Stockholm, 2 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TEUKU MIRZA KEMANA ITU KOLONEL LAUT DITYA & MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA TERUS SEMBUNYI ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUKU MIRZA KEMANA ITU KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO & MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA TERUS SEMBUNYI ?

"Belain dong di Forum Internasional. Kalo teriak-teriak di sini nggak artinya malah Anda dicemoohi, mereka adalah korban dari orang-orang seperti Anda yang memberi impian-impian busuk. Setelah mereka terperosok dalam perangkap. Anda cuma cuap-cuap di milist, Apa artinya Tuan, kasihan deh." (Teuku Mirza , teuku_mirza@hotmail.com , 2 mars 2004 05:22:08)

"Hj Inayati S Tarmizi isteri Bupati Aceh Utara bersama Hj Marlinda Puteh, isteri Gubernur NAD akan mengikuti Konferensi Commission on the Status of Women (CSW) ke-48 yang digelar di Markas PBB New York mulai 1 hingga 12 Maret 2004 mendatang. Dimana mereka berdua akan mengupas secara nyata potret perempuan dalam konflik Aceh, selain membawa berbagai foto juga akan dibahas untuk mencarikan solusinya apa yang harus dilakukan kepada mereka."
(Muhammad Iqbal , muhammad59iqbal@yahoo.com , Mon, 1 Mar 2004 14:41:55 -0800 (PST))

Baiklah Teuku Mirza di Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia dan Muhammad Iqbal di German kalau saya tidak salah, kalau salah tempat mohon saudara Muhammad Iqbal memberitahukan melalui jalur pribadi saja.

Begini pertama saya jumpai Teuku Mirza.

Jangan khawatir Teuku Mirza.

Tenang saja, Teuku Mirza. Kemana itu Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh ?

Apakah Kolonel Laut Ditya Soedarsono disuruh tutup mulut oleh Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya ?

Atau memang Kolonel Laut Ditya Soedarsono disuruh tutup mulut oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto ?

Eh, Teuku Mirza coba tanya itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono mengapa sembunyi dibalik sudut meja sana? Yang biasanya petentengan dengan segala macam komentar yang tidak bermutu, sekarang setelah digebrak mengenai Pemilu 5 April 2004 sebagai alat penipu rakyat Aceh ? Mana itu sanggahan dan tanggapan balasan dari Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya ?

Disamping setelah pelanggaran Hak Hak asasi Manusia yang telah dilakukan oleh pihak TNI/POLRI dan Raider di Negeri Aceh dan telah tercium dan diketahui oleh George W Bush di Gedung Putih setelah mendapat laporan dari pihak the Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor , February 25, 2004" yang dimuat di http://www.state.gov/g/drl/rls/hrrpt/2003/27771.htm , sehingga itu Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu termasuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya telah dijewer telingannya oleh George W Bush. Begitu juga tidak ketinggalan itu Menlu Noer Hassan Wirajuda kena duluan digetok George W. Bush

Eh, Teuku Mirza, dengan tampilnya saya di mimbar bebas ini, itu pihak Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang disokong oleh Menlu Noer Hassan Wirajuda, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong menjadi kalang kabut.

Bagaimana tidak, Teuku Mirza, mereka itu dari mulai Presiden Megawati sampai kepada bawahannya, tidak mampu menumbangkan dan menyanggah argumentasi mengenai pencaplokan Negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI melalui penetapan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi oleh Presiden RIS Soekarno yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya oleh Presiden RIS Soekarno. Dan penetapan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang termasuk didalamnya wilayah daerah Aceh yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja masuk kedalam lingkungan daerah otonom Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, dan keikhlasan dari seluruh rakyatv Aceh dan pimpinan rakyat Aceh.

Eh, Teuku Mirza, sampai-sampai itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya diam seribu bahasa.

Teuku Mirza saya tahu bahwa itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya sedang sembunyi dibalik sudut meja diruang kerjanya di negeri Aceh.

Tetapi tentu saja, itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya tidak bisa bersembunyi dari sorotan Ahmad Sudirman dari Stockholm.

