Stockholm, 25 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

OMAR PUTEH SEMPROT BERSIH SOEKARNO DAN PARA PENERUSNYA PAKAI ALAT SEMPROT BLACK DUTCHMAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BAGAIMANA ITU PARA PENERUS SOEKARNO BARU SAJA DISEMPROT PAKAI ALAT SEMPROT BLACK DUTCHMAN YANG DISEMPROTKAN OMAR PUTEH DARI NORWEGIA SUDAH KALANGKABUT PUSING TUJUH KELILING

"Buat om Omar Puteh tanpa mengurangi rasa hormat saya pada anda. Saya hanya ingin membalas tulisan dan kata2 anda dengan bahasa "Anda orang emosional dan picik" Kenapa saya bilang begitu? Anda sudah dengan membabi buta menyamakan orang Jawa yg jadi tentara upahan KNIL Belanda dengan semua orang Jawa. Orang Jawa adalah keturunan Black Dutchmen. Wah analisis yg timbul dari sebuah kedengkian buta. Anda mengeksploitasi sebuah fhoto marsose yang berdiri diatas mayat bangsa Aceh, dan melabelkan mereka adalah orang Jawa. Anda tentunya paham justru Marsose2 yg difhoto itu juga adalah musuh bangsa kami dan juga musuh bangsa Aceh, mereka adalah orang2 yg jadi antek kolonial yg sama2 kami perangi. Terhadap pemimpin2 RI yg anda sebut itu saya bukan mengidolakan mereka, sebagai pemimpin pasti ada segi positif/negatifnya, ada sisi buruk dan sisi baiknya. Tetapi menyebut mereka sbg Black Dutchmen adalah sbuah kata yg menyiratkan kedengkian dangkal yg tak cukup alasan." (Dobing, dobing@telkom.net , Thu, 25 Mar 2004 13:05:18 +0700)

"Dengan Hormat. Saya sangat setuju 100% dengan tanggapan anda (Dobing) atas tulisan "Om Puteh". Pikiran dan pandangan yang men-generalisasikan seluruh etnis atas kebusukan atau kesalahan serta kekeliruan segelintir oknum dari etnis itu adalah "prejudice", suatu pola pandangan dan pikiran yang "sangat picik" sekali, yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan tolerancy dan persaudaraan serta persahabatan!. Kita semua harus bisa "pragmatis" dan bisa melihat pada fakta dan kenyataan bahwa disetiap etnis selalu ada yang baik, yang busuk, yang jahat, yang corrupt, yang bengkok, yang lurus, yang jujur, yang tolerant, yang bersih dsb dsb, inilah yang disebut "Human Nature". Kita harus menilai manusia secara individu dan tidak menilai manusia dengan men-generalisasikan seluruh etnis karena kebusukan dan kesalahan beberapa oknum dari etnis tsb."(Hidajat Sjarif, siliwangi27@hotmail.com , Thu, 25 Mar 2004 11:49:18 +0000)

Baiklah saudara Dobing di Jakarta, Indonesia dan saudara Hidajat Sjarif di Edmonton, Alberta, Canada.

Rupanya cerita Black Dutchman made in Omar Puteh dari Stavanger, Norwegia menjadikan para penerus Soekarno di mimbar bebas ini menjadi kalang kabut dan pusing tujuh keliling.

Wah, bagaimana ini para penerus Soekarno yang mendukung pencaplokan, pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh. Baru saja disemprot pakai alat semprot merk Black Dutchman buatan
Omar Puteh dari Stavanger, Norwegia sudah pontang panting, kelabakan, pusing tujuh keliling.

Baru disemprot pakai campuran air salju dari Stavanger yang dicampur dengan cairan hitam Black Dutchman dengan dikasih campuran akar-akar bahan jamu air mancur kesukaan Mbak Megawati dari PDIP sudah gemetaran tidak berkutik.

Apalagi itu saudara Dobing di Jakarta yang diperkuat pula oleh saudara Hidajat Sjarif dari Edmonton, Alberta, Canada, saking kelabakannya tidak mampu berkelit untuk menyerang balik itu semprotan Black Dutchman, sehingga yang keluar hanyalah ucapan Dobing yang kalangkabut: "Anda orang emosional dan picik. Anda sudah dengan membabi buta menyamakan orang Jawa yg jadi tentara upahan KNIL Belanda dengan semua orang Jawa. Orang Jawa adalah keturunan Black Dutchmen. Wah analisis yg timbul dari sebuah kedengkian buta."

