Stockholm, 19 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SILAHKAN PRESIDEN MEGAWATI, KETUA DPR AKBAR, KETUA MPR AMIEN MAJU JANGAN HANYA SURUH PION DITYA & TATO SAJA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DIPERSILAHKAN PRESIDEN MEGAWATI, KETUA DPR AKBAR TANDJUNG, KETUA MPR AMIEN RAIS UNTUK MAJU KEGELANGGANG PERTAHANAN RI-JAWA-YOGYA YANG TELAH MENELAN NEGERI ACEH JANGAN HANYA MEMAJUKAN PION DITYA SOEDARSONO & TATO SUWARTO CS SAJA, SAYA TUNGGU

"Dengar ya mas Ditya, Negeri Acheh itu bukanlah salah satu provinsi Indonesia-Jawa-Yogya, tapi Negeri Acheh itu adalah salah satu Negara yang berdaulat yang dicaplok oleh Sukarno (mantan Presiden anda), dan sekarang masih terus diduduki oleh tentara kolonialis (TNI/POLRI) yang telah diberi perintah oleh anak Sukarno Megawati melalui Darurat Perang 19 Mei 2003 (saudara Ahmad sudah beberapa kali menjelaskan soal pencaplokan dan penjajahan Negeri Acheh kepada anda, so saya tidak perlu menjelaskannya lagi)"
(Shahen Fasya , rimueng_acheh@yahoo.com , Thu, 19 Feb 2004 04:04:26 +0000 (GMT))

"Jadi betul ternyata adinda orang Islam yang tidak memiliki pendirian, nyatanya tergantung sama orang Jawa juga. Anda bilang kolonialis Jawa, eh ternyata anda percaya dengan semua omongan orang Jawa yang bernama Ahmad Sudirman. Itu jawaban anda justru merendahkan diri anda sendiri sebagai bangsa yang punya Negeri Aceh anta beranta"
(Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com, Wed, 18 Feb 2004 23:08:12 -0800 (PST))

"Sinyalemen saudara Matius Dharminta tentang provokasi saudara Ahmad Sudirman sudah benar dan sangat tepat, karena memang dari situlah untuk mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari. Sungguh kasihan, saudara Ahmad Sudirman ingin jadi sejarahwan Indonesia tetapi pengetahuannya hanya terbatas pada perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar pembentukan negara antah berantah RI-Jawa-Yogya yang diciptakannya sendiri. Tidak ada negara antah berantah RI-Jawa-Yogya di muka bumi ini. Bagaimana mungkin negara antah berantah RI-Yawa-Yogya bisa mencaplok tanah Aceh ? Apa ada yang tahu jika Ir. Soekarno adalah presiden negara antah berantah RI-Jawa-Yogya ?"
(Tato Suwarto , otra25@indosat.net.id , 19 februari 2004 00:24:35 )

Baiklah saudara Shahen Fasya di Banda Aceh / Kutaraja, Negeri Aceh, Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh, dan saudara Tato Suwarto di Jakarta, Indonesia.

Nah, ternyata setelah saya menerima, membaca, memikirkan, merenungkan, menganalisa, dan menyimpulkan apa yang telah disampaikan oleh para peserta diskusi tentang Negeri Aceh dan referendum di mimbar bebas ini, terutama pikiran-pikiran, pendapat-pendapat, sanggahan-sanggahan yang disampaikan oleh Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Prov.NAD Kolonel Laut Ditya Soedarsono cs, termasuk juga saudara Tato Suwarto, tidak satupun yang bisa membantah dan menyanggah atas apa yang telah dilakukan oleh Soekarno terhadap Negeri Aceh, ketika Soekarno memegang jabatan sebagai Presiden RIS pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya. Dan juga Presiden RIS Soekarno menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh.

Karena sampai detik ini tidak seorangpun dari kelompok Kolonel Laut Ditya Soedarsono Cs di Negeri Aceh yang sanggup membantah dan menjatuhkan apa yang telah dilakukan dan dijalankan oleh Soekarno dengan kedua dasar hukum diatas tersebut, maka saya disini mempersilahkan kepada Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais untuk tampil maju kedepan kegelanggang medan perang modern dalam rangka mempertahankan pendudukan, penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Mengapa saya mempersilahkan Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais untuk tampil maju kedepan kegelanggang medan perang modern dalam rangka mempertahankan pendudukan, penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 ?

