Stockholm, 18 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID JANGAN IKUTAN PARA PENERUS SOEKARNO & MEGAWATI PERAMPOK NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JAYADI KAMRASYID JANGAN IKUTAN PARA PENERUS SOEKARNO & MEGAWATI PERAMPOK NEGERI ACEH

"Bung Ahmad: semakin ngelantur aja. Referendum untuk apa. Jelas aja ditolak. Wong niatnya mau misah dari Republik. Rakyat Aceh itu pendiri Republik Indonesia. Orang-orang seperti bung Ahmad meracuni orang Aceh untuk misah dari Republik dan menghancurkan RI. Terang aja ditolak donk. Emangnya kita-kita ini bego apa. Bertobatlah saudaraku. Rakyat Aceh adalah pendiri Republik Indonesia. Mereka tidak boleh lepas dari RI akibat ulah propokator seperti Bung Ahmad yang semakin ketakutan ditangkap oleh SBY. Maaf bercanda." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Thu, 18 Mar 2004 01:21:19 EST)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di USA.

Kelihatan sekali saudara Jayadi Kamrasyid ini baru dua tiga kali berdebat dengan Ahmad Sudirman sudah jungkir-jumpalik.

Coba perhatikan oleh seluruh peserta mimbar bebas ini dan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan rakyat di NKRI.

Ketika saya mengatakan: "Rakyat Aceh yang negerinya sudah dirampok Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 disuruh pula untuk menerima otonomi dari para penerus Penyamun Soekarno mantan Presiden RIS dan Mantan Presiden NKRI dan mantan Presiden Negara RI-Jawa-Yogya ini. Dan Aceh sudah tidak bisa lagi ditipu dengan UU No.18/2001 ini. Isinya penuh kebohongan dan penipuan melulu, saudara Jayadi. Dari mulai menipu dan melecehkan Syarit Islam, menipu dengan umpan bagi hasil pajak dan sumber daya alam selama 8 tahun, menipu dengan Wali Nanggroe dan Tuha Nanggroe yang hanya dijadikan simbol bagi pelestarian penyelenggaraan kehidupan adat, budaya, dan pemersatu masyarakat Aceh, menipu dengan pemilihan langsung Gubernur."

Eh, rupanya dijawab oleh saudara Jayadi dengan mengatakan: "Bertobatlah saudaraku. Rakyat Aceh adalah pendiri Republik Indonesia. Mereka tidak boleh lepas dari RI akibat ulah propokator seperti Bung Ahmad yang semakin ketakutan ditangkap oleh SBY. Maaf bercanda."

Saudara Jayadi Kamrasyid, saudara sudah ketinggalan kereta api. Itu rakyat Aceh sudah tahu dan mengetahui benar bahwa pendiri Negara RI atau Negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945 atau Negara RI-Jawa-Yogya adalah Soekarno bukan rakyat Aceh.

Coba baca lagi tulisan saya mengenai Kronologis dan penjelasan tentang penguasaan Negara-Negara, Daerah-Daerah, dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Negara RI-Jawa-Yogya. Dalam tulisan "Tato Suwarto pertahankan Soekarno menelan negara, daerah, negeri diluar negara RI-Jawa-Yogya" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/040219.htm
) dan tulisan "Suwarto takut baca kejahatan Soekarno dengan RI atau RI-Jawa-Yogya-nya masuk RIS dan menelan Negara Bagian RIS" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/040224.htm )

Jadi, agar saudara Jayadi tidak dikatakan sebagai orang yang ketinggalan kereta api oleh rakyat Aceh, maka sebelum berdebat dengan Ahmad Sudirman mengenai pendirian Negara RI ini, maka perlu membaca dua tulisan saya diatas terlebih dahulu.

Lihat saja, misalnya, saudara Jayadi ketika menanggapi tulisan saya langsung tanpa dipikir panjang menulis: "Rakyat Aceh adalah pendiri Republik Indonesia. Mereka tidak boleh lepas dari RI akibat ulah propokator seperti Bung Ahmad".

Coba perhatikan ada tiga kesalahan besar dalam tanggapan saudara Jayadi ini. Pertama, pendiri RI adalah bukan rakyat Aceh, melainkan Soekarno cs dari Jawa. Kedua, Negeri Aceh dicaplok dan dirampok oleh Soekarno pakai RIS pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan menetapkan Peraturan Pemerintah RIS No.21/1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No.5/1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh. Jadi hak rakyat Aceh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI. Ketiga, Ahmad Sudirman bukan provokator, melainkan orang yang memberikan penjelasan dan keterangan tentang penjajahan di Negeri Aceh berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang dibuat oleh pihak Pemerintah NKRI sendiri".

