Stockholm, 23 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PERHATIKAN DITYA & ENDANG ITU HIDAJAT MENGATAKAN ACEH TIDAK BISA DISELESAIKAN DENGAN MILITER
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

COBA PERHATIKAN DITYA SOEDARSONO & ENDANG SUWARYA ITU HIDAJAT SJARIF MENGATAKAN ACEH TIDAK BISA DISELESAIKAN DENGAN MILITER

"Pemerintah Republik Indonesia, ABRI harus menyadari bahwa masalah Aceh tidak bisa diselesaikan dengan "military solution", Kita semua bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi, DR.Martin Luther King. GAM dengan seluruh aparatus dan pimpinannya harus bisa untuk "flexible" untuk menyadari bahwa pemberontakan bersenjata, jalan kekerasan dan terror adalah jalan yang tersesat, keliru dan sangat salah!" (Hidajat Sjarif , siliwangi27@hotmail.com ,Mon, 23 Feb 2004 13:51:29 +0000)

Baiklah saudara Hidajat Sjarif di Edmonton, Alberta, Canada.

Coba Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh, perhatikan apa yang dikatakan oleh saudara Hidajat Sjarif yang sudah 40 tahun meninggalkan NKRI dan telah menjadi WN Canada tetapi masih tetap merasa sebagai orang Sunda, yang sudah sedemikian terpengaruh oleh Mahatma Gandhi dan Martin Luther King yang tidak menggunakan kekerasan senjata.

Sehingga dalam menyelesaikan Negeri Aceh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 melalui mulut Sumatera Utara dengan menggunakan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS No. 21 tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh, juga harus diselesaikan pakai jurus kombinasi Mahatma Gandhi dan Martin Luther King.

Kemudian saudara Hidajat Sjarif yang sudah terpengaruh oleh Mahatma Gandhi dari India ini tidak tanggung-tanggung menyeru kepada pihak Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono di Negeri Aceh dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh jangan menggunakan jalan penyelesaian di Negeri Aceh pakai militer.

Nah perhatikan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh, apa kata saudara Hidajat Sjarif yang sudah keburu disambut dengan meriah oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono dengan sambutan: "terima kasih atas masukannya dalam diskusi ini, dan saya juga berdoa semoga Bapak selalu mendapat petunjuk, perlindungan, dan karunia dari Allah SWT, walaupun Bapak sudah 40 tahun hidup di negeri orang namun hati dan jiwa bapak ternyata masih untuk Indonesia. Amien. Amien. Ya robbal Alamien." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Sun, 22 Feb 2004 21:59:46 -0800 (PST))

Sekarang Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya baru tahu bahwa saudara Hidajat Sjarif itu adalah pengangum Mahatma Gandhi dari India dan Martin Luther King dari Negerinya George W. Bush yang kesukaannya menggunakan kekerasan senjata seperti menggempur Afghanistan dan Irak.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, saya sudah mengatakan dalam tulisan sebelum ini bahwa itu saudara Hidayat Sjarif adalah "seorang yang begitu benci kepada militer terutama militer dibawah Orba.

Coba perhatikan apa yang ditulis oleh saudara Hidajat Sjarif: "Langkah nyata yang nyata kedua yang harus dilakukan adalah "DENGAN MENYERET OKNUM OKNUM DARI JUNTA MILITER ORBA" ke MAHKAMAH MILITER untuk mempertanggung jawabkan atas semua 'HUMAN RIGHTS VIOLATIONS yang terjadi di Aceh, menyeret mereka ke mahkamah militersebagai "PENJAHAT PERANG" dengan CRIMES AGAINST HUMANITY". (Hidajat Sjarif, Sun, 22 Feb 2004 03:57:15 +0000) Berpikir seribu kali Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya sebelum merangkul saudara Hidajat Sjarif asal Sunda yang telah menjadi WN Canada ini untuk dibawa bersama-sama mempertahankan pendudukan, penjajahan Negeri Aceh. "

Belum apa-apa saudara Hidajat Sjarif ini sudah menunjukkan jurus Mahatma Gandha dan Martin Luther King.

