Stockholm, 21 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PIDATO SEOKARNO DI BANDA ACEH TIDAK BISA DIJADIKAN DASAR HUKUM UNTUK MENELAN ACEH KEDALAM RI-JAWA-YOGYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS PIDATO SEOKARNO DI BANDA ACEH TIDAK BISA DIJADIKAN DASAR HUKUM UNTUK MENELAN ACEH KEDALAM RI-JAWA-YOGYA

"Saya pingin jawaban yg singkat, kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan sebagai Gubernur Sumatera?. "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali," ungkap Soekarno jujur." (kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik). Coba simak. Didepan rakya Aceh, Soekarno jelas jelas ngomong bahwa Aceh adalah menjadi negara modal bagi Republik Indonesia dan tidak ada rakyat Aceh yg protes saat itu. Karena mereka sadar, Aceh adalah bagian RI". (AgusHermawan , sadanas@equate.com , 21 februari 2004 03:45:39)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Itu mengenai pertanyaan saudara Agus: "kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan sebagai Gubernur Sumatera?".

Nah disini untuk menjawab yang sudah menyangkut masalah yang sifatnya pribadi Teuku Muhammad Hassan, saya susah untuk memberikan komentar. Karena itu sifatnya sudah subjectif. Artinya hanya Teuku Muhammad Hassan yang mengetahuinya kenapa beliau mau menerima jabatan Gubernur Sumatera yang ditawarkan oleh Soekarno dalam pembentukan Kabinet RI pertama. Jadi saya tidak mau memberikan jawaban atau komentar yang sifatnya spekulatif menyangkut pribadi dan kemauan Teuku Muhammad Hassan. Disamping saya belum membaca autobiograpi beliau.

Kemudian soal "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali," ungkap Soekarno jujur." (kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik).

Nah kalau masalah ini saya berani menjawabnya.

Soalnya, waktu itu, 17 Juni 1948, Soekarno sudah hampir mengalami kekalahan total, dimana Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya secara de-jure dan de-facto hanya menguasai wilayah Yogyakarta dan daerah sekitarnya saja.

Sedangkan diluar Negara RI atau Negara RI Soekarno ini telah berdiri banyak Negara yang bebas merdeka, seperti :

Di daerah Pasundan, tangal 4 Mei 1947 di Alun-alun Bandung, Ketua Partai Rakyat Pasundan Soeria Kartalegawa memproklamirkan Negara Pasundan dan pada tanggal 16 Februari 1948 Negara Pasundan dinyatakan resmi berdiri dengan R.A.A. Wiranatakusumah dipilih menjadi Wali Negara dan dilantik pada tanggal 26 April 1948. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 140, 171)

Di Kalimantan Tenggara pada tanggal 9 Mei 1947 telah lahir dan berdiri Dewan Federal Borneo Tenggara yang dipimpin oleh Abdul Gaffar Noor.

Didaerah Borneo Barat pada tanggal 12 Mei 1947 telah lahir dan berdiri Daerah Istimewa Borneo Barat dengan Sultan Pontianak Hamid Algadrie II diangkat sebagai Kepala Daerahnya. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 141)

Di Kalimantan Timur berdiri pada 12 April 1947 Daerah Siak besar dan pada 4 Februari 1948 diganti nama menjadi Federasi Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Adji Muhammad Parikesit.
Daerah Bangka, Daerah Belitung dan Negara Riau membentuk konfederasi pada 12 Juli 1947 yang Kepala Pemerintahannya dipegang oleh Masjarif gelar Lelo Bandaharo.

Di Madura pada 23 Januari 1948 berdiri Negara Madura dengan R.A.A. Tjakraningrat diangkat sebagai Wali Negara dan diresmikan pada tanggal 20 Februari 1948. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 164)

Di Daerah banjar berdiri Daerah Banjar pada 14 Januari 1948 yang dipimpin oleh M. Hanafiah.

Di daerah Dayak besar berdiri Dayak Besar pada 7 Desember 1946 dan diakui 16 Januari 1948 yang dipimpin oleh J-van Dyk.

Di Sumatra Timur, pada 24 Maret 1948 berdiri Negara Sumatra Timur yang ber Ibu Kota Medan dengan Dr. Teungku Mansyur diangkat sebagai Wali Negara. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 176)

Di Sumatera Selatan berdiri Negara Sumatera Selatan dengan Walinegara Abdul Malik pada tanggal 30 Agustus 1948.

