Stockholm, 19 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID & DHARMINTA MEMANG ITU TIM JAKSA SWEDIA DITEKAN OLEH TIM MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS JAYADI KAMRASYID & MATIUS DHARMINTA MEMANG ITU TIM JAKSA SWEDIA DITEKAN OLEH TIM MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA

"Menggelikan, membuat tulisan pernyataan macam itu (yang ditulis oleh sdr Reyza Zain). Siapapun bisa tentu aja dengan hasil karya yang sesuai dengan keinginanya. Lantas di e-mail kemana ia mau, dengan cara mengaburkan identitas, dengan kata lain pernyataan siluman. Apalagi pengirimannya hanya via e-mail Yahoo. Toh setiap orang bisa membuat memakai e-mail Yahoo lebih dari satu. Karena Yahoo kan menyediakan ruang pemakai e-mail secara gratis-tis-tis, hingga memungkinkan seseorang memakainya sesuka ia punya isi kepala, dengan tujuan seakan tulisan dikirim dari orang yang berbeda. Nama mungkin beda dari si a atau si b. Tapi kalau diamati dengan seksama antara nada dan gaya tulisan itu merupakan hasil karya tunggal, dengan tujuan seakan kunjungan Jaksa Swedia mendapat sorotan luas dan mendapat tekanan dari pihak yang berwajib, sayangnya tanpa didukung dengan fakta yang jelas. Justru sebaliknya sipenulis melengkapinya dengan opininya sendiri hingga menimbulkan suatu kejanggalan dalam keterangan/pernyataanya." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com ,Thu, 18 Mar 2004 22:15:20 -0800 (PST))

"Bung Ahmad: Ini fitnah lagi. Biarkanlah Kejaksaan Swedia itu bekerja. Jangan pake racun melulu. Kenyataannya GAM menyusahkan rakyat Aceh. Menjanjikan hidup lebih baik. Memaksa rakyat bayar pajak. TNI melakukan kesalahan harus diakui. Dan itu perlu pengadilan untuk itu. Tapi GAM dengan gerakan bersenjatanya harus dihabisi. Tidak ada pilihan Bung" (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Fri, 19 Mar 2004 00:21:25 EST)

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia dan saudara Jayadi Kamrasyid di USA.

Saudara Matius, itu semua email yang sampai kepada mimbar bebas ini telah dikontrol dan diteliti seratus persen oleh Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman sendiri tidak pernah memakai alamat email palsu. Justru sebaliknya alamat email Ahmad Sudirman dipalsukan orang lain. Tetapi jangan khawatir, sebentar saja ketahuan siapa yang memalsukan alamat email Ahmad Sudirman. Jadi tidak ada itu istilah main tipu-tipuan atau mengirimkan email palsu. Itu email yang memakai Yahoo atau Hotmail jangan dianggap enteng dan kecil, mentang-mentang gratis. Itu nilainya sama saja. Yahoo dan Hotmail punya aturan yang ketat, siapa yang memalsukan dan menipu dengan memakai Yahoo atau Hotmail kena getuk langsung.

Jadi jangan khawatir saudara Matius Dharminta, itu kiriman berita dari saudara Reyza Zain, warzain@yahoo.com , memang benar. Saya kenal saudara Reyza sudah lama dari sejak sebelum ia pindah ke Amerika.

Saudara Matius, itu Tim Jaksa Swedia, pada tanggal 17 Maret 2004, sudah bertemu dengan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya dan sudah dibombardir dengan segala macam informasi dari sebelah pihak yang menguntungkan NKRI sambil memojokkan pihak ASNLF atau GAM dan TNA.

Jelas, saudara Matius, itu Tim Jaksa Swedia tidak bisa begitu saja percaya dengan apa yang dibualkan oleh Mayjen TNI Endang Suwarya.

Coba pikirkan, setiap langkah Tim Jaksa Swedia, selalu diikuti oleh langkah para serdadu TNI, sampai-sampai para wartawanpun tidak boleh terlalu mendekat. Pertemuan dan pemeriksaaan semuanya dilakukan secara tertutup. Dikawal dan disaksikan oleh para serdadu TNI. Para saksi yang akan diperiksa sudah dibekali jawabannya, jangan menyimpang dari apa yang sudah diajarkan oleh pihak Staf Kapolda Aceh.

