Stavanger, 24 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MIRZA ITU LEBIH SUKA MEMILIH JADI JONGOS MEGAWATI
Asammameh
Stavanger - NORWEGIA.

 

JELAS NAMPAK DARI JAUH ITU MIRZA LEBIH SUKA MEMILIH JADI JONGOS MEGAWATI

Apa yang kamu bilang Mirza ?
Masalah aman tidak aman di Acheh terbukti dengan Keppres No. 28/2003, bahwa Acheh tidak aman dan bahaya, makanya mbak Mega mengirimkan bala tentara made in Ryacudu Raider sebagai prajurit tambahan dari 50,000 yang sudah ada dengan nama TNI/POLRI.

Jadi secara logis, masalah keamanan di Acheh tidak usah saudara Mirza paksakan pada orang lain. Mungkin anda bisa merasakan aman di Acheh dalam keadaan DM ( Darurat Militer ) itu salah satu kelebihan pergaulan anda atau kelebihan anda melakukan pendekatan dengan pencetus DM itu, mungkin juga anda salah seorang anggota yang merestui berlakunya DM di Acheh.

Aman di Acheh menurut Mirza Cs sungguh menggelikan, aneh, langka, buta, tuli, luar biasa. Bagaimana pikiran seorang manusia bisa mengatakan aman dalam keadaan masih terjadi perang dan pembunuhan yang merata berbagai tempat?. Keadaan bahaya dan DM masih berjalan, kalau anda Mirza cs mengatakan aman dan pernah pergi ke Acheh, anda bisa mengatakan pada diri dan kawan kawan dalam gerombolan penjajah NKRI pancasila itu, saya kira itu satu hal yang wajar sekali anda lakukan, demi lancarnya pembunuhan dan aman untuk kempanye pemilu sebagai pesta demokrasi gerombolan penjajah NKRI pancasila itu.

Tolong keluar sedikit dari bingkai NKRI itu dan lihat dengan mata manusia yang tidak memakai lensa penjajah Indonesia pancasila NKRI itu pada semua sudut di Acheh. Lihat kemauan rakyat Acheh dan ke amanan cinta damai yang rakyat Acheh tampilkan pada tahun 1999 di kota Banda Acheh dengan tema referendum, Mirza Cs, jangan seenaknya berkoar membetulkan akidah pembunuh para penjajah yang mengerahkan bala tentera ke Acheh untuk membasmi dan membunuh bangsa Acheh yang sudah sadar menentukan nasib diri sendiri di dalam negeri sendiri dan keluar dari pengaruh penjajah NKRI pancasila itu.

Bangsa Acheh tidak mahu lagi negeri Acheh terus ditelan dan diduduki oleh penjajah NKRI pancasila itu. Bangsa Acheh telah sadar dan akan berjuang sampai mati, selagi Mbak Mega Cs, TNI/POLRI dan antek anteknya masih berada di bumi Acheh yang sengaja mereka datang dari seberang laut dengan TNI/POLRI dan Raidernya untuk membunuh bangsa Acheh yang memiliki hak dan kuasa penuh atas tanah pusaka tempat kelahirannya. Bangsa Acheh tidak kenal mengenal dengan bangsa yang berada di seberang lautan ( Jawa). Aman atau tidak Acheh, bukan polling yang keluar dari mulut Mirza Cs dan Mbak Mega Cs, tetapi polling yang sangat tepat untuk mengatakan aman atau tidak Acheh setelah referendum terlaksana di Acheh.

Bagi kami bangsa Acheh, keamanan, kedamaian, kesejahteraan, bisa tercapai bukan melalaui DM atau DS, tetapi kedamaian dan kesejahteraan bisa terwujud jika pihak penjajah negara pancasila Indonesia TNI/POLRI/RAIDER, tidak lagi menduduki negeri Acheh yang telah sekian lama di telan melalui mulut Sumatra oleh Soekarno Cs, sampai sekarang masih mulus penerapan sistim penjajahan dan kuasa penjajahan di kalangan Mbak Mega Cs. Jadi sangat aneh jika saudara Mirza mengatakan Acheh aman untuk masa sekarang. Kalau anda berkeinginan menyampaikan berita penipuan ini di terima, maka sangat sesuai pernyataan saudara Mirza Cs itu pada manusia manusia yang kurang panca indranya.

