Stockholm, 17 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TATO SUWARTO, YANG MENCAPLOK & MENJAJAH NEGERI ACEH ADALAH SOEKARNO & MEGAWATI DENGAN NKRI / RI-JAWA-YOGYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATO SUWARTO, YANG MENCAPLOK & MENJAJAH NEGERI ACEH ADALAH SOEKARNO & MEGAWATI DENGAN NKRI / RI-JAWA-YOGYA

"Sebaliknya pertanyaan sebaiknya ditujukan kepada saudara Soedarsono, apakah saudara tahu dimana hati dan kalbu saudara Ahmad Sudirman ? sedangkan sampai sekarang saudara Ahmad Sudirman masih juga tidak berani mengaku kesalahan atas kegiatan provokasinya mencaplok tanah Aceh untuk kelompok Swedia-Aceh-Stockholm. Jika saudara Ahmad Sudirman ada hati nurani sebagai insan yang taat setia pada Allah SWT, maka saudara Ahmad Sudirman tidak boleh duduk di kursi yang memberi dan menerima arahan serta petunjuk untuk GAM, Imah Noor dan para kaum separatis lainnya di Aceh, melakukan, pembunuhan, pemerkosaan, pemerasan harta, penyiksaan."(Tato Suwarto , otra25@indosat.net.id ,Tue, 17 Feb 2004 06:47:41 +0700)

Baiklah saudara Tato Suwarto di Jakarta, Indonesia.

Sudah jelas, terang berdasarkan fakta dan bukti ditunjang oleh dasar hukum yang jelas dan sejarah yang benar mengenai pencaplokan Negeri Aceh oleh Soekarno melalui mulut Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950, tanpa kerelaan, keikhlasan, kesepakatan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Saudara Tato Suwarto, apakah saudara Tato sudah tidak mempunyai malu dan masih tetap tebal muka, masih mau mempertahankan apa yang sudah dijalankan Soekarno dengan mencaplok, menduduki, menjajah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara dengan berdasarkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus 1950. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa kerelaan, keikhlasan dan persetujuan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh ?.

Saudara Tato Suwarto, apakah saudara Tato mau ikut sebagaimana Soekarno yang telah mencaplok dan menjajah Negeri Aceh tanpa malu tanpa keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh ?.

Saudara Tato Suwarto apakah dibenarkan mengambil dan merampok tanah milik rakyat Aceh dengan hanya menggunakan dan menetapkan Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi 14 Agustus 1950 dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera ?

Saudara Tato Suwarto saudara Negeri Aceh adalah bukan milik Soekarno, bukan milik Megawati, bukan milik Tato Suwarto, mengapa saudara Tato Suwarto masih juga keras kepala mempertahankan Negeri yang diduduki, dirampok, dijajah oleh Soekarno dari tangan rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950 ?

Saudara Tato Suwarto, apakah saudara Tato tidak sadar bahwa kelakuan merampok, menjajah Negeri Aceh yang dilakukan oleh Soekarno dan yang dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati adalah suatu pelanggaran hukum dan kemanusiaan dan sangat bertentangan dengan apa yang terkandung dalam pembukaan Undang Undang dasar 1945 "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan"

Saudara Tato Suwarto saudara harus malu dengan apa yang telah dilakukan dan dijalankan oleh Soekarno dengan merampok dan menjajah Negeri Aceh.

Saudara Tato Suwarto, kalau saudara masih juga tidak punya malu, bagaimana saudara masih bisa mau menyelesaikan konflik di negeri Aceh bersama Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais yang secara terang-terangan tetap mempertahankan pencaplokan, pendudukan, penjajahan Negeri Aceh oleh Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 ?.

Apakah saudara Tato Suwarto tidak takut dengan hukuman Allah SWT yang jelas mengetahui bahwa apa yang telah dilakukan oleh Soekarno terhadap Negeri Aceh adalah suatu pelanggaran hukum, kemanusiaan, perampokan, dan penjajahan yang sangat dikutuk oleh seluruh manusia yang beradab di muka bumi ini ?

Saudara Tato Suwarto, kalau saudara masih juga belum sadar bahwa apa yang telah dijalankan oleh Soakarno terhadap Negeri Aceh dengan memasukkannya kedalam NKRI itu adalah sudah melanggar apa yang telah dijadikan sebagai landasan negara NKRI sebagaimana yang tercandum dalam Pembukaan UUD 1945, dimana kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. ?

Saudara Tato Suwarto, saudara Tato tidak ada gunanya mempertahankan kejahatan, perampokan dan penjajahan yang dilakukan Soekarno terhadap Negeri Aceh yang dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais.

Saudara Tato, mengapa hati saudara itu begitu keras tidak mau mengakui bahwa Soekarno telah melakukan kejahatan yang sangat hebat dalam bentuk pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh ?

