Stockholm, 12 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

AYIE BERTANYA MUNGKINKAH REFERENDUM TERLAKSANA DI BUMI ACEH ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AYIE DARI SELANGOR, MALAYSIA BERTANYA MUNGKINKAH REFERENDUM TERLAKSANA DI BUMI ACEH ?

"Pak Ahmad Sudirman, jika boleh saya tanya. Dalam perjuangan Bangsa Acheh, baik ASNLF atau Mahasiswa serta Masyarakat Acheh pada umumnya, untuk keluar dari pengaruh Pancasila semenjak dari tanggal 14 agustus 1950 hingga sekarang tahun 2004. Mungkin kah Referendum terlaksana di Bumi Acheh?. Sedangkan sekarang para penyembah Pancasila terus menurus membungkam keinginan Bangsa Acheh dengan segala cara yang di halal kan oleh Pancasila. Terima kasih sebelumnya." (Ayie , azi09@hotmail.com , Fri, 12 Mar 2004 22:49:01 +0800)

Terimakasih saudara Ayie di Selangor, Malaysia.

Saudara Ayie, kebenaran akhirnya akan muncul sebagai pemenang dalam kancah perjuangan di Negeri Aceh. Kesalahan dan kecurangan akhirnya akan tenggelam dan hancur dalam kancah perjuangan di Negeri Aceh ini.

Sekarang telah terbukti dan bisa dinyatakan secara fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah bahwa memang benar Negeri Aceh itu telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh pihak Soekarno melalui tubuh Republik Indonesia Serikat pada tanggal 14 Agustus 1950 lewat jalur Propinsi Sumatera Utara satu hari sebelum RIS dilebur menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan cara menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS No. 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan PERPU No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh".

Inilah fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak NKRI atau RI yang tidak bisa dibantah lagi oleh pihak penerus Soekarno di NKRI atau RI ini.

Karena itu usaha rakyat Aceh, ASNLF atau GAM, TNA, Mahasiswa Aceh untuk penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI melalui cara pernyataan sikap seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI harus terus diperjuangkan. Dengan menyerahkan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menentukan masa depan mereka adalah jalan yang terbaik, jujur, adil dan bijaksana, dibanding dengan jalan kekerasan senjata melalui pengerahan kekuatan militer seperti yang telah dijalankan oleh pihak Penguasa NKRI dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid sampai Presiden Megawati sekarang ini, sehingga menimbulkan ratusan ribu korban rakyat sipil Aceh akibat peluru dan dentuman meriam pihak TNI/POLRI.

Saya yakin, penyelesaian Aceh melalui cara kekerasan militer adalah suatu penyelesaian yang tidak akan memberikan hasil yang baik.

Coba saja perhatikan apa yang dihasilkan dari pengerahan pasukan bersenjata TNI/POLRI dari sejak Soekarno kemudian diteruskan oleh Jenderal Soeharto, lalu di pertahankan oleh Abdurrahman Wahid, dan sekarang terus digencarkan oleh pihak Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono yang didukung oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong?.

Hasilnya, nol besar. Mengapa ?

Karena akibat dengan diberlakukannya dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan telah diperpanjang pada 19 November 2003, dan dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003, ternyata makin menambah tingkat kekerasan senjata dengan lebih dari 50000 pasukan TNI dari Angkatan Darat, Laut dan Udara ditunjang oleh Angkatan Kepolisian telah terlibat dalam pendudukan dan pembunuhan rakyat sipil Aceh dan pihak ASNLF atau GAM dan TNA yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Nah, dari alasan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai penjajahan negeri Aceh oleh pihak NKRI dan berdasarkan pada penyelesaian melalui kekerasan militer yang telah dijalankan oleh pihak Penguasa NKRI, maka saya telah mengambil kesimpulan bahwa solusi konflik berdarah di Aceh tidak akan bisa dicapai hasilnya. Kecuali, dengan cara menyerahkan penyelesaian kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan sikap melalui cara jajak pendapat atau referendum guna memberikan suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Itulah cara terbaik dan jalan yang jujur, adil dan bijaksana dalam usaha menyelesaikan konflik berdarah di Negeri Aceh.

Apakah usaha referendum ini akan berhasil ?

Jelas jawabannya, Insya Allah dengan pertolongan Allah SWT dan keridhaan-Nya, seluruh rakyat Aceh akan mendapatkan kembali Negeri Aceh yang telah dicaplok dan dijajah Soekarno sejak 14 Agustus 1950 dalam waktu yang telah ditentukan Allah SWT. Yang penting sekarang seluruh rakyat Aceh, ASNLF atau GAM, TNA, Mahasiswa harus saling bahu membahu menyuarakan penyelesaian yang jujur, adil dan bijaksana ini.

Inilah saudara Ayie di Selangor, Malaysia, jawaban saya. Insya Allah dengan izin Allah SWT Negeri Aceh yang telah ditelan, diduduki, dan dijajah pihak NKRI akan diraih kembali oleh seluruh rakyat Aceh, amin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "ayie" azi09@hotmail.com
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: SEJAUH MANA SUDAH JALAN MELAKSANAKAN REFERENDUM DI ACHEH ? Date: Fri, 12 Mar 2004 22:49:01 +0800

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum wr wbr.

Pak Ahmad Sudirman, jika boleh saya tanya.
Dalam perjuangan Bangsa Acheh, baik ASNLF atau Mahasiswa serta Masyarakat Acheh pada umumnya, untuk keluar dari pengaruh Pancasila semenjak dari tanggal 14 agustus 1950 hingga sekarang tahun 2004. Mungkin kah Referendum terlaksana di Bumi Acheh?. Sedangkan sekarang para penyembah Pancasila terus menurus membungkam keinginan Bangsa Acheh dengan segala cara yang di halal kan oleh Pancasila. Terima kasih sebelumnya.

Ayie

azi09@hotmail.com
Selangor, Malaysia
----------