Begini saja, Teuku Mirza, coba telefon itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya, mengapa tidak memberikan tanggapan mengenai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI dan Raider di Negeri Aceh ? dan suruh dijawab dan ditanggapai bahwa Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh adalah alat penipu rakyat Aceh ?.

Teuku Mirza hari ini saya dapat berita dari saudara Muhammad Iqbal mengenai itu Istri Gubernur Aceh Abdullah Puteh yang bernama Marlinda dan Istri Bupati Aceh Utara Tarmizi A Karim, yang bernama Hj Inayati akan mengikuti Konferensi Commission on the Status of Women (CSW) ke-48 yang digelar di Markas PBB New York mulai 1 hingga 12 Maret 2004 mendatang. Dimana mereka berdua akan mengupas secara nyata potret perempuan dalam konflik Aceh, selain membawa berbagai foto juga akan dibahas untuk mencarikan solusinya apa yang harus dilakukan kepada mereka."

Eh, Teuku Mirza apakah betul berita ini ?
Bagaimana itu Istri-Istri penguasa Negeri Aceh yang suami-suaminya, Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan Bupati Aceh Utara Tarmizi A Karim yang merupakan sebagian dari para aktor pelaksana pendudukan dan penjajahan negeri Aceh, akan mengikuti Konferensi Commission on the Status of Women (CSW) ke-48 yang digelar di Markas PBB New York. Kemudian akan memberikan cerita tentang potret perempuan dalam konflik Aceh.

Lucu jadinya, istri-istri para aktor penjajah NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya yang mengobarkan perang di Negeri Aceh 19 Mei 2003, eh, tahu-tahu mau jadi pembicara wanita Aceh pula.

Bagaimana itu Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan Bupati Aceh Utara Tarmizi A Karim ?

Itukan sama dengan istri-istri penyamun disuruh cerita mengenai istri-istri orang yang telah suaminya di rampok dan dibunuh ?

Ah, itu tidak lucu Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan Bupati Aceh Utara Tarmizi A Karim ?

Eh, bagaimana itu pendapat dari Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya masih juga diam seribu bahasa ?

Memang rusak Negeri Aceh ini, sudahlah Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya memang sudah rusak, ditambah lagi ini Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan Bupati Aceh Utara Tarmizi A Karim yang mengirimkan istri-istrinya untuk mengikuti Konferensi Commission on the Status of Women (CSW) ke-48 yang digelar di Markas PBB New York.

Eh, saran saya kepada itu Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan Bupati Aceh Utara Tarmizi A Karim, daripada dikirim itu istri-istri ke Konferensi Commission on the Status of Women (CSW) ke-48 yang digelar di Markas PBB New York untuk hanya menipu saja, lebih baik suruh merangkai bunga saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From:teuku mirza teuku_mirza2000@yahoo.com
Date: 2 mars 2004 05:22:08
To:Lantak@yahoogroups.com, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com
Subject:[OPOSISI] Re: [Lantak] MEGAWATI&YUDHOYONO PUKUL JURURUNDING GAM SETELAH GAGAL HADAPI GAM DALAM JCMTOKYO

Belain dong di Forum Internasional.

Kalo teriak-teriak di sini nggak artinya malah Anda dicemoohi, mereka adalah korban dari orang-orang seperti Anda yang memberi impian-impian busuk.

Setelah mereka terperosok dalam perangkap. Anda cuma cuap-cuap di milist, Apa artinya Tuan, kasihan deh.

Wassalam

Teuku Mirza

Universitas Indonesia
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Mon, 1 Mar 2004 14:41:55 -0800 (PST)
From: Muhammad Iqbal muhammad59iqbal@yahoo.com
Subject: Dua" Tali barut" NKRI akan ke PBB untuk menjual Aceh untuk keselamatanvIndonesia.
To: ahmad@dataphone.se

Inayati Boyong Potret Wanita Aceh ke Markas PBB

TATKALA kesibukannya mengatur mempersiapkan berbagai fasilitas menjelang pembukaan "Peyasan Raya Pase-2" di Aceh Utara, Hj Inayati S Tarmizi Karim menerima sepucuk surat yang dikirim melalui faxcimile ke rumahnya. Seorang di antara keluarganya memberitahukan sekaligus menyodorkan surat undangan. Kala dilihat ternyata berasal dari Amirika Serikat yang isi antara lain mengundangnya hadir dalam Konferensi Commission on the Status of Women (CSW) ke-48 yang digelar di Markas PBB New York.

