Stockholm, 27 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HERMAWAN JANGAN TERUS TUTUPI AKAL BULUS SOEKARNO & MEGAWATI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AGUS HERMAWAN JANGAN TERUS TUTUPI AKAL BULUS SOEKARNO & MEGAWATI

"Bukan akal bulus atuh kang, tapi politik yg jitu itu mah, yang akal bulus, tipu muslihat itu, seperti minta uang dengan janji mau kirim senjata, tapi malah dibeliin mobil, nah itu akal bulus, penipu ulung mah kang!. Akang ini mesti ngertilah dikit, pakai otak. Siapa yg sebenarnya penipu ulung itu?" (Agus Hermawan, sadanas@equate.com ,Sat, 27 Mar 2004 13:14:31 +0300)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait.
Coba perhatikan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Ini saudara Agus Hermawan, rupanya masih juga berusaha untuk menilap kelakuan busuk akhli utak-atik bagaimana caranya menilap wakil-wakil dari Negara-negara Bagian RIS agar bisa masuk kedalam karung-goninya RIS- Soekarno supaya bisa digembol masuk kedalam gua NKRI yang didalamnya sudah menunggu Negara RI yang perutnya masih kempes karena belum diisi daging-daging Negara-Negara Anggota Bagian RIS lainnya.

Soekarno akhli tilap tukang utak-atik cara menilap wakil-wakil Negara Bagian RIS disebut akhli "politik yang jitu" oleh saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Tidak hanya sampai disitu saja, melainkan saudara Agus Hermawan orang satu ini tidak tanggung-tanggung mencaplok pula apa yang dikatakan oleh itu yang namanya Teuku Mirza dari Universitas Indonesia yang otaknya kosong karena terkena racun pancasila hasil utak-atik Soekarno.

Eh, rupanya yang dicaplok oleh saudara Agus Hermawan itu sampah-sampah tuduhan Teuku Mirza terhadap Teungku Hasan Muhammad di Tiro: "tipu muslihat itu, seperti minta uang dengan janji mau kirim senjata, tapi malah dibeliin mobil, nah itu akal bulus".

Nah, coba perhatikan oleh seluruh peserta diskusi mimbar bebas dan seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di di NKRI.

Begitu Teuku Mirza yang otaknya kosong karena dimakan racun pancasila melambungkan tuduhan kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang tidak disertakan dengan fakta dan bukti, eh, rupanya mau dijadikan alat pemukul oleh saudara Agus Hermawan agar itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro bisa jungkir jumpalik.

Hai, saudara Agus Hermawan, itu tuduhan tanpa fakta dan bukti yang dilemparkan oleh Teuku Mirza yang otaknya kosong tercemar racun-racun pancasila hasil komat-kamitnya Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945, tidak akan menjadi senjata yang tajam, karena memang ujungnya lembek dan tumpul, bagai tempe dan oncom kesukaan saudara Agus Hermawan di Sunda sana.

Saudara Agus Hermawan itu yang namanya Teuku Mirza yang ngaku-ngaku asal Aceh tetapi hidungnya sudah ditarik Mbak Megawati dan Ryacudu memang pandainya main tuduh sana tuduh sini. Lihat saja, sudah beberapa kali menuduh Kang Dirman, waktu Kang Dirman tanya, mana buktinya Teuku Mirza yang otaknya kosong karena diserang penyakit racun pancasila, bahwa Kang Dirman dapat tunjangan uang pemerintah Swedia. Eh, rupanya itu Teuku Mirza tidak bisa membuktikannya, karena memang dia itu asal nyeplos saja kalau bicara, biar dianggap mampu berdebat dengan Kang Dirman di mimbar bebas ini.

Jadi, saudara Agus Hermawan, lain kali, kalau ada umpan yang dilambungkan oleh itu yang bernama Teuku Mirza yang ngumpet di sudut kampus Universitas Indonesia, jangan sekali-kali langsung dicaplok dan ditelan. Teliti dahulu, apakah umpan itu busuk atau manis.

Kemudian menyinggung berdirinya Negara-Negara diluar Negara RI Soekarno setelah Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 dipertanyakan oleh saudara Agus Hermawan: "Ok kalau Presiden NIT diangkat melalui sidang Konferensi Denpasar, tapi bagaimana dengan Negara Pasundan dan yg lainnya? yg saya tahu justru Belanda yg mengangkat Presiden dari Negara2 tersebut, jadi kenapa Kang Dirman membantah kalau saya sebut Negara2 itu adalah negara boneka bikinan Belanda?."