Nah sekarang bagaimana Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya untuk menangkis dan berkelit dari jurus kombinasi Mahatma Gandhi dan Martin Luther King yang disodorkan oleh saudara Hidajat Sjarif ini ?

Eh, apakah Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya berani tidak menarik seluruh TNI dari Negeri Aceh, biar itu jurus Mahatma Gandhi dan Martin Luther King-nya saudara Hidajat Sjarif bisa bergerak dengan bebas di Negeri Aceh ?

Dari pihak rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dar pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI sudah siap untuk meletakkan senjata.

Coba perhatikan lagi dari apa yang disodorkan oleh pihak ASNLF atau GAM dalam
Perundingan Joint Council Meeting (JCM) atau Pertemuan Dewan Bersama, antara pihak Pemerintah Republik Indonesia (PRI)/INKRI dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Tokyo pada tanggal 17-18 Mei 2003.

Dimana dari isi sebagian draft yang disodorkan oleh pihak GAM menunjukkan bahwa pihak GAM siap dan setuju untuk meletakkan senjata.

Coba teliti kembali.
3 Having reiterated their commitment to the peace process and desire to strengthen the COHA to that end, the Joint Council has agreed to the following:

a. GAM is committed to dropping the armed struggle as stipulated in the relevant clauses of the COHA with all reciprocal measures from the Government of the Republic of Indonesia and to participate in the political process as stipulated in the COHA; and in the context of the COHA will refrain from advocating independence;

b. GAM commits itself to immediately place its weapons, ammunitions, and ordnance and to complete the process as scheduled in the COHA; and reciprocally, the GOI commits itself to reposition itself to defensive positions as provided by the COHA;

c. GAM commits itself to cease immediately any efforts to bring in additional weapons, ammunitions, and ordnance in the Acheh, and the GOI commits itself to return immediately its forces in Acheh to pre-December, 2002, levels;
(Draft Statement of the Joint Council accepted by GAM, Proposed by the members of the Tokyo Conference on Peace and Reconstruction in Acheh (Japan, US, EU and World Bank )and the Henry Dunant Centre for Humanitarian Dialogue, Tokyo, Japan. 18 May 2003).

Tetapi jelas, saudara Hidajat Sjarif, kalau saudara mengetahui, bahwa sebenarnya pihak TNI yang disponsori oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang menjadi motornya tidak menghendaki tegaknya kedamaian di negeri Aceh, maka perundingan Joint Council Meeting (JCM) atau Pertemuan Dewan Bersama, antara pihak Pemerintah Republik Indonesia (PRI) dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Tokyo pada tanggal 17-18 Mei digagalkan.

Sebagai gantinya memang sudah dipersiapkan sebelumnya yaitu penetapan dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 .

Jadi, sebenarnya dari pihak ASNLF atau GAM sudah siap dan setuju untuk meletakkan senjata, tetapi itu tidak disenangi oleh tim TNI yang digerakkan oleh pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Itu tiga Jenderal yang menjadi otak dan motornya, bukan Mbak Megawati, Mbak Megawati kerjadan tugasnya hanya menandatangani dalam pembuatan dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003, yang didalamnya mengandung Undang-undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1908) sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Undang-undang nomor 52 Prp Tahun 1960 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2113).

Bukan hanya cukup dengan membuat dasar hukum Keppres No.28 Tahun 2003 ini saja melainkan dibuat satu lagi dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Jadi Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, sekarang, itu saudara Hidajat Sjarif sudah menunjukkan jurus kombinasi Mahatma Gandhi dan Martin Luther King, kemudian dari pihak ASNLF dan GAM sudah setuju dengan peletakkan senjata sebagaimana yang disodorkan dalam draft Perundingan Joint Council Meeting (JCM) atau Pertemuan Dewan Bersama, antara pihak Pemerintah Republik Indonesia (PRI)/INKRI dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Tokyo pada tanggal 17-18 Mei 2003.

