Stockholm, 25 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

APAKAH BENAR KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO & MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA TIDAK PUNYA HATI NURANI ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

APAKAH BENAR KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO & MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA TIDAK PUNYA HATI NURANI ?

"Mari kita berpikir jernih, dari 4,2 Juta rakyat Aceh yang berpredikat GAM cuma 5.200 orang itupun setelah GAM memanfaatkan Nota kesepahaman dan jedah Kemanusiaan dan saat ini yang telah dilumpuhkan oleh TNI/Polri sebanyak 4.602 orang (1644 tewas, 1899 tertangkap, 1059 kembali ke NKRI) jadi hingga hari ini prakiraan pemberontak GAM sisa 598 orang (belum lagi yang sudah kabur keluar wilayah Aceh bahkan sembunyi di Jawa) lagi-lagi minta tolong ama Jawa walaupun Kang Imah Nor benci amat ama Jawa ternyata itu artinya BENAR2 CINTAH NAH Kang Imah nor ternyata yang enggan untuk bergabung dengan anda ternyata lebih banyak sebesar 2958 orang . Mudah-mudahan sisa GAM yang tinggal 598 segera dibukakan pintu sadar dan segera kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi dalam waktu tidak lama lagi Hasan Tiro akan menuai BADAI yang ditebarkannya yang menyebabkan 1644 bonekanya menjadi korban perang sabilnya." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com ,Wed, 25 Feb 2004 09:45:58 -0800 (PST))

"Mirza dan Hidajat, Ditya Soedarsono, saya beri sedikit ilmu untuk kalian, mudah mudahan kalian terhindar dari gangguan jiwa. Kalau Hidajat bilang GAM kepala batu dan Mirza menyokongnya, Soedarsono tepuk tangan. Disini berarti Hidajat dan Mirza alias Soedarsono menyetujui bahwa kepala GAM seperti batu. Hidajat dan Mirza alias Soedarsono, sungguh senang jika GAM kepala batu, sementara kepala manusia di dunia ini, keseluruhannya kepalanya memang keras seperti batu, bodoh aja kalian bertiga ini. Dan tolong kalian ibaratkan, bagaimana sekiranya kepala manusia tidak keras diciptakannya? Tentunya mudah pecah jika terantuk dan segalanya" (Imah Nor , imahnor@hotmail.com , Wed, 25 Feb 2004 11:34:47 +0100)

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh dan Imah Nor di Norwegia.

Ketika hari ini saya menerima email dari Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh yang ditulis paling akhir dengan hurup-hurup besar yang berbunyi:

"SEBAGAI RENUNGAN HARUSKAH KORBAN BERTAMBAH LAGI HANYA KARENA ULAH SEGELINTIR MANUSIA YANG TIDAK PUNYA NURANI!?"

Kemudian saya baca berulang kali, direnungkan, dipikirkan, dihayati, dianalisa, dibayangkan, disimpulkan ternyata lahirlah hasil kesimpulan saya dalam bentuk pertanyaan yaitu, Apakah benar Kolonel Laut Ditya Soedarsono & Mayjen TNI Endang Suwarya tidak punya hati nurani?

Mengapa saya bertanya demikian ?.

Karena pikiran saya melayang kemasa 14 Agustus 1950, ketika Presiden RIS Soekarno dengan kacamata hitamnya membubuhkan tandatangannya diatas kertas yang berisikan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi. Dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh.

Ternyata dari saat Presiden RIS Soekarno menandatangani dasar hukum PP RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan PERPU No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, mulailah area baru yang pada 350 tahun sebelumnya Belanda datang lalu menduduki dan akhirnya menjajah. Ternyata apa yang telah dijalankan oleh Belanda diteruskan oleh Soekarno yang pada tanggal 14 Agustus 1950 memegang pimpinan tertinggi dalam Pemerintah Federasi Republik Indonesia Serikat.

Apa yang telah dijalankan Presiden RIS dengan dasar hukum PP RIS No.21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan PERPU No.5 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Propinsi Sumatera-Utara terhadap Negeri Aceh, merupapakan babak baru yang dinamakan penjajahan baru gaya Soekarno asal Jawa dengan menggunakan Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya.

