Stockholm, 22 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

BISA SAJA SEOKARNO MENGATAKAN DAERAH ACEH JADI DAERAH MODAL RI TETAPI SECARA DE-FACTO DILUAR RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS BISA SAJA SEOKARNO MENGATAKAN DAERAH ACEH JADI DAERAH MODAL RI TETAPI SECARA DE-FACTO DILUAR RI-JAWA-YOGYA

"Nah, bingungkan untuk menjawabnya? Secara logika, Soekarno, engga bakalan mengangkat Gubernur dari negara lain, kalau memang Aceh bukan termasuk wilayah RI". (AgusHermawan , sadanas@equate.com , Sat, 21 Feb 2004 23:51:26 +0300)

"Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan
rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali,"ungkap Soekarno jujur." (kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik)"(AgusHermawan , sadanas@equate.com , Sat, 21 Feb 2004 23:30:56 +0300)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait.
Begini saudara Hermawan.

Pada email sebelum ini, saudara Agus meminta jawaban dari saya dengan pertanyaan "Saya pingin jawaban yg singkat, kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan sebagai Gubernur Sumatera?." (AgusHermawan , sadanas@equate.com , 21 februari 2004 03:45:39)

Saudara Agus, pertanyaan yang saudara sampaikan kepada saya: "kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan sebagai Gubernur Sumatera?"

Kemudian saya jawab:
"Nah disini untuk menjawab yang sudah menyangkut masalah yang sifatnya pribadi Teuku Muhammad Hassan, saya susah untuk memberikan komentar. Karena itu sifatnya sudah subjectif. Artinya hanya Teuku Muhammad Hassan yang mengetahuinya kenapa beliau mau menerima jabatan Gubernur Sumatera yang ditawarkan oleh Soekarno dalam pembentukan Kabinet RI pertama. Jadi saya tidak mau memberikan jawaban atau komentar yang sifatnya spekulatif menyangkut pribadi dan kemauan Teuku Muhammad Hassan. Disamping saya belum membaca autobiograpi beliau."

Saudara Agus, jawaban saya diatas itu bukan menunjukkan bahwa saya bingung untuk menjawabnya, sebagaimana yang saudara duga, tetapi memang itulah jawaban dari saya yang sebenarnya.

Masalahnya sekarang, apakah saudara Agus mengerti tidak maksud dan tujuan dari pertanyaan saudara itu ?

Dimana pertanyaan saudara Agus, kenapa Muhammad Hassan mau ?
Kalau sudah namanya mau atau tidak mau, itu hak Muhammad Hassan pribadi.

Karena itu saya menjawab "disini untuk menjawab yang sudah menyangkut masalah yang sifatnya pribadi Teuku Muhammad Hassan, saya susah untuk memberikan komentar. Karena itu sifatnya sudah subjectif."

Eh, tau-tau saudara Agus menjawabnya sendiri: "Secara logika, Soekarno, engga bakalan mengangkat Gubernur dari negara lain, kalau memang Aceh bukan termasuk wilayah RI".

Bagaimana saudara Agus ini ? Yang dipertanyakan kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan Gubernur ?
Eh, dijawabnya sendiri: "Secara logika, Soekarno, engga bakalan mengangkat Gubernur dari negara lain, kalau memang Aceh bukan termasuk wilayah RI".

Saudara Agus, para peserta diskusi di mimbar ini jadi bingung. Mengapa ?

Karena saudara mempertanyakan, kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan Gubernur?. Artinya jawabannya harus keluar dari pihak pribadi Muhammad Hassan, bukan dari pihak Soekarno.
Eh, rupanya yang harus dijawab, dari pihak Soekarno.

Saudara Agus, kalau saudara meminta jawaban dari pihak Soekarno, maka saudara Agus harus bertanya sbb: Mengapa Soekarno mengangkat Muhammad Hassan sebagai Gubernur Sumatera ?
Maka saudara Agus menjawab: "Secara logika, Soekarno, engga bakalan mengangkat Gubernur dari negara lain, kalau memang Aceh bukan termasuk wilayah RI"

Tetapi, kalau saya yang menjawabnya, maka jawabannya adalah: "Soekarno mengetahui bahwa Teuku Muhammad Hassan dari Sumatera yaitu kelahiran Negeri Aceh, karena Soekarno perlu orang yang berasal dari Sumatera, maka diangkatlah Teuku Muhammad Hassan sebagai Gubernur Sumatera, disamping itu Teuku Muhammad Hasan pribadi menerima jabatan Gubernur untuk Propinsi Sumatera.

Ini hanya sebagai catatan untuk saudara Agus yaitu, Soekarno itu seorang politikus, dimana seorang politikus tidak banyak mempergunakan logika. Pikiran Soekarno lebih banyak didasarkan kepada strategi kebijaksanaan politiknya, bukan kepada logikanya. Mana jalan yang lebih banyak menguntungkan kebijaksanaan politiknya, maka jalan itulah yang diambil dan ditempuhnya.

Selanjutnya mengenai masalah yang dipertanyakan saudara Agus yaitu mengenai "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia".

