Stavanger, 3 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PEMILU DI ACHEH DALAM KEADAAN BAHAYA DAN PEMBUNUHAN LEWAT KEPPRES NO.28/2003
Imah Nor
Stavanger - NORWEGIA.

 

JELAS PEMILU DI ACHEH DALAM KEADAAN BAHAYA DAN PEMBUNUHAN LEWAT KEPPRES NO.28/2003.

Setelah sekian lama bangsa Acheh di bunuh , disiksa , diperkosa , di hukum , sesuka hatinya oleh penjajah Indonesia , Mega Cs /Ryacudu /TNI/POLRI/RAIDER, namun bangsa Acheh sampai sekarang masih mempertahankan hak dan kewajibannya untuk memerdekakan Acheh dari penjajahan NKRI, walaupun ribuan nyawa hilang dari hari ke hari, di merata tempat bergelimpangan Mayat manusia , akibat ulah dari kebrutalan dan ketidak manusiawinya para penjajah Indonesia dan TNI/POLRI/RAIDER di negeri Acheh , sampai detik ini bangsa Acheh masih dalam keadaan tersiksa dan MENERIMA pembunuhan .

Kenyataan kebiadaban dan ketidak manusiawinya para gerombolan penelan dan pencaplok negeri Acheh yang tidak pernah mengundang kesadaran dan tidak pernah ada rasa mengupayakan untuk ambil kebijaksanaan yang tepat atas kekejamannya terhadap bangsa Acheh yang sudah ribuan nyawa melayang , sebagaimana tuntutan masa dan sesuai dengan kemauan masyarakat international untuk mengadakan REFERENDUM sebagai tembusan yang sesuai , namun pihak penjajah NKRI dengan sengaja mengalihkan pandangan dan sikapnya dengan KEPPRES Mega Cs No. 28 /2003 , mengirim ribuan senjata dan TNI/POLRI, dengan alasan penegakkan hukum dan keamanan.

Setelah penerapan KEPPRES Mega , 17-18 mei 2003 , Duka dan huru hara bangsa Acheh melebihi dari masa penerapan DOM , JARING MERAH, DIMASA SOEHARTO , ke atas bangsa Acheh yang di jalankan oleh Ryacudu Cs dengan bala tentera TNI/POLRI, dan RAIDER sebagai sumbangan (Hadiah) yang sengaja di ciptakan oleh Ryacudu untuk menambah mulusnya pembunuhan di Acheh , biarpun beribu alasan di komentarkan lewat media dengan penegakan Hukum dan dsbnya , itu hanya sebagai tema mengaburkan mata dan pikiran rakyat di seluruh NKRI saja .

Disini kita boleh lihat untuk bukti nyata karakter sebenar dan Moral sebenar para Penjajah Indonesia , Mega Cs, Ryacudu Cs , dan seluruh Algojo-algojonya yang ada di sekelilingnya , dengan sikap menyokong sepenuhnya pembunuhan bangsa Acheh dan rela mengorbankan tenaganya untuk mengadakan pesta penjajahan (pemilu ) di dalam keadaan bangsa Acheh tersiksa , berantakan , pembunuhan , penuh huru hara dan kesedihan yang sangat mendalam memikirkan nasib yang tidak menentu di setiap detik kehidupan akibat kejahilan para gerombolan penjajah NKRI dalam aksi aksi penghapusan bangsa Acheh di bumi sendiri tempat kelahirannya.

Ketraumaan bangsa Acheh dalam menghadapi pemilu yang akan tidak lama lagi tahun 2004 ini , sungguh mendalam dan menyedihkan , dengan keberadaan pihak asing yang memantau proses demokrasi melalui pemilu di Acheh di bawah pembunuhan , dimana letak demokrasi jika rakyat Acheh sampai sekarang masih dalam ketakutan dan pembunuhan terus meranggut nyawa setiap detik terjadi di merata tempat?.

Ini semua karena tingkah dan moral sebenar para gerombolan penelan negeri Acheh yang tidak memakai pikiran dan kesadaran yang sesuai dengan keinginan seorang insan biasa melihat kenyataan yang berlaku di negeri Acheh selama bertahun tahun hanya korban manusia yang tidak berdosa , sengaja di lakukan pembunuhan dan penyiksaan oleh para gerombolan penjajah NKRI melalui tangan TNI/POLRI , yang datang dari seberang lautan DENGAN TUJUAN MENYUKSESKAN KEPENTINGANNYA SEBUAH KELOMPOK SEMATA MATA .