Bagi kebanyakan rakyat dan para penerus Soekarno di NKRI apa yang telah dijalankan oleh Soekarno tidak tergambar dan tidak terbayang bahwa yang sebenarnya tersembunyi dibalik kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan dan agresi RIS-nya adalah merupakan strategi penjajahan baru yang pada hakekatnya merupakan kelanjutan dari penjajahan lama ala Ratu Juliana dari Kerajaan Belanda yang telah mengakui kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember 1949.

Tidakkah terbayang oleh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh bahwa apa yang telah dijalankan oleh Soekarno dan segelintir pemimpin Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya merupakan suatu tindakan dan "ulah segelintir manusia yang tidak punya hati nurani termasuk para penerusnya sekarang Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya".

Dimana Negara-Negara dan daerah-Daerah yang merupakan Negara Bagian RIS telah ditelan dan dilahap oleh Soekarno melalui Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya dengan hanya mensahkan dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 1950. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 42).

Coba perhatikan kapan Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya menelan Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS sebelum Soekarno menelan dan mencaplok Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Dimana Negara bagian RIS dibawah Presiden RIS Soekarno sampai pada tanggal 17 Agustus 1950 yang dicaplok oleh Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau negara RI-Jawa-Yogya adalah:

1. Daerah Istimewa Kalimantan Barat, ditelan Negara RI-Jawa Jogya, hilang pada 17 Agustus 1950
2. Negara Indonesia Timur, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang pada 17 Agustus 1950.
3. Negara Madura, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 9 Maret 1950
4. Daerah Banjar, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 4 April 1950
5. Bangka, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 4 April 1950
6. Belitung, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 4 April 1950
7. Dayak Besar, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 4 April 1950
8. Jawa Tengah, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 9 Maret 1950
9. Negara Jawa Timur, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 9 Maret 1950
10. Kalimantan Tenggara, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 4 April 1950
11. Kalimantan Timur, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 24 April 1950
12. Negara Pasundan, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 11 Maret 1950
13. Daerah Riau, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 4 April 1950
14. Negara Sumatra Selatan, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 24 Maret 1950
15. Negara Sumatra Timur, ditelan Negara RI-Jawa-Yogya, hilang 17 Agustus 1950
(30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.243-244).

Nah sekarang, Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, apakah masih juga belum mengerti dan paham bahwa segelintir orang yang disponsori oleh Soekarno dari Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya yang tanpa hati nurani telah menelan dan melahap Negara-Negara dan Daerah-Daerah Negara Bagian RIS sehingga hilang lenyap dari permukaan bumi masuk kedalam tubuh Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya yang pada tanggal 15 Agustus 1950 setelah RIS dilebur menjelma menjadi nama NKRI.

Coba sekarang, kalau Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya menuduh kepada pihak rakyat Aceh dibawah pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh dan diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau Negara RI atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya berwajah baru sebagai segelintir manusia yang tidak punya hati nurani.

Padahal kalau Teungku Muhammad Daud Beureueh dan diteruskan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dibandingkan dengan Soekarno cs yang menelan Negara-Negara Daerah-Daerah Negara Bagian RIS dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan de-facto RIS seperti Negeri Aceh, maka
Sebenarnya Soekarno cs termasuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya sebagai penerus Soekarno adalah segelintir manusia di Nusantara ini yang tidak punya hati nurani.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Commented by: Peace ORG on 25 Feb 2004 9:48 am
Ahmad.swaramuslim.net
miranda_hnf@yahoo.co.uk

Saya sependapat dgn pak Hidajat Sjarif bahwa salah satu solusi utk Aceh adalah dgn penguatan kekuatan sipil melalui pembangunan demokrasi

Saya rasa memang solusi militer sangat-sangat rawan mengorbankan rakyat sipil dan menambah kasus2 pelanggaran HAM baik yg dilakukan oleh GAM maupun TNI-POLRI. Tetapi tentu saja inipun tidaklah mudah karena berbagai kepentingan dan arogansi masing2 sayap militer kedua belah pihak.