Jelas, itu semua merupakan tekanan kepada pihak Tim Jaksa Swedia.

Coba kalau itu Tim Jaksa Swedia dibiarkan bebas, pilih sendiri siapa yang mau diperiksa, yang penting berikan semua daftar yang dianggap anggota GAM, tunjukkan di penjara mana itu orang-orang yang disangka anggota GAM dikurung. Biarkan Tim Jaksa Swedia bebas pergi tanpa dikawal oleh setumpuk serdadu TNI/POLRI, cukup oleh seorang supir, seorang penterjemah, dan seorang penunjuk jalan.

Ini, belum apa-apa Tim Jaksa Swedia sudah dikasih makanan informasi berbau tempe dan oncom kesenangan Mang Endang yang memojokkan dan merugikan pihak ASNLF atau GAM dan TNA.

Jadi, kalau saya katakan itu pihak Tim Jaksa Swedia ditekan pihak Mang Endang Cs memang itu benar dan masuk akal.

Hanya jelas kalau saya katakan bahwa itu Tim Mang Endang Suwarya telah menekan pihak Tim Jaksa Swedia langsung saja diprotes oleh saudara Jayadi Kamrasyid: "Ini fitnah lagi. Biarkanlah Kejaksaan Swedia itu bekerja. Jangan pake racun melulu."

Eh, apapula saudara Jayadi mengatakan itu fitnah.

Itu yang saya katakan adalah berdasarkan berita yang dikumpulkan oleh Tim Detikcom, biar laku itu situs detikcom, supaya jangan bangkrut. Makin banyak pengunjung situs Detikcom, makin laku itu situs, dan makin banyak uang masuk ke kas Detikcom.

Tahu-tahu berita yang dikumpulkan Tim Detikcom dianggap fitnah. Bagaimana saudara Jayadi Kamrasyid ini. Bisa-bisa saudara Jayadi ini diseruduk oleh para pengagum Detikcom termasuk Tim Detikcom yang telah bersusah payah menuliskan berita tentang kunjungan Tim Jaksa Swedia ke Negeri Aceh untuk cari bukti dan fakta dari para saksi yang dianggap dan dicap anggota GAM oleh Mang Endang Suwarya Cs.

Coba perhatikan oleh seluruh rakyat di NKRI dan rakyat di Negeri Aceh, ketika saya menulis: "Pada hari Rabu, 17 Maret 2004 Tim Kejaksaan Swedia yang didampingi dari Kedutaan Besar Swedia yang terdiri dari Tomas Linstrand, Agnetha Hilding, Gunar Akesten, Ulf Samuelson, Bjorn Erlandson, dan Sven Ake Blombergson tiba di Banda Aceh dan bertemu dengan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya. Dimana Mayjen TNI Endang menyatakan bahwa separatis GAM melakukan aksi teror, membakar fasilitas umum, penembakan, penyanderaan, pengeboman di tempat-tempat keramaian yang semuanya dikontrol Hasan Tiro. Hubungan antara Aceh dan Swedia dilakukan melalui handphone satelit. Untuk menormalkan Aceh Hasan Tiro harus ditangkap, karena dia teroris. (asy, www.detik.com/peristiwa/2004/03/17/20040317-164115.shtml )

Eh, tahu-tahu dibilang fitnah oleh saudara Jayadi Kamrasyid pendukung Akbar Tandjung Ketua GOLKAR dan KNPI, serta pendukung penuh pancasila ini.

Jelas, bisa ngamuk itu saudara Asy dari Tim Detikcom dikatakan berita yang telah dikumpulkan dan dituliskannya dengan susah payah itu dianggap fitnah oleh saudara Jayadi.

Dan kalau saya mengatakan: "kelihatan memang Mayjen TNI Endang Suwarya sudah sedemikian terpukul dan sudah tidak mampu melakukan tindakan secara militer guna menghabiskan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, sehingga tidak tanggung-tanggung langsung saja mengatakan: "Untuk menormalkan Aceh Hasan Tiro harus ditangkap, karena dia teroris. Padahal justru yang sebenarnya teroris adalah Mayjen TNI Endang Suwarya yang telah diperalat oleh Presiden Megawati Cs untuk menekan, menduduki dan menjajah Negeri Aceh dengan dilindungi oleh Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003."

Jelas, yang saya tuliskan itu bukan fitnah, saudara Jayadi Kamrasyid pendukung pancasila.

