Stockholm, 2 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TIM EMHA AINUN NADJIB: MAAFKAN KAMI PAK AHMAD SUDIRMAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TIM EMHA AINUN NADJIB: MAAFKAN KAMI PAK AHMAD SUDIRMAN
SAYA MAAFKAN TIM EMHA AINUN NADJIB DI PADHANG MBULAN YOGYAKARTA

"Pak Ahmad Sudirman yth, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami terhadap perjuangan bapak, kami memberitahukan, bahwa mengingat posting2 bapak dapat menimbulkan potensi polemik yang berkepanjangan sehingga bisa menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan dalam forum milist Padhang mBulan ini, maka untuk saat ini terpaksa, dengan berat hati, posting bapak kami moderate, sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan2 posting yang disampaikan selama ini. Dan bagi rekan-rekan yang masih menginginkan untuk diskusi dengan pak Ahmad Sudirman, silakan menggunakan jalur pribadi beliau langsung. Demikian pemberitahuan kami, sekali lagi mohon maaf atas keputusan yang mungkin tidak populer ini." (Milist Padhang mBulan Net , milist@padhangmbulan.com , 2 mars 2004 01:45:20 )

"Lho gimana sih kok jadinya kayak begini. Berantakan, serabutan, ruwet, buntu, absurd. Susah dirumuskan, apalagi dibereskan. Duh aduh, ini salah awalnya atau gimana. Atau karena badan kita ini terlalu besar. Sementara jiwa kita agak kerdil. Suka amat kita ini omong kosong. Besar kepala, ilmu kita tidak seberapa tapi hati kita takabur, takabur, takabur. Kita rajin sekali bersumpah dibawah kitab suci. tapi diam-diam hati kita tahu.bahwa itu semua akan kita langgar sendiri.(Quoted by Redaksi from :"Trilogi Puisi, Doa Mencabut Kutukan, Tarian Rembulan, Kenduri Cinta",Emha Ainun Nadjib, Gramedia, Jakarta, 2001, cet.i., Milist Padhang mBulan Net , milist@padhangmbulan.com , 2 mars 2004 01:15:39)

Terimakasih saudara Tim Milist Padhang mBulan Net di Yogyakarta, Indonesia.

Saya mengerti dan memahami mengenai situasi yang dihadapi oleh para pengasuh Milist Padhang mBulan Net dibawah lindungan Cendekiawan Emha Ainun Nadjib ini.

Jelas, kalau pengurus Milist Padhang mBulan Net yang sudah lebih dari 5 tahun bergaul dengan saya yang sekaligus juga sebagai anggota Milist Padhang mBulan Net ini, telah mengenal para anggota grup diskusi di Milist Padhang mBulan Net. Begitu juga sedikitnya telah mengenal Penanggung Jawab Milist Padhang mBulan Net Cendekiawan Emha Ainun Nadjib dari tulisan-tulisan puisinya, seperti yang saya kutif pusinya dan ditampilkan dalam tulisan sekarang ini.

Tetapi, tentu saja saudara Pengurus Milist Padhang mBulan Net kita ada masanya bertemu, dan ada juga masanya berpisah. Hanya saja perpisahan secara sepihak ini tidak akan menjadikan hubungan tali silaturahmi sesama muslim terputus. Bagaimanapun kita berbeda dalam pandangan, pikiran, analisa, sikap, niat dan tujuan untuk membangun Negeri Aceh ini, tidaklah akan menjadikan diantara ummat Islam baik yang ada di NKRI ataupun yang ada di Negeri Aceh putus hubungan ukhuwah Islamiyah-nya.

Saya yakin dan percaya penyebab dari masalah kemelut di Negeri Aceh ini adalah karena Negara Pancasila atau NKRI yang telah menelan dan mencaplok Negeri Aceh memakai tangan Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 melalui mulut Propinsi Sumatera Utara dengan jalan menetapkan Peraturan Pemerintah RIS No. 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan PERPU No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh, satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tangal 15 Agustus 1950.

Nah inilah yang menjadi akar masalah utama mengapa timbul konflik dan kemelut di Negeri Aceh sampai detik sekarang ini.

Hanya saja, saya belum pernah membaca alasan lain lagi yang lebih baik dan memiliki fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah dari apa yang telah saya ungkapkan dan jelaskan diatas yang pernah saya baca dari para anggota Milist Padhang mBulan Net. Hanya beberapa orang saja dari Milist Padhang mBulan Net yang menyampaikan tanggapannya tentang Negeri Aceh seperti dari saudara Tato Suwarto dari Jakarta, saudara Abdul Karim dari Jakarta , saudara Dobing dari Jakarta, saudari Meilany dari Tangerang, Banten, dan dari beberapa orang lagi yang tidak saya tuliskan disini.