Terus disambut oleh saudara Hidajat Sjarif sambil setengah teriak : "Pikiran dan pandangan yang men-generalisasikan seluruh etnis atas kebusukan atau kesalahan serta kekeliruan segelintir oknum dari etnis itu adalah "prejudice", suatu pola pandangan dan pikiran yang "sangat picik" sekali, yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan tolerancy dan persaudaraan serta persahabatan. Jelas sekali Om Puteh itu bukan seorang muslim. Beliau adalah seorang kafir yang telah tersesat."

Saudara Dobing dan saudara Hidajat Sjarif, kalau saudara berdua itu memahami dan memikirkan secara mendalam dari apa yang dilontarkan oleh saudara Omar Puteh dengan ide Black Dutchman yang diterapkan kepada Soekarno dan para penerusnya sebagai penelan, pencaplok, penjajah Negeri Aceh dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati Soekarnoputri dan juga didukung penuh oleh saudara Dobing dan saudara Hidajat Sjarif, maka sebenarnya istilah dan predikat Black Dutchman itu masih belum apa-apa.

Jelas, saudara Omar Puteh itu tidak "membabi buta menyamakan orang Jawa yg jadi tentara upahan KNIL Belanda dengan semua orang Jawa".

Yang ditekankan oleh saudara Omar Puteh dalam tulisannya itu adalah aktor-aktor penjajah dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati yang didukung oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais.

Tentu saja termasuk mereka yang menyokong sikap dan tindakan pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh. Misalnya saudara Dobing dan saudara Hidajat Sjarif, bisa dimasukkan kedalam kelompok Jawa yang bertitel Black Dutchman.

Kalau Ahmad Sudirman jelas tidak masuk kedalam kelompok Black Dutchman, karena tidak menyokong dan mendukung pendudukan dan penjajahan di negeri Aceh.

Nah kalau tidak mau diberi gelar dan titel Black Dutchman oleh saudara Omar Puteh dari Negeri Salju Norwegia, yang dingin itu, coba contohlah Ahmad Sudirman yang menolak seratus persen penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh para penerusnya termasuk Presiden Megawati dan juga diperkuat oleh saudara Dobing dan saudara Hidajat Sjarif.

Sebenarnya mudah saja jalan untuk berkelit dari alat semprot Black Dutchman buatan saudara Omar Puteh ini, yaitu jalankan taktik dan strategi seperti yang dibuat oleh Ahmad Sudirman. Jangan sokong dan jangan mendukung penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh oleh NKRI. Ajukan jalan keluar dari konflik Aceh dengan mencabut dasar hukum Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003, serta laksanakan penentuan pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh untuk memilih dua opsi, yaitu opsi YA bebas dari NKRI dan opso TIDAK bebas dari NKRI.

Saya yakin dengan meminum obat anti semprot Black Dutchman yang dibuat resepnya oleh Ahmad Sudirman tersebut, Insya Allah akan sembuh langsung.

Jadi tidak perlu dengan berkomat-kamit baca jampe-jampe: "Om Puteh itu bukan seorang muslim. Beliau adalah seorang kafir yang telah tersesat." Karena itu jampe-jampe yang dikomat-kamitkan oleh saudara Hidajat Sjarif tidak mujarab untuk menangkis semprotan Black Dutchman buatan saudara Omar Puteh. Apalagi kalau jampe-jampe itu dibacakan di Negara Sekular Canada, pasti tidak mujarab. Di Negara sekular Canada tidak diakui jampe-jampe yang dicampur-adukkan kedalam hukum Canada, apalagi jampe-jampe itu dikuras dari agama. Sedangkan yang dikomat-kamitkan oleh saudara Dobing di Negara Pancasila saja sudah tidak mempan menangkis semprotan Black Dutchman, apalagi kalau dikomat-kamitkan di Negara sekular Canada.

