Stockholm, 21 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TIDAK BENAR NKRI MATI APABILA ACEH LEPAS DARI NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TIDAK BENAR NKRI MATI APABILA ACEH LEPAS DARI NKRI

"Menulis cerpen? menulis roman?, ha..haa..haaa..haaaa....kenapa bung..! makanya kalau nyulut rokok, api jangan terlalu besar, tuh janggot terbakar deh... eh bung A.sudirman.! itu bukan cerpen atau romen, itu cuma sedikit nyentil bung Ahmad supaya sadar bahwa selama ini hanya perputar-putar dalam mimpi dan hayalan tentang negeri RIS, Indonesia Jawa-Yogya, Aceh di caplok, Aceh di duduki, Aceh di telen, dan kebohongan-kebohongan lain, yang sudah barang tentu hanya berlaku dikelompok anda. Kalau aku selama ini tidak menulis tentang tulisan yang anda ajarkan, terus terang aku tidak bakalan menulis sesuatu yang tidak ada manfaatnya. menurut pandangan aku segala sesuatu yang selama ini bung munculkan itu semua udah kadaluarsa/ basi. karena semua yang terus, terus, dan terus anda angkat itu hanya berlaku pada waktu penjajahan Belanda dulu."
(Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Fri, 20 Feb 2004 22:29:26 -0800 (PST))

"Dalam diskusi jangan cepat menuduh, coba introspeksi diri, kemukakan fakta atau pandangan dgn jelas shg yg lain dpt memahami, bertanyalah dgn sopan, jangan memancing emosi bukankah omongan kita merupakan citra diri kita (kecuali kita adalah seorang munafik), hendaknya emosi ditahan, kepala didinginkan, hati jangan panas, dan senantiasa berusaha utk membuka diri, bukan hanya terhadap kritik pribadi, tetapi juga terhadap pola pikir dan pemahaman kita selama ini karena diskusi di samping sbg media kita utk menyuarakan pendapat tetapi juga utk mendengarkan pendapat org lain dan karenanya kita mesti terbuka (kecuali mungkin dlm konteks diskusi ini masalah identitas diri)"(Peace ORG, miranda_hnf@yahoo.co.uk , 20 Feb 2004 11:34 am)

"Sungguh kasihan, saudara Ahmad Sudirman ingin jadi sejarahwan Indonesia tetapi pengetahuannya hanya terbatas pada perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar pembentukan negara antah berantah RI-Jawa-Yogya yang diciptakannya sendiri. Tidak ada negara antah berantah RI-Jawa-Yogya di muka bumi ini. Bagaimana mungkin negara antah berantah RI-Yawa-Yogya bisa mencaplok tanah Aceh ? Apa ada yang tahu jika Ir. Soekarno adalah presiden negara antah berantah RI-Jawa-Yogya ? Sinyalemen saudara Matius Dharminta tentang provokasi saudara Ahmad Sudirman sudah benar dan sangat tepat, karena memang dari situlah untuk mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.Memang benar pendapat saudara Matius Dharminta bahwa sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan atau arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit balik, karena pengetahuannya tentang sejarah Indonesia hanya tentang perjanjian Renville 17 Januari 1948, sehingga alasan yang dibuat-buat, dalil yang dicari-cari dan fakta yang diputar balik tentang RIS, negara antah berantah RI-Jawa-Yogya, diduduki, dicaplok, dijajah, yang kesemuanya itu hanya berlaku bagi kelompok saudara Ahmad Sudirman yang ngakunya tidak mendapat apa-apa dari Teungku Muhammad Hasan di Tito atau kelompok separatis lainnya." (Tato Suwarto , otra25@indosat.net.id , 19 februari 2004 00:24:35 )

"Bangsa NKRI tak punya moral! Rupanya NKRI tidak ada-apanya tanpa Acheh? ini sesuai dengan pengakuan orang nomor wahid di atas permukaan bumi NKRI. NKRI/Jawa rupanya sangat-sangat tergantung kepada Acheh dan bangsa, walaupun bangsa Jawa terus saja membunuh bangsa Aceh. Dasar bangsa tak tahu di untung susu dibalas dengan tuba! Inilah balasan dari bangsa yang tak punya moral dan martabat! Dasar bangsa NKRI ini tak punya moral dan tak punya malu!"
(Muhammad Dahlan , tang_ce@yahoo.com , Fri, 20 Feb 2004 21:50:31 -0800 (PST))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, saudara Peace di UK, saudara Tato Suwarto di Jakarta, saudara Muhammad Dahlan di Australia.

