Stockholm, 20 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

KARENA ITU DITYA SOEDARSONO JANGAN MAU DITIPU OLEH SOEKARNO & MEGAWATI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KARENA ITU DITYA SOEDARSONO JANGAN MAU DITIPU OLEH SOEKARNO & MEGAWATI

"Pegangan kang Cepot Sudirman hanya sejarah Indonesia dan buku bahasa Indonesia yang selama ini dijadikan alat untuk berbelit-belit, berputar-putar sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang memang sejak dari dulu dimanfaatkan oleh penjajah Belanda untuk melaksanakan tipu muslihatnya dengan de vide et impera alias memecah belah bangsa Indonesia dan ternyata sekarang digunakan kang Cepot Sudirman untuk memecah belah juga kang akang jangan mimpi untuk bersandiwara "Cepot jadi raja" yang ada dalam pewayangan kang itu "Semar jadi raja" dan "Dawala jadi raja". Bagaimana ini Hasan Tiro sampai bisa memiliki seorang ahli provokator yang ilmunya hanya secuil sejarah tentang RIS definisi, hakekat dianggap persamaan kata Penjajah adalah Negara (bangsa) yang menjajah. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1988)"(Ditya Soedarsono, dityaaceh_2003@yahoo.com ,Fri, 20 Feb 2004 07:47:07 -0800 (PST))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh.

Marilah seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh, kita bersama-sama memperhatikan bagaimana Kolonel Laut Ditya Soedarsono setelah dibukakan dan dijawab pertanyaan-pertanyaannya yang menyangkut definisi penjajah, hakekat penjajah, pandangan hukum tentang penjajahan, dan sistem pemerintahan penjajah. Kemudian sumber bukunya yang diambil dari "Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1988"

Dimana Kamus Besar itu bukan hasil karangan saya, melainkan hail karya dan karangan Pemerintah NKRI sendiri.

Karena itu, sekarang Kolonel Laut Ditya Soedarsono tidak bisa membantahnya, paling hanya bisa menjawab atau menyanggah "kang Dirman menjawab, definisi penjajah, hakekat penjajah, huku tentang penjajahan dan ternyata ngawur. Kang Cepot Sudirman yang ilmunya hanya secuil sejarah tentang RIS definisi, hakekat dianggap persamaan kata Penjajah adalah Negara (bangsa) yang menjajah. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1988)"

Kemudian lagi ketika diberi contoh:
Penjajah.
NKRI adalah Negara yang menjajah Negeri Aceh sejak 14 Agustus 1950 satu hari Sebelum RIS
dilebur menjadi NKRI oleh Presiden RIS Soekarno.

Hakekat penjajah.
Kenyataan yang sebenarnya NKRI yang menjajah Negeri Aceh dari sejak tanggal 14 Agustus 1950 sampai sekarang.

Sistem pemerintahan penjajah.
Sistem cara memerintah Penguasa NKRI yang menjajah Negeri Aceh sejak 14 Agustus 1950 satu hari Sebelum RIS dilebur menjadi NKRI oleh Presiden RIS Soekarno adalah salah satunya menerapkan cara kekerasan senjata dan pengisolasian dari dunia Internasional seperti yang tercantum dalam dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Langsung Kolonel Laut Ditya Soedarsono mengataklan: "sejarah Indonesia dan buku bahasa Indonesia yang selama ini dijadikan alat untuk berbelit-belit, berputar-putar sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang memang sejak dari dulu dimanfaatkan oleh penjajah Belanda untuk melaksanakan tipu muslihatnya dengan de vide et impera alias memecah belah bangsa Indonesia dan ternyata sekarang digunakan kang Cepot Sudirman untuk memecah belah"

Begitu juga ketika dijelaskan tentang kronologis dan penjelasan yang menyangkut penguasaan Negara-Negara, Daerah-Daerah, dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI-Jawa-Yogya yang dipimpin oleh Presiden Soekarno

Tetapi cepat Kolonel Laut Ditya Soedarsono mengatakan: "pegangan kang Cepot Sudirman hanya sejarah Indonesia dan buku bahasa Indonesia yang selama ini dijadikan alat untuk berbelit-belit, berputar-putar sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang memang sejak dari dulu dimanfaatkan oleh penjajah Belanda"

Padahal itu sumber buku sejarah yang dibuat oleh stafnya Pemerintah NKRI yang duduk di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tetapi oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono sejarah yang akurat dengan data dan informasinya itu dianggap enteng saja, bahkan dituduh lagi bahwa itu alat untuk "berbelit-belit, berputar-putar sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia Serikat (RIS)".

Nah sekarang semuanya telah dijelaskan dan disebarkan kepada seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh menyangkut semua fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah tentang kronologis dan penjelasan yang menyangkut penguasaan Negara-Negara, Daerah-Daerah, dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI-Jawa-Yogya yang dipimpin oleh Presiden Soekarno dan definisi penjajah, hakekat penjajah, pandangan hukum tentang penjajahan, dan sistem pemerintahan penjajah.