Karena para pion NKRI yang dimajukan seperti Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh, Teuku Mirza di Jakarta, saudara Tato Suwarto di Jakarta, saudara Apha Maop di Jakarta, saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, saudara Sagir Alva di Selangor, Malaysia, saudari L. Meilany di Tangerang, Banten, saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia, saudara Agus Hermawan di Kuwait, saudara Agya Utama di Belanda, ternyata seorangpun tidak ada yang sanggup menyiapkan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang bisa menyanggah Presiden RIS Soekarno dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara ditelan masuk kedalam tubuh NKRI, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Apakah Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais beraninya hanya dengan cara menetapkan dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 untuk mengobarkan perang melawan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI ?

Dan apakah Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais beraninya hanya dengan cara menetapkan dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003 untuk mengobarkan perang melawan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI ?

Apakah Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais mampunya hanya mencontoh kepada Presiden RIS Soekarno dengan cara menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara ditelan masuk kedalam tubuh NKRI, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh ?

Silahkan dimimbar bebas ini kami ingin mendengar alasan dan dasar apakah Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais ingin tetap menduduki, dan menjajah Negeri Aceh dari sejak Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok dengan mulut Propinsi Sumatera Utara lalu ditelan masuk kedalam tubuh RIS pada tanggal 14 Agustus 1950 yang selanjutnya dilebur kedalam NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 ?

Kami persilahkan sekali lagi kepada Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, jangan hanya mengedepankan para pion seperti Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh, Teuku Mirza di Jakarta, saudara Tato Suwarto di Jakarta, saudara Apha Maop di Jakarta, saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, saudara Sagir Alva di Selangor, Malaysia, saudari L. Meilany di Tangerang, Banten, saudara Rahmatullah di Jeddah, Saudi Arabia, saudara Agus Hermawan di Kuwait, saudara Agya Utama di Belanda, karena mereka para pion ini sudah kehabisan alasan untuk memeprtahankan berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 melalui mulut Propinsi Sumatera Utara berdasarkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara ditelan masuk kedalam tubuh NKRI, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Kami tunggu Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais digelanggang perang modern dalam mimbar bebas diskusi tentang Negeri Aceh dan referendum ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 18 Feb 2004 23:08:12 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: SHAHEN FASYA BERHAYAL TENTANG KEMERDEKAAN YANG ISLAMI
To: rimueng_acheh@yahoo.com
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com,melpone2002@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, ahmad@dataphone.se

Shahen Fasya rimueng_acheh@yahoo.com wrote:
Date: Thu, 19 Feb 2004 04:04:26 +0000 (GMT)
From: shahen fasya
Subject: sanggupkah kolonel ditya berbuat dan melakukan seperti yang dilakukan oleh mariam jamilah
To: dityaaceh_2003@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
CC: awakaway@telkom.net, tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, melpone2002@yahoo.com, wpamungk@centrin.net.id,
mr_dharminta@yahoo.com, nuki_arnhem@yahoo.co.uk

Assalamualaikum wr. Wb

To the point
Mas Ditya, koq anda pura-pura nggak tahu sih letak negeri Acheh ?! lihat peta dong, anda kan Kolonel pasti bisa baca tulis.( Shahen Fasya)

DIMANA TUU NEGERI ACEH.SAYA SENDIRI YANG SAAT INI TINGGAL DI ACEH TIDAK TAHU DIMANA ADANYA NEGERI ACEH.? YANG DIDUDUKI DAN DIJAJAH OLEH SIAPA ? KARENA DARI DULU ACEH TUU.SALAH SATU PROVINSI INDONESIA. SEKARANG KALAU BOLEH SAYA BERTANYA.
APA SIH DEFINISI PENJAJAH ITU..?
APA SIH HAKEKAT PENJAJAHAN ITU..?
APA SIH PANDANGAN HUKUM TENTANG PENJAJAHAN ITU.?
BAGAIMANA SISTEM PEMERINTAHAN DARAI PENJAJAH ITU..? (Ditya Soedarsono)

