Stavanger, 28 Februari 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PLUS I + BUMI ACHEH BUKAN SEPERTI DAGANGAN SAHAM DI WALL STREET NEW YORK
Omar Putéh
Stavanger - NORWEGIA.

 

PENJAJAHAN DI NEGERI ACHEH OLEH RI-JAWA-YOGYA TERUS BERLANGSUNG, HASILNYA PLUS I + BUMI ACHEH BUKAN SEPERTI DAGANGAN SAHAM DI WALL STREET NEW YORK

Sekali lagi saya katakan kepada Hidajat, bahwa Referendum model masyarakat Quebec, Canada anda itu, hanya sesuai untuk masyarakat Betawi, Jakarta!

Apalagi jika anda memperhatikan kehendak para anthropologis asing yang menginginkan kalau mungkin, Betawi pisah dari Indonesia, dari Jawa, walaupun satu pulau, mengikuti jejak Quebec di Canada, karena dengannya, masyarakat Betawi akan bisa melestarikan specific kehidupan tata adat-istiadat, bahasa dan sekalian struktur sosiologisnya. Mereka bisa meronggeng dan nyanyikan lagunya Bang Nyamin! Kalau tidak demikian, maka satu-persatu, "orang Betawi", mati dilanggar kuda kepang Indonesia Jawa yang mabuk kemenyan.

Referendum Acheh Sumatra musti referendumnya masyarakat Dunia, Refendum-PBB dan anda tidak perlu menyarankan kepada bangsa Acheh, karena Dr Tengku Hasan di Tiro telah awal memohon pada 29 January, 1992 di PBB Geneva dan Mohammad Nazar dan 2.000.000 (dua juta) bangsa Acheh Sumatra, pada 8 January, 2002, telah memperlihatkan kepada masyarakat dunia!
Anda sendiri musti pelajari dulu akar sejarah Canada dan Quebec, kemudian akar sejarah Acheh Sumatra, karena dulu Penjajah Indonesia menyembunyikan banyak fakta-fakta sejarah bangsa-bangsa di luar Pulau Jawa umumnya.

Malahan "dokumen" sejarah 30 tahun Indonesia Merdeka yang telah disiapkan oleh Sekretariat Negara Penjajah Indonesia Jawapun masih di kamuflasekan.

Tetapi anda beruntung semua orang beruntung karena Ahmad Sudirman mempunyai caranya sendiri membongkar, mencongkel habis "isyarat" disebalik tersurat dan tersirat!

Mengenai pandangan anda berkaitan dengan Palistina dan Israel.

Tahukah anda bahwa, Israel yang berasal dari Canaan di selatan Iraq atau (sumber lain) berasal dari salah satu tempat di Asia Tengah? itu, telah pernah bertempat tinggal di bumi Palistina sejak 4000 tahun yang lalu, sebelum diusir dan dibunuh. Bangsa Israel tercatat oleh sejarah dunia, sebagai sebuah bangsa yang mempunyai 12 suku bangsa dan diantara yang tertua didunia.

Dari 12 suku bangsa Israel itu, habis dibunuh hingga tinggal hanya satu suku bangsa, namun mereka yang survive kemudian terus berjuang mempertahankan identitynya, sebagai bangsa Israel!
Acheh juga akan terus berjuang dengan identitynya , walaupun menjelang kiamat!

Hidajat, memang pihak Vatikan didesak agar memohon maaf atas keterlibatan ummat Katholik Italia dan Spanyola atas korban yang besar, yang pernah dilakukan oleh pihak mereka atas ummat Yahudi.

Lantas anda ingin meyamakan cara yang dilakukan oleh pihak Vatikan itu, sebagai "model" agar mereka, semua Algojo ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa, dari Jenderalnya sampai Prajurit yang terlibat dengan Kejahatan terhadap Manusia dan Kemanusiaan (Criminal againts Humanity), Kejahatan Pemerkosaan Hak-Hak Azasi Manusia (Human Rights Violence) dan sebagai Penjahat Perang (War Criminal) musti diseret ke Mahkamah Penjahat Perang Internaional (International Criminal Court of Justice), sedangkan dilain kalimat anda menyuruh mereka minta maaf?

Kasus minta maaf pernah dilakukan oleh Habibie, Wiranto dan lain-lain dari pihak algojo Penjajah Indonesia Jawa. No! Extremely No!