Begitu juga sumber-sumbernya telah diberitahukan yang diambil dari buku.buku yang dibuat oleh pihak NKRI sendiri, agar supaya kita jangan tertipu dan tidak terkecoh oleh pihak lain.

Tentu saja, maksud dan tujuan dengan ditulisnya semua fakta dan bukti , dasar hukum dan sejarah mengenai pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI sejak 14 Agustus 1950 adalah agar seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh menjadi terbuka pikirannya, terbuka hatinya dan menjadi sadar dan mengerti bahwa yang telah dijalankan oleh Soekarno dengan Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara 17 Agustus 1945 adalah menguasai Negara-Negara, Daerah-Daerah, dan menelan serta menduduki Negeri-Negeri lain seperti NegeriAceh.

Tentu saja disini Kolonel Laut Ditya Soedarsono masih berusaha untuk mengelak dari apa yang telah dibuktikan berdasarkan fakta dan bukti ada dasar hukum dan sejarahnya, tetapi fakta dan bukti yang benar akhirnya yang akan keluar sebagai pemenang.

Jadi, bagi seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh, dengan adanya penjelasan dan keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya, akan mengetahui bahwa sebelum Negara RI yang terlihat sekarang ini sebelumnya telah telah tumbuh dan berkembang melalui proses yang bermacam ragam dari mulai hilang lenyap setelah digempur pasukan Beel di Yogyakarta, memberikan mandat kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI Pengasingan di Sumatera (Aceh), selanjutnya hidup kembali pada tanggal 13 Juli 1949 setelah PDRI mengembalikan mandatnya kepada Mohammad Hatta di Jakarta, disusul masuk menjadi Negara Bagian RIS, menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah anggota Negara Bagian RIS, mencaplok Negeri diluar RIS seperti Negeri Aceh, kemudian melebur menjadi NKRI, dan terakhir ini berobah kembali menjadi Negara RI-Jawa-Yogya melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dengan UUD 1945 dan dasar negara Pancasila-nya yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Dengan telah mengetahui jalan yang sebenarnya mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya dari mulai diproklamasikan sampai saat sekarang ini, tidak akan mudah ditipu atau dikelabui oleh para penerus Soekarno yang masih tetap berusaha untuk menutupi fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah sebenarnya mengenai penguasaan Negara-Negara, Daerah-Daerah, dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI-Jawa-Yogya yang dipimpin oleh Presiden Soekarno.

Jadi terakhir saran saya kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono jangan terus menutup mata dan telinga dari apa yang telah dijelaskan dalam mimbar diskusi mengenai Negeri Aceh dan referendum ini, karena kalau tetap menutup mata dan telinga, tiupan-tiupan angin kepalsuan Soekarno yang menutupi cerita sebenarnya mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya dari mulai diproklamasikan sampai saat sekarang ini, akan merasuk kedalam hati dan pikiran Kolonel Laut Ditya Soedarsono, sehingga penyelesaian di Aceh melalui jalan yang jujur, adil dan damai tidak akan dicapai.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 20 Feb 2004 07:47:07 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: KANG DIRMAN MENJAWAB, DEFINISI PENJAJAH, HAKEKAT PENJAJAH, HUKUM TENTANG PENJAJAHAN DAN TERNYATA NGAWUR....!!!!!!
To: ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum Wr Wb,

Nah saudara-saudari. milisawan dan milisawati sekarang ketahuan kan sampai dimana kemampuan Kang Cepot Sudirman. orang Jawanya Barat menjawab tentang DEFINISI HAKEKAT HUKUM DAN SISTEM PEMERINTAHAN PENJAJAH.

Apakah ini yang dijadikan oleh Om Puteh. Kang Imah Nor dll sebagai MASKOT perjuangan lewat milisnya jadi sudah jelas kan..!!!!!!

Pegangan kang Cepot Sudirman hanya sejarah Indonesia dan buku bahasa Indonesia yang selama ini dijadikan alat untuk berbelit-belit, berputar-putar sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang memang sejak dari dulu dimanfaatkan oleh penjajah Belanda untuk melaksanakan tipu muslihatnya dengan de vide et impera alias memecah belah bangsa Indonesia dan ternyata sekarang digunakan kang Cepot Sudirman untuk memecah belah juga kang, akang jangan mimpi untuk bersandiwara "CEPOT JADI RAJA" yang ada dalam pewayangan kang itu "SEMAR JADI RAJA" dan "DAWALA JADI RAJA"

Bagaimana ini Hasan Tiro sampai bisa memiliki seorang ahli provokator yang ilmunya hanya secuil sejarah tentang RIS definisi, hakekat dianggap persamaan kata Penjajah adalah Negara (bangsa) yang menjajah. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1988).

Jadi rekan-rekan milis saya tidak perlu membahas akar masalahnya kenapa kok sampai begini karena akarnya selalu berbelit-belit terima kasih ats perhatian, mohon maaf atas kesalahan,....

Wasalammu'alaikum Wr Wb,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
Aceh Nad
Tano Rencong Sarambo Makko.
----------