Stockholm, 18 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID HARUS TAHU ITU REFERENDUM DI ACEH TIDAK MENGARAH KEPADA PEMBUBARAN NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS JAYADI KAMRASYID HARUS TAHU ITU REFERENDUM DI ACEH TIDAK MENGARAH KEPADA PEMBUBARAN NKRI

"Bung Ahmad: Semakin tidak ngerti aja. Referendum itu tidak mungkin karena arahnya membubarkan Republik. Pilihannya sekarang adalah setujukah kita membubarkan RI. 90% rakyat Indonesia masih setuju RI jalan terus. Ini soal pilihan bung. Jadi soal referendum bagi rakyat Aceh jangan dilihat dalam perspektif Aceh saja." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Thu, 18 Mar 2004 06:47:40 EST)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di USA.

Eh, saudara Jayadi Kamrasyid, jangan mengalihkan persoalan referendum rakyat Aceh di Negeri Aceh dengan "arah pembubaran RI".

Saudara Jayadi, jangan pura-pura tidak tahu, coba buka lagi itu sejarah tentang pelaksanaan penentuan pendapat di Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999.

Dimana penentuan pendapat di Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 berdasarkan pada Persetujuan antara Republik Indonesia dan Republik Portugal mengenai Masalah Timor Timur yang ditandatangani pada tanggal 5 Mei 1999 di New York di bawah naungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, telah dilaksanakan penentuan pendapat di Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999.

Juga berdasarkan pada mayoritas warga Timor Timur yang memiliki hak pilih menolak tawaran otonomi khusus di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Juga berdasarkan pada adanya perubahan sikap sebagian besar rakyat Timor Timur terhadap Deklarasi Balibo tanggal 30 November 1975 yang menyatakan bahwa rakyat Timor Timur menyatakan kehendaknya untuk menyatukan Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melahirkan Ketetapan Nomor VI/MPR/1978 tentang Pengukuhan Penyatuan Wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nah, apakah setelah dilaksanakan penentuan pendapat di Timor Timur itu NKRI bubar ?
Jelas, saudara Jayadi Kamrasyid, itu NKRI masih berdiri dengan Negeri Aceh masih berada dalam perut NKRI.

Jadi, saudara Jayadi, jangan mengarang dan mengada-ada, bahwa kalau dilaksanakan referendum atau penentuan pendapat di Negeri Aceh akan mengarah kepada pembubaran NKRI.

Coba perhatikan sekali lagi itu penentuan pendapat di Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999, apakah mengakibatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibentuk pada tanggal 15 Agustus 1950, setelah Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dilebur, bubar ?

Jangan mimpi saudara Jayadi Kamrasyid. Itu NKRI tetap berdiri setelah dilaksanakan penentuan pendapat di Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999.

Nah sekarang, saudara Jayadi jangan mengalihkan persoalan dari masalah referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh menjadi masalah pembubaran NKRI.

Alasan yang diajukan saudara Jayadi Kamrasyid dengan mengatakan: "Referendum itu tidak mungkin karena arahnya membubarkan Republik. Pilihannya sekarang adalah setujukah kita membubarkan RI. 90% rakyat Indonesia masih setuju RI jalan terus."

Eh, saudara Jayadi, itu adalah alasan yang dicari-cari, tanpa ada dasar fakta dan buktinya. Yang jelas, itu NKRI memang ketika dibentuk, puing-puing bangunannya diambil dari Negara-Negara dan Daerah-Daerah bekas Negara Bagian RIS ditambah Negeri Aceh.

Jadi sekarang, saudara Jayadi, jangan banyak lagi mencari dan mengada-ada alasan yang macam-macam untuk mengalihkan referendum atau penentuan pendapat bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh dengan alasan pembubaran NKRI.

Tidak akan terjadi, apabila referendum di Aceh dilaksanakan, NKRI bubar, itu omong kosong, hanya orang-orang penerus Soekarno yang ketakutan lepas Negeri Aceh saja yang menyokong alasan apabila referendum dilaksanakan di Negeri Aceh, maka NKRI bubar.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Thu, 18 Mar 2004 06:47:40 EST
Subject: Re: KAMRASYID JANGAN IKUTAN PARA PENERUS SOEKARNO & MEGAWATI PERAMPOK NEGERI ...
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, ahmad_jibril1423"@yahoo.com>, amriw@mweb.co.id, Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com

BUNG AHMAD:
SEMAKIN TIDAK NGERTI AJA. REFERENDUM ITU TIDAK MUNGKIN..KARENA ARAHNYA MEMBUBARKAN REPUBLIK. PILIHANNYA SEKARANG ADALAH SETUJU KAH KITA MEMBUBARKAN RI. 90% RAKYAT INDONESIA MASIH SETUJU RI JALAN TERUS. INI SOAL PILIHAN BUNG. JADI SOAL REFERENDUM BAGI RAKYAT ACEH JANGAN DILIHAT DALAM PERSPEKTIF ACEH SAJA.

WASSALAM,

JAYADI KAMRASYID

JKamrasyid@aol.com
USA
--------