Saudara Agus Hermawan, itu istilah negara boneka bikinan belanda yang saudara pelajari waktu dibangku sekolah, itu semua sejarahnya Soekarno, biar seluruh rakyat di NKRI terkena racun Soekarno, sehingga yang tertanam dalam otak rakyat di NKRI, semua Negara-Negara di luar Negara RI yang ada di Nusantara adalah negara boneka bikinan Belanda.

Padahal itu semua adalah tipu muslihat busuk Soekarno, sehingga hasilnya seperti saudara Agus Hermawan yang otaknya sudah kena racun sejarah Soekarno dan Mbak Megawati.

Kalau saya tidak menceritakan mengenai bagaimana memilih dan mengangkat Presiden di Negara-Negara lainnya dalam tulisan saya sebelum ini, bukan berarti saya melupakan, melainkan, saya mempertimbangkan, cukup dengan hanya memberi satu contoh saja, bagaimana memilih Presiden di Negara Indonesia Timur.

Tetapi, kalau memang mau mengetahui pemilihan Presiden di Negara-Negara lainnya bisa juga saya ceritakan disini.

Misalnya itu waktu diproklamasikan Negara Pasundan pada tangal 4 Mei 1947 di Alun-alun Bandung, Ketua Partai Rakyat Pasundan Soeria Kartalegawa memproklamirkan Negara Pasundan dan pada tanggal 16 Februari 1948 Negara Pasundan dinyatakan resmi berdiri dengan R.A.A. Wiranatakusumah dipilih menjadi Wali Negara dan dilantik pada tanggal 26 April 1948. Dalam pemilihan dan pengangkatan Wali Negara Negara Pasundan R.A.A. Wiranatakusumah yang dilaksanakan dalam konferensi dari sejak tanggal 16 Februari sampai dengan tanggal 5 Maret 1948, memang tidak melalui pemilihan umum, melainkan melalui sidang konferensi pemilihan Wali Negara.

Tentu saja pihak Soekarno dari Negara RI, memang tidak senang dengan berdirinya Negara Pansundan ini. Sehingga rakyat Jawa Barat yang ada di Yogyakarta mengadakan demonstrasi mendukung Soekarno sambil mendengarkan pidato Soekarno pada tanggal 16 Maret 1948.

Persis model rakyat Aceh sekarang ini, misalnya seperti Teuku Mirza, Apha Maop, Sagir Alva sambil teriak-teriak, hidup NKRI, hidup Mbak Megawati, hidup pancasila, hidup Amien Rais, hidup Akbar Tandjung, rakyat Aceh berada dibelakang punggung Mbak Megawati.

Begitu juga waktu pengangkatan Pimpinan Dewan Federal Kalimantan Tenggara yang dipimpin oleh Abdul Gaffar Noor yang dipilih dalam rapat pemilihan Pimpinan Dewan Dewan Federal Kalimantan Tenggara pada tanggal 9 Mei 1947.

Tidak berbeda juga dengan pemilihan dan pengangkatan Pimpinan Dewan Kalimantan Barat Sultan Pontianak Hamid Algadrie II dalam sidang pemilihan Pimpinan Dewan Kalimantan Barat pada tanggal 12 Mei 1947. Dimana prosedurnya tidak jauh berbeda dengan prosedur pemilihan dan pengangkatan Presiden Soekarno dalam sidang PPKI.

Begitu juga dengan pemilihan dan pengangkatan Wali Negara Madura dalam sidang pemilihan Wali Negara Madura yang berhasil memilih dan mengangkat R.A.A. Tjakraningrat sebagai Wali Negara Madura pada tanggal 20 Februari 1948.

Tidak jauh berbeda proklamasi Negara Sumatra Timur pada tanggal 24 Maret 1948 yang ber Ibu Kota Medan dengan Dr. Teungku Mansyur dipilih dan diangkat sebagai Wali Negara dalam sidang pembentukan Negara Sumatra Timur di Medan yang berlangsung pada bulan Maret 1948.(30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 176).

Begitu pula ketika diproklamasikan berdiri Negara Sumatra Selatan dengan Wali Negara Abdul Malik dipilih dan diangkat dalam sidang pemilihan Wali Negara pada tanggal 30 Agustus 1948.

Nah, itulah sebagian dari proses pemilihan dan pengangkatan Presiden dan Wali Negara di Negara-Negara yang telah berdiri diluar wilayah daerah kekuasaan de-facto Negara RI.

