Stavanger, 5 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TEUKU MIRZA MASKERNYA PANGERAN DORNA KOLONEL (LAUT) DITYA SOEDARSONO
Omar Putéh
Stavanger - NORWEGIA.

 

JELAS TEUKU MIRZA MASKERNYA PANGERAN DORNA KOLONEL (LAUT) DITYA SOEDARSONO

Setelah Komandan Satuan Tugas Penerangan Prop.NAD Pangeran Dorna, Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono alias Kecoa dari Jerman alias Gajah Iskandar alias Laksamarda alias Teuku Mirza alias Cut Mizarda alias Apha Maop, aneuk Kaphé Penjajah Indonesia Jawa alias Sagir Alva alias Rahmatullah ICMI-Jedah alias Sadoso Muko meninggalkan kelas filial via internetnya saudara Ahmad Sudirman, maka kini dia menggunakan masker peyotnya: Teuku Mirza Laksamarda yang disekolahkan oleh "Eddy Suheri Lamno" ke "Universitas Indonesia", di "Kampus Hinggap fillial"nya dibawah kolong jembatan, Jakarta sana. Maka terlantiklah kini Teuku Mirza, sebagai si Kecoa dari Jawa!

Mengapakah Ditya Soedarsono si Kecoa Jerman itu, terus mangker, dan sudah lama tidak menghadiri kelas fillial sejarahnya? Ditya jangan hadiri kelas itu sepenggal-sepenggal, nanti pengetahuan sejarah Indonesia Jawamu jadi sepotong-sepotong. Kembalilah kemedan juang diskusimu, janganlah jadi sipengecut lawan Ahmad Sudirman! Kau lihat, Rahmatullah Icmi-Jedahmu minggat, Apha Maop, aneuk kaphé penjajah jawamupun minggat untuk kedua kalinya, banyak lagi pada minggat, kecuali anak cacing Matius Dharminta, wartawan Jawa Pos itu. Matius Dharminta ini, memang beraninya sekarang ini nyacing, kalau dikejar lari masuk tanah, dan kemudian susun kekuatan muncul lagi! Itulah jenis orangnya NKRI!

Nah, kelihatannya hampir setiap hari satu persatu rontok-habis, hanya karena gerak "gegaran" berulang-ulang paparan fakta yang authentik itu. Eh, anehnya masih ada pula yang mengatakan Sejarah 30 tahun Indonesia Merdeka yang diterbitkan sendiri oleh Sekretariat Negara NKRI itu, yang kini sedang dipaparkan kembali oleh saudara Ahmad Sudirman, kok dikatakan daluwarsa?!
Lantas, mengapakah sijagoan Ditya sekarang ini, si Teuku Mirza Ghulam Ahmad Al Qadiany , si Kecoa dari Jawa itu, coba pula menuduh GAM komunis.

Mirza, Soekarno itu sejak berumur 16 thaun telah dididik sebagai komunis: Marxis-Leninis oleh seorang Mahaguru Belanda: Professor Baars. Dia baru memodifiedkan komunisnya: Marxis-Leninis sebagai "Marhenis", sebelas tahun kemudian, ditahun 1927 ketika dia mendirikan Partai Nasional Indonesia. Apa bedanya Marhenis dengan Marxis-Leninis? Pada dasarnya komunis: Marhenis dan komunis: Marxis-Leninis sama! Yang agak berbeda komunis: Trotskys!

Soekarno mengikut jejak Kiyai Haji Semaun dari SI (merah) yang pernah mendapatkan pendidikan Marxis-Leninis di Saintpetersburg (Leningrad), walaupun telah ditunangkan dengan anak gadisnya Kiyai Hadji Omar Said Tjokroaminoto SI (hijau).

Soekarno pada umur 17 tahun telah memilih menjadi "gigolonya" ibu Inggit yang berumur 28 tahun, ibu indekosnya di Bandung. Ibu Inggit istri kedua dari seorang kontraktor dari Solo yang berumur 45 tahun ketika itu.

Ibu Inggit ini, kemudian dijadikan istri pertamanya Soekarno setelah "terpaksa" dikawinkan langsung oleh suamiya sendiri sang kotraktor itu, ketika kedapatan yang mereka: Soekarno dan Inggit, sedang berendam basah!

Apakah dia sebagai pejuang kemerdekaan tulen? Tidak, akan kita songket kemudian! Tetapi sebenarnya, sebagai penjagal-Algojo tulen, penyembelih jutaan ummat Islam Nusantara!

Bagaimanakah ceritanya perkawinannya dengan perempuan Geisha: Naoko Nemoto alias Ratna Sari Dewi yang disumpalin dengan uang pampasan prang dari Jepang, kemudian berpesta-pora di Perancis. Tetapi, kemudian ditendang dari kumpulan Jet Set Paris, hingga terpaksa bergambar tampa busana untuk dapatkan uang makan? Benarkah Naoko Nemoto dia itu sudah Islam? Kita sederhanakan saja storynya.

