisipkan dalam sepiat tulisannya. apa itu? tak lain dan tak bukan ia hanya mengacu dengan adanya, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya. Lagi pula opini seperti itu menurut dia (bung Ahmad) tidak bakalan laku jual di tempatnya, apalagi untuk mendapatkan untung, maka sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan ataupun arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit dibalik, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, diduduki di caplok, dijajah, yang sebetulnya hanya berlaku dikelompok Tiro dan bonek-boneknya seperti bung Ahmad ini salah satunya. Memang dari situlah untuk mendapatkan kucuran dana dari lembaga tertentu, yakni (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.
(Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com ,Sun, 15 Feb 2004 00:37:45 -0800 (PST))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Makin terlihat dengan mata kepala bagaimana itu para penerus Soekarno dan generasi kedua Soekarno cs yang sekarang tinggal dan hidup di NKRI telah menjadi manusia-manusia yang pikiran dan pemahamannya telah dipenuhi oleh taktik dan strategi pencaplokan yang dijalankan oleh Soekarno terhadap Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS dan Negeri-Negeri yang berada diluar RIS, dimana Soekarno telah dengan sengaja dan penuh kesadaran untuk menguasai seluruh wilayah RIS dan wilayah diluar RIS dengan cara melebur semua suku, bangsa yang ada di seluruh Nusantara yang telah memiliki agama, adat istiadat, kebiasaaan, budaya, tradisi, norma-norma yang telah dan sedang berjalan dalam masing-masing suku, bangsa itu dalam Negara dan Daerah masing-masing yang telah berdiri dan merdeka dan secara bersama-sama dengan semangat baru untuk membangun hidup bersama dalam bentuk bangunan pemerintahan yang menjamin duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dalam bentuk Negara Federasi yang telah direalisasikan pada tahap awal dalam bentuk dan bangunan Badan Permusyawaratan Federal atau Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) yang dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Daerah Istimewa Kalimantan Barat, dimana BFO ini yang menjadi benih berdirinya Republik Indonesia Serikat, sehingga keluarlah seperti contohnya, pendapat dan pemikiran saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta yaitu: "adanya, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya."

Mengapa saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta mengatakan bahwa "adanya, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya." ?

Karena saudara Matius Dharminta memang tidak mengerti, tidak paham, dan tidak menghayati taktik dan strategi pencaplokan yang dijalankan oleh Soekarno terhadap Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS dan Negeri-Negeri yang berada diluar RIS, dimana Soekarno telah dengan sengaja dan penuh kesadaran untuk menguasai seluruh wilayah RIS dan wilayah diluar RIS dengan cara melebur semua suku, bangsa yang ada di seluruh Nusantara yang telah memiliki agama, adat istiadat, kebiasaaan, budaya, tradisi, norma-norma yang telah dan sedang berjalan dalam masing-masing suku, bangsa itu dalam Negara dan Daerah masing-masing yang telah berdiri dan merdeka dan secara bersama-sama dengan semangat baru untuk membangun hidup bersama dalam bentuk bangunan pemerintahan yang menjamin duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dalam bentuk Negara Federasi yang telah direalisasikan pada tahap awal dalam bentuk dan bangunan Badan Permusyawaratan Federal atau Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) yang dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Daerah Istimewa Kalimantan Barat, dimana BFO ini yang menjadi benih berdirinya Republik Indonesia Serikat adalah suatu penipuan terselubung dan suatu pencaplokan Negara-Negara dan Daerah-Daerah bagian RIS kedalam tubuh Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara 17 Agustus 1945 dengan unpan alat persatuan pancasila.

Kalau memang generasi penerus yang ada di NKRI ini adalah model-model saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta, maka jangan diharapkan di NKRI tegak keadilan, kejujuran dan tegaknya hukum.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 15 Feb 2004 00:37:45 -0800 (PST)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: MEGAWATI BODOHI RAKYAT ACEH PAKAI KEADAAN BAHAYA DENGAN TINGKATAN KEADAAN DARURAT MILITER
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: PPDI@yahoogroups.com

Bagus jua tuh opini yang di sampaikan oleh sdr Teuku Mirza.

Tapi, apakah opini seperti itu bisa dimengerti oleh bung Ahmad?. Tentu tidak, karena memang bukan itu tujuannya apalagi tidak sejalan dengan apa yang selama ini selalu di utarakan, paling tidak disisipkan dalam sepiat tulisannya. apa itu? tak lain dan tak bukan ia hanya mengacu dengan adanya, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya.

Lagi pula opini seperti itu menurut dia (bung Ahmad) tidak bakalan laku jual di tempatnya, apalagi untuk mendapatkan untung, maka sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan ataupun arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit dibalik, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, diduduki di caplok, dijajah, yang sebetulnya hanya berlaku dikelompok Tiro dan bonek-boneknya seperti bung Ahmad ini salah satunya.

Memang dari situlah untuk mendapatkan kucuran dana dari lembaga tertentu, yakni (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Jawa Pos
Surabaya, Indonesia
----------