Ternyata makin lama, makin banyak yang terlibat dalam diskusi tentang penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI dan jalan keluar penyelesaiannya melalui referendum di mimbar bebas ini sehingga sedikitnya sudah jelas bahwa memang masalah Negeri Aceh ini adalah masalah yang harus segera diselesaikan dengan segara melalui jalan penyelesaian yang jujur, adil dan bijaksana.

Nah, kalau saya perhatikan apa yang diselalu dikemukakan oleh saudara Matius Dharminta dari Surabaya ini seperti : "Menulis cerpen? menulis roman?, ha..haa..haaa..haaaa....kenapa bung..! makanya kalau nyulut rokok, api jangan terlalu besar, tuh janggot terbakar deh... eh bung A.sudirman.! itu bukan cerpen atau romen, itu cuma sedikit nyentil bung Ahmad supaya sadar bahwa selama ini hanya perputar-putar dalam mimpi dan hayalan tentang negeri RIS, Indonesia Jawa-Yogya, Aceh di caplok, Aceh di duduki, Aceh di telen, dan kebohongan-kebohongan lain, yang sudah barang tentu hanya berlaku dikelompok anda."

Coba perhatikan bersama, kalau saudara Matius ini mau melihat misalnya, kepada saudara Sagir Alva yang sedang giat belajar di Universitas Kebangsaan Malaysia, dimana saudara Sagir ini terus mencari, menggali, membongkar bahan-bahan yang bisa menjatuhkan alasan yang saya kemukakan mengenai masalah pencaplokan, pendudukan, penjajahan Negeri Aceh oleh Soekarno dengan RIS dan diteruskan dengan NKRI-nya.

Dalam hal ini saya salut kepada saaudara Sagir yang tanpa mau kalah, mencari dan mencari bahan apa yang bisa menjungkirkan alasan yang saya telah kemukakan.

Jadi, bukan seperti saudara Matius, dimana ia hanya mampu mengatakan: "Menulis cerpen? menulis roman?, ha..haa..haaa..haaaa....kenapa bung..! makanya kalau nyulut rokok, api jangan terlalu besar, tuh janggot terbakar deh... eh bung A.sudirman.! itu bukan cerpen atau romen, itu cuma sedikit nyentil bung Ahmad supaya sadar bahwa selama ini hanya perputar-putar dalam mimpi dan hayalan tentang negeri RIS, Indonesia Jawa-Yogya, Aceh di caplok, Aceh di duduki, Aceh di telen, dan kebohongan-kebohongan lain, yang sudah barang tentu hanya berlaku dikelompok anda."

Coba perhatikan, apa yang bisa diambil dari tulisan saudara Matius tersebut untuk menjatuhkan dan merobohkan alasan saya mengenai pendudukan, penjajahan Negerui Aceh oleh Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 melalui dasar hukum PP RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan PERPU No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara yang tanpa mendapat kerelaan, persetujuan dan keikhlasan seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Kalau hanya mennyanggah dengan mengatakan: "bung Ahmad supaya sadar bahwa selama ini hanya perputar-putar dalam mimpi dan hayalan tentang negeri RIS, Indonesia Jawa-Yogya, Aceh di caplok, Aceh di duduki, Aceh di telen, dan kebohongan-kebohongan lain".

Kemudian ditambah lagi dengan munculnya saudara Tato Suwarto yang bersemangat menulis: "Sungguh kasihan, saudara Ahmad Sudirman ingin jadi sejarahwan Indonesia tetapi pengetahuannya hanya terbatas pada perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar pembentukan negara antah berantah RI-Jawa-Yogya yang diciptakannya sendiri. Tidak ada negara antah berantah RI-Jawa-Yogya di muka bumi ini. Bagaimana mungkin negara antah berantah RI-Yawa-Yogya bisa mencaplok tanah Aceh ? Apa ada yang tahu jika Ir. Soekarno adalah presiden negara antah berantah RI-Jawa-Yogya ?"