Kemudian soal Kang Dirman ada di Swedia bukan karena mengekor Pemerintah Swedia, melainkan karena itu Presiden NKRI Jenderal Soeharto tidak mampu mempertahankan pancasila dan tidak mau dibongkar kejahatannya, maka dengan mudahnya mencabut kewarganegaraan Kang Dirman pada tahun 1981. Jadi, kesalahannya terletak pada pihak Jenderal Soeharto. Masa baru saja digebuk pancasilanya dan dibongkar kelakuan busuknya sudah ngamuk-ngamuk tidak menentu, dengan cara mencabut kewarganegaraan Kang Dirman. Karena Kang Dirman tidak punya kewarganegaraan sampai tahun 1986, kemudian Pemerintah Kerajaan Swedia pada tahun 1986 mengasih kewarganegaraan, ya, Kang Dirman terima. Daripada mengemis-ngemis kepada Jenderal Soeharto agar dikembalikan kembali kewarganegaraan Kang Dirman.

Kemudian itu soal menyokong, mendukung dan membantu rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, bukan berarti Kang Dirman menjadi provokator atau mengompori rakyat Aceh. Itu kalau Kang Dirman menjelaskan dan menceritakan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati memang bukan akal-akalan Kang Dirman. Itu semuanya berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang dibuat oleh pihak Sekretariat Pemerintah NKRI sendiri. Biar seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh dan seluruh rakyat di NKRI mengetahui, memahami, mengerti, menyadari bahwa memang benar Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno sejak 14 Agustus 1950 dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati.

Nah, karena Kang Dirman telah mengetahui dan memahami secara jelas dan benar bahwa Negeri Aceh itu ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950, maka Kang Dirman berani menyokong dan mendukung penuh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Jadi Kang Dirman menyokong dan mendukung penuh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, bukan hanya ikut-ikutan orang, melainkan setelah Kang Dirman bongkar, ubrak-abrik, cari sampai kekolong-kolong tempat Soekarno sembunyi, tentang fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai Negeri Aceh yang ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno.

Karena itu Kang Dirman mempunyai alasan yang kuat, terang, jelas, dan benar mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan negeri Aceh oleh pihak RIS, NKRI, RI.

Kalau ada orang yang anti kepada rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, dan suka kepada NKRI, ya, silahkan saja, mengapa harus ribut-ribut.

Kemudian kalau ada rakyat Aceh yang benci kepada orang Jawa, ya, memang masuk akal. Bagaimana Tidak ? Coba saja pikirkan, itu Soekarno asli Jawa penelan, pencaplok, penjajah Negeri Aceh, yang didukung penuh oleh mayoritas orang-orang Jawa yang 45 % jumlahnya dari jumlah keseluruhan penduduk NKRI.

Ketika Soekarno terjungkir, muncul pula itu Jenderal Soeharto asal Jawa asli pula. Eh, rupanya Jenderal yang satu ini, juga makin menekan dan menindas Negeri Aceh sampai gepeng dan penyet dengan DOM-nya yang terkenal. Celakanya didukung pula oleh mayoritas orang-orang Jawa yang 45% jumlahnya dari jumlah keseluruhan penduduk NKRI.

Sehabis Jenderal Soeharto kena tendang, muncul pula itu BJ Habibie, tapi untungnya BJ Habibie ini bukan orang Jawa, melainkan orang keturunan arab, dari Sulawesi Selatan sana. Untung pula itu BJ Habibie hanya berkuasa tidak lebih dari setahun.

Selanjutnya, ketika BJ Habibie tengelam, eh, muncul pula itu Abdurrahman Wahid yang oleh pengikutnya diberi gelar Wali, entah Wali apa. Lagi-lagi orang Jawa asli. Wah, wah, wah, makin hancur saja itu rakyat Aceh. Pada masa Abdurrahman Wahid ini muncul itu pentungan dasar hukum Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2001 tentang Langkah-langkah komprehensif dalam rangka penyelesaian masalah Aceh yang dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 April 2001 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid dan telah dimuat di berita negara oleh Sekretariat Kabinet RI, Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Edy Sudibyo.