Berkaitan dengan undangannya ke Amirika melalui Meneg Perempuan RI dan KOWANI, Inayati mendadak membuat rapat kecil dengan sejumlah panitia pelaksana Peyasan Pase, agar pelaksanaan even tersebut tidak akan mengecewakan. H Armia Ibrahim SH dan beberapa panitia lainnya diberikan tanggung jawab penuh karena rapat sepakat mendorong Hj Inayati agar segera berangkat sesuai undangan tersebut ke New York.

Kepergian Hj Inayati S Tarmizi sebagai isteri Bupati Aceh Utara bukan hanya sendiri, tapi dia datang ke sana bersama Hj Marlinda Puteh, isteri Gubernur NAD. Kedua pimpinan wanita di Aceh itu, Senin (1/3) kemarin, melalui Medan berangkat menuju AS, keduanya berada di New York mengikuti CSW di markas PBB New York mulai 1 hingga 12 Maret 2004 mendatang.

Keberangkatan wanita pemecah rekor bunga raksasa di Indonesia itu, ketika ia sedang melaksanakan sebuah keramaian rakyat dalam bentuk vestival kesenian tradisional sejumlah rakyat melalui "Peyasan Pase-2". Namun, usai pembukaan dilakukan ia terus meninggalkan arena peyasan itu menuju ke New York Amirika bersama Marlinda Puteh.

Minggu malam (29/2) Ketua Dekranasda Aceh Utara itu melalui telepon dari sebuah hotel di Medan kepada Serambi mengatakan, pihaknya dengan Marlinda Puteh akan berangkat menuju New York Senin (1/3) melalui Medan. Melalui HP Inayati menitipkan salam buat masyarakat Aceh. "Doakan kami bersama Ibuk Marlinda semoga selalu dalam lindungan Allah dan sukses dalam melaporkan tentang apa yang dirasakan rakyat Aceh selama konflik," pesan Inayati S Tarmizi Minggu tengah malam.

Dalam percakapan itu Inayati mengaku telah mempersiapkan bahan terutama tentang kehidupan wanita di daerah konflik. "Saya akan uraikan apa yang saya lihat di lapangan selama ini. Apa yang saya lihat di Paya Bakong, Langkahan, Matangkuli, Simpang Keuramat, Nisam dan beberapa daerah lainnya di Aceh Utara khususnya dan di daerah Aceh pada umumnya," kata ibu empat orang anak dari hasil perkawainannya dengan Ir Tarmizi A Karim Msc.

Menurut Inayati, pihaknya bersama Marlinda Puteh nanti dalam forum itu mengupas secara nyata potret perempuan dalam konflik Aceh, selain membawa berbagai foto juga akan dibahas untuk mencarikan solusinya apa yang harus dilakukan kepada mereka. "Tidak lain selain menambah pendidikan kepada anak-anak usia dini, pemberdayaan ekonomi sebagai upaya tueng seumangat bagi wanita Aceh," ujar Inayati yang juga ketua KKPU Aceh Utara.

Sebagai kelengkapan informasi tentang wanita dan masyarakat di daerah konflik, Inayati juga ikut memboyong sebuah komputer yang di dalamnya tersimpan potret wanita Aceh yang sempat direkam. Sejumlah wajah wanita telah direkam di komputer tersebut yang akan ditunjukkan kepada masyarakat dunia melalui pertemuan di markas PBB itu. Karena itu Inayati sangat berharap bantuan doa dari seluruh masyarakat Aceh, karena apa yang dilakukan itu demi kepentingan masyarakat Aceh.

Semua itu nanti akan kami laporkan ke lembaga-lembaga internasional guna dapat melakukan kegiatan sosial memberdayakan perempuan Aceh dengan berbagai upaya. (ib)
----------