Coba perhatikan apa yang disanggahkan saudara Tato diatas, tentang saya, saya tidak perlu dikasihani, yang justru saya kasihan adalah melihat saudara Tato Suwarto, yang masih saja belum mengerti, memahami, menyadari bagaimana itu perjalananan Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara RI Soekarno yang terlihat sekarang ini yang sebelumnya telah tumbuh dan berkembang melalui proses yang bermacam ragam dari mulai hilang lenyap setelah digempur pasukan Beel di Yogyakarta, memberikan mandat kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI Pengasingan di Sumatera (Aceh), selanjutnya hidup kembali pada tanggal 13 Juli 1949 setelah PDRI mengembalikan mandatnya kepada Mohammad Hatta di Jakarta, disusul masuk menjadi Negara Bagian RIS, menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah anggota Negara Bagian RIS, mencaplok Negeri diluar RIS seperti Negeri Aceh, kemudian melebur menjadi NKRI, dan terakhir ini berobah kembali menjadi Negara RI-Jawa-Yogya melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dengan UUD 1945 dan dasar negara Pancasila-nya yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Itu kan sudah jelas seperti apa yang telah saya terangkan berulangkali bahwa kalau ditelusuri lebih dalam memang Negara RI yang menjadi Negara Bagian RIS adalah Negara RI yang secara de-facto dan de-jure berada di Jawa yang daerah kekuasaanya di Yogyakarta dan daerah sekitarnya menurut hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948 dan diperkuat dengan Resolusi PBB No.67(1949) tanggal 28 Januari 1949 yang diadopsi pada Sidang PBB ke 406. Yang selanjutnya disebut dengan Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI Negara bagian RIS atau Negara RI-Jawa-Yogya.

Yang lebih parah lagi saudara Tato Suwarto ini memang seperti yang dikatakan dan disindir oleh saudara Peace dari UK: "Dalam diskusi jangan cepat menuduh, coba introspeksi diri, kemukakan fakta atau pandangan dgn jelas shg yg lain dpt memahami, bertanyalah dgn sopan, jangan memancing emosi bukankah omongan kita merupakan citra diri kita (kecuali kita adalah seorang munafik), hendaknya emosi ditahan, kepala didinginkan, hati jangan panas, dan senantiasa berusaha utk membuka diri, bukan hanya terhadap kritik pribadi, tetapi juga terhadap pola pikir dan pemahaman kita selama ini karena diskusi di samping sbg media kita utk menyuarakan pendapat tetapi juga utk mendengarkan pendapat org lain dan karenanya kita mesti terbuka"

Memang benar seperti yang disindirkan oleh saudara Peace dari UK ini. Mengapa ? Coba saja perhatikan apa yang dituduhkan tanpa fakta dan bukti oleh saudara Tato ini: " Sinyalemen saudara Matius Dharminta tentang provokasi saudara Ahmad Sudirman sudah benar dan sangat tepat, karena memang dari situlah untuk mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari. Saudara Ahmad Sudirman yang ngakunya tidak mendapat apa-apa dari Teungku Muhammad Hasan di Tito atau kelompok separatis lainnya"

Coba perhatikan ada dua tuduhan yang dilontarkan oleh saudara Tato Suwarto yang tidak ada fakta dan buktinya, yaitu:

Pertama, provokasi saudara Ahmad Sudirman sudah benar dan sangat tepat, karena memang dari situlah untuk mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.

Kedua, Saudara Ahmad Sudirman yang ngakunya tidak mendapat apa-apa dari Teungku Muhammad Hasan di Tito atau kelompok separatis lainnya.

Nah sekarang, kalau sudah begini bukan diskusi lagi namanya, saudara Tato, ini namanya sudah menuduh tanpa fakta dan bukti lagi.

Coba perhatikan para peserta diskusi di mimbar bebas ini dan seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri
Aceh.

Saya tidak perlu "mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari ?." Mengapa ?

Karena saya bekerja dan punya perusahaan sendiri. Itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari. Saya tidak perlu kucuran dana dari lembaga tertentu. Dan saya tidak menjual kebohongan. Yang saya kemukakan adalah fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang sudah tertulis dengan jelas dalam kumpulan dokumen
30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI
30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI
30 Tahun Indonesia Merdeka, 1965-1973, Sekretariat Negara RI
30 Tahun Indonesia Merdeka, 1974-1975, Sekretariat Negara RI.