Nah sekarang, tinggal dari pihak Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, apakah siap menarik seluruh TNI termasuk Raider yang baru dibuat oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan keamanan diserahkan kepada seluruh rakyat Aceh untuk diberikan kebebasan dalam menentukan sikap apakah ingin bebas menentukan nasib sendiri dibawah pemeritahan rakyat Aceh sendiri tanpa ikut campur tangan pihak NKRI atau masih ingin tetap bersama NKRI dibawah Mbak Megawati dari PDIP ?.

Nah selanjutnya, karena saudara Hidajat Sjarif sudah sedemikian dalam terpengaruh oleh Mahatma Gandhi dan Martin Luther King yang sudah dicampur dengan wangi-wangi Islam maka ketika berdakwahpun ia mengatakan: "Cinta pada tanah air itu mencakup kecintaan dan kepeduliaan pada perdamaian, kesejahteraan dan ketentraman untuk seluruh rakyat dan penduduk tanah air Indonesia, tanpa memandang bulu dan membedakan suku, etnis, agama dan kepercayaan. Islam mengajarkan toleransi dan perdamaian, the very word of Islam artinya "perdamaian"." ((Hidajat Sjarif , Mon, 23 Feb 2004 13:51:29 +0000))

Nah sekarang lihat itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, saudara Hidajat Sjarif mengatakan: "Islam mengajarkan toleransi dan perdamaian".

Berarti juga apa yang telah dijalankan oleh Soekarno dengan menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan memakai dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS No. 21 tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pimpinan rakyat Aceh, adalah tidak dibenarkan, tidak toleran dan merusak perdamaian.

Jadi, dalam rangka menegakkan toleransi dan perdamaian di Negeri Aceh , maka menurut jurus kombinasi Mahatma Gandhi dan Martin Luther King yang telah dipertunjukkan oleh saudara Hidajat Sjarif ini adalah "kepeduliaan pada perdamaian" yaitu kalau diterapkan di Negeri Aceh berarti bahwa berilah rakyat Aceh untuk menegakkan perdamaian di Negeri Aceh dengan jalan dan cara jajak pendapat atau referendum, apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Hidajat Sjarif" siliwangi27@hotmail.com
To: dityaaceh_2003@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Cc: unsyiahnet@yahoogroups.com, a_kjasmine@yahoo.com, kmjp47@indosat.net.id, nur-abdurrahman@telkom.net, sadanas@shb.equate.com, nizarwin@yahoo.com, awakaway@telkom.net, melpone2002@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, serambi@indomedia.com, aditjond@psychology.newcastle.edu.au, acheh@juno.com, warzain@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, wpamungk@centrin.net.id, gam_m_z@yahoo.com
Subject: PERBEDAAN ETNIS DAN NON-VIOLENCE
Date: Mon, 23 Feb 2004 13:51:29 +0000

Untuk kesekian kalinya saya sebagai seorang expatriate asal Jawa Barat ingin memberikan komentar dan tanggapan di forum terbuka dan bebas ini,dengan harapan semoga ini bisa
dianggap sebagai suatu bahan pertimbangan dan perbandingan,jadi ini hanyalah sekedar "SECOND
OPINION". Walaupun saya bukan warga negara Indonesia,TAPI INDONESIA ADALAH NEGERI LELUHUR SAYA DIMANA SAYA DILAHIRKAN DAN DIBESARKAN,jadi Indonesia akan tetap memiliki tempat yang sangat husus dihati saya.

Pertama saya ingin mengingatkan pada semua pihak,baik yang PRO GAM maupun yang PRO NKRI, semuanya mengaku sebagai MUSLIM, nah ini adalah dasar dan landasan yang
sama, karena Islam dengan explisit mengajarkan bahwa :HUBBUL WATHAN MINAL IMAN, CINTA PADA TANAH AIR ADALAH BAGIAN DARI IMAN!!!!!.