Mirza Acheh tidak akan aman selagi bangsa Acheh masih hidup, itu prinsip dan hakikat yang harus anda ketahu. Saya teringat kata kata yang di keluarkan oleh prajurit prajurit TNI Indonesia penjajah itu bahwa, bangsa Acheh harus dibasmi habis, seperti orang menyemprot hama wereng di sawah. Alasannya kalau bangsa Acheh masih juga hidup sampai kapanpun Acheh tidak aman selagi Acheh belum merdeka itu kata TNI/POLRI.

Jadi kalau Mirza takut berperang dan tidak ingin melihat rakyat Acheh di bunuh tiap hari, tolong Mirza congkel mata dan sumbat telinga anda, supaya kehidupan anda akan lebih senang. Kalau anda tidak sanggup melakukan itu maka saya harapkan anda Mirza lebih baik anda duduk dan belajar lebih banyak lagi produk produk buatan Indonesia itu, supaya pada satu hari nanti anda akan jadi orang besar di kalangan manusia penjajah Indonesia Jawa itu.

Mungkin kalau sudah sampai ke tingkatan itu kepala dan pikiran anda akan berubah pada jalur jalur tertentu. Lihat SBY, Mbak Mega, Mbak Tutut, Wiranto, mereka sangat tenang hidup dan berkampanye di berbagai tempat, walaupun keadaan rakyat, miskin, pembunuhan , kebakaran, dsbnya. Apalagi si Wiranto yang satu itu kini sedang giat berkampanye, walaupun setelah kampanye nanti kelak akan tangkap.

Mungkin juga anda mendengar salam rindu dan sayang yang di sampaikan oleh Tutut untuk rakyat Acheh sebagai salam dari ayahnya Soeharto pembunuh dan bandit besar dimasa ketika menjabat sebagai kepala gerombolan penjajah NKRI pancasila itu. Bagaimana ilmu dan jiwa manusia yang jenis ini di galakan oleh Indonesia penjajah itu ? Makanya Indonesia penjajah tidak bisa di pisahkan. Karena kader dan pemimpin dalam tubuh NKRI itu harus mempunyai jiwa dan pikiran pikiran jahat dan tidak bertanggung jawab. Mungkin juga Mirza Cs akan mendapat peluang pada masa mendatang jika Indonesia itu masih berkumandang. Apa sepatutnya di katakan pada manusia jenis ini ? tidak tanggung jawab (lamiet ) si Paaa.iiii.

Makanya Mirza jangan cepat sekali mengatasnamakan keamanan dan kesejahteraan untuk rakyat keseluruhananya jika nama Indonesia itu masih hidup di bumi ini. Tolong simak tragedi tragedi sadis yang di lakukan selama Indonesia berkumandang di bumi bangsa Melayu!. Lebih baik anda diam, jangan ikut gerombolan penjajah dan pembunuh bangsa Acheh itu.

Kalau anda ada sedikit kelebihan ilmu yang sudah anda miliki selama hayat di kandung badan, jangan berkongsi lagi dengan gerombolan penjajah itu dan pembunuh bangsa Acheh yang telah sadar menentukan nasib diri sendiri keluar dari keranjang NKRI pancasila penjajah itu. Jika anda tidak tahu kemana sasaran dan tujuan untuk memakai ilmu yang anda sudah dapatkan itu agar lebih berguna, walaupun banyak dicampur dengan ilmu tradisional air mancur, karena memang itu keinginan pribadi anda untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, itu tidak jadi masalah, karena yang penting anda bisa beralih pada garis kebenaran yang telah di paparkan di kota Banda Acheh dengan tema referendum.

