Stockholm, 17 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA ITU MEGAWATI JANJI TURUNKAN STATUS DM KE DS SETELAH PEMILU AKAL BULUS PDIP
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS MATIUS DHARMINTA ITU MEGAWATI JANJI TURUNKAN STATUS DM KE DS SETELAH PEMILU AKAL BULUS PDIP

"Benar-benar suatu pandangan dan pemikiran yang sangat bodoh dan culun apabila pernyataan Presiden bahwa usai pemilu akan menurunkan tingkat keadaan darurat militer menjadi darurat sipil di anggap sebagai penyerahan dari atas. Pernyataan Presiden macam itu memang sudah sewajarnya, sudah barang tentu dengan penuh pertimbangan dan perhitungan. mengingat keamanan di kawasan Aceh makin kondusif maka tingkat kedaruratanpun perlu di turunkan dari darurat militer menjadi darurat sipil. Perubahan keadaan darurat dari militer ke sipil juga bukan karena kegagalan militer mejalankan tugas, tapi justru sebaliknya merupakan keberhasilan militer untuk memberantas gerombolan pengacau di Aceh hingga keadaan aman terkendali dan warga Aceh merasa terlindunga/bebas dari gangguan gerombolan bersenjata (GAM). Nah karena keadaan makin kondusif maka tingkat kedaruratanpun perlu diturunkan yakni dari darurat militer menjadi darurat sipil." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Tue, 16 Mar 2004 23:00:50 -0800 (PST))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Itu Presiden Megawati setelah melihat anggota Kabinet Gotong Royong-nya kucar-kacir, karena ditinggalkan oleh para Menterinya yang telah berlomba-lomba bersama partai-nya masing-masing untuk melakukan kampanye Pemilu 5 April 2004 ini, guna mendapatkan suara rakyat yang telah ditipu dengan berbagai janji, agar mendapatkan jumlah suara yang memadai guna dapat masuk kedalam Lembaga Legislatif DPR dan MPR yang diteruskan bisa mengajukan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden agar dipilih rakyat pada 5 Juli 2004, maka tidak ada jalan lain, selain itu yang namanya Ketua Umum PDIP yang menjabat Presiden NKRI Megawati tanpa pikir panjang terus saja menjanjikan kepada rakyat Aceh untuk menurunkan status tingkat Darurat Militer kepada tingkat Darurat Sipil dalam saat kunjungan ke Negeri Aceh pada 7 Maret 2004 yang lalu.

Kapan lagi itu tipu muslihat "penurunan status DM ke DS" Megawati dari PDIP untuk diluncurkan, kalau bukan saat ketika kampanye Pemilu sekarang ini.

Tetapi tentu saja, rakyat Aceh sudah tidak bisa lagi ditipu dan dibohongi oleh Megawati dari PDIP ini. Kecuali itu yang namanya saudara Matius Dharminta, terus saja ia percaya akan akal bulus Megawati dari PDIP ini.

Hai, saudara Matius, itu TNI yang sebelumnya dipelopori oleh "Mr.Big" Susilo Bambang Yudhoyono mantan Menko Polkam yang sekarang sudah keluar dari Kabinet Gotong Royong Megawati untuk bertarung dengan memakai kendaraan politik Partai Demokrat dan sebagai salah seorang arsitek yang menetapkan dasar hukum Keppres No.28/2003 alat penjajahan dan pembunuhan rakyat Aceh, ternyata dengan keluarnya "Mr.Big" Susilo Bambang Yudhoyono ini membuat itu Megawati kalang kabut, dimana ia tidak mau dituduh yang bertanggung jawab penuh sebagai pembunuh rakyat Aceh dan penjajah Negeri Aceh.

Karena, mana mau itu Megawati bertanggung jawab penuh menanggung pembunuhan rakyat Aceh dan penjajahan Negeri Aceh.

Nah, dengan dijanjikannya penurunan status DM ke DS itu menunjukkan pihak Megawati dari PDIP ini secara langsung mau berlepas diri dari tanggung jawab atas dibunuhnya ribuan rakyat Aceh sejak Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 dan diperpanjang pada 19 November 2003 dengan pengiriman lebih dari 50 000 serdadu TNI/POLRI/RAIDER ke Negeri Aceh.

Eh, saudara Matius Dharminta, sekarang rakyat Aceh sudah tidak bisa lagi ditipu dan dibohongi oleh Megawati dari PDIP ini.

Dan itu masing-masing ketua Partai Politik dari Presiden sampai kepada para Menterinya sudah saling menyelamatkan diri dan berusaha untuk terus menipu rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh guna diambil suaranya agar mencoblos gambar-gambar Partai Politik yang banyaknya 24 partai itu dalam masa kampanye sekarang ini.

Nah, sekali lagi, itu rakyat Aceh sudah tidak percaya lagi kepada para pengumbar janji pemilu 2004 ini termasuk pengumbar janji Megawati dari PDIP ini yang didukung oleh saudara Matius Dharminta.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 16 Mar 2004 23:00:50 -0800 (PST)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: DHARMINTA HARUS TAHU ITU PEMILU DIBAWAH KEPPRES NO.28/2003 DI ACEH TIPU MUSLIHAT MEGAWATI CS
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: PPDI@yahoogroups.com

Benar-benar suatu pandangan dan pemikiran yang sangat bodoh dan culun apabila pernyataan Presiden bahwa usai pemilu akan menurunkan tingkat keadaan darurat militer menjadi darurat sipil di anggap sebagai penyerahan dari atas. Pernyataan Presiden macam itu memang sudah sewajarnya, sudah barang tentu dengan penuh pertimbangan dan perhitungan. mengingat keamanan di kawasan Aceh makin kondusif maka tingkat kedaruratanpun perlu di turunkan dari darurat militer menjadi darurat sipil.

Perubahan keadaan darurat dari militer ke sipil juga bukan karena kegagalan militer mejalankan tugas, tapi justru sebaliknya merupakan keberhasilan militer untuk memberantas gerombolan pengacau di Aceh hingga keadaan aman terkendali dan warga Aceh merasa terlindunga/bebas dari gangguan gerombolan bersenjata (GAM). Nah karena keadaan makin kondusif maka tingkat kedaruratanpun perlu diturunkan yakni dari darurat militer menjadi darurat sipil.

Memang ada yang beranggapan bahwa hal ini merupakan penipuan/tatik/strategi yang dilkukan presiden RI untuk menduduki, menjajah, mencaplok, Aceh. Tapi itu hanya berlaku dikelompok tertentu aja, yakni H Tiro cs.

Tapi tak apa memang itu udah merupakan bahasa hapalan paten yang anda kuasai, jadi anda bebas menggunakan kapanpu dan dimanapun, toh semua udah tak ada arti/berlaku yakan???

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------