Hanya saja ada beberapa hal yg ingin saya tambahkan:

Pertama, tentang kerelaan Jakarta utk memohon maaf kpd rakyat Aceh tentu yg dimaksud bukan sekedar di multu saja. Betapa ironinya seorang ibu Megawati yg ketika berkunjung ke Aceh menangis menitikkan air mata sbg ungkapan turut bersedih atas penderitaan rakyat Aceh tetapi belakangan harus menarik kembali air matanya dan menggantinya dgn mengalirkan darah rakyat Aceh. Lalu kelanjutan pemrosesan hukuman thdp para penjahat militer, mulai dari kroco sampai jendral rasanya hilang ditelan bumi. Lihat saja itu kasus Timor Timur, Tj Priuk, Talangsari, dll, kok sampai skrg jendral2 masih enak2 saja duduk di tahtanya masing2, malah mencalonkan diri jadi presiden pula, negri macam apa pula ini. Apakah pak Hidajat Sjarif peka thdp hal2 semacam ini. Kepercayaan rakyat Aceh yg sekian lama dirugikan oleh Jakarta harus dipulihkan terlebih dahulu sebelum menuntut ini itu kpd rakyat Aceh. Konsensi itu mudah hanya jika telah ada saling percaya
saling percaya itu bisa dicapai jika ada saling pengertian dan pengakuan atas kesalahan masing2 dan terbuka thdp tuntutan dan masukan dari pihak yg lain. Saling pengertian bisa dicapai jika keduanya mampu memahami akar permasalahan yg menyebabkan konflik di antara keduanya.

Kedua, saya rasa keinginan rakyat Aceh utk bebas dari NKRI bukanlah sekedar mimpi belaka atau kalaupun itu mimpi bisa saja menjadi kenyataan. Bukankah, adalah 'mimpi' bangsa Indonesia bisa merdeka dari penjajahan Belanda. Kekuatan militer Indonesia tidak ada apa2nya dibandingkan kekuatan militer Belanda ataupun Jepang. Bukankah 'kita' pernah merasakan beratnya dan kejamnya perjuangan. Apakah ketika bangsa/tentara kita membunuhi tentara2 Belanda, merampok tuan-tuan tanah pribumi yg membela Belanda, menentang raja2 kita yg korup dan berpihak kpd Belanda, kita katakan kpd para pejuang itu sbg pemberontak? Apakah ketika kemudian rakyat sipil bangsa kita dibunuhi oleh tentara/antek Belanda, menjadi korban pelanggaran HAM lantas kita katakan kpd para pejuang kita, mari kita hentikan perlawanan thdp Belanda, karena Belanda nanti akan membalasnya terhadap rakyat sipil bangsa kita. Saya rasa logika berpikir perjuangan spt ini juga harus kita pahami atas apa yg sedang dilakukan oleh GAM di samping logika negara kesatuan yg selama ini kita terima dan pahami dari pihak TNI-POLRI. Apakah tanpa sayap militer para pejuang kita, tanpa mengorbankan rakyat sipil bangsa kita, tanpa membasmi penjilat2 penjajah Belanda, pak Karno bisa begitu percaya diri menuntut kemerdekaan RI. Saya rasa dalam perjuangan memang harus ada pengorbanan, apalagi menghadapi sebuah pemerintahan militeristik Belanda, ataupun pemerintahan militeristik RI.

Jadi saya rasa usulan penyelesaian konflik Aceh yg pak Hidajat Sjarif ungkapkan dan saya sependapat dgnnya hanya bisa dijalankan jika pemerintahan RI benar2 telah menerapkan demokrasi pancasila dgn sebenar-benarnya dan sejujur2nya-yg menurut saya masih sangat jauh.

Tentang fleksibilitas yg bapak ungkapkan, saya juga sependapat, tetapi harus juga ditujukan kpd pemerintah RI jakarta. Apakah mereka cukup fleksibel utk memberikan kebebasan kpd rakyat Aceh utk bebas dari RI. Dalam negosiasi damai tidak selayaknya ada istilah harga mati, bahwa kita punya pandangan dan pendirian memang harus, tetapi kan seiring dgn proses perundingan, kita lebih bisa memahami masalah shg pandangan dan pendirian kita bisa saja disesuaikan. Misalnya itu perundingan Linggajati, Renville, Roem-Royen, KMB, dll.

Bukankah pak Karno telah menunjukkan fleksibilitasnya yg cukup tinggi dan tidak mematok harga mati bahwa wilayah RI itu harus meliputi Sabang sampai Merauke. Lantas kalau bapak proklamator kita saja tidak mematok harga mati negara kesatuan RI, mengapa kita yg datang di belakang hari dlm melakukan perundingan harus mematok harga mati. Bahkan bangsa penjajah semacam Belanda pun mampu utk fleksibel thdp tuntutan kedaulatan bangsa Indonesia. Mereka tdk mematok harga mati tidak mau menyerahkan daerah kekuasaannya kpd bangsa Indonesia, meskipun kalau mau kekuatan militer mereka pada waktu itu sangat mampu utk menghancurkan sayap militer pejuang2 kita.