Dengar ya mas Ditya, Negeri Acheh itu bukanlah salah satu provinsi Indonesia-Jawa-Yogya, tapi Negeri Acheh itu adalah salah satu Negara yang berdaulat yang dicaplok oleh Sukarno (mantan Presiden anda), dan sekarang masih terus diduduki oleh tentara kolonialis (TNI/POLRI) yang telah diberi perintah oleh anak Sukarno Megawati melalui Darurat Perang 19 Mei 2003 (saudara Ahmad sudah beberapa kali menjelaskan soal pencaplokan dan penjajahan Negeri Acheh kepada anda, so saya tidak perlu menjelaskannya lagi). .( Shahen Fasya)

JADI BETUL TERNYATA ADINDA ORANG ISLAM YANG TIDAK MEMILIKI PENDIRIAN NYATANYA TERGANTUNG SAMA ORANG JAWA JUGA ANDA BILANG KOLONIALIS JAWA, EH TERNYATA ANDA PERCAYA DENGAN SEMUA OMONGAN ORANG JAWA YANG BERNAMA AHMAD SUDIRMAN ITU JAWABAN ANDA JUSTRU MERENDAHKAN DIRI ANDA SENDIRI SEBAGAI BANGSA YANG PUNYA NEGERI ACEH ANTA BERANTA (Ditya Soedarsono)

ADINDA SHAHEN ANDA SELALU MEMPEROLEH DARI UANG YANG HALAL TAPI KENAPA JANJI ANDA KETEMU DI MASJID BAITULRAHMAN KOK TIDAK DITEPATI PADAHAL SAYA SUDAH MENUNGGU BEBERAPA SAAT SELESAI SHOLAT JUM'AT GIMANA INI DINDA SHAHEN (Ditya Soedarsono)

Perlu saya jelaskan sama mas Ditya, saya tidak pernah berjanji untuk berjumpa/ketemu dengan anda di mesjid Baiturrahman Banda Acheh/Kutaraja seusai shalat Jumat. Jadi anda nggak usah ngarang dech. Karena saya kagak pernah tuh untuk ketemuan dengan anda. So untuk apa saya jumpa/ketemu anda ? Kalo saya pernah berjanji sama anda, Insyallah akan saya tepati. Karena bagi saya janji itu adalah utang yang harus segera dilunasi. .( Shahen Fasya)

LHO.MASYAALLAH CEPAT SEKALI. ANDA LUPAKAN. JANJI ITU. TAPI TAK APALAH. MEMANG BIASANYA ORANG YANG SEDANG MEMIKIRKAN SESUATU YANG BESAR. LUPA KEPADA MASALAH KECIL TAPI MULIA. APALAGI YANG BESAR ITU HANYA LAMUNAN DISIANG BOLONG. SEORANG IDEALIS. APALAGI BERBASIS ISLAM, SEHARUSNYA TIDAK SEPERTI ANDA BEGITU. ORANG BILANG PENJAJAH IKUT NGOMONG PENJAJAH.ORANG BILANG KAFIR IKUT NGOMONG KAFIR.ARTINYA ANDA TIDAK PUNYA PENDIRIAN. KALAU MEMANG ADINDA SHAHEN PUNYA KEPRIBADIAN DAN WATAK SERTA TABIAT YANG ISLAMI. AMALKAN DONG. SIFAT-SIFAT, KEBIASAAN, DAN TABIAT, SERTA TINGKA-LAKU DAN PERBUATAN RASULULLAH SAW (Ditya Soedarsono)

Mas Ditya, saya tahu sejarah negeri dan bangsa Acheh, jadi anda salah alamat mengatakan saya tidak punya pendirian. seharusnya penyataan anda itu anda tujukan buat diri anda sendiri. Karena anda telah ikut, mendukung dan menjalankan perintah atasan anda Indonesia-Jawa-Yogya untuk terus menjajah Negeri Acheh.

Seharusnya kalo anda punya sikap & pendirian, punya hati nurani, dan punya moralitas, so pasti anda akan bersimpati dan berempati terhadap nasib rakyat & Negeri Acheh yang ditindas oleh serdadu kolonialis anda. Tapi kenyataannya dalam diri anda tidak ada hal semacam itu, buktinya anda terus, terus dan terus mengikuti nafsu serakah Indonesia-Jawa-Yogya untuk menduduki Negeri Acheh. Seharusnya anda dapat belajar (kalo perlu mencontoh) dari pengalaman Mariam Jamilah. dia (Mariam) adalah seorang keturunan Yahudi yang kaya raya, tapi ketika dia melihat nasib rakyat dan Negeri Arab Palestina yang Islam ditindas & dijajah oleh bangsa Yahudi/ tentara zionis Israel, dia bersimpati dan berempati kepada bangsa Palestina, dan dia masuk Islam, kemudian dia (Mariam) membongkar segala kelicikan, segala kebohongan, dan segala kejahatan tentara zionis Israel.