Kemudian, saudara Jayadi Kamrasyid dengan nada bercanda mengatakan: "Bung Ahmad yang semakin ketakutan ditangkap oleh SBY. Maaf bercanda"

Eh, saudara Jayadi Kamrasyid, yang ketakutan bukan Ahmad Sudirman, melainkan itu "Mr.Big" Susilo Bambang Yudhoyono yang telah membunuh rakyat Aceh dan menjajah Negeri Aceh ketika masih menjabat Menko Polkam dalam Kabinet Gotong Royong Megawati melalui Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003. Karena bisa jadi akan diajukan ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda untuk mempertanggung jawabkan atas pembunuhan rakyat Aceh di Negeri Aceh. Nah, silahkan "Mr.Big" Susilo Bambang Yudhoyono berlari dan sembunyi sebelum tertangkap oleh Ahmad Sudirman. Kalau perlu minta bantuan untuk dapat tempat persembunyian di USA ditempat saudara Jayadi Kamrasyid.

Saudara Jayadi Kamrasyid, itu membicarakan soal referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh bukan soal pembicaraan dan diskusi yang melantur, melainkan jalan pemecahan konflik Aceh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun dan telah memakan ratusan ribu rakyat Aceh sejak konflik ini berlangsung dari masa Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sampai sekarang masa Presiden Megawati bersama para Jenderal TNI/POLRI-nya.

Eh, saudara Jayadi Kamrasyid, jangan terus-terusan mengekor Megawati Cs dari PDIP dan mengekor Akbar Tandjung Cs dari GOLKAR. Mentang-mentang dari KNPI pendukung penuh pancasila hasil kutak-katik Soekarno penipu ulung di NKRI.

Tidak ada gunanya mempertahankan Negeri Aceh yang dirampok Soekarno dan dipertahankan oleh para penerusnya termasuk Presiden Megawati dan Ketua DPR sekaligus Ketua GOLKAR Akbar Tandjung dengan terus mempergunakan Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003.

Coba serahkan cara penyelesaiannya kepada seluruh rakyat Aceh dengan diberikan kebebasan untuk menentukan jajak pendapat atau referendum yang memberikan dua opsi, pertama opsi YA bebas dari NKRI dan opsi ke dua, TIDAK bebas dari NKRI.

Nah itu kan, jalan solusi yang jujur, adil dan bijaksana.

Tidak perlu mengerahkan puluhan ribu serdadu TNI/POLRI ke Negeri Aceh untuk membunuh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, sebagaimana yang dilakukan oleh pihak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang oleh Presiden Megawati.

Eh, apakah saudara Jayadi Kamrasyid takut kalau dilaksanakan referendum oleh seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh ?

Coba buktikan itu yang dikatakan oleh saudara Jayadi diatas bahwa orang Aceh pendiri Negara Republik Indonesia, dengan cara pembuktian melalui jalan referendum ini. Suruh pilih rakyat Aceh YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI. Kan mudah dan gampang jalan keluarnya.

Nah, kalau memang benar rakyat Aceh pendiri Negara RI, maka nanti hasil referendum itu banyak yang menjawab TIDAK bebas dari NKRI. Tetapi kalau memang saudara Jayadi Kamrasyid itu berbohong, maka rakyat Aceh banyak yang memilih YA bebas dari NKRI.

Jadi, daripada mengadakan Pemilu 5 April 2004 akal bulus Megawati Cs dari PDIP ini yang sedang giat-giatnya dikampanyekan sekarang ini, lebih baik untuk di Negeri Aceh dipersilahkan seluruh rakyat Aceh melakukan referendum untuk Bebas atau Tidak Bebas dari NKRI, daripada mencoblos Partai-Partai Politik gurem yang tidak banyak membantu dalam penyelesaian konflik Aceh ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Thu, 18 Mar 2004 01:21:19 EST
Subject: Re: KAMRASYID JANGAN IKUTAN MEGAWATI, AKBAR & AMIEN TIPU RAKYAT ACEH DENGAN U...
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, ahmad_jibril1423"@yahoo.com>, amriw@mweb.co.id, Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id

BUNG AHMAD:
SEMAKIN NGELANTUR AJA. REFERENDUM UNTUK APA. JELAS AJA DITOLAK. WONG NIATNYA MAU MISAH DARI REPUBLIK. RAKYAT ACEH ITU PENDIRI REPUBLIK INDONESIA. ORANG-ORANG SEPERTI BUNG AHMAD MERACUNI ORANG ACEH UNTUK MISAH DARI REPUBLIK DAN MENGHACURKAN RI. TERANG AJA DITOLAK DONK. EMANGNYA KITA-KITA INI BEGO APA.

BERTOBATLAH SAUDARAKU. RAKYAT ACEH ADALAH PENDIRI REPUBLIK INDONESIA. MEREKA TIDAK BOLEH LEPAS DARI RI AKIBAT ULAH PROPOKATOR SEPERTI BUNG AHMAD YANG SEMAKIN KETAKUTAN DITANGKAP OLEH SBY..MAAF BECANDA.

WASSALAM,

JAYADI KAMRASYID

JKamrasyid@aol.com
USA
--------