Peace Org

miranda_hnf@yahoo.co.uk
Inggris
----------

Date: Wed, 25 Feb 2004 09:45:58 -0800 (PST)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: Fwd: Re: GAM "KEPALA BATU" PENGHALANG UTAMA PERDAMAIAN
To: imahnor@hotmail.com
Cc: yusrahabib21@hotmail.com, warzain@yahoo.com, lampohawe@yahoo.com, tang_ce@yahoo.com, acehkita@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se

Assalammu'alaikum Wr Wb,

Saudaraku Imah Nor, dalam diskusi ini walaupun kita berbeda keinginan, berbeda pendapat, tak perlulah anda bernafsu seperti ini, memang musuh yang paling berat yang harus kita hadapi adalah melawan hawa nafsu dan ternyata anda tidak mampu menghadapinya. Bagaimana anda akan menyelesaikan permasalahan yang lebih besar?

Bangsa Aceh butuh orang-orang seperti anda, dengan semangat pantang menyerah tapi sayang saudaraku beraninya hanya "lempar batu sembunyi tangan", bicara menggebu-gebu tetapi saudaranya yang di Aceh yang dikorbankan yang nantinya hanya sekedar bicara tentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI/Polri karena membunuh ribuan bangsa Aceh tetapi dia lupa apa yang telah dilakukannya melalui orang-orang GAM yang tidak mengecap pendidikan, preman-preman dan saudara-saudaraku yang tidak mengerti untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji yang pada akhirnya di klim sebagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI/Polri

Mari kita berpikir jernih, dari 4,2 Juta rakyat Aceh yang berpredikat GAM cuma 5.200 orang itupun setelah GAM memanfaatkan Nota kesepahaman dan jedah Kemanusiaan dan saat ini yang telah dilumpuhkan oleh TNI/Polri sebanyak 4.602 orang (1644 tewas, 1899 tertangkap, 1059 kembali ke NKRI) jadi hingga hari ini prakiraan pemberontak GAM sisa 598 orang (belum lagi yang sudah kabur keluar wilayah Aceh bahkan sembunyi di Jawa) lagi-lagi minta tolong ama Jawa walaupun Kang Imahnor benci amat ama Jawa ternyata itu artinya BENAR2 CINTAH NAH Kang Imah nor ternyata yang enggan untuk bergabung dengan anda ternyata lebih banyak sebesar 2958 orang . Mudah-mudahan sisa GAM yang tinggal 598 segera dibukakan pintu sadar dan segera kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi dalam waktu tidak lama lagi Hasan Tiro akan menuai BADAI yang ditebarkannya yang menyebabkan 1644 bonekanya menjadi korban perang sabilnya.

(SEBAGAI RENUNGAN HARUSKAH KORBAN BERTAMBAH LAGI HANYA KARENA ULAH SEGELINTIR MANUSIA YANG TIDAK PUNYA NURANI!?)

WASALAM,

DITYA

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------

From: "imah nor" imahnor@hotmail.com
To: yusrahabib21@hotmail.com,warzain@yahoo.com, lampohawe@yahoo.com,tang_ce@yahoo.com, acehkita@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, dityaaceh_2003@yahoo.com, serambi_indonesia@yahoo.com, siliwangi27@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, trieng@netzero.net, unsyiahnet@yahoogroups.com, rimueng_acheh@yahoo.com
Cc: tapol@gn.apc.org, sirajakarta@yahoo.com, peusangansb@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, nikjusnz@yahoo.com, nur-abdurrahman@telkom.net, muhammad59iqbal@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, lantak@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com
Subject: Re: GAM "KEPALA BATU" PENGHALANG UTAMA PERDAMAIAN
Date: Wed, 25 Feb 2004 11:34:47 +0100

KEPALA BATU DAN KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG.

MIRZA DAN HIDAJAT , DITYA SOEDARSONO , SAYA BERI SEDIKIT ILMU UNTUK KALIAN , MUDAH MUDAHAN KALIAN TERHINDAR DARI GANGGUAN KEJIAWAAN .