Di Jawa Timur berdiri Negara Jawa Timur pada 26 November 1948 dengan Wali Negara R.T. Achmad Kusumonegoro

Di Daerah Jawa Tengah berdiri Daerah Jawa Tengah pada 2 Maret 1949.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo pada tanggal 7 Agustus 1949 telah memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia dengan S.M. Kartosuwirjo diangkat sebagai Imam Negara Islam Indonesia.

Di Bali Negara Timur Besar yang didirikan pada 24 Desember 1946 dan diganti nama menjadi Negara Indonesia Timur pada 27 Desember 1946 dengan kepala Negaranya Tjokorde Gde Rake Sukawati.

Jadi, memang benar menurut fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah bahwa Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya ini sudah betul-betul hampir menghilang.

Karena itu Soekarno berpidato bagaikan tukang obat yang menjajakan jualan obatnya. Artinya Soekarno menjajakan Negara RI yang secara de-jure dan de-facto menguasai wilayah Yogyakarta dan daerah sekitarnya menurut hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948 yang sebagian isinya menyangkut gencatan senjata disepanjang garis Van Mook dan pembentukan daerah-daerah kosong militer. Dimana secara de jure dan de facto kekuasaan RI hanya sekitar daerah Yogyakarta saja. Perjanjian Renville ini ditandatangani oleh Perdana Mentri Mr. Amir Sjarifuddin dari Kabinet Amir Sjarifuddin, yang disaksikan oleh H.A. Salim, Dr.Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.155,163)

Dimana Soekarno pada waktu menurut hasil kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik berpidato: "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali," ungkap Soekarno jujur."

Disini kelihatan jelas sekali, Soekarno yang akhli pidato itu berusaha untuk memikat, membujuk dan sekaligus menipu rakyat Aceh dengan mengatakan: "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali".

Jelas rakyat Aceh terpikat, terpaku, jadi tidak ada yang protes, dengan suara Soekarno yang begitu bersemangat mengobarkan semangat mempertahankan Negara RI-Jawa-Yogya yang pada waktu itu sudah hampir hilang dari wilayah Yogyakarta. (Karena pada tanggal 19 Desember 1948 itu Yogyakarta digempur pasukan Beel)

Tetapi, keterpakuan, keterpikatan, dan tidak adanya rakyat Aceh yang protes terhadap apa yang dipidatokan Soekarno pada tanggal 17 Juni 1948 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh itu tidak berarti secara de-facto dan de-jure Negeri Aceh menjadi wilayah daerah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya yang berpusat di Yogyakarta dan berkuasa secada de-facto di Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Karena kalau hanya berdasarkan kepada apa yang ditulis oleh Saudara Agus Hermawan: "Soekarno jelas jelas ngomong bahwa Aceh adalah menjadi negara modal bagi Republik Indonesia dan tidak ada rakyat Aceh yg protes saat itu. Karena mereka sadar, Aceh adalah bagian RI".

Betul-betul berbahaya. Mengapa ? Karena kalau berdasarkan kepada apa yang dipidatokan atau diucapkan atau dikatakan oleh Soekarno kemudian tidak ada yang protes berarti bahwa orang orang yang mendengarkan pidato, atau ucapan atau perkataan Soekarno itu sudah sadar dan mau bersatu dengan Soekarno atau mau diperintah oleh Soekarno.

Wah, ini berbahaya. Bisa-bisa Soekarno menjadi Presiden Diktator di Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau di Negara RI-Jawa-Yogya.

Selanjutnya saudara Agus Hermawan menulis: "Supaya kang Mamad tahu mana itu yg namanya "seluruh tumpah darah Indonesia" baca lagi aja tentang sumpah pemuda"

Oh itu, tentang sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Itu sumpah pemuda itu asal mulanya merupakan hasil ide Soekarno cs. Dimana ceritanya begini.

Landasan sumpah pemuda yang diikrarkan oleh Organisasi Pemuda dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta adalah semangat, ide dan cita-cita para pemuda pada saat itu yaitu pembebasan tanah air dari penjajah melalui ide nasionalisme, percaya kepada diri sendiri, dan tidak mau kerjasama dengan pihak penjajah dengan rasa nasionalisme-radikal yang hebat sebagaimana dikumandangkan oleh Soekarno dan kawan-kawannya melalui Partai Nasional Indonesia-nya.