Kemudian, saya sudah menjawab dalam tulisan sebelum ini, bahwa saya tidak mendapat janji apapun dari Teungku Hasan Muhammad dio Tiro. Silahkan tanyakan kepada para anggota ASNLF atau GAM yang menjadi peserta diskusi di mimbar bebas ini. Atau tanyakan langsung kepada pihak ASNLF atau GAM saudara Dr. Zaini Abdullah, Minister of Foreign Affairs
of the State of Acheh, in exile Stockholm, P.O. BOX 130, S-145 01 NORSBORG, SWEDEN , TEL: +46 8 531 83833 , FAX: +46 8 531 91275 .

Jadi, saudara Tato Suwarto, tidak perlu saudara Tato menuliskan tuduhan tanpa fakta dan bukti dengan alasan untuk menjungkir-balikkan alasan yang saya punya. Melainkan, coba tiru itu saudara Sagir Alva. Ia rajin, mencari, menggali, mengobrak-abrik bahan-bahan tentang Aceh dan NKRI agar bisa alasan yang saya miliki ini dipukul habis. Walaupun sampai sekarang saudara Sagir masih belum menemukan alat senjata penangkis argumen dan alasan dasar yang saya miliki.

Selanjutnya saya akan memberikan komentar kepada saudara Muhammad Dahlan di Australia tentang : "Bangsa NKRI tak punya moral! Rupanya NKRI tidak ada-apanya tanpa Acheh? ini sesuai dengan pengakuan orang nomor wahid di atas permukaan bumi NKRI. NKRI/Jawa rupanya sangat-sangat tergantung kepada Acheh dan bangsa, walaupun bangsa Jawa terus saja membunuh bangsa Aceh. Dasar bangsa tak tahu di untung susu dibalas dengan tuba! Inilah balasan dari bangsa yang tak punya moral dan martabat! Dasar bangsa NKRI ini tak punya moral dan tak punya malu!"

Sebenarnya saudara Muhammad Dahlan, pernyataan Amien Rais itu tidak benar. Mengapa ?
Mana mungkin bila Negeri Aceh bebas NKRI mati atau seperti yang ditulis oleh saudara Imah Nor: "bahwa jika Acheh Merdeka Indonesia Innalillah. Satu lagi sebut dia didepan bangsa Acheh , Jika Acheh Merdeka Indonesia bagikan manusia tidak berkepala ."

Itu yang ducapkan oleh Amien Rais, sekarang Ketua MPR adalah satu alat penipuan. Negeri Aceh adalah Negeri yang tidak termasuk Negara-Negara dan daerah-Daerah bekas Negara/Daerah bagian RIS. Negeri Aceh adalah negeri yang secara de-facto dan de-jure berdiri sendiri ketika RIS dibangun pada 14 Desember 1949.

Justru yang menjadi kepada NKRI adalah Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya, atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI Soekarno yang menjadi Negara Bagian RIS adalah Negara RI yang secara de-facto dan de-jure berada di Jawa yang daerah kekuasaanya di Yogyakarta dan daerah sekitarnya menurut hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948 dan diperkuat dengan Resolusi PBB No.67(1949) tanggal 28 Januari 1949 yang diadopsi pada Sidang PBB ke 406.

Itulah saudara Muhammad Dahlan dan para peserta diskusi tentang Negeri Aceh dan referendum di mimbar ini.

Jadi apa yang dikatakan oleh Amien Rais adalah suatu kebohongan dan penipuan.Mari buktikan melalui jajak pendapat atau referendum, apakah benar kalau Negeri Aceh lepas dari NKRI kemudian NKRI menjadi mati?

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 20 Feb 2004 22:29:26 -0800 (PST)
From: matius dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Subject: Re: ACEH BUKAN BAGIAN NKRI, ACEH YANG BERDIRI SENDIRI DITELAN RIS-NKRI-SOEKARNO
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Cc: PPDI@yahoogroups.com

Menulis cerpen? menulis roman?, ha..haa..haaa..haaaa....kenapa bung..! makanya kalau nyulut rokok, api jangan terlalu besar, tuh janggot terbakar deh... eh bung A.sudirman.! itu bukan cerpen atau romen, itu cuma sedikit nyentil bung Ahmad supaya sadar bahwa selama ini hanya perputar-putar dalam mimpi dan hayalan tentang negeri RIS, Indonesia Jawa-Yogya, Aceh di caplok, Aceh di duduki, Aceh di telen, dan kebohongan-kebohongan lain, yang sudah barang tentu hanya berlaku dikelompok anda.

