Stockholm, 5 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TEUKU MIRZA ITU PEMBUNUH DAYAN DAWOD BERLINDUNG DIBALIK INPRES NO 4 TAHUN 2001
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUKU MIRZA ITU PEMBUNUH DAYAN DAWOD BERLINDUNG DIBALIK INPRES NO 4 TAHUN 2001 BUATAN ABDURRAHMAN WAHID

"Anda ketinggalan Tuan Ahmad. Pelaku pembunuhan Prof. Dayan Dawod, satu-satu pembunuhnya ada di penjara Keudah Banda Aceh. Jelas-jelas anggota GAM, apa Anda mau sanggah lagi ? Udah dari pada anda nyebar-nyebar fitnah nggak karuan. Anda berzikir aja, itu lebih baik bagi hidup Anda." (Teuku Mirza , teuku_mirza2000@yahoo.com , 5 mars 2004 05:13:50)

Baiklah Teuku Mirza di Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.
Begini.

Kelihatannya Teuku Mirza ini makin hari makin kehabisan nafas saja dalam rangka mempertahankan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh yang telah ditelan dan dicaplok oleh Presiden RIS Soekarno sejak 14 Agustus 1950 dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Misalnya, hari ini, Jumat, 5 Maret 2004, saya perhatikan Teuku Mirza hanya sanggup menyanggah tulisan saya dan dikirimkan hanya di grup Oposisi dan grup Lantak saja. Dan sangat singkat sekali, hanya dengan menuliskan empat kalimat saja.

Wah, bagaimana Teuku Mirza, coba makan vitamin apa saja, biar kuat, atau makan pil minyak ikan biar sedikit ada tenaga untuk menghadapi Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Ahmad Sudirman masih segar bugar, nih.

Coba para peserta diskusi di mimbar bebas ini dan seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Aceh. Kita perhatikan apa yang dijawab oleh Teuku Mirza ini terhadap tulisan saya sebelumnya: "Anda ketinggalan Tuan Ahmad. Pelaku pembunuhan Prof. Dayan Dawod, satu-satu pembunuhnya ada di penjara Keudah Banda Aceh. Jelas-jelas anggota GAM, apa Anda mau sanggah lagi ?"

Nah, ketika saya katakan dalam tulisan itu: "Nah kurang dari dua bulan dari sejak Presiden Megawati menduduki Kursi Presiden NKRI dan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2001 tetap masih dijalankan di negeri Aceh, maka terjadi penembakan terhadap Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Prof. Dr Dayan Dawod pada 6 September 2001. Ternyata dari kejadian penembakan yang berangkai dari sejak Presiden Abdurrahman Wahid memegang Jabatan Presiden NKRI sampai pada saat bulan kedua Presiden Megawati menduduki Kursi Presiden NKRI menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang diturunkan oleh MPR dibawah komando Amien Rais, terhadap para tokoh Negeri Aceh. Dimana yang paling menyolok adalah kasus penembakan terhadap bekas Ketua DPRD Aceh yang juga Anggota MPR RI Mayjen (Purn) TNI Teuku Djohan, Rektor IAIN Ar Raniry Banda Aceh Sofwan Idris, dan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Dayan Dawod tidak pernah diadakan proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian daerah Aceh sampai detik sekarang ini."

Eh, rupanya Teuku Mirza protes: "Tuan Ahmad. Pelaku pembunuhan Prof. Dayan Dawod, satu-satu pembunuhnya ada di penjara Keudah Banda Aceh. Jelas-jelas anggota GAM"

Oh, itulah orangnya yang mempergunakan dasar hukum Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2001 tentang Langkah-langkah komprehensif dalam rangka penyelesaian masalah Aceh yang dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 April 2001 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid sebagai alat untuk membunuh Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Dayan Dawod pada tanggal 6 September 2001, dua hari sebelum Presiden Megawati berkunjung ke Negeri Aceh.

Coba, apakah boleh Teuku Mirza kirimkan data sipembunuh dan hasil persidangan terhadap sipembunuh Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Dayan Dawod yang sekarang sudah dipenjarakan di penjara Keudah Banda Aceh itu ?

Biar kita laporkan kepada the Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor untuk didokumentasikan biar diterbitkan dalam laporan mengenai pelanggaran hak hak asasi di NKRI, khususnya di Negeri Aceh yang akan datang.

Karena yang menarik disini adalah seperti yang dituduhkan oleh Teuku Mirza yaitu "Jelas-jelas anggota GAM".

Wah, itu ada kelainan, kalau ada anggota GAM sampai berhasil lulus belajar "dasar hukum Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2001 tentang Langkah-langkah komprehensif dalam rangka penyelesaian masalah Aceh" yang dibuat oleh Presiden NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya Abdurrahman Wahid pada tanggal 11 April 2001, kemudian dipraktekkan pula.

Teuku Mirza, kalau Teuku mengatakan: "Udah dari pada anda nyebar-nyebar fitnah nggak karuan. Anda berzikir aja, itu lebih baik bagi hidup Anda."

Eh, Teuku Mirza, namanya itu bukan fitnah kalau saya mengatakan bahwa sipembunuh mempergunakan dasar hukum Inpres No.4 tahun 2001 untuk menjalankan aksi pembunuhannya terhadap Mayjen (Purn) TNI Teuku Djohan. Bekas Ketua DPRD Aceh yang juga Anggota MPR RI yang ditembak seusai menunaikan shalat Magrib di Mesjid Raya Baiturrahman, 10 Mei 2001, Dan terhadap Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Prof. Dr Dayan Dawod pada 6 September 2001.

Lagi pula saya tidak menuduh siapa-siapa, hanya mengatakan bahwa hukum Inpres No.4 tahun 2001 dijadikan dasar hukum pembunuhan Mayjen (Purn) TNI Teuku Djohan dan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Prof. Dr Dayan Dawod.

Kemudian, itu soal yang Teuku Mirza lontarkan: "Anda berzikir aja, itu lebih baik bagi hidup Anda".

Jelas, setiap selesai melaksanakan sholat selalu saya melakukan zikir. Setelah berzikir timbul semangat baru lagi, dan kadang-kadang timbul pikiran mengapa itu Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya di Negeri Aceh, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono terus-terusan saja menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Mengapa tidak diserahkan saja kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menyelesaikan kemelut dan konflik Aceh ini dengan cara melalui jajak pendapat atau referendum untuk memberikan hak suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: teuku mirza teuku_mirza2000@yahoo.com
Date: 5 mars 2004 05:13:50
To:Lantak@yahoogroups.com, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com,
fundamentalis@eGroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com
Subject:[OPOSISI] Re: [Lantak] TEUKU MIRZA INPRES NO4/2001 BUATAN
ABDURRAHMAN W. DASARHUKUM PEMBUNUHAN DAYAN D.

Anda ketinggalan Tuan Ahmad.

Pelaku pembunuhan Prof. Dayan Dawod, satu-satu pembunuhnya ada di penjara Keudah Banda Aceh. Jelas-jelas anggota GAM, apa Anda mau sanggah lagi ?

Udah dari pada anda nyebar-nyebar fitnah nggak karuan. Anda berzikir aja, itu lebih baik bagi hidup Anda.

Teuku Mirza

teuku_mirza2000@yahoo.com
teuku_mirza@hotmail.com
Universitas Indonesia
Jakarta, Indonesia
----------