Nah sekarang, kalau memang saudara masih juga keras hati dan keras kepala tidak mengakui secara jujur, maka sampai kapanpun di Negeri Aceh tidak akan bisa ditegakkan kedamaian dan keamanan.

Dan tentu saja akibatnya akan menimpa para penerus Soekarno termasuk saudara Tato Suwarto sendiri yang dengan sengaja dan penuh kebohongan tetap mempertahankan pendudukan, penjajahan negeri Aceh yang bukan milik NKRI ?

Saudar Tato Suwarto, mengapa saudara takut dalam penyelesaian Negeri Aceh ini diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan nasib sendiri bebas merdeka dari pengaruh kekuasaan NKRI.

Mengapa saudara Tato Suwarto merasa takut kehilangan Negeri Aceh yang dirampok dan dijajah Soekarno dengan NKRI-nya dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais ?

Saya yakin seribu yakin, kalau masalah Negeri Aceh tidak diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan sikap apakah ingin Bebas dari NKRI atau masih ingin tetap bersama NKRI ?

Saudara Tato Suwarto, kalau saudara Tato masih tetap tebal muka, masih tetao tidak punya malu bahwa merampok, menduduki dan menjajah Negeri Aceh oleh NKRI itu adalah suatu pelanggaran hukum yang sangat bejad dan sangat bertentangan dengan apa yang telah tertulis dalam Mukaddimah UUD 1945 NKRI, saya tidak tahu manusia model apakah saudara tato ini ?

Saudara tato Suwarto masih juga tidak punya malu dan tebal muka ?

Coba perhatikan saudara Tato Suwarto, sebenarnya sebelum menjadi Negara RI-Jawa-Yogya sekarang ini, Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 telah tumbuh dan berkembang melalui proses yang bermacam ragam dari mulai hilang lenyap setelah digempur pasukan Beel di Yogyakarta, memberikan mandat kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI Pengasingan di Sumatera (Aceh), selanjutnya hidup kembali pada tanggal 13 Juli 1949 setelah PDRI mengembalikan mandatnya kepada Mohammad Hatta di Jakarta, disusul masuk menjadi Negara Bagian RIS, menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah anggota Negara Bagian RIS, mencaplok Negeri diluar RIS seperti Negeri Aceh, kemudian melebur menjadi NKRI, dan terakhir ini berobah kembali menjadi Negara RI-Jawa-Yogya melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dengan UUD 1945 dan dasar negara Pancasila-nya yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 17 Feb 2004 06:47:41 +0700
From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Subject: AHMAD SUDIRMAN MEMUTAR BELIT FAKTA, BUKTI, HUKUM, SEJARAH UNTUK MENCAPLOK TANAH ACEH BAGI KEPENTINGANNYA SENDIRI
To: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

AHMAD SUDIRMAN MEMUTAR BELIT FAKTA, BUKTI, HUKUM, SEJARAH UNTUK MENCAPLOK TANAH ACEH BAGI KEPENTINGANNYA SENDIRI

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SANGAT JELAS AHMAD SUDIRMAN MEMUTAR BELIT FAKTA, BUKTI, HUKUM, SEJARAH UNTUK MENCAPLOK TANAH ACEH BAGI KEPENTINGANNYA SENDIRI

----- Original Message -----
"Dimana hati dan kalbu anda Soedarsono ? sampai sekarang anda masih juga tidak berani mengaku kesalahan atas penentuan pencaplokan dan pendudukan Acheh oleh Soekarno, jika anda ada hati nurani sebagai insan yang taat setia pada Allah SWT, maka anda akan tidak boleh duduk di kursi yang memberi dan menerima arahan serta petunjuk untuk TNI/POLRI/RAIDER di Acheh, melakukan, pembunuhan, pemerkosaan, pemerasan harta, penyiksaan . From: "Ahmad Sudirman" ahmad@dataphone.se Sent: Saturday, February 14, 2004 2:42 PM

Baiklah saudara Ditya Soedarsono,

Sebaliknya pertanyaan sebaiknya ditujukan kepada saudara Soedarsono, apakah saudara tahu dimana hati dan kalbu saudara Ahmad Sudirman ? sedangkan sampai sekarang saudara Ahmad Sudirman masih juga tidak berani mengaku kesalahan atas kegiatan provokasinya mencaplok tanah Aceh untuk kelompok Swedia-Aceh-Stockholm. Jika saudara Ahmad Sudirman ada hati nurani sebagai insan yang taat setia pada Allah SWT, maka saudara Ahmad Sudirman tidak boleh duduk di kursi yang memberi dan menerima arahan serta petunjuk untuk GAM, Imah Noor dan para kaum separatis lainnya di Aceh, melakukan, pembunuhan, pemerkosaan, pemerasan harta, penyiksaan.

Mohon maaf jika tidak bekenan.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amiin.

Wassalam

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
----------