Stockholm, 24 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PUJI ANTO SETUJU BANYAK PERGERAKAN KEMERDEKAAN DIATAS NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS PUJI ANTO SETUJU BANYAK PERGERAKAN KEMERDEKAAN DIATAS NKRI

"Yth SIRA Presidium, lain kali kalau ikut diskusi di lembaran milis ini sebutkan dong identitas anda. Kalau SIRA ingin dihormati sebagai wadah institusi yang berlaga di jalur kemanusiaan. Teman-teman milis! Bagaimana kalau Presidium SIRA ini kita bantu untuk merdeka.! Setuju.! Merdeka, Merdeka, Merdeka Nah saudara Sira anda sekarang sudah Merdeka. Jadi tidak perlu lagi menuntut kemerdekaan, mari kita bersama-sama siapkan generasi mendatang yang komit pada tegak dan tegasnya hukum untuk menjadi Indonesia Jaya Bukannya seperti anda-anda ini, begitu kecewa..berontak, begitu sakit hati karena tidak kebagian jabatan atau proyek berontak, begitu tidak kebagian ini, tidak kebagian itu dendam lalu berontak apakah ini perilaku seorang muslimin" (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com ,Tue, 24 Feb 2004 02:48:48 -0800 (PST))

"Bung Ahmad, banyak orang tidak senang kalau dikeritik, apalagi memperbaiki, terutama bangsa Indoneisa, yang berasal dari keturunan penyembah raja-raja, seperti keturunan Suharto, Sukarno dan to-to atau no-no lainnya. Kalau dikeritik sudah pasti menyalahkan orang yang mengkeritik, bahkan buku yang telah ditulis oleh mereka akan dibakar, kalau akan menyebabkan adanya kebenaran didalamnya. Tapi, ketahuilah bahwa peserta diskusi dalam maillist bung Ahmad Sudirman ini banyak yang membela kejahatan para pejabat NKRI yang sudah senag dengan kehidupan menyimpang, baik meteri, moral dan ideologi. Mereka hanya ngomong demokrasi dan reformasi, tapi kalau sudah berhadapan dengan pelaksanaannya, mereka akan membelot. Dasar memang mereka munafik dan plintat-plintut, tak bisa dipercaya, mulai dari presiden sampai kepada kepala RT mereka, mulai dari Magelang sampai ke kali Malang. Jadi bagaimana bisa kita harapkan kemakmuran dalam negara NKRI ini, musykil dan mustahil sampai hari kiamat. Jadi pantas saja bangsa Aceh mau pisah, nampaknya mereka sudah tidak akan percaya lagi dengan orang-orang NKRI. Ada baiknya Bali pun pisah, kalau Bali mau lebih makmur dan terjadi dari kejahatan NKRI, dengan penyakit KKN-nya, penyakit munafiknya."(Puji Anto , puji50@hotmail.com , Tue, 24 Feb 2004 14:16:16 +0000)

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh, dan saudara Puji Anto di Sydney, Australia.

Terimakasih kepada saudara Puji Anto di Sydney, Australia yang telah siap untuk terjun dalam medang perang modern di mimbar bebas tentang referendum dan penjajahan di Negeri Aceh yang telah dijalankan oleh pihak NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya berwajah baru.

Dimana perlu diberitahukan lagi kepada para peserta baru dalam diskusi bebas dalam kancah perang modern ini adalah semua kata-kata yang telah dikirimkan ke milis ini tidak akan disensor satu katapun, disamping itu akan dimuat dan disebarkan keseluruh dunia melalui media internet termasuk di ahmad.swaramuslim.net dan di www.dataphone.se/~ahmad .

Mengenai identitas bisa disembunyikan, artinya menggunakan nama samaran, sebagaimana dahulu pernah dipakai oleh Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono dengan memakai nama samaran Gajah Iskandar dengan alamat email di : pdmdnad@telkom.net , sebelum saya bongkar. Yang akhirnya ketahuan bahwa yang berlindung dibalik nama Gajah Iskandar adalah Kolonel Laut Ditya Soedarsono. Jadi untuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono data-data tentang Gajah Iskandar lengkap ada dalam file saya.

Begitu juga kepada tim SIRA Presidium, tidak perlu membukakan nama sebenarnya, yang penting saya mengetahui bahwa saudara sekarang berada di Kuala Lumpur, Malaysia, Negeri Dr. Mahathir, pokoknya saya tahu dimana saudara berada, biar saya mudah hubungi kalau nanti di Negeri Aceh akan dilaksanakan referendum, yang penting tidak di NKRI apalagi bertetangga dengan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, absolut itu harus dijauhi, nanti kena racun para penerus Soekarno akhli tipu dan tukang caplok Negeri Aceh.