Nah sekarang timbul pertanyaan : "kenapa si Mariam yang keturunan Yahudi tidak mendukung tentara zionis Israel, malah dia mendukung perjuangan rakyat Palestina yang Islam ??" jawabannya adalah karena si Mariam telah diberikan hidayah oleh Allah SWT, dan Allah telah memberikan ilmu kepada Mariam Jamilah, sehingga dengan ilmu tersebut si Mariam dapat membedakan yang mana HAQ dan yang mana BATHIL. Dan juga, si Mariam berbuat seperti itu karena dia masih punya harga diri , hati nurani dan moralitas yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Tapi bagaimana dengan anda Kolonel Ditya, sanggupkah anda berbuat seperti Mariam Jamilah ?? (jawabannya anda sendiri yang menentukan) .( Shahen Fasya)

INI ANDA MENJAWAB PERTANYAAN SAYA DIATAS ATAU SEDANG BINGUNG ? (Ditya Soedarsono)

Berkata orang bijak : "kebenaran akan selalu jadi dirinya sendiri"..( Shahen Fasya)

Wassalam

Shahen Fasya

rimueng_acheh@yahoo.com
Banda Acheh/Kutaraja
----------

From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Date: 19 februari 2004 00:24:35
To: Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Siyasah <siyasah@isnet.org>, fahri_jurnalis@yahoo.com, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, teuku_mirza2000@yahoo.com, padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject:[padhang-mbulan] BAGAIMANA AHMAD SUDIRMAN MEROBAH NKRI JADI NEGARA ANTAH BERANTAH RI-JAWA-YOGYA ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BAGAIMANA AHMAD SUDIRMAN MEROBAH NKRI JADI NEGARA ANTAH BERANTAH RI-JAWA-YOGYA YANG HANYA MENDASARKAN PADA PERJANJIAN RENVILLE 17 JANUARI 1948 ?

"Tak lain dan tak bukan ia hanya mengacu dengan adanya, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya. Lagi pula opini seperti itu menurut dia (bung Ahmad) tidak bakalan laku jual di tempatnya, apalagi untuk mendapatkan untung, maka sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan ataupun arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit dibalik, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, diduduki di caplok, dijajah, yang sebetulnya hanya berlaku dikelompok Tiro dan bonek-boneknya seperti bung Ahmad ini salah satunya. Memang dari situlah untuk mendapatkan kucuran dana dari lembaga tertentu, yakni (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.(Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com ,Sun, 15 Feb 2004 00:37:45-0800(PST))

Baiklah saudara Matius Dharminta,

Sinyalemen saudara Matius Dharminta tentang provokasi saudara Ahmad Sudirman sudah benar dan sangat tepat, karena memang dari situlah untuk mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.

Sungguh kasihan, saudara Ahmad Sudirman ingin jadi sejarahwan Indonesia tetapi pengetahuannya hanya terbatas pada perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar pembentukan negara antah berantah RI-Jawa-Yogya yang diciptakannya sendiri. Tidak ada negara antah berantah RI-Jawa-Yogya di muka bumi ini. Bagaimana mungkin negara antah berantah RI-Yawa-Yogya bisa mencaplok tanah Aceh ? Apa ada yang tahu jika Ir. Soekarno adalah presiden negara antah berantah RI-Jawa-Yogya ?

Memang benar pendapat saudara Matius Dharminta bahwa sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan atau arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit balik, karena pengetahuannya tentang sejarah Indonesia hanya tentang perjanjian Renville 17 Januari 1948, sehingga alasan yang dibuat-buat, dalil yang dicari-cari dan fakta yang diputar balik tentang RIS, negara antah berantah RI-Jawa-Yogya, diduduki, dicaplok, dijajah, yang kesemuanya itu hanya berlaku bagi kelompok saudara Ahmad Sudirman yang ngakunya tidak mendapat apa-apa dari Teungku Muhammad Hasan di Tito atau kelompok separatis lainnya.

Demikian disampaikan mohon maaf jika tidak berkenan.
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amiIn.

Wassalam

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
--------