Kalau aku selama ini tidak menulis tentang tulisan yang anda ajarkan, terus terang aku tidak bakalan menulis sesuatu yang tidak ada manfaatnya. menurut pandangan aku segala sesuatu yang selama ini bung munculkan itu semua udah kadaluarsa/ basi. karena semua yang terus, terus, dan terus anda angkat itu hanya berlaku pada waktu penjajahan Belanda dulu.

Jadi sory kalau aku udah kagak membutuhkan lagi, karena semua udah jelas arah dan tujuanya ...

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

From: Tato Suwarto <otra25@indosat.net.id>
Date: 19 februari 2004 00:24:35
To: Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Siyasah <siyasah@isnet.org>, fahri_jurnalis@yahoo.com, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, teuku_mirza2000@yahoo.com, padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject:[padhang-mbulan] BAGAIMANA AHMAD SUDIRMAN MEROBAH NKRI JADI NEGARA ANTAH BERANTAH RI-JAWA-YOGYA ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BAGAIMANA AHMAD SUDIRMAN MEROBAH NKRI JADI NEGARA ANTAH BERANTAH RI-JAWA-YOGYA YANG HANYA MENDASARKAN PADA PERJANJIAN RENVILLE 17 JANUARI 1948 ?

"Tak lain dan tak bukan ia hanya mengacu dengan adanya, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, dan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya. Lagi pula opini seperti itu menurut dia (bung Ahmad) tidak bakalan laku jual di tempatnya, apalagi untuk mendapatkan untung, maka sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan ataupun arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit dibalik, RIS, Indonesia Jawa-Yogya, diduduki di caplok, dijajah, yang sebetulnya hanya berlaku dikelompok Tiro dan bonek-boneknya seperti bung Ahmad ini salah satunya. Memang dari situlah untuk mendapatkan kucuran dana dari lembaga tertentu, yakni (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.(Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com ,Sun, 15 Feb 2004 00:37:45-0800(PST))
Baiklah saudara Matius Dharminta,

Sinyalemen saudara Matius Dharminta tentang provokasi saudara Ahmad Sudirman sudah benar dan sangat tepat, karena memang dari situlah untuk mendapat kucuran dana dari lembaga tertentu, yakin (menjual kebohongan) hingga bisa membiayai keperluan sehari-hari.

Sungguh kasihan, saudara Ahmad Sudirman ingin jadi sejarahwan Indonesia tetapi pengetahuannya hanya terbatas pada perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagai dasar pembentukan negara antah berantah RI-Jawa-Yogya yang diciptakannya sendiri. Tidak ada negara antah berantah RI-Jawa-Yogya di muka bumi ini. Bagaimana mungkin negara antah berantah RI-Yawa-Yogya bisa mencaplok tanah Aceh ? Apa ada yang tahu jika Ir. Soekarno adalah presiden negara antah berantah RI-Jawa-Yogya ?

Memang benar pendapat saudara Matius Dharminta bahwa sia-sialah menulis panjang lebar kalau tujuannya untuk debat kusir ama bung Ahmad, karena apapun bentuk tulisan atau arti dari opini yang tidak sejalan, dia (bung Ahmad) pasti akan berkelit balik, karena pengetahuannya tentang sejarah Indonesia hanya tentang perjanjian Renville 17 Januari 1948, sehingga alasan yang dibuat-buat, dalil yang dicari-cari dan fakta yang diputar balik tentang RIS, negara antah berantah RI-Jawa-Yogya, diduduki, dicaplok, dijajah, yang kesemuanya itu hanya berlaku bagi kelompok saudara Ahmad Sudirman yang ngakunya tidak mendapat apa-apa dari Teungku Muhammad Hasan di Tito atau kelompok separatis lainnya.

Demikian disampaikan mohon maaf jika tidak berkenan.
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amiIn.

