Stockholm, 22 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

HERMAWAN ITU SEOKARNO MENGINGKARI NIKMAT DENGAN MENELAN NEGARA-NEGARA BAGIAN RIS & ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS AGUS HERMAWAN ITU SEOKARNO MENGINGKARI NIKMAT DENGAN MENELAN NEGARA-NEGARA BAGIAN RIS & NEGERI ACEH

"NKRI buat saya merupakan suatu nikmat yg besar yg harus disyukuri, bukan merupakan suatu laknat dari ALLah SWT. Persetan dengan hasil Perjanjian Renville. Jika kamu mensyukuri nikmatKu, maka akan Aku tambah nikmatKu itu, tapi jika kamu mengingkarinya ketahuilah sesungguhnya azabKu sangatlah pedih. Kita bisa saksikan, mereka yg mengingkari nikmat itu, mereka sendiri yg akan atau telah merasakan azab (di dunia) dari Allah SWT. Kita tinggal milih, apakah bergabung dengan kelompok yg mengingkari atau dengan kelompok yg wensyukuri nikmat persatuan dan kesatuan dalam wilayah NKRI itu." (AgusHermawan , sadanas@equate.com , Sun, 22 Feb 2004 06:18:07 +0300)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Begini saudara Agus Hermawan.

Ternyata seperti yang ditulis saudara Agus Hermawan disini : "Jika kamu mensyukuri nikmatKu, maka akan Aku tambah nikmatKu itu, tapi jika kamu mengingkarinya ketahuilah sesungguhnya azabKu sangatlah pedih"

Bisa kita saksikan dan pelajari bagaimana Soekarno yang tidak mensyukuri Nikmat Allah SWT dengan telah diberi nikmat Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI Soekarno atau Negara RI-Jawa-Yogya dengan cara masuk menjadi anggota Negara Bagian Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal 14 Desember 1949. Kemudian dari dalam RIS Soekarno dengan Negara RI-Nya atau Negara RI-Jawa-Yogya-nya menggerogoti, menyebar angin persatuan pancasila, membujuk dan menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah Negara Bagian RIS. Juga tidak sampai disitu, Soekarno yang Presiden RIS dan Mohammad Hatta yang Perdana Menteri RIS-nya telah menelan Negeri Aceh yang secara de-jure dan de-facto berada diluar wilayah daerah kekuasaan RIS melalui penetapan dasar hukum PP RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi. Dan PERPU No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara.

Karena itu saudara Agus Hermawan, bagaimana kesudahan Soekarno yang telah menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah Negara Bagian RIS, dan mencaplok Negeri-Negeri di luar wilayah daerah kekuasaan de-facto RIS seperti Negeri Aceh yang secara de-jure dan de-facto pada waktu RIS berdiri adalah berdiri sendiri, ternyata Soekarno jatuh disungkurkan oleh penerusnya Jenderal Soekarno orang Jawa.

Nah sekarang saudara Agus Hermawan, apa akibat yang diterima Soekarno yang telah menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan dan agresinya tiu ternyata penerusnya Jenderal Soeharto telah menyapu habis kekuasaan dari tangan Soekarno dan membiarkan Soekarno mati perlahan dengan racun-racun penipuan, penelanan, dan pencaplokan Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS , dan juga Negeri Aceh.

Celakanya, penerus Soekarno inipun, Jenderal Soeharto adalah salah seorang yang telah menerapkan kebijaksanaan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh dengan kebijaksanaan politik, pertahanan dan keamanan yang dikenal dengan nama DOM atau Daerah Operasi Militer di Negeri Aceh.

Dimana Jenderal Soeharto inipun termasuk salah seorang pemimpin dan penerus Soekarno yang tidak mensyukuri nikmat Allah SWT, sehingga akhirnya menerima azab Allah SWT dengan dijatuhkan dari kursi Presiden NKRI, dan sekarang sedang merasakan dan menanti hari-hari akhirnya untuk menghadap dan mempertanggung-jawabkan segala amal perbuatannya sebelum dan sesudah menjadi Presiden NKRI.

Nah terakhir saudara Agus Hermawan, ternyata Presiden Megawati juga salah seorang penerus Soekarno yang tidak mensyukuri nikmat Allah SWT dengan cara menjalankan terus kebijaksanaan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh. Karena itu tidak lama lagi Presiden Megawati yang juga adalah putrinya Soekarno, akan merasakan azab Allah SWT karena mengingkari nikmat Allah SWT dengan cara terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh yang sebelumnya dicaplok oleh ayah Megawati, Soekarno orang Jawa tulen.

Terakhir, apakah kita akan mengikuti para penerus Soekarno yang tidak mensyukuri nikmat Allah SWT dengan cara menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah Negara Bagian RIS, dan mencaplok Negeri-Negeri di luar wilayah daerah kekuasaan de-facto RIS seperti Negeri Aceh atau akan mengikuti orang-orang yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari NKRI atau Negara Pancasila, atau Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya yang telah menduduki dan menjajah Negeri Aceh sejak tanggal 14 Agustus 1950 ?.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 22 Feb 2004 06:18:07 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" sadanas@equate.com
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>,"Serambi Indonesia" serambi_indonesia@yahoo.com, "Aceh Kita" redaksi@acehkita.com
Subject: RE: PERKATAAN SEOKARNO DAN RAKYAT ACEH SADAR, ACEH BAGIAN RI, BUKAN DASAR HUKUM JADIKAN ACEH MASUK RI
 

"JIKA KAMU MENSYUKURI NIKMATKU,MAKA AKAN AKU TAMBAH NIKMAT KU ITU, TAPI JIKA KAMU MENGINGKARINYA KETAHUILAH SESUNGGUHNYA AZABKU SANGATLAH PEDIH"

NKRI BUAT SAYA MERUPAKAN SUATU NIKMAT YG BESAR YG HARUS DISYUKURI, BUKAN MERUPAKAN SUATU LAKNAT DARI ALLAH SWT.PERSETAN DENGAN HASIL PERJANJIAN RENVILLE.

KITA BISA SAKSIKAN, MEREKA YG MENGINGKARI NIKMAT ITU, MEREKA SENDIRI YG AKAN ATAU TELAH MERASAKAN AZAB ( DIDUNIA ) DARI ALLAH SWT.

KITA TINGGAL MILIH, APAKAH BERGABUNG DENGAN KELOMPOK YG MENGINGKARI ATAU DENGAN KELOMPOK YG MENSYUKURI NIKMAT PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM WILAYAH NKRI ITU.

AgusHermawan

sadanas@equate.com
Kuwait
----------