Dimana dalam jawaban saya sebelum ini, saya tidak menyensor, tidak menyunat atau merubah. Lagi pula untuk apa menyensor-nyensor dan menyunat-nyunat atau merubah-rubah. Bagi saya tidak ada gunanya.

Semua isi pertanyaan, selalu diletakkan dibagian bawah tulisan saya, tetapi untuk yang diletakkan pada awal tulisan biasanya saya copy hanya bagian-bagian saja, tidak semuanya, hanya untuk pembukaannya saja. Karena kalau mau mengetahui keseluruhan pertanyaan bisa dilihat dibagian bawah tulisa saya.

Nah, ketika saya meng-copy bagian kata-kata yang saudara Agus tulis saya hanya ambil yang inti-intinya saja kemudian diletakkan dibagian awal artikel. Sedangkan origininalnya tetap diletakkan dibagian bawah tulisan saya. Sehingga para peserta diskusi bisa membacanya lengkap.

Jadi, apa yang saya sensor, sunat atau rubah dari pertanyaan atau tulisan saudara Agus itu ?.
Kalau saya tidak mengcopy semua bagian kata-kata yang saudara tulis, itu memang bukan dimaksudkan untuk mensensor, menyunat atau merubah tulisan saudara. Karena semua tulisan saudara Agus bisa dibaca lengkap dibagian bawah tulisan saya, kalau memang ada kekurangan atau tidak sempurna dalam meng-copy-nya ke bagian awal tulisan saya. (Saya buat demikian itu untuk dijadikan sebagai pendahuluan dari tulisan saya)

Dalam kutipan yang saudara ambil itu yang paling penting adalah:

"Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali,"ungkap Soekarno jujur." (kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik)."

Nah, menurut kutipan dari buku "Perekat Hati yang Tercabik" Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia.

Kemudian saya jawab,

Dimana Soekarno pada waktu menurut hasil kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik berpidato: "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali," ungkap Soekarno jujur."

Disini kelihatan jelas sekali, Soekarno yang akhli pidato itu berusaha untuk memikat, membujuk dan sekaligus menipu rakyat Aceh dengan mengatakan: "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali".

Jelas rakyat Aceh terpikat, terpaku, jadi tidak ada yang protes, dengan suara Soekarno yang begitu bersemangat mengobarkan semangat mempertahankan Negara RI-Jawa-Yogya yang pada waktu itu sudah hampir hilang dari wilayah Yogyakarta. (Karena pada tanggal 19 Desember 1948 itu Yogyakarta digempur pasukan Beel)

Tetapi, keterpakuan, keterpikatan, dan tidak adanya rakyat Aceh yang protes terhadap apa yang dipidatokan Soekarno pada tanggal 17 Juni 1948 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh itu tidak berarti secara de-facto dan de-jure Negeri Aceh menjadi wilayah daerah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya yang berpusat di Yogyakarta dan berkuasa secada de-facto di Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Nah sekarang, mengapa saya menjawab seperti diatas itu ?

Karena, Soekarno pada tanggal 17 Januari 1948 telah kehilangan seluruh Propinsi yang diklaimnya ketika membentuk Kabinet pertama Negara RI pada awal September 1945, kecuali Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Mengapa Soekarno kehilangan seluruh Propinsi yang diklaimnya? Karena berdasarkan hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948.

Jadi, ketika Soekarno berpidato di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada tanggal 17 Juni 1948 itu, Negara RI Soekarno sudah hampir bangkrut.

Karena itu saya menjawab: "Disini kelihatan jelas sekali, Soekarno yang akhli pidato itu berusaha untuk memikat, membujuk dan sekaligus menipu rakyat Aceh dengan mengatakan: "Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali".

Mengapa Soekarno sebagai Presiden Negara RI-Jawa-Yogya berpidato demikian ? Karena Siekarno perlu dukungan rakyat Aceh, agar supaya seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali".

Bagaimana caranya merebut kembali seluruh wilayah Republik Indonesia?

Yaitu dengan jalan menjadi Negara bagian RIS pada tanggal 14 Desember 1949. Kemudian setelah RIS diakui kedaulatannya oleh Belanda pada 27 Desember 1949. Soekarno menjalankan langkah pencaplokan Negara-Negara dan Daerah-Daerah bagian RIS dan menelan Negeri-Negeri diluar RIS seperti Negeri Aceh ini.

Mengenai Negeri Aceh itu sendiri setelah Soekarno berpidato pada tanggal 17 Juni 1948 dimana rakyat begitu terpaku, terpikat,dan tidak ada yang protes terhadap pidato Soekarno, tidak berarti secara de-facto dan de-jure Negeri Aceh otomatis menjadi wilayah daerah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya yang berpusat di Yogyakarta dan berkuasa secada de-facto di Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Nah itulah saudara Agus Hermawan, jawaban saya.