Sebagaimana Kemanusiaan tidak akan memaafkannya begitulah jugalah bangsa Acheh Sumatra, kecuali menyeret mereka seperti yang anda katakan dalam proposal awal anda. Ke Mahkamah Penjahat Prang Internasional (International Criminal Court of Justice! Megawati Soekarno dari Indonesia Jawa, mungkin Presiden ke 3 didunia yang akan kita seret ke ICCJ setelah Slobodan Milosovic dari Yogoslavia dan Charles Taylor dari Liberia. Dan ini, juga tidak membiarkan Suharto Kleptokracy, algojo nomor 1 setelah Soekarno untuk dituduh sebagai penjahat perang!

Pihak Negara Acheh Sumatra/ASNLF/GAM, akan terus mempersiapkan segala berkas bukti-bukti lengkap atas Kejahatan terhadap Manusia, Kejahatan Pemerkosaan Hak-Hak Azasi Manusia (Human Rights Violence) dan sebagai Penjahat Prang (War Criminal) atas semua Jenderal hingga Prajurit ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa, yang terlibat, agar diseret ke Mahkamah Penjahat Perang Internasional (International Criminal Court of Justice, tampa berlengah-lengah lagi!

Kembali membicarakan pandangan anda terhadap Palestina dan Israel, yang sebagaimana diketahui, bahwa gagasan menegakkan kembali Negara Israel adalah setelah peristiwa seorang Yahudi, Alfred Dreyfus (Dreyfus Affairs) yang dimahkamahkan itu, sehingga menyentuh hati Dr Theodor Herzl, seorang rakyat Hungaria atas suatu yang dirasakan sebagai tidak adil!

Dr Theodor Herzl menjumpai pemerintah Turky untuk menapatkan bantuan mendapatkan tanah sebagai tapak negara Israel itu. Hanya yang nampak lain adalah negara Ethopia, negara Abraha, negara King Solomon, dimana dinegera itu ramai terdapat Yahudi Falasha.

Baru kemudian atas bantuan Arthur James Balfour, Perdana Menteri, keturunan Yahudi, diberikanlah sebuah tapak, dimana tapak tanah negara Israel sekarang ini, telah lebih 4000 tahun dihuni oleh Rakyat Palestina Melihat kepada kenyataan ini, memangnya terlalu sukar bangsa Palestina melepaskan hak atas tanah itu, tanah yang pernah ditinggalkannya 4000 tahun sebelumnya oleh bangsa Israel juga, sesuai dengan cerita dari Kitab Taurat-Old Testament (Kitab Perjanjian Lama) atau degan bukti-bukti/fakta-fakta sejarah lain.

Jadi Hidajat, memang sebenarnya terlalu sukar untuk melepaskan tanah Palestina yang telah pernah diduduki selama 4000 tahun itu, tetapi dalam sekelip mata bisa beralih kepada pihak lain.

Bagi kami bangsa Acheh Sumatra tidak perlu membicarakan exist atau tidak exist bangsa Israel, tetapi anda suka menyebutkannya hanya semata -mata untuk melecehkan sikap perjuangan bangsa Acheh Sumatra. Itu terserahlah kepada anda, anda yang punya urusan, apalagi anda sebenarnya tidak pernah membacanya sebagaimana yang dilakukan oleh Hillary Clinton.

Apakah anda pernah melihat dokumen Palestina, yang sangat authentic itu?

Bagi kami, bangsa Acheh Sumatra khususnya, melihat tanah pusaka Endatu (nenek moyang) kami "diserahkannya bulat-bulat" bumi Acheh Sumatra, Wilayah Negara Acheh Sumatra Yang Merdeka Dan Berdaulat oleh Penjajah Hindia Belanda pada Penjajah Indonesia Jawa ex-tentara upahan KNIL Belanda (sipa'i) pada 27 Desember, 1949, yang baru kami buat tuntutan kembali pada 4 Desember, 1976 atau setelah 27 tahun, mengikut sisi demensi sejarah ketatanegaraan Kerajaan (Negara) Acheh Sumatra atau setelah 26 tahun, mengikut sisi demensi sejarah ketatanegaraan Indonesia Jawa, setelah "dicaplok" oleh Soekarno dari RI-Jawa Jokya pada 15 Agustus,1950, maka Acheh Sumatra telah dijajah oleh Penjajah Indonesia Jawa, bukanlah suatu yang demikian mudahnya untuk dilupakan berbanding dengan 4000 tahun bumi Israel yang telah ditinggalkan, hingga pewarisnya sendiri tidak tahu dimana tapak negara Israelnya itu sendiri.