Lagi-lagi Presiden Abdurrahman Wahid orang asli Jawa ini didukung penuh oleh seluruh orang-orang Jawa yang 45 % jumlahnya dari jumlah keseluruhan penduduk NKRI, untuk meringkus rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Celakanya lagi sekarang, setelah itu Abdurrahman Wahid tersungkur, muncul pula itu Mbak Megawati putrinya Soekarno penelan, pencaplok, penjajah Negeri Aceh. Wah, makin gelap dan hitam saja Negeri Aceh itu. Apalagi itu sudah muncul pula para tukang pukul dan tukang jagal yang berpangkat Jenderal-Jenderal, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, KASAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, dan KASAU Marsekal TNI Chappy Hakim, Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono.

Tidak kurang pula itu Mbak Megawati didukung penuh oleh orang-orang Jawa termasuk Teuku Mirza asal Aceh yang otaknya kosong sudah termakan racun pancasila hasil utak-atik Soekarno.

Jadi, saudara Agus Hermawan bagaimana itu rakyat Aceh, seperti saudara Omar Puteh, saudara Imah Nor, saudara Asammameh, saudara Muhammad Dahlan, saudara Shahen Fasya tidak matanya mendelik-delik melihat kelakuan para pimpinan NKRI asal Jawa ini yang telah menjajah Negeri Aceh. Akhirnya saudara Omar Puteh dari Norwegia tidak tanggung-tanggung mengasih gelar Black Dutchman kepada para pimpinan NKRI asal Jawa dan para pendukungnya yang terus menjajah Negeri Aceh.

Saudara Agus Hermawan, itu soal turun terjun memburu TNI , banyak caranya untuk memburu TNI. Lihat saja itu Mayjen TNI Endang Suwarya, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, mereka berdua itu Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh yang cukup berkuasa dan punya power. Tetapi, keropos, ketika menghadapi orang-orang Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI.

Jangan khawatir saudara Agus Hermawan, rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI akhirnya akan memang.

Kemudian terakhir, itu menyangkut pernikahan Rasulullah dengan Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. (Akmal Haji Mhd.Zain, Mohd.Shafwan Amrullah, Istri-istri Rasulullah, Pustaka Al-Mizan, Kuala Lumpur, 1989, hal.103).
Tidak perlu Rasulullah saw diajari oleh kita.

Yang jelas Rasulullah saw telah mencontohkan kepada ummatnya, yaitu dibenarkan menikah dengan wanita Yahudi.

Kemudian si lelaki muslim inipun kalau menikah dengan wanita Yahudi harus berusaha dengan meminta pentunjuk dan pertolongan Allah SWT agar membukakan hati wanita Yahudi agar mau menerima Islam.

Dan memang terbukti, dari informasi yang sampai kepada saya bahwa Teungku Hasan Muhammad di Tiro alhamdulillah telah berhasil meng-Islamkan istrinya Dora sewaktu mereka tinggal di Amerika, walaupun sekarang telah bercerai.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 27 Mar 2004 13:14:31 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" sadanas@equate.com
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>, "Serambi Indonesia" <serambi_indonesia@yahoo.com>, "Aceh Kita" redaksi@acehkita.com
Subject: RE: AGUS HERMAWAN TERUS SAJA IKUT EKOR MEGAWATI

Nah, begitu juga ketika Negara Indonesia Timur pada tanggal 24 Desember 1946 diproklamasikan, setelah diadakan Konferensi Denpasar di Denpasar, Bali, dari 18 - 24 Desember 1946. Dimana para peserta Sidang Konferensi Denpasar pada tanggal 24 Desember 1946 setuju sambil tunjuk tangan memilih Tjokorde Gde Rake Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur (NIT). Jadi prosedur dan caranya sama seperti prosedur dan cara anggota sidang PPKI memilih Soekarno jadi Presiden Negara RI pada tanggal 18 Agustus 1945. (Ahmad Sudirman)

OK KALAU PRESIDEN NIT DIANGKAT MELALUI SIDANG KONFERENSI DENPASAR,TAPI BAGAIMANA DENGAN NEGARA PASUNDAN DAN YG LAINNYA? YG SAYA TAHU JUSTRU BELANDA YG MENGANGKAT PRESIDEN DARI NEGARA2 TERSEBUT, JADI KENAPA KANG DIRMAN MEMBANTAH KALAU SAYA SEBUT NEGARA2 ITU ADALAH NEGARA BONEKA BIKINAN BELANDA??.