Jadi, dari pihak saya, Ahmad Sudirman, sebagai pengasuh mimbar bebas tentang referendum dan penjajahan di Negeri Aceh oleh NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya tidak merasa keberatan kalau dari pihak Tim Pengasuh Milist Padhang mBulan Net sudah mengambil keputusan: "bahwa mengingat posting2 bapak dapat menimbulkan potensi polemik yang berkepanjangan sehingga bisa menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan dalam forum milist Padhang mBulan ini, maka untuk saat ini terpaksa, dengan berat hati, posting bapak kami moderate, sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan2 posting yang disampaikan selama ini. Dan bagi rekan-rekan yang masih menginginkan untuk diskusi dengan pak Ahmad Sudirman, silakan menggunakan jalur pribadi beliau langsung. Demikian pemberitahuan kami, sekali lagi mohon maaf atas keputusan yang mungkin tidak populer ini."

Tentu saja, masalah Aceh ini tidak hanya dibicarakan dalam grup diskusi Milist Padhang mBulan Net ini saja, melainkan dibicarakan juga di Milist- Milist lainnya seperti, PPDI@yahoogroups.com , oposisi-list@yahoogroups.com , mimbarbebas@egroups.com , politikmahasiswa@yahoogroups.com , fundamentalis@eGroups.com , Lantak@yahoogroups.com , kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com . Juga dibicarakan dalam milis khusus ahmad@dataphone.se , serta di ahmad.swaramuslim.net

Jadi terakhir, selamat bertemu kembali kepada saudara pengurus Milist Padhang mBulan Net , walaupun kita tidak bertemu dalam dunia Milist Padhang mBulan Net tetapi toh, kita masih bisa berjumpa di darat atau ditempat lain selain di Milist Padhang mBulan Net .

Dan tidak lupa saya pun memohon maaf kepada pengasuh dan penanggung jawab Milist Padhang mBulan Net Cendekiawan Emha Ainun Nadjib kalau ternyata dengan banyaknya tulisan-tulisan saya tentang Negeri Aceh yang dijajah oleh pihak NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya ini dalam Milist Padhang mBulan Net "telah menimbulkan potensi polemik yang berkepanjangan sehingga bisa menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan dalam forum milist Padhang mBulan ini."
Semoga kita akan berjumpa di darat di gelanggang Negara Aceh Merdeka.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Milist Padhang mBulan Net <milist@padhangmbulan.com>
Date: 2 mars 2004 01:45:20
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject: [padhang-mbulan] Maafkan kami pak Ahmad Sudirman

Bismillahirrohamnirrohim,
Assalamualaikum,

Pak Ahmad Sudirman yth, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami terhadap perjuangan bapak, kami memberitahukan, bahwa mengingat posting2 bapak dapat menimbulkan potensi polemik yang berkepanjangan sehingga bisa menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan dalam forum milist Padhang mBulan ini, maka untuk saat ini terpaksa, dengan berat hati, posting bapak kami moderate, sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan2 posting yang disampaikan selama ini.

Dan bagi rekan-rekan yang masih menginginkan untuk diskusi dengan pak Ahmad Sudirman, silakan menggunakan jalur pribadi beliau langsung.

Demikian pemberitahuan kami, sekali lagi mohon maaf atas keputusan yang mungkin tidak populer ini.

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum,

Tim Milist PmBNet

milist@padhangmbulan.com

Yogyakarta, Indonesia
----------

From: Milist Padhang mBulan Net <milist@padhangmbulan.com>
Date: 2 mars 2004 01:15:39
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com
Subject: [padhang-mbulan] Puisi Rayap (1)

Lho gimana sih kok jadinya kayak begini
Berantakan, serabutan, ruwet, buntu, absurd
Susah dirumuskan, apalagi dibereskan
Duh aduh, ini salah awalnya atau gimana
Atau karena badan kita ini terlalu besar
Sementara jiwa kita agak kerdil
Suka amat kita ini omong kosong
Besar kepala, ilmu kita tidak seberapa
tapi hati kita takabur, takabur, takabur
Kita rajin sekali bersumpah dibawah kitab suci
tapi diam-diam hati kita tahu
bahwa itu semua akan kita langgar sendiri.

Quoted by Redaksi from :
"Trilogi Puisi, Doa Mencabut Kutukan, Tarian Rembulan, Kenduri Cinta",
Emha Ainun Nadjib, Gramedia, Jakarta, 2001, cet.i.

Tim Milist PmBNet

milist@padhangmbulan.com
Yogyakarta, Indonesia
----------