Stockholm, 24 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

HIDAJAT ITU TAMIL TIGER MAU OTONOMI, PLO BELUM MERDEKA, RAKYAT ACEH MENENTUKAN NASIB SENDIRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS HIDAJAT SJARIF ITU TAMIL TIGER MAU OTONOMI, PLO BELUM MERDEKA, RAKYAT ACEH MENENTUKAN NASIB SENDIRI

"GAM merubah diri menjadi "kekuatan politic", ikut dan ber-partisipasi didalam contest politic didalam wadah democracy, berusaha mendapatkan konsesi politic dengan jalan damai non-violence, seperti yang dicontohkan oleh Mahatma Gandhi dan Martin Luther King."(Hidajat Sjarif , siliwangi27@hotmail.com , Tue, 24 Feb 2004 13:05:29 +0000)

Baiklah saudara Hidajat Sjarif di Edmonton, Alberta, Canada.

Sudah beberapa tulisan yang dikirmkan oleh saudara Hidajat Sjarif ini yang intinya menyodorkan pemecahan secara jalan damai, non-violence mengiktui jurus kombinasi dari Mahatma Gandhi dan Martin Luther King.

Tentu saja dalam email hari ini saudara Hidajat Sjarif menyisipkan cerita Pergerakan Tamil Tiger di Srilangka dan juga mengupas PLO sebagai pergerakan pembebasan Palestina yang sampai detik ini belum merdeka, begitupun Yasser Arafat tetap berada dalam kungkungan Ariel Sharon Yahudi Israel.

Saudara Hidajat Sjarif, tentang perjuangan yang dilancarkan oleh kelompok Tamil Tiger jelas mereka hanya satu perjuangan untuk memperoleh otonomi, apakah itu otonomi khusus atau istimewa yang penting otonomi dan para pejuang dari Tamil Tiger sudah merasa puas dan gembira dan tentu saja menyerah.

Adapun mengenai perjuangan di Palestina tidak bisa hanya melihat PLO saja, karena perjuangan Palestina tidak hanya diwakili oleh PLO saja, buktinya apa yang terjadi sampai sekarang itu yang namanya Negara Palestina belum juga terwujud yang sudah dijanjikan oleh George W. Bush untuk diakui setelah mengempur Irak. Jadi jangan terlalu memimpikan PLO bisa merdeka dan rakyat Palestina bisa merdeka tanpa seluruh rakyat Palestina bersatu dibelakang PLO.

Karena itu perjuangan PLO tidak bisa dijadikan contoh oleh perjuangan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya.

Begitu juga rakyat Aceh yang telah sadar menentukan nasib sendiri bebas menentukan nasib sendiri dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya tidak akan meniru gerakan Tamil Tiger yang hanya bertujuan untuk mendapatkan otonomi saja.

Saudara Hidajat Sjarif, seperti yang telah diterangkan berulang kali rakyat Aceh menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari penagruh kekuasaan Negara Pancasila atau Negara NKRI yang telah menelan, mencaplok, menduduki, menjajah Negeri Aceh sejak tanggal 14 Agustus 1950 oleh Presiden RIS Soekarno satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan menggunakan dasar hukum sepihak PP RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh.

Saudara Hidajat Sjarif, rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI yang telah menjajah Negeri Aceh dari tanggal 14 Agustus 1950 menuntut kepada pihak NKRI agar pihak Pemerintah NKRI mengetahui apa yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan" telah dilanggarnya dengan cara menduduki dan menjajah Negeri Aceh lewat tangan Presiden RIS Soekarno pada tangal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Saudara Hidajat Sjarif, saudara Hidajat telah menyodorkan cara penyelesaian di negeri Aceh dengan cara "mendapatkan konsesi politic dengan jalan damai non-violence, seperti yang dicontohkan oleh Mahatma Gandhi dan Martin Luther King".

Nah disini rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya melalui jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Axeh di Negeri Aceh.

Nah sekarang saya mau bertanya kepada saudara Hidajat Sjarif, apakah saudara Hidajat Sjarif setuju diadakan referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan sikap YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI ?

Dan tentu saja jangan saudara Hidajat Sjaraif mengatakan setuju tetapi harus bertanya dahulu kepada seluruh rakyat NKRI apakah setuju atau tidak mengadakan referendum di Aceh, sebagaimana yang dilakukan di Canada untuk daerah Quebec. Karena masalah Negeri Aceh adalah tidak sama dengan masalah Quebec di Canada.

Nah inilah saudara Hidajat Sjarif kalau saudara akan menerapkan jurus Mahatma Gandhi dan Martin Luther King di Aceh, yaitu berikanlah kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menjalankan jajak pendapat atau referendum dengan dua opsi, YA bebas atau TIDAK bebas dari NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Hidajat Sjarif" siliwangi27@hotmail.com
To: sirareferendum@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id
Cc: siliwangi27@hotmail.com
Subject: GAM HARUS MENCONTOH"TAMIL TIGER" DAN PLO DEMI PERDAMAIAN Date: Tue, 24 Feb 2004 13:05:29 +0000

Mari kita menengok sebentar ke negara tetangga Indonesia yaitu "SRILANKA" yang mempunyai
masalah yang hampir 100% sama dengan Indonesia, dimana bloody conflict telah yang berjalan
puluhan tahun telah memakan korban ratusan ribu jiwa, yang sebagian besar adalah rakyat kecil
yang tidak berdaya dan berdosa.