Misalnya seperti yang telah ditunjukkan oleh semangat yang berapi-api dari Soekarno, Tjipto Mangoenkusumo, Ishaq Tjokrohadisoerjo, Sartono, Budiardjo, Sunarjo, Anwar dengan berhaluan kepada nasionalisme-radikal, percaya kepada diri sendiri, dan tidak mau kerjasama dengan pihak penjajah telah meluncurkan Partai Nasional Indonesia yang didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 yang setahun kemudian telah menjalar dan mempengaruhi Organisasi Pemuda yang dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta melahirkan ikrar sumpah pemuda yang isinya: 1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. 3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. (RH Saragih, J.Sirait, M.Simamora, Sejarah Nasional, Penerbit Monora Medan, Januari 1987, hal. 141-142)

Memang kalau sepintas dilihat dari isi ikrar sumpah pemuda itu, satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa, menunjukkan satu tali pengikat yang kuat pemuda Indonesia, tetapi kalau ditelaah lebih mendalam, maka tiga faktor pengikat persatuan organisasi pemuda itu ternyata bukanlah bisa dijadikan sebagai pengikat dasar hukum dibentuknya NKRI 15 Agustus 1950, melainkan hanya sebagai manifestasi politik dari organisasi pemuda yang mempunyai ide dan semangat nasionalisme-radikal yang dipelopori oleh Soekarno, Tjipto Mangoenkusumo, Ishaq Tjokrohadisoerjo, Sartono, Budiardjo, Sunarjo, dan Anwar dengan Partai Nasional Indonesia (PNI)-nya.

sekarang sudah jelas, dimana terlihat dalam sumpah pemuda ini adalah ada 3 point yaitu

1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Nah sekarang, itu point nomor 2 memuat : "Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia."

Kemudian kita bertanya, tanah air Indonesia yang mana ?.
Jawabananya, jelas, bisa Jawa, bisa Sumatera, bisa Maluku, bisa Sulawesi, bisa Bali, bisa Kalimantan. Nah, jawabannya bisa macam-macam. Mengapa ?

Karena tidak jelas batas-batasnya daerah yang dikatakan "tanah air Indonesia", apalagi waktu itu, 28 Oktober itu yang namanya tanah wilayah Indonesia masih berada dibawah kungkungan senjata serdadu-serdadu-nya Ratu Juliana dari Kerajaaan Belanda.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From:Sadan AS (AgusHermawan) KUW <sadanas@equate.com>
Date: 21 februari 2004 03:45:39
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>
Subject:RE: MENGAPA PENGANGKATAN GUBERNURMILITER TEUNGKU MUHAMMAD DAUD BEUREUEH TIDAK WAJAR?

"Jadi bisa saja yang dimaksud dengan "seluruh tumpah darah Indonesia" itu, bisa hanya sekitar Jakarta saja, atau seluruh pulau Jawa, atau Pulau Sumatera saja, atau pulau Kalimantan saja, atau Pulau Maluku saja. (Ahmad Sudirman , http://www.dataphone.se/~ahmad ,ahmad@dataphone.se, 21 Februari 2004)

SUPAYA KANG MAMAD TAHU MANA ITU YG NAMANYA "SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA" BACA LAGI AJA TENTANG SUMPAH PEMUDA

SAYA PINGIN JAWABAN YG SINGKAT, KENAPA MUHAMMAD HASSAN MAU MENERIMA JABATAN SEBAGAI GUBERNUR SUMATERA?

"Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan
rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali," ungkap Soekarno jujur." (kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik).

COBA SIMAK, DIDEPAN RAKYAT ACEH, SOEKARNO JELAS JELAS NGOMONG BAHWA ACEH DAERAH REPUBLIK INDONESIA SOEKARNO TIDAK BILANG,NEGARA ACEH ADALAH MENJADI NEGARA MODAL BAGI REPUBLIK INDONESIA. TAPI BILANGNYA DAERAH ACEH ADALAH MENJADI DAERAH MODAL BAGI REPUBLIK INDONESIA DAN TIDAK ADA RAKYAT ACEH YG PROTES SAAT ITU. KARENA MEREKA SADAR, ACEH ADALAH BAGIAN DARI RI

COBA JELASKAN MASALAH INI!

AgusHermawan

sadanas@equate.com
Kuwait
----------