Stockholm, 8 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

WAKIL PANGLIMA SAGOE GAM: BANGSA ACEH SUDAH TAHU KELICIKAN MEGAWATI MENEBARKAN JANJI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN GENCAR SERANGAN DARI PIHAK WAKIL PANGLIMA SAGOE GAM: BANGSA ACEH SUDAH TAHU KELICIKAN MEGAWATI DALAM MENEBARKAN JANJI

"Saya setuju dan sependapat dengan saudara Ahmad, apa yang saudara katakan adalah benar, janji tinggallah janji tapi semua bangsa Aceh sudah tau akan kelicikan Mega dalam menebarkan janji, hanya pejabat dan antek antek nya lah yang akan percaya, itupun karena mereka berharap jabatan, dan janji Mega adalah bagian dari kampanye partai nya." (Dr Dani , dani_acheh@yahoo.com , Mon, 8 Mar 2004 00:54:46 -0800 (PST))

Terimakasih Wakil Panglima Sagoe GAM Dani di Negeri Aceh.

Memang Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati kemarin, Minggu, 7 Maret 2004 telah mengobral janji akan dicabutnya dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 yang telah diperpanjang pada 19 November 2003 dan berakhir 18 Mei 2004 sebagai alat tipu muslihat agar Pemilu 5 April 2004 bisa dilaksanakan di Negeri Aceh.

Saya melihat ternyata dari pihak bangsa Aceh terutama yang di suarakan oleh Wakil Panglima Sagoe GAM Dani telah menyatakan bahwa pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati hanyalah merupakan janji yang tinggal janji, karena semua bangsa Aceh sudah tau akan kelicikan Megawati dalam menebarkan janji, dan hanya pejabat dan antek antek nya yang akan percaya, itupun karena mereka berharap jabatan, dan janji Mega adalah bagian dari kampanye PDIP-nya.

Dan sikap yang ditunjukkan oleh pihak bangsa Aceh yang disuarakan oleh Wakil Panglima Sagoe GAM Dani di Negeri Aceh menurut pemikiran dan pandangan saya adalah memang benar.

Karena itu, janganlah terus-terusan rakyat Aceh ini mau ditipu dengan mudah oleh Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong , Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Apalagi nanti dimulai pada tanggal 11 Maret 2004, dua hari lagi, itu cacing-cacing dari Partai-Partai Politik yang berjumlah 24 buah itu akan mulai melakukan aksi penipuan dan bohongnya kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh, juga kepada seluruh rakyat di NKRI.

Lihat saja para cacing dari Partai-Partai politik yang ada di Negeri Aceh sudah mulai pada keluar dari lubang-lubangnya karena tersiram hujan kampanye Pemilu 5 April 2004 yang akan dimulai segera pada 11 Maret 2004 sampai 1 April 2004.

Kemudian nanti kalau melihat itu Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono coba ambil saja obat anti racun Soekarno yang terdapat dalam kumpulan tulisan-tulisan saya yang mengandung kebohongan dan penipuan Pemilu 5 April 2004.

Itu pasti Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya kabur kucar kacir. Sekarang saja mereka berdua sudah sembunyi dibawah meja di kamar kerjanya. Takut kena sorot dan semprot Ahmad Sudirman dari Stockholm, lewat mimbar bebasnya.

Jadi, bagus itu apa yang telah diungkapkan oleh Wakil Panglima Sagoe GAM Dani diatas, saya sokong penuh, karena memang saya tahu persis bahwa benar itu Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong , Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono telah menipu seluruh rakyat Aceh dengan Pemilu 5 April 2004-nya.

Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dari PDIP termasuk juga Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya, dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah semuanya tukang tipu Pemilu 5 April 2004 dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI atau Negara Pancasila, mereka tidak berani menghadapi Ahmad Sudirman di mimbar bebas.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 8 Mar 2004 00:54:46 -0800 (PST)
From: Dr Dani dani_acheh@yahoo.com
Subject: kampanye mega
To: ahmad@dataphone.se

Saya setuju dan sependapat dengan saudara Ahmad, apa yang saudara katakan adalah benar, janji tinggal lah janji tapi semua bangsa Aceh sudah tau akan kelicikan Mega dalam menebarkan janji, hanya pejabat dan antek antek nya lah yang akan percaya, itupun karena mereka ber harap jabatan, dan janji Mega adalah bagian dari kampanye partai nya.

Dr Dani

dani_acheh@yahoo.com
Negeri Aceh
----------