Mirza, Suharto itu juga komunis: Marxis-Leninis-Spiritualis Embah Suro! Itu sebabnya Soekarno menempatkan dia di Kostrad, ketika Soekarno dan Dipo Negoro Aidit (kemudian kepalanya digorok RPKAD-Sarwo Eddi di Jawa Tengah, dan dibawa keistana merdeka-Harian Angkatan Bersenjata- Red.) melaksanakan Gerakan Tiga Poeloeh September, 1965 (Gestapo-RI Jawa Jokya), tetapi dia mengkhianati Soekarno, Panglima Tertinggi Angkatan Ke V, sebagaimana pernah diceritakan oleh Kolonel Latief, di Mahkamah Militer Jakarta.

Mirza, pernahkah kau tahu, mengapakah Tien Suharto menyemprot rumah si bintang film, yang suaminya pilot Garuda?

Mirza, Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Megawati itu naik karena bantuan anak-anak Komunis korban 1965 dan korban Pulau Buru, Boven Digulnya-Gestok!

Dan Mirza. itulah sebabnya Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Limbuk Taufiek Kiemas mengusahakan agar anak-anak Komunis itu, direhabilitasi!

Itulah sebabnya, si Limbuk Taufik Kiemaspun merasakan dirinya kini seperti menjadi "besar" sehingga si Bambang Susilo Yudhoyono yang berbadan besar itu, dikatakan seperti anak kecil dalam wawancara TV! Limbuk Taufik Kiemas ini, lebih takut untuk mengatakan Erros Jarot itu si anak kecil, walaupun badannya kecil, karena takut dimarahi dan dibentaki si Megawati!

Hai, Limbuk Taufik Kiemas, apakah kau tidak lagi tampak sibadan besar Bambang Susilo Yudhoyono si Algojo yang menyembelih bangsa Acheh itu? Dialah satu-satunya Jenderal Indonesia Jawa yang berbadan paling besar!

Mirza, Sumpah Pemuda 28 Oktober , 1928 itu, karena motivasi anak-anak komunis, setelahh 11 hari, 11 tahun, revolusi Bolswijk Russia! Dan Mirza, kemerdekaan Idonesia itupun, karena motivasi anak-anak komunis! Ini fakta sejarah!

Anggota komunis Indonesia adalah yang ketiga terbesar jumlahnya didunia dan mereka masih penuh di Pulau Jawa! Adakah kau tahu komunis Indonesia Jawa adalah komunis pertama di Asia?!

Malahan dia mendirikan organisasi orde baru: Gestok, Gerakan Satu Oktober atau juga disebut Gerakan Pancasila Sakti dan membunuh 500.000 (sumber ABRI) -1.000.000 (sumber Amnesty International) jiwa petani miskin dan kaum buruh yang tidak cukup makan, untuk menexposekan, seolah-olah dirinya sebagai anti Komunisme! Anak Jawa sendiri, 300.000 lebih dibunuhnya.

Siapakah orang tua laki-lakinya Suharto, si ex-KNIL Belanda dan si ex Heiho Jepang, yang kemudian bisa juga jadi Presiden Indonesia Jawa, malahan diagong-agongkan pula, sebagaimana diceritakan oleh sebuah majalah, hasil wawancara dengan para pekerja istana Jokyakarta dan Surakarta yang pernah dimahkamahkan kasus itu atau sebagaimana cerita yang pernah diinternetkan tentang siapakah orang tua lelaki dan siapakah orang tua perempuan Suharto oleh Mashuri SH mantan Menteri Pendidikan dan juga mantan Menteri Penerangan kabinet Suharto sendiri.

Bagaimanakah issue Tien (Tukiyem?) Suharto sebagai masih Katholik? Sebagaimana agamanya R.A. Kartini, pelopor emansipasi wanita Jawa yang Katholik itu?

Mengenai istri Tengku Hasan di Tiro, kalaulah beliau seorang wanita Yahudi, telah dijawab oleh saudara Ahmad Sudirman, sebagaimana Nabi Muhammad SAW., dengan Juariyah, seorang wanita Yahudi juga.

Saya (penulis) pernah diperlihatkan oleh Teuku Sarong Tiba, pada tahun 1978, gambar Tengku Hasan di Tiro, istrinya Dora dan anaknya, Karim, ketika masih kecil, dirumah beliau di Pensylvania USA dan begitu juga saya pernah diperlihatkan gambar istri dari Tengku Hasan di Tiro: Dora oleh Tengku Razak Idris Tiro, pada tahun 1985, sambil beliau mengatakan: Syukur alhamdullilah, Tengku Hasan telah berhasil meng-Islamkan istrinya.