Tetapi yang aneh dan lucunya Penjajah Indonesia Jawa dan Hidajat Sjarif dari Edmonton, Alberta, Canada telah menolak exist negara Acheh Sumatra yang baru 27 tahun "diserahkan" oleh Juliana-Hindia Belanda atau baru 26 tahun"dicaplok" oleh Soekarno-RI Jawa Jokya dan pengganti-penggantinya, sedangkan Israel yang sudah 4000 tahun meninggalkan tanah airnya, tidak?

Tetapi bagi kami, bangsa Acheh itu urusan/kasus seperti itu sebagai masalah yang lain dan sangat berbeda.

Atau bagaimana dengan tanah bangsa Jawa Majapahit dan Jawa Mataram yang sempat dijajah selama 353 (tiga ratus lima puluh tiga) tahun, tetapi baru dibuat tuntutannya setelah dijajah selama 349(tiga ratus empat puluh sembilan) tahun, malahan bangsa Acheh tidak mempersoalkan? ( NB. Jawa Barat bukan Jawa, walaupun satu pulau tetapi Jawa Barat adalah Sunda! Begitu juga Betawi bukan Jawa tetapi Betawi adalah Betawi, sebagaimana deklarasi Quebec!)
 

Selain itu anda mengatakan agar Acheh Sumatra, mencontohi Martin Luther King Jr, buat apa? Dia kan hanya pejuang hak-hak civil di Amerika. Bagaimana cara anda berpikir sebagai anak Sunda 100%, setelah empat puluh tahun di Canada? Malahan Acheh hari ini berjuang bukan mau pembangunan ekonomi, tetapi mau merdeka!

Arab Saudi itu,negaranya sudah merdeka rakyatnya tidak! Brunei itu, negaranya sudah merdeka, rakyatnya tidak. Canada itu, negaranya sudah merdeka, tetapi sebenarnya tidak (Gubernur Jenderal Inggeris masih bertakhta disana!

Karena cara anda berpikir agaknya demikian, maka anda dengan sombongnya mengatakan GAM itu keras kepala! Apanya yang keras kepala?

ASNLF/GAM itu adalah sebuah organisasi perjuangan yang meperjuangkan dan membela Acheh itu, sebagai sebuah bangsa!

Apakah salahnya kalau PJM Djumhana Wiraatmadja itu, mengikrarkan diri beliau sebagai bangsa Sunda, warganegara Pasundan?

Apakah salahnya kalau PJM Soeria Kartalegawa itu, mengikrarkan diri beliau sebagai bangsa Sunda, warganegara Pasundan?

Apakah salahnya kalau PJM R.A.A. Wiranatakusumah itu, mengikrarkan diri beliau sebagai bangsa Sunda, warganegara Pasundan?

Apakah salahnya PJM Imam Soekarmadji Maridjan Kartosuwiryo itu mengikrakan diri beliau sebagai bangsa Sunda warga negara NII?

Atau apakah salahnya Soekarno itu, mengikrarkan dirinya sebagai bangsa Jawa, warganegra RI-Jawa Jokya?

Begitulah hari ini, apakah salahnya bangsa Acheh Sumatra itu mengikrarkan diri mereka sebagai bangsa Acheh, warga negara Negara Acheh Sumatra?

Yang hari ini disembelih oleh Endang Suwarya adalah GAM, mereka-meraka yang telah mengikrarkan diri mereka sebagai bangsa Acheh! Tetapi Komandan Satuan Tugas Penerangan Propinsi NAD, Pangeran Dorna: Ditya Soedarsono alias Kecoa dari Jerman alias Gajah Iskandar alias Laksamarda alias Teuku Mirza alias Cut Mizarda alias Apha Maop, aneuk Kaphé Penjajah Indonesia Jawa alias Sagir Alva alias Rahmatullah ICMI-Jedah alias Sadoso Muko, mengatakan lain bahwa ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa telah menyembelih 5000 lebih GAM dan itu dimaksud sebagai TNA, Tentara Negara Acheh.

ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa telah menyembelih rakyat sipil yang tidak bersenjata dan tidak berdosa! Mengapakah anda, Hidajat Sjarif tidak mengatakan biadab dan dzalim kepada tentara agressor Penjajah Indonesia Jawa itu, tetapi sebaliknya?

Tetapi kami senantiasa akan mengatakan ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa itu sebagai tentara yang biadab dan tidak berprikemanusiaan! Dan tolong sampaikan dan siarkanlah kepada seluruh masyarakat Canada umumnya dan masyrakat Quebec khususnya bagaimana biadab dan tidak berprikemanusiaannya ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa itu terhadap bangsa Acheh Sumatra!