Wassalam

Tato Suwarto

otra25@indosat.net.id
Jakarta, Indonesia
--------

Commented by: Peace ORG 20 Feb 2004 11:34 am
Ahmad.swaramuslim.net
miranda_hnf@yahoo.co.uk

Rasanya memang sulit utk berdiskusi dgn hati jernih apalagi ini menyangkut harga diri, nasionalisme, martabat bangsa, dsb

Saya rasa sudah menjadi salah satu bagian dari diri manusia utk berpikir bahwa dia adalah benar, dan karenanya bisa menyalahkan orang lain, termasuk saya, pak ahmad, pak ditya, pak mirza, dll

Dalam diskusi hendaknya emosi ditahan, kepala didinginkan, hati jangan panas, dan senantiasa berusaha utk membuka diri, bukan hanya terhadap kritik pribadi, tetapi juga terhadap pola pikir dan pemahaman kita selama ini karena diskusi di samping sbg media kita utk menyuarakan pendapat tetapi juga utk mendengarkan pendapat org lain dan karenanya kita mesti terbuka (kecuali mungkin dlm konteks diskusi ini masalah identitas diri)

Jangan cepat menuduh, coba introspeksi diri, kemukakan fakta atau pandangan dgn jelas shg yg lain dpt memahami, bertanyalah dgn sopan, jangan memancing emosi bukankah omongan kita merupakan citra diri kita (kecuali kita adalah seorang munafik)

Peace Org

miranda_hnf@yahoo.co.uk
Inggris
----------

Date: Fri, 20 Feb 2004 21:50:31 -0800 (PST)
From: muhammad dahlan <tang_ce@yahoo.com>
Subject: Re: [Lantak] Re: NUMPANG TANYA :IMAH NOR: DITYA SOEDARSONO MEMUTAR BELIT FAKTA, BUKTI,HUKUM, SEJARAH PENDUDUKAN NKRI DI NEGERI ACHEH
To: Lantak@yahoogroups.com, wpamungk@centrin.net.id,ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, lantak@yahoogroups.com,ppdi@yahoogroups.com
Cc: nur-abdurrahman@telkom.net, peusangansb@hotmail.com,siliwangi27@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk,unsyiahnet@yahoogroups.com, muhammad59iqbal@yahoo.com,nikjusnz@yahoo.com, lampohawe@yahoo.com

Bangsa NKRI tak punya moral!

Rupanya NKRI tidak ada-apanya tanpa Acheh? ini sesuai dengan pengakuan orang nomor wahid di atas permukaan bumi NKRI. NKRI/Jawa rupanya sangat-sangat tergantung kepada Acheh dan bangsa, walaupun bangsa Jawa terus saja membunuh bangsa Aceh. Dasar bangsa tak tahu di untung susu dibalas dengan tuba! Inilah balasan dari bangsa yang tak punya moral dan martabat! Dasar bangsa NKRI ini tak punya moral dan tak punya malu!

Ada moral tapi dibuat oleh Sukarno cs yang diberinama "moral pantatcina/pancasila'!

Muhammad Dahlan

tang_ce@yahoo.com
Australia
----------

From: "imah nor" imahnor@hotmail.com
To: wpamungk@centrin.net.id, ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, lantak@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com
Cc: nur-abdurrahman@telkom.net, peusangansb@hotmail.com,siliwangi27@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk,unsyiahnet@yahoogroups.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, nikjusnz@yahoo.com, lampohawe@yahoo.com
Subject: Re: NUMPANG TANYA :IMAH NOR: DITYA SOEDARSONO MEMUTAR BELIT FAKTA, BUKTI,HUKUM,SEJARAH PENDUDUKAN NKRI DI NEGERI ACHEH
Date: Fri, 20 Feb 2004 22:13:27 +0100

Kelihatannya Meilany ini , takut sekali jika Acheh lepas dan merdeka dari NKRI penjajah itu , jangan takut Meilany , walaupun bayangan telahpun di kasih tahu oleh Amien Rais dimasa Amien datang ke Acheh , untuk bujuk bangsa Acheh dengan nada lembut , bahwa jika Acheh Merdeka Indonesia Innalillah. Satu lagi sebut dia didepan bangsa Acheh , Jika Acheh Merdeka Indonesia bagikan manusia tidak berkepala . Inilah di lema yang tidak boleh di terima dan di takuti oleh Amien Rais pada waktu itu dan sampai sekarang .

Kalau kamu tidak percaya tolong tanya sama bapak kamu si Amien Rais itu ok ? Dan kamu Meilany jangan takut , teruskan saja keinginan kamu dan bangsa kamu berada dalam keranjang NKRI , tidak ada masalah bagi saya , itu hak kamu dan keinginan kamu , tetapi kenapa kamu susah dan berbelit belit jika bangsa saya dan diri saya tidak mahu lagi di dalam keranjang NKRI itu ?

