Stockholm, 11 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SEMUA ASAS PARTAI POLITIK YANG IKUT PEMILU 5 APRIL 2004 SUDAH BERTENTANGAN DENGAN ISLAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TERLIHAT SEMUA ASAS PARTAI POLITIK YANG IKUT PEMILU 5 APRIL 2004 SUDAH BERTENTANGAN DENGAN ISLAM

"Berkaitan dengan penegakan khilafah Islamiyah yang diuraiakan di ahmad.swaramuslim.net apakah bisa dibenarkan jika penegakkannya dengan cara masuk dalam parlemen seperti yang diperjuangakan salah satu parpol yang ada di Indonesia sekarang, hubungan nya dengan jihad Siyasi apakah ada keterkaitan dengan penegakan Khilafah Islamiyah" (Ulin, ahmad.swaramuslim.net , 10 Mar 2004 12:06 pm)

Terimakasih saudara Ulin.
Begini saudara Ulin.

Sebelum saya menjawab lebih dalam, disini saya akan menjelaskan bahwa dalam diskusi di mimbar bebas ini sedang membicarakan masalah referendum, penjajahan di Negeri Aceh oleh NKRI, dan masalah kenyataan yang terjadi di Aceh dan di Nusantara lainnya.

Tetapi karena masalah yang ditanyakan oleh saudara Ulin ada kaitannya dengan masalah yang terjadi di Nusantara terutama dalam masalah Pemilu 5 April 2004, maka saya akan mencoba untuk menjawabnya.

Nah sekarang, sebelum saya meloncat langsung menjelaskan tentang Partai-Partai Politik yang berlabel Islam atau yang memakai lambang dan simbol Islam, terlebih dahulu saya akan kupas mengenai Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik.

Ternyata setelah saya gali, maka terbongkarlah bahwa: menurut BAB III ASAS DAN CIRI, Pasal 5 dinyatakan : (1) Asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Nah, baru saja saya menggali BAB III pasal 5 ayat 1, sudah menemukan batu penghalang yang sangat besar, yaitu asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Coba pikirkan sedikit lebih dalam oleh saudara Ulin, kalau satu Partai Politik di NKRI yang akan ikut Pemilu 5 April 2004 ini memiliki asas Partainya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, maka jelas Partai Politik tersebut tidak diluluskan untuk ikut Pemilu 5 April 2004.

Nah, agar Partai Politik ini bisa diluluskan, maka asa partainya harus sejalan atau tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Jadi, saudara Ulin, baru saja sampai disini, janganlah kita jauh-jauh berbicara akan menegakkan Khilafah Islam dengan Partai-Partai Politik yang akan ikut Pemilu 5 April 2004 ini.

Yang jelas dan pasti, itu asas Partai Politik yang ikut Pemilu 5 April 2004 ini sudah bertentangan dengan Islam.

Kemudian, bagaimana akan menegakkan Syariat Islam dengan cara jihad siyasi.

Kalau di Iran, misalnya, itu dasar dari Negara Republik Islam Iran, adalah Islam. Jadi apapun namanya itu Partai Politik yang ada di Iran jelas tidak akan keluar dari nilai-nilai Islam.

Sedangkan di NKRI dasar Negara RI ini adalah Pancasila. Jadi mau cerita menegakkan Syariat Islam melalui Parlemen atau DPR dan MPR, ah, itu hanya mimpi saudara Ulin.

Tidak perlu didengar kalau ada orang-orang Partai Politik yang berlabel Islam yang ikut Pemilu 5 Aprill 2004 akan memperjuangkan tegaknya Syariat Islam melalui Pemilu 5 April 2004 dan melalui DPR dan MPR NKRI. Mereka itu banyak bohong-nya dan banyak tipu-nya, saudara Ulin.

Jadi, menurut saya, perjuangan untuk menegakkan Syariat Islam untuk menuju tegaknya Khilafah Islam melalui DPR dan MPR di NKRI adalah mimpi disiang hari bolong.

Jangan percaya dengan segala omong kosong dan bualan para anggota Partai Politik yang berlabel Islam dan yang memakai simbol dan lambang Islam yang akan ikut Pemilu 5 April 2004 yang akan datang ini.

Jalan yang terbaik, adalah, seperti yang dicontohkan Rasulullah saw, yaitu membangun Daulah Islam Rasulullah di Yatsirb diluar daerah wilayah Kekuasaan kaum Quraisy di Mekkah. Jadi bukan di Mekkahnya, tetapi di luar wilayah kekuasaan Mekkah, yaitu di Yatsrib atau Madinah sekarang.

Caranya, bangun Negara sendiri yang bebas dari Mekkah. Kalau di NKRI bangun Negara yang bebas dari NKRI.

Tetapi, kalau juga saudara Ulin mau mencoblos dalam Pemilu 5 April 2004 nanti, ya itu terserah kepada saudara Ulin sendiri. Tetapi jangan percaya kepada satu Partai Politikpun di NKRI yang ikut Pemilu bahwa mereka akan menegakkan Syariat Islam melalui DPR dan MPR di NKRI.

Tidak percaya, silahkan siapa saja dari Partai Politik yang akan ikut Pemilu 5 April 2004 berdiskusi dan berdebat dengan saya di mimbar ini mengenai alasan menegakkan Syariat Islam melalui DPR dan MPR di NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Commented by: Ulin on 10 Mar 2004 12:06 pm
ahmad.swaramuslim.net

Assalamu'alaikum Pak Ahmad Sudirman, jika boleh nanya.

Berkaitan dengan penegakan Khilafah Islamiyah yang diuraiakan di ahmad.swaramuslim.net apakah bisa dibenarkan jika penegakkannya dengan cara masuk dalam parlemen seperti yang diperjuangakan salah satu parpol yang ada di Indonesia sekarang, hubungan nya dengan jihad Siyasi apakah ada keterkaitan dengan penegakan Khilafah Islamiyah ?.

"Selama tidak ada larangan dalam Al-Quran maka segala sesuatu adalah dibolehkan" tidak ada larangan mendirikan parpol karena memang zaman Rosululloh saw tidak ada termasuk dalam tafsir ataukah fiqh. Semoga jawaban yang bapak berikan bisa memuaskan atas pertanyaan saya .Tidakkah sebuah perjuangan penegakan itu harus "terorganisir", bagaimana lingkup teroraganisir itu sendiri. Terima kasih sebelumnya.

Ulin

Indonesia
----------