Itu adalah suatu fakta dan bukti yang nyata. Mang Endang Suwarya berlindung dibalik NKRI untuk membunuh dan menghancurkan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Itu Mang Endang sama saja dengan teroris Negara NKRI yang didukung penuh oleh saudara Jayadi Kamrasyid pendukung penuh pancasila hasil utak-atik Soekarno pencaplok Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950 yang menggunakan alat dasar hukum PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950.

Kalau pihak Mang Endang yang sebentar lagi Keppres No.28/2003 akan dicabut oleh Megawati kalau tidak mengingkari janjinya, dan diganti dengan Keppres lain tentang keadaan darurat sipil, masih tetap punya kemampuan untuk menghabisi TNA dan ASNLF atau GAM, wah hebat itu tenaga tambahan Mang Endang ini.

Ah, jangan-jangan Mang Endang setelah Keppres No.28/2003 dicabut, lari terbirit-birit ke Jabar, balik kampung, takut disorot dan ditangkap Ahmad Sudirman.

Saudara Jayadi Kamrasyid, jangan merasa hebat mau habisi ASNLF atau GAM dan TNA.
Sekarang saja, ASNLF atau GAM dan TNA masih tegar, itu Keppres No.28/2003 sudah mau dihancurkan diganti dengan Keppres lain pula yang isinya mengenai darurat sipil.

Tetapi, jelas, memang pencabutan Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 adalah keinginan saya dan itu memang taktik dan strategi bagi rakyat Aceh untuk menuju pelaksanaan penentuan pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk memilih opsi YA bebas dari NKRI atau opsi TIDAK bebas dari NKRI.

Dan tentu saja, kalau itu Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 dicabut, dan semua serdadu TNI/POLRI/RAIDER secepatnya ditarik pulang ke Jawa, dan Kang Dirman-pun Insya Allah akan datang berkunjung ke Negeri Aceh berjumpa rakyat Aceh disamping kalau sempat akan melihat muka Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya kalau masih berani tinggal di Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 18 Mar 2004 22:15:20 -0800 (PST)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA COBA TEKAN TIM JAKSA SWEDIA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: PPDI@yahoogroups.com

Menggelikan, membuat tulisan pernyataan macam itu (yang ditulis oleh sdr Reyza Zain). Siapapun bisa tentu aja dengan hasil karya yang sesuai dengan keinginanya. Lantas di e-mail kemana ia mau, dengan cara mengaburkan identitas, dengan kata lain pernyataan siluman. Apalagi pengirimannya hanya via e-mail Yahoo. Toh setiap orang bisa membuat memakai e-mail yahoo lebih dari satu. Karena Yahoo kan menyediakan ruang pemakai e-mail secara gratis-tis-tis, hingga memungkinkan seseorang memakainya sesuka ia punya isi kepala, dengan tujuan seakan tulisan dikirim dari orang yang berbeda. Nama mungkin beda dari si a atau si b.

Tapi kalau diamati dengan seksama antara nada dan gaya tulisan itu merupakan hasil karya tunggal, dengan tujuan seakan kunjungan Jaksa Swedia mendapat sorotan luas dan mendapat tekanan dari pihak yang berwajib, sayangnya tanpa didukung dengan fakta yang jelas. Justru sebaliknya sipenulis melengkapinya dengan opininya sendiri hingga menimbulkan suatu kejanggalan dalam keterangan/pernyataanya.

Yang fair ajalah.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Fri, 19 Mar 2004 00:21:25 EST
Subject: Re: MAYJEN TNI ENDANG SUWARYA COBA TEKAN TIM JAKSA SWEDIA
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com

BUNG AHMAD:
INI FITNAH LAGI. BIARKANLAH KEJAKSAAN SWEDIA ITU BEKERJA. JANGAN PEKE RACUN MELULU. KENYATAANNYA GAM MENYUSAHKAN RAKYAT ACEH. MENJANJIKAN HIDUP LEBIH BAIK. MEMAKSA RAKYAT BAYAR PAJAK. TNI MELAKUKAN KESALAHAN HARUS DIAKUI. DAN ITU PERLU PENGADILAN UNTUK ITU. TAPI GAM DENGAN GERAKAN BERSENJATANYA HARUS DIHABISI.
TIDAK ADA PILIHAN BUNG.

WASSALAM,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
USA
----------