Stockholm, 22 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PERKATAAN SEOKARNO DAN RAKYAT ACEH SADAR, ACEH BAGIAN RI, BUKAN DASAR HUKUM JADIKAN ACEH MASUK RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PADA 17 JUNI 1948 SEOKARNO PIDATO DAN RAKYAT ACEH SADAR, ACEH BAGIAN RI, TIDAK BISA DIJADIKAN DASAR HUKUM UNTUK MASUKKAN ACEH KEDALAM RI

"Didepan rakyat Aceh, Soekarno jelas jelas ngomong bahwa Aceh daerah Republik Indonesia. Daerah Aceh adalah menjadi daerah modal bagi Republik Indonesia dan tidak ada rakyat Aceh yg protes saat itu karena mereka sadar, Aceh adalah bagian dari RI" (AgusHermawan , sadanas@equate.com , Sun, 22 Feb 2004 02:58:27 +0300)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Apapun yang dipidatokan Soekarno pada tanggal 17 Juni 1948 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh dan tidak ada rakyat Aceh yg protes saat itu karena mereka sadar, Aceh adalah bagian dari RI adalah tidak bisa dijadikan sabagai dasar hukum untuk menjadikan Negeri Aceh masuk kedalam wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Negara RI.

Negara RI secara de-facto dan de-jure dari sejak Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 ditandatangani oleh Perdana Mentri Mr. Amir Sjarifuddin dari Kabinet Amir Sjarifuddin, yang disaksikan oleh H.A. Salim, Dr.Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo pada tanggal 17 Januari 1948 yang sebagian isi perjanjian tersebut menyangkut gencatan senjata disepanjang garis Van Mook dan pembentukan daerah-daerah kosong militer, dan terlihat secara de-jure dan de-facto kekuasaan RI di Yogyakarta dan daerah sekitarnya. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.155,163).

Negeri Aceh secara de-facto dan de-jure berdiri sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah Negara RI dari sejak Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 ditandatangani.

Jadi, kalau Presiden RI Soekarno berkunjung ke Negeri Aceh pada tanggal 17 Juni 1948 dan berpidato dihadapan rakyat Aceh di Lapangan Blang Padang adalah merupakan satu kunjungan Presiden RI ke Negeri Aceh.

Adapun seandainya pada tanggal 17 Juni 1948 ada rakyat Aceh yang sadar bahwa Aceh adalah bagian dari RI tidak berarti secara de-facto dan de-jure wilayah Negeri Aceh menjadi wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure negara RI.

Sama saja dengan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI tidak berarti Negeri Aceh bebas dari NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 22 Feb 2004 02:58:27 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" <sadanas@equate.com>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>,
Subject: RE: BISA SAJA SEOKARNO MENGATAKAN DAERAH ACEH JADI DAERAH MODAL RI TETAPI SECARA DE-FACTO DILUAR RI

Ini tulisan saya :

COBA SIMAK,
DIDEPAN RAKYAT ACEH, SOEKARNO JELAS JELAS NGOMONG BAHWA ACEH
DAERAH REPUBLIK INDONESIA.

SOEKARNO TIDAK BILANG,-------> ( bagian ini yg kakang hilangkanitu...!!!!! )
NEGARA ACEH ADALAH MENJADI NEGARA MODAL BAGI REPUBLIK INDONESIA.

TAPI BILANGNYA DAERAH ACEH ADALAHMENJADI DAERAH MODAL BAGI REPUBLIK INDONESIA

DAN TIDAK ADA RAKYAT ACEH YGPROTES SAAT ITU.

KARENA MEREKA SADAR, ACEH ADALAH BAGIAN DARI RI

DAN INI HASIL COPY SAUDARA AHMAD : PINGIN TAHU KATA YG DI SUNATNYA...???? NIH AKU BIKIN LEBIH JELAS....

Coba simak.
Didepan rakya Aceh,

Soekarno jelas jelas ngomong bahwa Aceh adalah menjadi negara modal ------>( BAGIAN INI YANG KAKANG SENSOR DAN GANTI ITU..!!!!)
bagi Republik Indonesia dan tidak ada rakyat Aceh ygprotes saat itu.
Karena mereka sadar, Aceh adalah bagian RI". (AgusHermawan
, sadanas@equate.com , 21 februari 2004 03:45:39)

KAKANG MASIH MAU MENGELAK....?? YAH SUDAHLAH....MEMANG MEMUTAR BALIKAN FAKTA ITU SUDAH TABIAT AKANG.....ADAT KAKURUNG KU IGA....SUSAH JADINYA...

AgusHermawan

sadanas@equate.com
Kuwait
----------