Disini perlu juga diberitahukan kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, jangan berteriak dahulu untuk tujuan menipu di mimbar ini seperti yangditeriakkan oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya : "Teman-teman milis! Bagaimana kalau Presidium SIRA ini kita bantu untuk merdeka.! Setuju.! Merdeka, Merdeka, Merdeka Nah saudara Sira anda sekarang sudah Merdeka."

Itu adalah menipu dan membohongi seluruh rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh, jangan diulangi lagi, Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, di mimbar ini dilarang menipu dan berbohong, apalagi menipu dengan meneriakkan " untuk merdeka.! Setuju.! Merdeka, Merdeka, Merdeka" dihadapan seluruh rakyat NKRI dan di Negeri Aceh.

Rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya adalah melaksanakan jajak pendapat atau referendum, bukan hanya berteriak "merdeka.! Setuju.! Merdeka, Merdeka, Merdeka"

Jadi hal itu harus diingat dan jangan lupa Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh.

Untuk tim SIRA Presidium di Malaysia, kalau boleh kirimkan mengenai data-data pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh anak buah Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, karena masalah pelanggara HAM adalah sangat diperlukan dan sangat penting untuk menjerat kaki dan tangan Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya.

Karena Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya tidak takut dengan peluru dan senjata, tetapi Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya takut kalau pelanggaran HAM yang dilakukan anak buahnya terhadap rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri terbongkar.

Jadi, bagi tim SIRA Presidium kalau ada permintaan dari pihak Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya sperti dengan mengatakan: "Yth SIRA Presidium, lain kali kalau ikut diskusi di lembaran milis ini sebutkan dong identitas anda, Kalau SIRA ingin dihormati sebagai wadah institusi yang berlaga di jalur kemanusiaan", tidak perlu digubris, karena itu sebagai pancingan, nanti itu Raider made in KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu diselundupkan masuk negeri jiran Malaysia menyelinap kedekat rumah tempat tinggal saudara tim SIRA Presidium yang berhampiran dengan rumah kediaman Dr.Mahathir Mohammad mantan Perdana Menteri Malaysia.

Sekarang saya temui saudara Puji Anto kalau tidak salah dalam, catatan saya saudara Puji tinggal di Sydney, Australia, tetapi kalau salah bisa secara pribadi meralatnya lewat jalur pribadi, jangan lewat jalur umum nanti kesadap oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, bisa-bisa pasukan Raider diselundupkan ke Australia untuk membututi saudara Puji .

Memang benar seperti yang saudara Puji katakan: "banyak orang tidak senang kalau dikeritik, apalagi memperbaiki, terutama bangsa Indoneisa, yang berasal dari keturunan penyembah raja-raja, seperti keturunan Suharto, Sukarno dan to-to atau no-no lainnya. Kalau dikeritik sudah pasti menyalahkan orang yang mengkeritik, bahkan buku yang telah ditulis oleh mereka akan dibakar, kalau akan menyebabkan adanya kebenaran didalamnya. Tapi, ketahuilah bahwa peserta diskusi dalam maillist bung Ahmad Sudirman ini banyak yang membela kejahatan para pejabat NKRI yang sudah senag dengan kehidupan menyimpang, baik meteri, moral dan ideologi."

Jelas, saudara Puji saya sudah mengetahuinya, karena salah satunya ya, ini ada peserta dari kelompok penerus Soekarno dan yang mempertahankan hasil caplokan Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini, Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya. Tetapi jangan khawatir, mereka berdua ini sudah sedikit jinak, tetapi masih ada racun-racun hasil tiupan Soekarno yang masih perlu disembuhkan dan diusir dari dalam tubuhnya, terutama dari otaknya.