Jadi, saran saya jangan takut dan khawatir dengan semprotan Black Dutchman buatan saudara Omar Puteh dari Negeri Salju Norwegia itu. Tangkislah dengan jampe-jampe yang diajarkan dan dijelaskan oleh Amad Sudirman diatas itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "dobing" dobing@telkom.net
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>,"Serambi Indonesia" serambi_indonesia@yahoo.com
Subject: Re: PLUS I + JAWA SI PENJAJAH ATAU SI PENJAJAH INDONESIA JAWA
Date: Thu, 25 Mar 2004 13:05:18 +0700

ASSALAMUALAIKUM

Buat om Omar Puteh tanpa mengurangi rasa hormat saya pada anda. Saya hanya ingin membalas tulisan dan kata2 anda dengan bahasa "Anda orang emosional dan picik" Kenapa saya bilang begitu? Anda sudah dengan membabi buta menyamakan orang Jawa yg jadi tentara upahan KNIL Belanda dengan semua orang Jawa. Orang Jawa adalah keturunan Black Dutchmen. Wah analisis yg timbul dari sebuah kedengkian buta. Anda mengeksploitasi sebuah fhoto marsose yang berdiri diatas mayat bangsa Aceh, dan melabelkan mereka adalah orang Jawa.

Anda tentunya paham justru Marsose2 yg difhoto itu juga adalah musuh bangsa kami dan juga musuh bangsa Aceh, mereka adalah orang2 yg jadi antek kolonial yg sama2 kami perangi.

Terhadap pemimpin2 RI yg anda sebut itu saya bukan mengidolakan mereka, sebagai pemimpin pasti ada segi positif/negatifnya, ada sisi buruk dan sisi baiknya. Tetapi menyebut mereka sbg Black Dutchmen adalah sbuah kata yg menyiratkan kedengkian dangkal yg tak cukup alasan.

Kiranya membaca statement anda, membuat saya jadi sedikit punya gambaran tentang kualitas pemikiran om Omar puteh. Cara2 anda memprovokasi ini cara2 yg ngga cerdas, anda jadi gelap mata sehing mengaburkan antara yg putih dan yg hitam karena frustasi, sehingga marsose yg jelas2 musuh seluruh bangsa Indonesia di masa kolonialpun anda posisikan sebaga orang Jawa pada umumnya.

Wassalam

Dobing

dobing@telkom.net
Jakarta, Indonesia
----------

From: "Hidajat Sjarif" siliwangi27@hotmail.com
To: dobing@telkom.net
Cc: om_puteh@hotmail.com, miranda_hnf@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, tang_ce@yahoo.com, rimueng_acheh@uyahoo.com, zafala@hotmail.com, otra25@indosat.net.id, ahmad@dataphone.se, sadanas@equate.com, karip@bukopin.co.id, wpamungk@centrin.net.id, teuku_mirza@yahoo.com
Subject: Re: PLUS I + JAWA SI PENJAJAH ATAU SI PENJAJAH INDONESIA JAWA
Date: Thu, 25 Mar 2004 11:49:18 +0000

Dengan Hormat. Saya sangat setuju 100% dengan tanggapan anda atas tulisan "OM PUTEH". Pikiran dan pandangan yang men-generalisasikan seluruh etnis atas kebusukan atau kesalahan serta kekeliruan segelintir oknum dari etnis itu adalah "PREJUDICE", suatu pola pandangan dan pikiran yang "SANGAT PICIK" sekali, yang jelas bertentangan dengan ajaran ISLAM yang mengajarkan TOLERANCY dan persaudaraan serta persahabatan!.

Kita semua harus bisa "PRAGMATIS" dan bisa melihat pada fakta dan kenyataan bahwa disetiap etnis selalu ada yang baik, yang busuk, yang jahat, yang corrupt, yang bengkok, yang lurus, yang jujur, yang tolerant, yang bersih dsb dsb, inilah yang disebut "HUMAN NATURE". Kita harus menilai manusia secara individu dan tidak menilai manusia dengan men-generalisasikan seluruh etnis karena kebusukan dan kesalahan beberapa oknum dari etnis tsb. Bila kita melihat pola berpikir Om PUTEH itu, jelas sekali OM PUTEH ITU BUKAN SEORANG MUSLIM.....BELIAU ADALAH SEORANG KAFIR YANG TELAH TERSESAT!!!!!!!!.Seorang yang mengaku Muslim tidak akan mungkin untuk mem-promosikan KEBENCIAN dan PREJUDICE terhadap suatu etnis secara keseluruhan.

Best regards.GBU.

Hidajat Sjarif,

siliwangi27@hotmail.com
Edmonton, Alberta, Canada.
----------