Kenapa kamu mesti sakit hati dan ikut Mega Cs mengirim serdadu TNI/POLRI/RAIDER ke Acheh untuk membunuh dan membantai bangsa acheh yang tidak ingin lagi bersama kamu dan bangsa kamu NKRI Kenapa ?

Kalau saya jawab Meilany ! bahwa pemerintah yang kamu benarkan sekarang NKRI ini, adalah pemerintah yang menginginkan harta bangsa bangsa yang ada di luar pulau jawa dan menelan hasil hasilnya sampai punah , sekaligus menelan bangsa bangsa itu dengan peluru TNI/POLRI , sebagaimana Soekarno Menelan Acheh , kalau kamu tidak tahu Meilany ! Megawati itu siapa ? dia adalah anak dari seorang yang menelan Acheh Soekarno! .

Apakah kamu termasuk golongan penelan ? atau golongan di telan ?
Selagi ada bangsa ingin bersama NKRI , ya terus saja kuras harta bangsa itu sampai habis , sebagaiman pemerintah NKRI menguras harta bangsa kami di Acheh , di dalam bumi Acheh demi kepentingan bangsa penjajah dan diri penjajah itu. Mereka para penjajah rela membunuh manusia demi kepentingan harta dan tanah pusaka bangsa tempatan , sungguh biadab .

Meilany kamu mesti tahu dulu sejarah bangsa di ujung pulau sumatara itu bagaiman ! kalau kamu masih ragu dan ikut ikutan ,baik kamu diam saja , jangan campur tangan dalam hal ini , karena bangsa Acheh tidak mahu jadi manusia pura pura seperti kamu , hidup dalam keranjang ayam Indonesia itu , mengerti ?

Tolong kawal keranjang Indonesia jangan bocor nanti banyak bangsa yang ingin keluar ? Untuk menjaga bangsa bangsa yang masih setia pada NKRI , harap di beri sedikit peluang untuk mereka hidup bebas , jangan kurung mereka dalam peti besi lambang burung garuda itu , dan jangan kuras habis harta mereka di negeri mereka , berikan sedikitnya untuk bangsa tempatan yang punya harta itu , jangan sampai kehidupan bangsa yang setia dalam NKRI , lapar , minta sedekah . mencuri , dsbnya , ingat pesan saya Meilany !.

Seharusnya Meilany , kamu urus masalah itu saja , jangan campur maslah lain karena kemampuan kamu , menurut saya lihat tidak seberapa dalam menanggapi persoalan perjuangan bangsa Acheh .
Bagaiman perasaan kamu jika bangsa bangsa di tanah kepulauan Melayu ini keluar dari NKRI?

Kalau saya jawab , kamu mesti tidak mengingkannya , karena kamu dasar ilmu penjajah yang sudah kamu benarkan dalam kehidupan kamu , atau ikut kekurangan modal dan harta kamu , jika mereka bebas dalam kurungannya .

Untuk apa pemerintah NKRI , membunuh mereka yang ingin bebas dalam kurungan NKRI ? Kalau saya jawab , bahwa pemerintah NKRI kekurangan lapangan untuk menjajah jika satu bangsa sudah keluar dalam kurunganya , sehingga dengan beribu alasan pemerintah NKRI akan mempertahankannya , walaupun bangsa itu di bunuh habis , yang penting harta dan tanah bangsa itu boleh di pakai , itulah Meilany tujuan pemerintah kamu NKRI itu , mengerti !

Kamu tidak dapat mengikuti jiwa bangsa Acheh Meilany , karena kamu bukan bangsa Acheh , Meilany , tolong jangan sesuka hati mengeluarkan pendapat untuk perjuangan bangsa Acheh , bangsa Acheh bukan bangsa Lamiet , Budak yang mudah di peralatkan oleh bangsa lain , kalau kamu merasa senang hidup dalam NKRI , saya tidak boleh mengajak kamu keluar , itu salah , dan begitu juga kamu jangan sekali kali menahan orang orang yang ingin keluar dari keranjang NKRI itu !.mengerti!.

Biarkan bangsa Acheh keluar untuk menentukan nasib sendiri , tidak usah kamu tanya kemana dan bagaimana ok ! itu urusan bangsa Acheh .

Bagaiaman sekarang mengerti kan ?.

Imah Nor

imahnor@hotmail.com
Norwegia
----------