Mirza, sekarang saya sampaikan kepadamu kiriman Silsilah Hasan Tiro dari si Ditya Soedarsono si Kecoa dari Jerman, rakanmu itu seperti dibawah ini:

SILSILAH HASAN TIRO

TGK. SAMALANGA TGK. SJEH ABDUSSALAM "1"
(Asal banten-Jawa Barat) (Tgk sjik Di Tiro-Keturunan Tiro asli)

TGK PAKEH KLIBEUET TGK. SJIK DAYAH CUT
(Tgk. Sjik Di Tiro-Keturunan Tiro asli)

TGK SJEH SAMAN "2" ---------------------KAWIN-------------------AISYAH
(Tgk. sjik Di Tiro- Pahlawan Nas
menantu Tgk. sjik Dayah Cut,
bukan keturunan asli,
meninggal krn diracun)-> Mempunyai 3 anak yaitu:

1.TGK MAT AMIN (syahid)
2.TGK. UBAIDILLAH (syahid)
3.TGK. MAHYIDDIN (syahid)--> Mempunyai 4 orang anak yaitu:
a.TGK. UMAR (tertangkap belanda pd usia 8 tahun)
b.ABDULLAH
c.CUT AMAT
d.FATIMAH---------------KAWIN-------------LEUBE MUHAMMAD
(Berasal dr Tanjong Bungong.
meninggal tertabrak Kereta
Api krn Tuli, th 1927)
Dari perkawinan tersebut punya 2 anak yaitu:
1. ZAINAL ABIDIN (Menteri Kehakiman Darul Islam Aceh)
mempunyai keturunan FAUZI (tinggal dimalaysia) dan ISKANDAR (Tinggal di Banda Aceh).
2.HASAN MUHAMMAD/HASAN TIRO "3"--KAWIN---DORA (Keturunan Yahudi sudah cerai)
(sekarang warga negara Swedia)
punya anak bernama KAREM (warga negara Swedia)

KETERANGAN TAMBAHAN:
"1". Ulama keturunan Tiro dengan gelar Teungku Syik Di Tiro.
"2". Karena Teungku Syik Dayah Cut tidak punya anak laki-laki yang kompeten, maka gelar Tgk Syik Di Tiro jatuh ke tangan menantunya, Tgk Syeh Saman (ulama keturunan Garot (Jabar) yang kemudian lebih dikenal sebagai Phalawan Nasional)
"3". Muhammad Hasan alias Hasan Tiro dari garis ibu (dalam buku Tgk. shyik Di Tiro Saman karya Prof. Dr. Tgk Ismail Yacob, SH, MA). Bagaimana mungkin ia akan menduduki tahta kerajaan Aceh?
(dikutif oleh Ditya Soedarsono dari SEJARAH ACEH ADALAH BAGIAN DARI SEJARAH BANGSA INDONESIA, Mon, 12 Jan 2004 08:34:49 -0800 (PST))

Ini sekedar pengetahuan buat akang mamad.... agar akang kembali suka ama peyem Bandung kota kembang tercinta yang sudah lama engkau tinggalkan..... kejam benar dikau akang......tega nian kau tinggalkan daku......hanya karena akang terlalu bernafsu.....!!!!!!
(Ditya Soedarsono, Mon, 12 Jan 2004 08:34:49 -0800 (PST))

Untuk pengetahunan kalian, bahwa apa yang pernah dikirimkan oleh si Ditya itu, adalah sama seperti yang pernah dilakukan oleh Zentgraaff dan lainnya.

Tetapi Professor Ali Hasyimi telah mendapatkan keterangan dari Professor Tengku Abdullah Udjông Rimba, seorang Ulama Acheh yang terkenal itu, bahwa: Salasilah keturunan keluarga di Tiro/Rumoh Tiro adalah terjaga dan terpelihara dengan baik!

Kalaulah disana tersebut Garot (Jawa Barat), tetapi sebenarnya tidaklah demikian, malahan tulisannyapun berbeda: GARÔT-(PIDIË).
Garôt itu adalah di Acheh Pidië dan ramai keluarga di Tiro bertempat tinggal disana, hingga kini.

Dan Salasilah Rumôh Tiro dapat dilihat di halaman antara 140-141 sebagai lampiran gambar Tengku Tjhik di Tiro Mohammad Saman dan The Genealogy of the Tengku Tjhik di Tiro dari buku The Price of Freedom: the unfinished diary of Tengku Hasan di Tiro.

Dan mengenai Professor Dr Ismail Yacob MA,SH adalah seorang yang pernah ikut sejak dari awalnya dengan gerakan DI/TII, tetapi kemudian, dia membelot! "tengku" Ismail Yacob MA ini kemudian melarikan diri dan bersembunyi di Medan. Ketika ibu kota Sumatra Utara (setelah pencaplokan Acheh oleh Soekarno dari RI- Jawa Jokya) dipindahkan dari Medan ke Pematang Siantar, "tengku" inipun pindah kesana.

Kemudian apabila ibu kota Sumatra Utara kembali lagi ke Medan "tengku" inipun balik ke Medan, tetapi terkhir "tengku" ini telah dilantik oleh Penjajah Indonesia Jawa sebagai Rektor di IAIN Sunan Ngampel, dengan attribute: Prof Dr Ismail Yacob MA SH.

Demikianlah jawaban keterangan dari saya.

Wassalam

Omar Putéh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------