Memang itulah mengapa saya membongkar kembali itu sejarah yang dibuat oleh para penerus Soekarno yang masih dipertahankan oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya yang pernah mengatakan kepada saya karena saya membongkar kelakuan tipu muslihat Siekarno, dimana Kolonel Laut Ditya Soedarsono berteriak: "jadi sudah jelas kan! Pegangan kang Cepot Sudirman hanya sejarah Indonesia dan buku bahasa Indonesia yang selama ini dijadikan alat untuk berbelit-belit, berputar-putar sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang memang sejak dari dulu dimanfaatkan oleh penjajah Belanda untuk melaksanakan tipu muslihatnya dengan de vide et impera alias memecah belah bangsa Indonesia dan ternyata sekarang digunakan kang Cepot Sudirman untuk memecah belah (Ditya Soedarsono, Fri, 20 Feb 2004 07:47:07 -0800 (PST))

Jelas saudara Puji Anto di Sydney, Australia. Ada juga peserta diskusi ini yang membela kejahatan para pejabat NKRI. Yah, contohnya ini kita punya dua orang, Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, yang berusaha mempertahankan pendudukan, penjajahan Negeri Aceh yang dari sejak tanggal 14 Agustus 1950 dicaplok, ditelan dan diduduki oleh Soekarno.

Memang jelas, Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya sering cerita demokrasi, tetapi dalam prakteknya menjalankan Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003.

Jadi memang mereka berdua ini tidak bisa dipercaya, hanya tidak apalah, untuk sementara biar mereka hidup, karena nanti kalau Negeri Aceh sudah merdeka mereka berdua tidak diperlukan lagi di negeri Aceh.

Selanjutnya saudara Puji Anto mentakan: "Dasar memang mereka munafik dan plintat-plintut, tak bisa dipercaya, mulai dari presiden sampai kepada kepala RT mereka, mulai dari Magelang sampai ke kali Malang. Jadi bagaimana bisa kita harapkan kemakmuran dalam negara NKRI ini, musykil dan mustahil sampai hari kiamat. Jadi pantas saja bangsa Aceh mau pisah, nampaknya mereka sudah tidak akan percaya lagi dengan orang-orang NKRI. Ada baiknya Bali pun pisah, kalau Bali mau lebih makmur dan terjadi dari kejahatan NKRI, dengan penyakit KKN-nya, penyakit munafiknya."

Saudara Puji Anto, disini saya tambahkan sedikit, bahwa rakyat Aceh yang sudah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya berwajah baru tidak ada kaitannya dengan "mereka munafik dan plintat-plintut, tak bisa dipercaya, mulai dari presiden sampai kepada kepala RT mereka, mulai dari Magelang sampai ke kali Malang."

Rakyat Aceh yang sudah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya berwajah baru adalah karena Soekarno telah menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Aceh pada tanggal 14 Oktober 1950 dengan memakai dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS no.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "puji anto" puji50@hotmail.com
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: FW: Fwd: [Lantak] HIDAJAT, SOLUSI REFERENDUM UNTUK SELURUH RAKYAT ACEH DI ACEH LEBIH ADIL & DAMAI
Date: Tue, 24 Feb 2004 14:16:16 +0000

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuhu!

Bung Ahmad, banyak orang tidak senang kalau dikeritik, apalagi memperbaiki, terutama bangsa Indoneisa, yang berasal dari keturunan penyembah raja-raja, seperti keturunan Suharto, Sukarno dan to-to atau no-no lainnya.

Kalau dikeritik sudah pasti menyalahkan orang yang mengkeritik, bahkan buku yang telah ditulis oleh mereka akan dibakar, kalau akan menyebabkan adanya kebenaran didalamnya. Pada satu saat mereka juga akan membakar al-Qur-an, kalau harus memotong tangan-tangan mereka yang senang akan korupsi dan mencuri harta2 rakyat, dengan menggunakan jabatan mereka.

Tapi, ketahuilah bahwa peserta diskusi dalam maillist bung Ahmad Sudirman ini banyak yang membela kejahatan para pejabat NKRI yang sudah senag dengan kehidupan menyimpang, baik meteri, moral dan ideologi.

Mereka hanya ngomong demokrasi dan reformasi, tapi kalau sudah berhadapan dengan pelaksanaannya, mereka akan membelot. Dasar memang mereka munafik dan plintat-plintut, tak bisa dipercaya, mulai dari presiden sampai kepada kepala RT mereka, mulai dari Magelang sampai ke kali Malang. Jadi bagaimana bisa kita harapkan kemakmuran dalam negara NKRI ini, musykil dan mustahil sampai hari kiamat.

Jadi pantas saja bangsa Aceh mau pisah, nampaknya mereka sudah tidak akan percaya lagi dengan orang-orang NKRI. Ada baiknya Bali pun pisah, kalau Bali mau lebih makmur dan terjadi dari kejahatan NKRI, dengan penyakit KKN-nya, penyakit munafiknya.