KALAU HIDAJAT BILANG GAM KEPALA BATU DAN MIRZA MENYOKONGNYA , SOEDARSONO TEPUK TANGAN , DISINI BERARTI HIDAJAT DAN MIRZA ALIAS SOEDARSONO MENYETUJUI BAHWA KEPALA GAM SEPERTI BATU , HIDAJAT DAN MIRZA ALIAS SOEDARSONO , SUNGGUH SENANG JIKA GAM KEPALA BATU , SEMENTARA KEPALA MANUSIA DI DUNIA INI, KESELURUHANNYA KEPALANYA MEMANG KERAS SEPERTI BATU , BODOH AJA KALIAN BERTIGA INI , DAN TOLONG KALIAN IBARATKAN , BAGAIMANA SEKIRANYA KEPALA MANUSIA TIDAK KERAS DI CIPTAKANYA ? TENTUKNYA MUDAH PECAH JIKA TERANTUK DAN SEGALANYA

MUNGKIN JUGA KEPALA KALIAN LEMBEK SEPERTI (KARTOAN ) BISA DI JADIKAN MAINAN ATAU BALON OLEH MEGA, CS , KARENA LEMBEK DAN PENYET, DAN UNTUK MAIN FILM KARTON BOLEH PAKAI KALIAN BERTIGA , TAK USAH SIBUK SIBUK LUKIS MELUKIS LAGI , KARENA MANUSIA KEPALA LEMBEK SUDAH ADA DI NEGARA PENJAJAH INDONESIA , ITULAH KALIAN BERTIGA , LUAR BIASA BODOH TOLOLNYA KALIAN , KENAPA SAMPAI KE TINGKAT KEPALA PUN TIDAK TAHU , APALAGI HUKUM DAN SEJARAH , KECUALI SEJARAH MAINAN WAYANG KULIT.

JADI MENURUT SAYA LIHAT KALIAN BERTIGA HIDAJAT DAN MIRZA , SOEDARSONO , SUDAH TIDAK TER ARAH LAGI DALAM MENGHADAPI KEHIDUPAN SEBENAR DALAM DUNIA INI , LEBIH LEBIH DALAM SITUASI BANGSA ACHEH KELUAR DARI NKRI, UNTUK APA BIKIN REPOT REPOT KALIAN , ITU KAN HAK BANGSA ACHEH , HAK KALIAN MENJAGA BANGSA YANG MASIH SETIA DALAM KERANJANG NKRI , YA JAGA TERUS , SEBELUM BANGSA ITUPUN KELUAR , TETAPI BANGSA ACHEH TIDAK MAHU LAGI BERSAMA KALIAN PENJAJAH , BAGAIMANA KALIAN TAHAN MENGERTI !

KALIAN JANGAN TAKUT NGOMONGAN AMIN RAIS ITU , KARENA DIA PUN SAMA DENGAN KALIAN , KALAU NGOMONG PUN , KEPENTINGAN DIRI JUGA , MAKANYA , JANGAN TAKUT PERTAHANKAN TERUS BANGSA YANG ADA DALAM KERANJANG NKRI ITU , SELAGI KALIAN JADI SATPAMNYA, (ALGOJONYA) OK.

KALAU ADA BANGSA BANGSA YANG INGIN KELUAR DARI KURUNGAN KERANJANG NKRI ITU , BUNUH TERUS , PANGGIL RYACUDU /TNI/POLRI, TEMBAK BANGSA ITU SESUKA HATI DAN HAPUSKAN BANGSA ITU SAMPAI KE ANTEK ANTEKNYA , DASAR KEPALA KARET , MUDAH AJA JADI PENJAJAH .

BIARPUN DEMIKIAN KALIAN PUNYA KEPALA KARET DISINI SAYA BERI SEDIKIT GAMBARAN JELAS UNTUK KALIAN BAHWA KALIAN BERTIGA CS ,SEBENARNYA KALIAN MEMPUNYAI KEPALA KARET , OTAK BATU , HATI KARANG , BUKTINYA , KALIAN TIDAK PERNAH MENGAKUI KEBENARANNYA , CONTOHNYA , KALIAN LEBIH SENANG BANGSA YANG ADA DALAM NKRI TIDAK KELUAR MENETUKAN NASIB DIRI SENDIR SEPERTI BANGSA ACHEH DAN PAPUA , MALUKU , KENAPA? KARENA KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG, KALIAN.