Jadi tidak ada yang disensor, disunat dan dirubah semua tulisan saudara itu, semuanya masih lengkap yang saya letakkan pada bagian bawah dari tulisan saya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 21 Feb 2004 23:51:26 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" sadanas@equate.com
To: "Ahmad Sudirman" ahmad@dataphone.se
Subject: RE: PIDATO SEOKARNO DI BANDA ACEH TIDAK BISA DIJADIKAN DASAR HUKUM UNTUK MENELAN ACEH KEDALAM RI-JAWA-YOGYA

"Saya pingin jawaban yg singkat, kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan sebagai Gubernur Sumatera?.

Itu mengenai pertanyaan saudara Agus: "kenapa Muhammad Hassan mau menerima jabatan sebagai Gubernur Sumatera?".

Nah disini untuk menjawab yang sudah menyangkut masalah yang sifatnya pribadi Teuku Muhammad Hassan, saya susah untuk memberikan komentar. Karena itu sifatnya sudah subjectif. Artinya hanya Teuku Muhammad Hassan yang mengetahuinya kenapa beliau mau menerima jabatan Gubernur Sumatera yang ditawarkan oleh Soekarno dalam pembentukan Kabinet RI pertama. Jadi saya tidak mau memberikan jawaban atau komentar yang sifatnya spekulatif
menyangkut pribadi dan kemauan Teuku Muhammad Hassan. Disamping saya belum membaca autobiograpi beliau.

NAH, BINGUNGKAN UNTUK MENJAWABNYA? SECARA LOGIKA, SOEKARNO ENGGA BAKALAN MENGANGKAT GUBERNUR DARI NEGARALAIN, KALAU MEMANG ACEH BUKAN TERMASUK WILAYAH RI.

KALAU PRESIDEN PHILIPINA MENGANGKAT SAUDARA DITYA JADI GUBERNUR
SULAWESI ITU NAMANYA GILA KARENA SULAWESI BUKAN WILAYAH PHILIPINA DAN KALAU SAUDARA DITYA MAU MENERIMA JABATAN GUBERNUR TERSEBUT SUDAH TENTU SELURUH RAKYAT INDONEISA AKAN MENGUTUKNYA DAN DICAP SEBAGAI PENGKHIANAT BANGSA...KARENA DENGAN MENERIMA JABATAN TERSEBUT SECARA TIDAK LANGSUNG MENGAKUI BAHWA SULAWESI MERUPAKAN BAGIAN DARI PHILIPINA.

NAH, SAMA MUHAMMAD HASSAN DIA DIANGKAT JADI GUBERNUR, KARENA DIA ORANG INDONESIA DARI DAERAH ACEH, MASIH NEGARA RI, DIA TIDAK DICAP PENGKHIANAT OLEH BANGSA ACEH KARENA MEREKA TAHU ACEH BAGIAN DARI RI.

AgusHermawan

sadanas@equate.com
Kuwait
----------

Date: Sat, 21 Feb 2004 23:30:56 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" <sadanas@equate.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>,
Subject: RE: PIDATO SEOKARNO DI BANDA ACEH TIDAK BISA DIJADIKAN DASAR HUKUM UNTUK MENELAN ACEH KEDALAM RI-JAWA-YOGYA
 

INI HASIL SENSOR KANG MAMAD DARI APA YG SAYA TULIS...KALAU TIDAK KITA AMATI DENGAN SEKSAMA, SEAKAN AKAN TIDAK ADA PERUBAHAN,TAPI INILAH
KEPINTARAN KANG MAMAD,MENYUNAT YG PENTING PENTINGNYA.....COBA ANDA
PIKIRKAN,KATA KATA MANA YG KANG MAMAD RUBAH,BANDINGKAN DENGAN ALINEA YG BAWAH,YG ASLINYA AMANAT ABDI KANG ULAH JANTEN JALMI PINTER TAPI KABALINGER

"Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali," ungkap Soekarno jujur."
(kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik). Coba simak. Didepan rakya Aceh, Soekarno jelas jelas ngomong bahwa " Aceh Adalah menjadi negara modal bagi Republik Indonesia " dan tidak ada rakyat Aceh yg protes saat itu. Karena mereka sadar, Aceh adalah bagian RI". (AgusHermawan , sadanas@equate.com , 21 februari 2004 03:45:39)

"Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan
rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali,"ungkap Soekarno jujur." (kutipan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dari buku Perekat Hati yang Tercabik).

COBA SIMAK, DIDEPAN RAKYAT ACEH, SOEKARNO JELAS JELAS NGOMONG BAHWA ACEH DAERAH REPUBLIK INDONESIA, SOEKARNO TIDAK BILANG,NEGARA ACEH ADALAH MENJADI NEGARA MODAL BAGI REPUBLIK INDONESIA. TAPI BILANGNYA " DAERAH ACEH ADALAH MENJADI DAERAH MODAL BAGI REPUBLIK INDONESIA " DAN TIDAK ADA RAKYAT ACEH YG PROTES SAAT ITU. KARENA MEREKA SADAR, ACEH ADALAH BAGIAN DARI RI

AgusHermawan

sadanas@equate.com
Kuwait
----------