Saya setuju kalau banyak pergerakan kemerdekaan di atas negara NKRI, kalau itu kan membawa kemakmuran kepada bangsa mereka masing-masing. Karena mengharapkan kemakmuran dibawah NKRI, sama halnya dengan mengharapkan tumbuhnya tanduk kucing.

Wassalam,

Puji Anto

puji50@hotmail.com
Australia
----------

Date: Tue, 24 Feb 2004 02:48:48 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: SEMANGAT MERDEKALAH YANG TIDAK PERNAH DI JAJAH BELANDA.
To: sira_jaringan2000@yahoo.com
Cc: teuku_mirza2000@yahoo.com, siliwangi27@hotmail.com

SIRA Presidium (Ditya Soedarsono)

YANG KEDUA, LOE MIRZA DAN HIDAJAT, HANYA NGAKU ORANG INDON, TAPI UNDANG-UNDANG DARAS INDON NGAK PERNAH DIBACA, BACA DULU, BARU NGOMONG, LIHAT TU DI PENDAHULUAN UNDANG-UNDANG INDON, (SIRA Presidium)

Assalamu'alaikum Wr Wb,

Yth SIRA Presidium, lain kali kalau ikiu diskusi di lembaran milis ini sebutkan dong identitas anda,! Kalau SIRA ingin dihormati sebagai wadah institusi yang berlaga di jalur KEMANUSIAAN.

Kalau melihat milis anda yang menyatakan: "KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA' OLEH KARENA ITU BANGSA ACHEH ADALAH PUNYA HAK UNTUK MERDEKA. "PENJAJAHAN DI ATAS HARUS DI HAPUSKAN" TAPI SEKARANG INDON SEDANG MELAKUKAN PENJAJAHAN ATAS BANGSA ACHEH, BANGSA ACHEH WAJIB BERJUANG MELAWAN SETIAP PENJAJAHAN YANG DILAKUKAN OLEH INDONESIA KEPADA BANGSA ACHEH. (SIRA Presidium)

Kasihan Sira, dalam dunia merdeka ini, ternyata masih dijajah toh.? memang anda betul-betul perlu dikasihani, di saat ada Bang Puteh jadi Gubernur, Bang Bachrumsyah Kasman jadi Kapolda, Bang Jali Yusuf, Kiflan Zein, Tamlicha Ali jadi Jenderal dll banyak lagi orang Aceh yang tinggal di Seluruh wilayah RI dari Sabang sampai Meraoke menikmati kemerdekaan, ternyata Presidium SIRA belum merdeka!?

Teman-teman milis! Bagaimana kalau Presidium SIRA ini kita bantu untuk merdeka.! Setuju.!
Merdeka, Merdeka, Merdeka Nah saudara Sira anda sekarang sudah Merdeka. Jadi tidak perlu lagi menuntut kemerdekaan, mari kita bersama-sama siapkan generasi mendatang yang komit pada tegak dan tegasnya hukum untuk menjadi Indonesia Jaya Bukannya seperti anda-anda ini, begitu kecewa..berontak, begitu sakit hati karena tidak kebagian jabatan atau proyek berontak, begitu tidak kebagian ini, tidak kebagian itu dendam lalu berontak apakah ini perilaku seorang muslimin, apakah demikian sikap dan perbuatan seorang mukmin kalau anda ingin melangka coba pelajari lagi bagaimana sejarah Rasulullah SAW

Kalau anda merasa tidak pernah dijajah oleh Belanda itu benar menurut anda karena anda-anda dilahirkan setelah penjajah kabur dari negeri nusantara, kalau nenek moyang anda pernah bicara Aceh tidak pernah diduduki dan dijajah Belanda itu memang benar, karena itu untuk mengorbarkan semangat kepada generasi penerusnya nyatanya hanya Allah yang Maha Mengetahui, saya kira diseluruh Nusantarapun demikian juga, Belanda boleh saja berkuasa tetapi perjuangan bangsa Indonesia untuk lepas dari Penjajahan tidak akan pernah padam.

Kesimpulannya semangat dan jiwa bangsa Indonesialah sebenarnya yang tidak pernah di jajah oleh Belanda sedangkan secara de fakto dan de jure kita tidak bisa pungkiri!

Akhirnya kepada para milis, bagi yang punya ide, solusi, saran, dan apapun namanya yang bermanfaat untuk segera menyelesaikan konflik di Aceh, saya tunggu kiriman milisnya

WASSALAM,

DITYA

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------