DAN KENAPA PIHAK NKRI MEMBUNUH BANGSA YANG TIDAK LAGI TUNDUK PADA KALIAN NKRI, SEHINGGA PIHAK NKRI MEMBUNUH SAMPAI HABIS MANUSIA YANG TIDAK BERDOSA ITU , SEBAGAIMANA DI ACHEH SEKARANG INI DAN MALUKU , PAPUA , KENAPA ? KARENA PENJAJAH BERKEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG , KALIAN.

KENAPA TIDAK KALIAN PIKIR BAHWA BANGSA ACHEH , BANGSA MALUKU , PAPUA , MEREKA TIDAK MAHU LAGI DI JAJAH DALAM KERANJANG NKRI ITU , KENAPA MESTI KALIAN TAHAN DAN MEMBUNUH SECARA MEMBABI BUTA ? MEMANG DASAR KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG, KALIAN.

KARENA OTAK BATU DAN HATI KARANG , MAKA , SEMUA YANG MELAWAN DENGAN KEINGINANYA DAN KEPENTINGANYA MESTI DI BERANTAS HABIS , DEMI MENGURAS HARTA BANGSA ITU DAN WILAYAH BANGSA ITU , HANYA ITU TUJUAN PENJAJAH DI MERATA TEMPAT DUNIA INI .

JIKA MANUSIA TIDAK MEMAKAI OTAK BATU HATI KARANG , SAYA KIRA SETIAP KONFLIK YANG TERJADI DI DALAM NKRI , TIDAK SAMPAI PADA TINGKATAN PEMBUNUHAN SAMPAI PADA ANTEK ANTEKNYA DAN MEMBUMI HANGUSKAN ACHEH , KARENA DASAR PENJAJAH MEMAKAI OTAK BATU HATI KARANG , MAKANYA KONFLIK YANG TERJADI DI ACHEH ATAS PEMBUNUHAN RAKYAT SIPIL OLEH TNI7POLRI DI BEUTONG ATEUH , RUMOEH GEUDOENG , RANCOENG , SIMPANG KKA, BUKET TENGKORAK , DAN LAIN LAIN , SUNGGUH BIADAB , INILAH DASAR MANUSIA KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG.

DAN MEREKA MEREKA YANG KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG TIDAK AKAN MEMBIARKAN SATU LANGKAH PUN UNTUK BANGSA YANG ADA DI DALAM KURUNGAN NKRI ,KELUAR UNTUK MENENTUKAN NASIB DIRI SENDIRI ,

SEBAGAIMANA BANGSA ACHEH SEKARANG INI TELAH SADAR BAHWA DIRI DAN BANGSANYA DI JAJAH OLEH NKRI ,SEKIAN LAMA DAN KINI BANGKIT UNTUK MENENTUKAN NASIB DIRI SENDIRIR BEBAS DARI PENGARUH PENAJAJAH INDONESIA JAWA YOKYA.

ITULAH PERMASALAHAN PENDEK JIKA KITA SIMPULKAN , KENAPA MESTI KALIAN BENCI DAN MEMEPERTAHANKAN BANGSA ACHEH BERADA DALAM NKRI , KENAPA? SEMENTARA BANGSA ACHEH TIDAK MAHU LAGI BERSAMA PENJAJAH NKRI ITU , KARENA KALIAN KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG .

MAKANYA KALIAN HARUS PAKAI OTAK LAIN SUPAYA SADAR BAHWA KALIAN SEKARANG INI SEDANG MENGIKAT BANGSA YANG ADA DI DALAM NKRI DENGAN TALI PENJAJAH , TUNDUK DAN PATUH DI BAWAH JAJAHAN KALIAN , ITU TIDAK BETUL , HIDAJAT DAN MIRZA , CS . BILANG SAMA MEGA , YUDHOYONO , RYACUDU , CS .

KALAU KALIAN TIDAK BOLEH DIAM DAN TERIMA KENYATAAN INI MAKA KALIAN ADALAH SALAH SATU MANUSIA YANG MENJIWAI PENJAJAHAN DENGAN MEMAKAI KEPALA KARET OTAK BATU HATI KARANG

MAKANYA HATI HATI MENGELUARKAN KATA KATA UNTUK ORANG YANG SEDANG MELAKSANKAN HAK DAN KEWAJIBANYA DI ATAS TANAH SENDIRI DAN BANGSA SENDIRI YANG TIDAK INGIN DI KURAS HABIS OLEH PENJAJAH INDONESIA JAWA -JOKYA , MENGERTI .

IMAH NOR

imahnor@hotmail.com
NORWEGIA
--------