Eh, saudara Agus Hermawan, jangankan itu wakil-wakil dari Negara Bagian RIS, sedangkan itu Ratu Juliana dengan para Petinggi dari Pemerintah Kerajaan Belanda bisa ditipunya dengan modal RIS untuk mengakui kedaulatan RIS, walaupun akibatnya kedaulatan RI diserahkan kepada RIS. Tetapi dengan mencaplok Negara-Negara Bagian RIS dalam RIS memakai mulut Negara RI, akhirnya itu Negara RI yang telah gemuk karena menelan negara-Negara Bagian RIS kembali mendapatkan kedaulatannya. Walaupun namanya bukan RI tetapi NKRI, Presidennya pun sama Soekarno. Itu tipu dan akal bulus Soekarno. (Ahmad Sudirman)

BUKAN AKAL BULUS ATUH KANG, TAPI POLITIK YG JITU ITU MAH, YANG AKAL BULUS, TIPU MUSLIHAT ITU, SEPERTI MINTA UANG DENGAN JANJI MAU KIRIM SENJATA, TAPI MALAH DIBELIIN MOBIL, NAH ITU AKAL BULUS, PENIPU ULUNG MAH KANG !!!!. AKANG INI MESTI NGERTILAH DIKIT, PAKAI ITU OTAK...SIAPA YG SEBENARNYA PENIPU ULUNG ITU???

Kemudian saudara Agus Hermawan menyinggung tentang Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang menikah dengan wanita Yahudi Dora. Itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro menikah dengan wanita Yahudi Dora di Amerika, bukan di Swedia. Ketika Teungku Hasan Muhammad di Tiro datang ke Swedia dan dilindungi secara politik oleh Pemerintah Kerajaan Swedia bukan karena alasan istrinya Dora wanita Yahudi, melainkan karena alasan politik. Karena itu dilindungi secara perlindungan politik, bukan perlindungan Dora.

TUH KAN...SIAPA YG JAGOAN MENGEKOR ITU ?? BAHKAN AKANG SENDIRI KALAU TIDAK JAGO MENGEKOR, NGAPAIN ADA DI SWEDIA?? ATAU MUNGKIN KARENA BERHUTANG BUDI, KARENA DIKASIH KEWARGANEGARAAN, SEHINGGA AKANG NGOTOT MENJADI PROVOKATOR GAM. PADAHAL AKANG HARUS SADAR, TIDAK SEMUA RAKYAT ACEH SUKA GAM, ADA JUGA YG ANTI GAM,JADI YG ANTI GAM DAN SUKA NKRI JUGA PUNYA HAK DIACEH ITU.JANGAN HANYA BEDA PENDAPAT MAKA GAM AKAN MEMBURUNYA.....AKANG INI MIMPI APA, KOQ TERUS AJA NGOMPORI RAKYAT ACEH UNTUK MELAWAN RI, EMANG KIRA GAM MAMPU MENGALAHKAN RI? KALAU JAWABAN AKANG TIDAK AKAN MAMPU....YA SUDAH AKHIRI PERTIKAIAN ITU, SEBELUM KORBAN JIWA TAMBAH BANYAK. SAYANG SEKALI ORANG YG BENCI JAWA...BUKANNYA MEMBURU TNI DI ACEH...MALAH TERIAK TERIAK ANTI JAWA DI NORWAY, ADALAGI ORANG YG SEMANGATNYA MENGGEBU GEBU INGIN MERDEKA, TAPI MALAH NYUNGSEB DI SWEDIA, SEPERTI AKANG INI...YAA MANA BISA MENANG ATUH KANG ???

Adapun soal motif bisa saja berbagai macam penafsiran, tetapi yang jelas, bahwa memang dibolehkan seorang pria muslim menikah dengan perempuan Yahudi, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. (Ahmad Sudirman)

DUH KANG, JANGAN DISAMAIN ATUH, RASULULLAH ITU SEBELUM MENIKAH PASTI MENGUCAP KALIMAT SYAHADAT, BEGITUPUN BARRAH, PASTI MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT.JADI PASTI BARRAH MASUK ISLAM DULU. JANGANKAN MENIKAH SAMA NON MUSLIM, JADI WALI UNTUK YG MENIKAH NON MUSLIMPUN DIHARAMKAN. KAN SUDAH JELAS AYAT QUR'AN ITU BAHWA "BUDAK YG HITAM LEGAM ITU LEBIH BAIK DARIPADA WANITA YG NON MUSLIM, KARENA MEREKA MENGAJAK PADA KESESATAN."EMANG AKANG SUDAH LUPA DENGAN AYAT INI??

Agus Hermawan

sadanas@equate.com
EQUATE Petrochemical Company
Kuwait
----------