Ke anehan sikap gerombolan NKRI dalam mengadakan pemilu di Acheh di bwah pembunuhan , tertarik minat para pihak asing untuk menyaksikan sikap dan taktik kotor NKRI mengelola sistim jahatnya, mengadakan pemilihan dalam masyarakat yang tidak aman dan bebas bergerak, YANG bertentangan dengan hukum pemilu itu sendiri dan hak asasi manusia atau di tengah masyarakat menghadapi pelanggaran pelanggaran dan tindakan tindakan di luar hukum ( HAM ) , yang di lakukanoleh oleh Mega Cs TNI/POLRI/RAIDER.

Keberanian yang tidak bertanggung jawab gerombolan penjajah NKRI mengadakan pemilu di Acheh dalam keadaan bahaya , ketakutan , penindasan dan pembunuhan , disini ada satu kesuksesan para gerombolan penjajah indonesia , karena penindasan dan ketakutan masyarakat sipil SUDAH DI TERAPKAN sejak dari bangsa Acheh di telan oleh Soekarno Cs , telah di susun rapi sistim jahatnya untuk melakukan tekanan tekanan yang dapat mengakibatkan ketakutan dan merusakan mentaliti bangsa bangsa yang ada dalam genggamanya (NKRI), lewat jalur ABRI/TNI dan sbnya.

Sungguh bijat dan jahil para gerombolan penjajah Indonesia , melakukan kepentingan kelompok pribadi dan demi tahta untuk menyambung penjajahan ke atas bangsa bangsa yang ada dalam keranjang NKRI , khusunya untuk bangsa Acheh , para gerombolan penjajah NKRI rela membuang harga diri dan sifat seorang manusia yang merasa tanggung jawab , memaksa diri dan rela menindak bangsa yang sedang di bunuh untuk menghadirkan dan mengikuti pemilihan yang sangat bertentangan dengan hak dan kewajiban bangsa Acheh.

Keberanian yang tidak bertanggung jawab gerombolan penjajah NKRI mengadakan pemilu di Acheh dalam keadaan bahaya , ketakutan , penindasan dan pembunuhan , disini ada satu kesuksesan para gerombolan penjajah Indonesia , karena penindasan dan ketakutan masyarakat sipil sejak dari bangsa Acheh di telan oleh Soekarno Cs , telah di susun rapi sistim jahat untuk melakukan tekanan tekanan yang dapat mengakibatkan ketakutan dan jalur jalur perubahan mentaliti sebenar bangsa bangsa yang ada dalam genggamanya lewat jalur ABRI/TNI dan lain lain.

Jika kita lihat proses setiap penerapan yang di adakan oleh penjajah NKRI semuanya harus mempunyai ikatan dan izin dari para pembesar dan gerombolan penjajah itu , sebagaimana pemilihan yang nantinya di adakan di Acheh, baik di seluruh NKRI itu , tidak pernah merasakan sistim demokrasi dalam prose pemilu , karena tujuan dari pemilihan dan calon yang akan dudk dan berkuasa dalam NKRI, tidal boleh lepas dari tujuan dari penelan danpencaplok negeri Acheh dan negeri lain di kepualuan melayu , itu salah tujuan poko dan dasar para pemimpin NKRI .

Dan harus mempunyai karakter dan kaliber yang tidak boleh lari dari kenyataan yang sudah berlaku sekarang , maksudnya setiap calon atau partai yang ikut bertanding harus memilik ke imana ke utuhan NKRI itu , dan rela mengeluarkan intruksi bunuh untuk bangsa yang ada dalam kurungan NKRI , jika ada bangsa bangsa di dalamnya menuntut demokrasi dan bebas dari kurungan NKRI itu.

Kesemua tragedi yang berlaku di Acheh atas bangsa Acheh , sebagaimana mana pemilu yang akan tidak lama lagi , disini dapat dilihat moral sebenar gerombolan penjajah ke atas bangsa Acheh dan sisitim kotor pemerintah Indonesia penjajah itu , maka semua kewajiban yang menguntungkan diri kelompok gerombolan penjajah Indonesia itu akan senantiasa di lakukan walaupun bertentangan dengan hukum dan tidak sesuai untuk di lakukannya , namun terus di laksanakan juga ,dalam hal ini saya kira tidak ada seorang manusia yang ada di muka bumi mengatakan kebaikan dan keharusan untuk bangsa Acheh mengikuti pemilu , karena pemilihan yang di laksanakan di dunia lain hanyalah salah satu proses pelaksanaan demokrasi untuk rakyat, tetapi untuk pemilu di Acheh apa yang patut kita artikan , apakah satu proses pemilihan calon calon untuk sambung pembunuhan untuk bangsa Acheh !.

Atau bisa juga kita artikan sebagai pesta pencaplok dan penelan negeri Acheh yang di hadiri oleh pemantau asing.

Wassalam

Imah Nor

Imahnor@hotmail.com
Stavanger- Norwegia
----------