Orang orang Tamil membentuk organisasi bersenjata seperti GAM untuk melaksanakan pemberontakan bersenjata untuk mencapai goal dan tujuan politicnya: MEMBENTUK NEGARA TAMIL MERDEKA KELUAR DARI SRILANKA. Jalan kekerasan, terror dan pemberontakan bersenjata yang ditempuh oleh Tamil Tiger "DENGAN OTOMATIS" sebagai konsekuensinya "MENGUNDANG" response dan reaksi dari pemerintah yang sah (LEGITIMATE GOVERNMENT OF SRILANKA) untuk mengerahkan dan menggunakan (DEPLOYMENT) angkatan bersenjata untuk menghadapi pemberontakan bersenjata.

Jadi ini suatu logika yang sangat mudah untuk bisa difahami, penggunaan cara terror dan pemberontakan bersenjata akan mengundang jawaban, reaksi dan response dengankekuatan bersenjata!. Konsekuensinya didalam setiap conflict bersenjata akan timbul suatu "BY PRODUCT OF CONFLICT", yaitu HUMAN RIGHTS VIOLATIONS dan ribuan menjadi korban yang mayoritasnya adalah rakyat kecil yang tidak berdaya dan tidak berdosa.ribuan harus mengungsi meninggalkan kampung halamannya.

Tambah lama conflict bersenjata itu berlangsung. bertambah banyaklah jumlah korban rakyat yang tidak berdosa ini bertambah banyaklah darah yang tidak berdosa ini mengalir dan bertambah
banyaklah penderitaan dan kesengsaraan yang harus dialami dan dipikul oleh rakyat kecil yang
tidak berdosa ini!.Para pemimpin dari "TAMIL TIGER" bisa dan mampu mengambil ini sebagai bahan "UNTUK DIPERTIMBANGKAN", para pemimpin dari "TAMIL TIGER" bisa dan mampu
untuk melihat dan menyadari bahwa TAMIL TIGER tidak akan mungkin bisa mencapai tujuan
politicnya melalui suatu pemberontakan bersenjata!.

Tamil TIGER bisa begitu "FLEXIBLE" untuk menerima kenyataan ini, MENGHENTIKAN JALAN KEKERASAN, TERROR DAN PEMBERONTAKAN BERSENJATA, merubah diri menjadi suatu "KEKUATAN POLITIC" dan "BER-PARTISIPASI" dalam contest dan pertarungan politic dengan jalan damai didalam WADAH DEMOCRACY.

Hasilnya Tamil Tiger mendapatkan konsesi dari pemerintah Srilanka untuk memiliki pemerintah daerah dengan autonomy yang luas dan "HUSUS" yang tidak akan mungkin untuk bisa didapatkan via terror dan pemberontakan bersenjata.

Kita bisa melihat pada contoh lain di Timur Tengah, Rakyat Palestina dengan PLO nya bisa dan mampu untuk melihat pada fakta dan kenyataan, menyadari bahwa "MEREBUT KEMBALI TANAH PALESTINA" dengan jalan kekerasan , terror dan perang adalah hal yang tidak akan mungkin untuk bisa dicapai! karena jalan ini hanya menambah penderitaan dan kesengsaraan yang menimpa rakyat Palestina yang tidak berdosa.Rakyat Palestina dengan PLO nya bisa dan mampu untuk "FLEXIBLE" untuk "MERUBAH PENDIRIAN", mereka tidak lagi bermimpi dan berhayal untuk merebut kembali tanah Palestina dengan menghancurkan Israel, MEREKA MERUBAH PENDIRIAN DENGAN MENGAKUI THE RIGHT OF ISRAEL TO EXIST dan PEACEFUL CO-EXISTENCE THE POINT I AM TRYING TO MAKE HERE adalah

KESATU :Korban rakyat kecil yang tidak berdosa,kesengsaraan,penderitaan yang menimpa rakyat kecil akibat conflict yang berkepanjangan,harus bisa dijadikan "PERTIMBANGAN" untuk bisa"FLEXIBLE"untuk MERUBAH TUJUAN dan MERUBAH JALAN dalam mencapai political objective!.

KEDUA :HUMAN RIGHTS VIOLATIONS akan ada dalam setiap conflict
bersenjata,karena ini adalah "BY PRODUCT" dan konsekuensi dari JALAN KEKERASAN, TERROR dan PEMBERONTAKAN BERSENJATA,dan korban dari "HUMAN RIGHTS VIOLATIONS" adalah rakyat kecil yang tidak berdosa.

KETIGA :GAM merubah diri menjadi "KEKUATAN POLITIC", ikut dan ber-partisipasi didalam contest politic didalam WADAH DEMOCRACY,berusaha mendapatkan konsesi politic
dengan jalan damai..NON-VIOLENCE,seperti yang dicontohkan oleh Mahatma Gandhi dan Martin
Luther King.

KEEMPAT :BERHENTINYA CONFLICT BERSENJATA AKAN MEWUJUDKAN "POLITICAL STABILITY", kondisi awal yang "MUTLAK" harus ada untuk bisa dijalankannya "PEMBANGUNAN ECONOMY", karena hanya dengan "ECONOMIC DEVELOPMENT" akan bisa diciptakannya "ECONOMIC GROWTH", dan hanya dengan adanya economic growth dan economic activity akan bisa dihilangkannya ESENGSARAAN,KEMELARATAN,KELAPARAN dan KETERBELAKANGAN Economic development tidak akan mungkin bisa dijalankan dengan baik dalam kondsi perang dan conflict bersenjata.GBU.

Hidajat Sjarif

siliwangi27@hotmail.com
Edmonton, Alberta, Canada.
----------