Stockholm, 11 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PARPOL ISLAM MENGGEBU-GEBU COBA TEGAKKAN S.I. TETAPI KENA PENTUNGAN PANCASILA & UUD 1945
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TERLIHAT PARPOL ISLAM MENGGEBU-GEBU COBA TEGAKKAN SYARIAT ISLAM TETAPI KENA PENTUNGAN PANCASILA & UUD 1945

"Menurut saya, belum tentu para parpol itu sengaja menipu ketika mereka hendak memperjuangkan tegaknya Syariat Islam di Indonesia. Karena sepertinya semangat mereka memang menggebu2 untuk mencoba menyuarakan tegaknya Syariat Islam, meskipun mungkin mereka sendiri belum jelas benar memandang bagaimana memposisikan Syariat Islam dalam Negara Pancasila. Saya lebih merasa mereka itu tertipu dengan angan2 mereka karena mereka sendiri tertipu, maka pada saat yang sama mereka pun tengah menipu massanya, karena ketertipuan mereka tersebut. Jadi menurut saya, lebih baik mereka lebih mengkonsentrasikan dirinya pada pembangunan demokrasi di Indonesia, yang memang sejalan dengan pancasila & UUD 1945 yang telah direvisi (mungkin perlu dirubah namanya menjadi UUD 2000 atau UUD RI saja; mengapa sepertinya merubah namanya saja seperti hal yg sangat haram)."(Peace ORG, miranda_hnf@yahoo.co.uk , 11 Mar 2004 3:06 am)

Terimakasih saudara Peace Org di UK.
Baiklah saudara Peace.

Sebenarnya itu orang-orang pendiri Partai-Partai Politik telah mengetahui benar bahwa partai politik yang telah didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM dan akan lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila tidak melanggar Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik, BAB III ASAS DAN CIRI, Pasal 5 yang berbunyi: (1) Asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Nah jelas ini saudara Peace. Tidak mungkin para pendiri Partai Politik, khususnya Partai-Partai politik yang berlabel Islam atau yang membawa-bawa lambang Islam merasa tertipu oleh UU RI No. 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik, BAB III ASAS DAN CIRI, Pasal 5 yang berbunyi: (1) Asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Tetapi, dari pihak Partai Politik yang berlabel Islam atau berlambang simbol-simbol Islam ini telah memeras tenaga dan otak bagaimana agar rakyat NKRI itu percaya bahwa partainya akan memperjuangkan penegakkan Syariat Islam melalui DPR dan MPR.

Jelas, saudara Peace salah satu caranya adalah memanipulasi pancasila seolah-olah bisa dilebur dan dicairkan kedalam Islam. Padahal yang sebenarnya kalau memakai kacamata NKRI dan UUD 1945, maka terlihat bahwa justru pancasila telah membendung Islam. Artinya, ajaran-ajaran lain yang berdasarkan ideologi dan agama yang bertentangan dengan pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tidak dibenarkan dipakai sebagai asas partai.

Nah, bentuk manipulasi pancasila ini bermacam-macam. Ada yang berbentuk kedaulatan rakyat, keadilan, kemajuan materiil dan spirituiil, seperti yang dikumandangkan oleh Amien Rais cs dengan PAN-nya. Kemudian ada juga bentuk manipulasi pancasila dengan diselubungi prinsip Ahli Sunnah Waljamaah, seperti yang didengungkan oleh Abdurrahman Wahid dengan PKB-nya. Lalu ada bentuk manipulasi pancasila yang dibungkus ide-ide Masyumi yang dikobarkan oleh Yusril Ihza Mahendra dengan PBB-nya. Seterusnya ada bentuk manipulasi pancasila yang seolah-olah nilai Islam bisa bersatu dengan pancasila seperti yang digemborkan oleh Hidayat Nur Wahid dengan PK-Sejahtera-nya. Selanjutnya ada bentuk manipulasi pancasila yang diselubungi dengan gambar dan lambang Ka'bah sehingga tidak terlihat itu racun-racun Soekarno keluar dari butir-butir pancasila, seperti yang selalu dihembus-hembuskan oleh Hamzah Haz dengan PPP-nya. Begitu juga ada bentuk manipulasi pancasila dengan dai sejuta umat sebagai pecahan dari PPP-Hamzah Haz, yang disponsori oleh Zainuddin MZ dengan Partai Bintang Reformasi-nya.

Nah sekarang, itu semua merupakan bentuk manipulasi pancasila yang seolah-olah Islam bisa diterapkan dan dimasukkan kedalam dunia NKRI-pancasila. Sehingga rakyat muslim NKRI matanya telah terkecoh dan terbuai dengan senandung dakhwah seperti yang sering dilontarkan dan dinyanyikan oleh Zainuddin MZ.

Jadi sebenarnya saudara Peace, seperti yang telah saya kemukakan diatas bahwa para pendiri Partai Politik itu tidak tertipu oleh UU RI No.31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik, melainkan mereka menipu massa-nya, dengan memanipulasi pancasila seolah-olah makanan yang manis penuh madu yang memberikan tenaga kuat guna dipakai menegakkan Syariat Islam di DPR dan MPR NKRI dan bisa dimakan dengan lahap oleh massa pemilihnya.

Nah, itu bentuk penipuan pancasila yang dilakukan oleh para pendiri Partai Politik yang berlabel Islam dan berlabel simbol dan lambang Islam dalam Pemilihan Umum 5 April 2004 yang masa kampanyenya dibuka hari ini, Kamis, 11 Maret 2004 sampai tanggal 1 April 2004.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Commented by: Peace ORG on 11 Mar 2004 3:06 am
Ahmad.swaramuslim.net
miranda_hnf@yahoo.co.uk

Menurut saya, belum tentu para parpol itu sengaja menipu ketika mereka hendak memperjuangkan tegaknya Syariat Islam di Indonesia.

Karena sepertinya semangat mereka memang menggebu2 utk mencoba menyuarakan tegaknya Syariat Islam, meskipun mungkin mereka sendiri belum jelas benar memandang bagaimana memposisikan Syariat Islam dalam Negara Pancasila.

Saya lebih merasa mereka itu tertipu dgn angan2 mereka karena mereka sendiri tertipu, maka pada saat yg sama mereka pun tengah menipu massanya, karena ketertipuan mereka tersebut.

Jadi menurut saya, lebih baik mereka lebih mengkonsentrasikan dirinya pada pembangunan demokrasi di Indonesia, yg memang sejalan dgn pancasila & UUD 1945 yg telah direvisi (mungkin perlu dirubah namanya menjadi UUD 2000 atau UUD RI saja; mengapa sptnya merubah namanya saja seperti hal yg sangat haram).

Paling tidak dgn berjalannya demokrasi di Indonesia, seluruh komponen bangsa dapat lebih berperan dalam menentukan arah ke depan, termasuk seandainya dimunculkan ide Negara Islam atau Negara Federasi; dgn tidak berjalannya demokrasi, semua2 suara2 rakyat itu dibungkam oleh penguasa dan yg merasa berkuasa (TNI-Polri).

Jadi lebih baik, nggak usahlah pake2 atribut Islam kalau begitu, malah ikut memecah belah umat jadinya

Peace Org

miranda_hnf@yahoo.co.uk
Inggris
----------