Mengenai Tamil Tiger, itu adalah kumpulan pejuang Tamil yang menuntut kesamaan yang adil antara Tamil dan Shinalis. Pemerintah Shinalis memperlakukan masyrakat Tamil sebagai warganegara kelas 3! Semua dari Perwira Pertama, Menengah hingga Perwira Tinggi dari Shinalis sama seperti Indonesia Jawa , semua bangsa Jawa dominan! Demikian juga lapangan kerja.

Pulau Ceylon itu pertama diterokai oleh masyrakat Tamil yang datang dari Tamil Naidu! Tetapi Shinalis yang datang meneroka kemudian, yang berasal dari Calcutta (Kolokata-nama sekarang), mendominir Pulau Ceylon itu, karena Shinalis lebih awal mendapat legimaitasi dari Portugis, Belanda dan terakhir oleh Inggeris. Jadi kalau masyrakat Tamil (Tamil Tiger) itu, berjuang untuk legitimasi Otonomi, maka mereka adalah pemberontak atau rebeller.

Sedangkan ASNLF/GAM adalah organisasi perjuangan merebut kembali tanah airnya, sebagai pejuang kemerdekaan atau Freedom Fighter! Adakah Hidajat Sjarif dapat memahaminya, sebagaimana selalu diulang-ulang oleh saudara Ahmad Sudirman mengenai kehendak bangsa Acheh Sumtra untuk menentuklan nasibnya sendiri (self determination rights).

Jadi ASNLF/GAM itu bukan gerakan seperatist! Silakan anda baca kembali sejarah vertikal Kerajaan (Negara) Acheh Sumatra! Tetapi ASNLF/GAM itu adalah gerakan perjuangan kemerdekaan!!! Pejuang Acheh Merdeka adalah Freedom Fighter!!!

Tetapi jika Betawi mengambil model referendumnya Quebec untuk menuntut pemisahan dari Indonesia Jawa, maka Gerakan Kemerdekaan Betawi itu, dianggap Gerakan Seperatis Betawi Merdeka, sama seperti Gerakan Geperatis Quebec Merdeka! Atau kalau Canada menuntut mengusir Gubernur Jenderal Inggeris keluar dari Canada, maka Canada juga dikatakan sebagai seperatis!

Adakah Hidajat Sjarif ingat bahwa Canada sebenarnya masih ditambat diikat dengan tali penjajah Inggeris dalam Commonwealth?

Inggeris dikenal sebagai Penjajah Modern dan Belanda dikenal sebagai Penjajah Conservative. Mahatma Gandhi tidak perlu angkat senjata, hanya cukup laksanakan puasa- India lantas Merdeka!
Maka perlu anda ingat Penjajah Indonesia Jawa ini sama seperti Penjajah Spanyola di Latin Americana dulu, sebagai Penjajah Orthodox!

Penjajah Spanyola mengahapuskan semua laki-laki Red Indian dan mengawini wanita-wanitanya dan menukar bahasa mereka dengan bahasa Spanyola!

Penjajah Indonesia Jawa menghapuskan pejuang-pejuang Acheh Sumatra, dengan terus menembak ditempat, walaupun mereka dapat menawannya (berbeda dengan propaganda Ditya). Walaupun mereka menyadari bahwa ada rumah tahanan yang jika tidak cukup di Sumatra masih juga ada tersedia di Pulau Jawa dan sekitarnya. Itulah sebabnya gerakan kebiadaban mereka disifatkan sebagai gerakan: Homicide, Genocide dan Etnocide.

Mengikut cara Penjajah Spanyola: Teringat kami kepada Mochtar Lubis, penulis kawakan, penerima Ramon Magsaysay dan Prof Sutan Takdir Alisyahbanapun pernah mengatakan bahwa Indonesia sejak dari awal coba menjajah Bahasa Indonesia (Melayu) dengan merusak struktur bahasa Indonesia (Melayu) dan mengisi sebanyak banyaknya perbendaharaan Jawa dan Jawa Kuno, sehingga kesembingan berat keciri-cirian/specific bahasa Indonesia (Melayu) itu akan hilang dan tidak lagi akan berwibawa sebagai bahasa linggua franca!

Atau kami telah sebutkan sebelumnya bahwa Indonesia itu akan ditukar menjadi Jawa! Begitulah sebenarnya, bagaimana jahat dan kotornya Penjajah Indonesia Jawa, dengan program Soekarno in the end dari revolusi yang belum selesainya: Indonesia akan menjadi Jawa dengan proses Jawanisasi!

Atau bagaimana dengan sebuah ungkapan: Lupakan project raksasa: Jalan Raya Amazon dan masalah West Bank Jordania jika dibandingkan dengan program jahat Penjajah Indonesia Jawa!

Wassalam

Omar Putéh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------