Kalau anda tidak bisa menerima solusi referendum, apa sepatutnya label yang harus saya berikan kepada anda Mirza. Untuk sementara Mirza mempunyai label cuak intelektual dan aneuk kafee Jawa.

Wassalam.

Asammameh

asammameh@hotmail.com
Stavanger,Norwegia
----------

From: "Teuku Mirza" teuku_mirza@hotmail.com
To: dobing@telkom.net, ahmad@dataphone.se, partai@keadilan.or.id,
siliwangi27@hotmail.com, JKamrasyid@aol.com, editor@jawapos.com, asammameh@hotmail.com ,
Subject: Re: SAGIR ITU ACEH BUKAN AMAN TETAPI DIKURUNG TNI/POLRI/RAIDER, KEPPRES NO.28/2003 & KEPPRES NO.43/2003
Date: Wed, 24 Mar 2004 10:03:22 +0700

Manusia satu ini kelewat sok taunya padahal saat ini tak seharipun dia pernah menginjakkan kakinya dibumi Aceh, tapi orang yang menyatakan bahwa Aceh saat ini telah aman berdasarkan fakta yang ada, berdasarkan kunjungan ke Aceh dianggap mengada-ngada.

Pada komentar saya yang lalu saya mengatakan bahwa ekonomi Aceh saat ini mulai berderak, itu bukan mengada-ngada, karena sebagian teman-teman saya berusaha di Aceh, dan setiap hari saya dapat kontak langsung dari Aceh, kalo Shahen Fasya mengatakan saya mengada-ngada, ternyata Saudara Sagir Alva menguatkan apa yang saya katakan.

Muncul pertanyaan buat saya, mengapa Ahmad Sudirman ini begitu gusarnya mendengar Aceh sata ini sudah aman ? apakah berarti kalo Aceh Aman, itu berarti suatu kesia-siaan bagi Ahmad Sudirman dan kelompoknya atas upaya mereka mengacaukan Aceh selama ini ?

Sekarang satu lagi bukti, kawan saya yang orang Jawa berangkat dari Medan ke Banda Aceh tanggal 19 Maret lalu dengan menggunakan jalan darat, mengatakan aman-aman saja, Jalur Medan Banda Aceh dapat dikatakan mewakili seluruh kawasan Aceh bagian Barat bukan hanya Kota Banda Aceh dan sekitarnya untuk jalur Timur, Tapaktuan, Meulaboh , Banda Aceh saat ini juga jauh lebih aman.

Juga teman saya seorang detailman Indofarma untuk wilayah kerja Kabupaten Bireun dan sekitarnya juga mengatakan hal yang sama bahwa Aceh saat ini jauh lebih aman. Memang kelihatannya Ahmad Sudirman ini adalah manusia yang tidak menghendaki Aceh ini aman dia sangat tidak rela untuk melihat Aceh ini aman, juga sangat tidak rela melihat masyarakat Aceh menjadi sejahtera, bebas dari rasa takut, teror dan kebodohan.

Ahmad Sudirman dan kelompoknya sangat tidak tidak rela melihat anak-anak Aceh bisa bersekolah, bisa menikmati penerangan listrik hingga dipelosok desa juga tidak rela melihat mesyarakat Aceh bisa mencari nafkahnya dengan aman.

Barang kali siapapun bisa menilai kualitas manusia macam apa Ahmad Sudirman dan kelompoknya ini ! Barangkali kalian ini hidup dari konflik Aceh, sepanjang konflik di Aceh ada maka, kalian dapat menikmati hidup lebih baik, bisa dapat sumbangan pajak nanggrou, dan sumbangan dari LSM internasional untuk cuap-cuap masalah HAM dan recehan lain - lain.

Apakah jaminan sosial untuk "masyarakat duafa" dari pemerintah Swedia masih kurang untuk menyokong hidup Anda selama ini Sdr Ahmad Sudirman ? Kalo Anda mau hidup hemat, sekedar makan dan tidur dan jalan-jalan sekitar tempat tinggal Anda itu sudah dari cukup saya kira.

Wassalam

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
Universitas Indonesia
Jakarta, Indonesia
----------