Cinta pada tanah air itu mencakup kecintaan dan kepeduliaan pada perdamaian, kesejahteraan dan ketentraman untuk seluruh rakyat dan penduduk tanah air Indonesia, tanpa memandang bulu dan membedakan SUKU, ETNIS , AGHAMA DAN KEPERCAYAAN. Islam mengajarkan TOLERANSI dan PERDAMAIAN, the very word of Islam artinya "PERDAMAIAN".

Indonesia adalah milik semua orang Indonesia, Aceh, Batak,Padang, Sunda, Jawa, Madura, Dayak, Bugis, Ambon dsb...dll. Indonesia milik semua orang Indonesia. MUSLIM, KRISTEN, HINDUS, BUDHIS, ANIMIST, ATHEIST, KONG HU CU dsb dll.

Serperti halnya Indonesia, Canada juga negeri yang MULTI ETNIS, terdiri dari berbagai etnis,
adat istiadat,kebudayaan,bahasa, agama dan kepercayaan.Canada berdiri diatas fondasi PLURALISTIC AND MULTI ETHNICS AND CULTURES,PERBEDAAN PERBEDAAN INILAH YANG MEMBUAT CANADA MENJADI NEGERI NOMOR SATU DAN NEGERI TERBAIK DI DUNIA!!!!.

Menurut The United Nations Human Development Index,CANADA IS THE BEST COUNTRY IN THE WORLD IN WHICH TO LIVE.

Jadi perbedaan atau "DIVERSITY"adalah "SUATU SUMBR KEKUATAN",karena perbedaan perbedaan inilah yang membuat Canada menjadi negeri NOMOR SATU DIDUNIA,dengan income per capita, standard hidup,jaminan social,healt care,life expectancy and education is the highest in the world.

Kita semua harus bisa dan mampu melihat pada fakta dan kenyataan bahwa Indonesia,seperti halnya Canada,adalah "multi etnis dan multi cultures", Islam adalah agama yang mengajarkan
"TOLERANCY",SETIAP MUSLIM SEJATI PASTI AKAN MEMILIKI JIWA TOLERANCY TERHADAP PERBEDAAN AGAMA,KEPERCAYAAN, ADAT ISTIADAT, KEBUDAYAAN, BAHASA, karena Islam mengajarkan bahwa ALLAH SWT menciptakan manusia dengan berbeda beda untuk saling mengenal, menghormati dan menghargai perbedaan perbedaan ini, bukan untuk
saling membenci dan memusuhi!!!!.Jadi disini jelas sekali bahwa DIVERSITY IS A STRENGTH ! PERBEDAAN ADALAH SUMBER DARI KEKUATAN!.

Kembali pada masalah CONFLICT.KEKERASAN dan PEMBERONTAKAN BERSENJATA tidak akan menghasilkan apapun,ini hanya akan menghasilkan pertumpahan darah dan korban
yang sebagian besar terdiri dari rakyat kecil yang tidak berdosa, PEMBERONTAKAN BERSENJATA BUKAN CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN POLITIC, Diabad modern ini, dimana seluruh dunia beradab mengambil dan mengadapsi DEMOCRACY, DEMOCRATIC PROCESS sebagai cara untuk mencapai tujuan politic, NON-VIOLENCE AND "RESPECT FOR HUMAN RIGHTS, HUMAN DIGNITY and THE SANCTITY OF HUMAN LIFE,

GAM DENGAN SELURUH APARATUS DAN PIMPINANNYA HARUS BISA UNTUK
"FLEXIBLE" untuk menyadari bahwa pemberontakan bersenjata, jalan kekerasan dan terror adalah
jalan yang TERSESAT, KELIRU dan SANGAT SALAH!.

Juga Pemerintah Republic Indonesia, ABRI harus menyadari bahwa MASALAH ACEH TIDAK BISA DISELESAIKAN DENGAN "MILITARY SOLUTION", Kita semua bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh MAHATMA GANDHI, DR.MARTIN LUTHER KING,

Nelson Mandela,beliau beliau itu memembuktikan tentang kebenaran dari falsafah"NON-VILENCE".GBU.

Hidajat Sjarif

siliwangi27@hotmail.com
Edmonton, Alberta, Canada.
----------