Stockholm, 8 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SAMPAI KETEMU LAGI SAUDARA SHOGUN MAYEDA DI NEGERI ACEH YANG BEBAS DARI NEGARA PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SELAMAT JALAN DAN SAMPAI KETEMU LAGI SAUDARA SHOGUN MAYEDA DI NEGERI ACEH YANG BEBAS DARI NEGARA PANCASILA ATAU NKRI

"Buat pak Sudirman, mohon alamat saya agar tidak lagi di kirim/cc lagi topikČ mengenai Aceh atau sejenisnya. Terima kasih." (Shogun Mayeda , shogunmayeda@yahoo.com , Mon, 8 Mar 2004 02:07:40 +0000 (GMT))

Terimakasih saudara Shogun Mayeda di Jakarta, Indonesia.

Walaupun kita baru berdiskusi satu kali saja pada tanggal 19 Februari 2004 yang lalu. Dimana hasil diskusi itu saya muatkan disini untuk mengingat kembali apa yang telah kita diskusikan bersama di mimbar ini, agar kita mengetahui permasalahan inti yang dibicarakan dan didiskusikan.

Tentu saja, saudara Shogun Mayeda walaupun diantara kita ada perbedaan pandangan dan pendapat mengenai Negeri Aceh dan cara pemecahannya, tidaklah kita perlu dijadikan sebagai alasan untuk putus hubungan silaturakhmi diantara kita. Masalah politik kita pecahkan secara politis, tetapi silaturakhmi tetap kita jalin. Inilah jalan yang terbaik kalau kita percaya kepada Allah SWT dengan Islamnya.

Nah, sebagai kata akhir dari saya , Ahmad Sudirman, sebagai pengasuh mimbar bebas tentang referendum, penjajahan di Negeri Aceh oleh NKRI, dan kenyataan yang terjadi di Aceh dan di Nusantara lainnya, selamat bertemu kembali dan semoga kita dengan Izin Allah SWT bisa bertemu di Negeri Aceh yang damai, adil dan makmur bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Dan sebagai suatu catatan kenangan dari diskusi yang pernah kita lakukan pada tanggal 19 Februari 2004 saya cuplikan kembali:

"Kalau ngga siap dikritisi orang ngga usah ngritisi oranglah. Sampean itu kalau memang mau bela rakyat Aceh..Datang aja ke Aceh, jangan hanya bersembunyi di negeri orang, apa artinya ada berjuang kalau hanya pandai berteriak doang. Aceh dlm bingakai NKRI itu udah final ngga ada caplok mencaplok klu anda tidak puas dgn Jakarta itu wajar dan manusiawi..Dimana-mana ngga ada yang sempurna. Ngga perlu sampai "membutakan orang" dan memaksakan satu hukum yang anda anggap benar. Namanya beda prinsip sampai kapanpun tetap tidak akan bisa bersatu selama masih merasa diri sendiri yang paling benar. Oh iya satu lagi kebencian anda akan bangsa Jawa kok keliatan lucu..Seolah-olah anda itu benar-benar bersih dari pengaruh Jawa klu ngga kenapa suka pakai nama Sudirman oalah mas-mas penginnya jadi serigala tapi lupa masih pake mantel bulu kucing. Selamat menikmati hari-hari persembunyian di Stockholm" (Shogun Mayeda , shogunmayeda@yahoo.com , 19 februari 2004 07:28:14 )

Untuk sekedar diketahui oleh saudara Shogun, saya sudah biasa dikritik, dan saya paling tahan bantingan kritik, jadi kalau saya mengatakan buta kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono, itu bukan karena saya tidak siap dikritik.

Coba tanya saja kepala Kolonel Laut Ditya Soedarsono, apakah Ahmad Sudirman tahan bantingan kritik atau tidak Kolonel Laut arek suroboyo yang senangnya panggil cepot atau dawala, dasar arek jowo, maling apu dari Negeri Aceh ?

Soal Negeri Aceh belum final masuk NKRI, saudara Shogun Mayeda. Jangan seenaknya ngaku-ngaku Negeri Aceh milik NKRI.

Saudara Shogun Mayeda tahu, itu Negeri Aceh dicuri dan diduduki kemudian dijajah Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950?. Apakah saudara Shogun Mayeda pada tanggal 14 Agustus 1950 sudah lahir atau belum ? Kalau belum lahir, tanya kepada yang sudah lahir, atau tanya kepada saya .

Lalu, itu nama "sudirman" itu bukan milik orang Jawa. Saudara Shogun tahu nama "sudirman" itu diimport dari India sana. Jadi, bukan merek nama asli Jawa. Itu nama Import dari India.

Kemudian saya tidak sembunyi di Stockholm dan tidak bersembunyi di Negeri orang. Untuk apa sembunyi. Kalau saudara punya uang silahkan datang ke Stockholm jumpa saya.

Seterusnya saya akan datang ke Indonesia:

Pertama, setelah dicabut Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Kedua, setelah diberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan dan memberikan suaranya YA atau TIDAK untuk menentukan nasib mereka sendiri bebas di Negeri Aceh.
(Aceh bukan bagian NKRI, Aceh yang berdiri sendiri ditelan RI-NKRI-Soekarno , http://www.dataphone.se/~ahmad/040219d.htm )

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 8 Mar 2004 02:07:40 +0000 (GMT)
From: shogun mayeda shogunmayeda@yahoo.com
Subject: Re: ALAMAT EMAIL MUDATSIR TELAH HILANG DARI MIMBAR BEBAS
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum wr.wb

Buat pak Sudirman, mohon alamat saya agar tidak lagi di kirim/cc lagi topikČ mengenai Aceh atau sejenisnya.
Terima kasih

Shogun Mayeda

shogunmayeda@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

From:shogun mayeda shogunmayeda@yahoo.com
Date:19 februari 2004 07:28:14
To: padhang-mbulan@yahoogroups.com
Cc: ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject:Re: [padhang-mbulan] DITYA SOEDARSONO MEMANG BUTA,SOEKARNO ITU MENJALANKAN PENJAJAHAN KOLONIALIS JAWA

buat bung Ahmad Sudirman

Kalau ngga siap dikritisi orang ngga usah ngritisi oranglah. Sampean itu kalau memang mau bela rakyat Aceh..Datang aja ke Aceh, jangan hanya bersembunyi di negeri orang, apa artinya ada berjuang kalau hanya pandai berteriak doang.

Aceh dlm bingakai NKRI itu udah final ngga ada caplok mencaplok klu anda tidak puas dgn Jakarta itu wajar dan manusiawi..Dimana-mana ngga ada yang sempurna. Ngga perlu sampai "membutakan orang" dan memaksakan satu hukum yang anda anggap benar.

Namanya beda prinsip sampai kapanpun tetap tidak akan bisa bersatu selama masih merasa diri sendiri yang paling benar.

Oh iya satu lagi kebencian anda akan bangsa Jawa kok keliatan lucu..Seolah-olah anda itu benar-benar bersih dari pengaruh Jawa klu ngga kenapa suka pakai nama Sudirman oalah mas-mas penginnya jadi serigala tapi lupa masih pake mantel bulu kucing.

Selamat menikmati hari-hari persembunyian di Stockholm

Shogun Mayeda

shogunmayeda@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
--------