Stockholm, 28 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HIDAJAT SJARIF MENGUTUK KEBUSUKAN ORLA & ORBA TETAPI MENDUKUNG PENJAJAHAN DI NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BAGAIMANA TIDAK DIPANGGIL BLACK DUTCHMAN KALAU HIDAJAT SJARIF HANYA MENGUTUK KEBUSUKAN ORLA & ORBA TETAPI MENDUKUNG PENJAJAHAN DI NEGERI ACEH

"Dalam kesempatan ini saya ingin berargumentasi bahwa adalah suatu kesalahan besar untuk meng-identifikasikan kebusukan, penyelewengan rezim Orla dibawah pimpinan Sukarno dan rezim Junta militer Orba dibawah Suharto dengan etnis Jawa secara menyeluruh. Ini salah kiprah. Saya mengutuk dan menentang penyelewengan dan kebusukan rezim Orla dan rezim Orba, tapi saya tidak melihat ini sebagai suatu kebusukan dan kesalahan suatu etnis. Disini nampak sekali "kepicikan" anda (Muhammad Dahlan) dalam mengambil suatu kesimpulan yang berdasarkan pola berpikir yangat sangat "dangkal dan sangat primitive" sekali! Jadi mengutuk etnis "Jawa" secara menyeluruh karena kebusukan, kebobrokan, kejahatan serta penyelewengan rezim orlanya Sukarno dan rezim Junta militernya Suharto adalah suatu kepicikan kebegoan, kegoblogan, ketololan." (Hidajat Sjarif, siliwangi27@hotmail.com , Fri, 26 Mar 2004 14:04:58 +0000)

Baiklah saudara Hidajat Sjarif di Edmonton, Alberta, Canada.

Ternyata setelah saya membaca semua kutukan yang dilontarkan saudara Hidajat Sjarif dari Edmonton, Alberta, Canada itu terhadap penyelewengan dan kebusukan rezim Orde Lama dibawah Soekarno penipu ulung dan rezim Orde Baru dibawah Jenderal Soeharto, tetapi sedikitpun tidak mengutuk penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh oleh pihak rezim Orde Lama Soekarno penipu ulung dan rezim Orde Baru dibawah Jenderal Soeharto koruptor terbesar diabad ini.

Jelas, saudara Hidajat Sjarif semua orang sudah tahu bagaimana penyelewengan dan kebusukan yang telah dilakukan oleh rezim Orde Lama dan rezim Orde Baru sehingga NKRI terus makin terpuruk.

Tetapi saudara Hidajat Sjarif satu patah katapun tidak menyinggung penyelewengan dan kebusukan rezim Orde Lama dibawah Soekarno dengan PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950-nya telah menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Aceh melalui mulut Propinsi Sumetara Utara yang terus ditelan masuk kedalam perut NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Nah itu penyelewengan dan kebusukan rezim Orde Lama dibawah Soekarno dan rezim Orde Baru dibawah Jenderal Soeharto terhadap rakyat Aceh dan Negeri Aceh tidak kelihatan dikutuk oleh saudara Hidajat Sjarif dari Canada yang sudah menjadi warganegara Canada ini.

Dan jelas, bagaimana saudara Muhammad Dahlan dari Australi tidak geram dan kesal melihat sikap dan kelakuan saudara Hidajat Sjarif terhadap kebijaksanaan yang menyeleweng dan penuh kebusukan dalam hal kebijaksanaan Negeri Aceh yang dilakukan oleh pihak Soekarno dan Soeharto yang dianggap sepi, seolah-olah Negeri Aceh itu sudah menjadi milik Soekarno dan Soeharto saja.

Padahal atas dasar penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Soekarno cs, Soeharto cs, BJ Habibie cs, Abdurrahman Wahid cs, dan Megawati cs bersama TNI/POLRI/RAIDER-nya yang menimbulkan sikap dan gelora kesadaran untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI. Sehingga keluarlah gelar Black Dutchman yang diberikan oleh saudara Omar Puteh dari Stavanger, Norwegia kepada para pimpinan NKRI cs termasuk seluruh pendukung, penganjur, dan pelaku penjajahan di Negeri Aceh.

Jelas, saudara Hidajat Sjarif itu para pelaku, penganjur, pendukung penjajahan di Negeri Aceh adalah mayoritas dilakukan oleh orang-orang Jawa yang mencapai jumlahnya 45% dari seluruh penduduk NKRI yang berjumlah 234.893.453 jiwa (Juli 2003). Orang Sunda mencapai 14 % dari seluruh penduduk NKRI. Orang Madura mencapai 7,5 % dari seluruh penduduk NKRI. Orang Melayu 7,5 % dari seluruh penduduk NKRI, dan orang dari etnis lainnya yang mencapai 26 % dari seluruh penduduk NKRI.

Karena itu wajar kalau ada yang mengatakan bahwa sebagian besar pelaku, pendukung, dan penganjur penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Aceh oleh NKRI adalah mayoritas dari Etnis Jawa. Karena memang kenyataannya mayoritas penduduk dari Etnis Jawa ini hampir setengah dari seluruh penduduk NKRI.

Wah, memang banyak juga jumlah orang-orang Jawa ini. Pantas saja itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono bangga kalau dipanggil arek Suroboyo pelaku, penganjur, dan pendukung penjajahan di negeri Aceh, karena memang punya pengikut hampir setengah dari seluruh penduduk Negara Pancasila atau NKRI.

Eh, kemana itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dengan Mayjen TNI Endang Suwarya yang sekarang telah diberi gelar oleh saudara Omar Puteh dengan gelar Mr Black Dutchman ?

Mungkin habis disapu bersih orang-orang asal Jawa ini oleh saudara Omar Puteh cs dari Stavanger, Norwegia.

Saudara Hidajat Sjarif, argumentasi yang saudara Hidajat tulis: "Dalam kesempatan ini saya ingin berargumentasi bahwa adalah suatu kesalahan besar untuk meng-identifikasikan kebusukan, penyelewengan rezim Orla dibawah pimpinan Sukarno dan rezim Junta militer Orba dibawah Suharto dengan etnis Jawa secara menyeluruh. Ini salah kiprah".

Jelas menurut saya, argumentasi saudara Hidajat Sjarif diatas itu adalah tidak benar. Justru bukan salah kiprah, melainkan saudara Hidajat Sjarif yang menutupi penyelewengan dan kebusukan para pimpinan NKRI yang mayoritas orang Jawa, didukung dan dianjurkan penuh oleh sebagian besar orang-orang Jawa untuk tetap menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Hidajat Sjarif" <siliwangi27@hotmail.com>
To: tang_ce@yahoo.com, dobing@telkom.net
Cc: om_puteh@hotmail.com, miranda_hnf@yahoo.com,mr_dharminta@yahoo.com, rimueng_acheh@uyahoo.com, zafala@hotmail.com,otra25@indosat.net.id, ahmad@dataphone.se, sadanas@equate.com,karip@bukopin.co.id, wpamungk@centrin.net.id, teuku_mirza@yahoo.com Subject: MENGUTUK "JAWA" ATAS KEBUSUKAN REZIM ORLA DAN ORBA SALAHN KIPRAH!!!!
Date: Fri, 26 Mar 2004 14:04:58 +0000

Tampak nyata sekali dari expressi anda itu bahwa anda adalah seorang"RACIST DAN PREJUDICE", kebencian anda terhadap suatu etnis secara menyeluruh mengingatkan saya pada
pola berfikir kaum "FASCISTS NAZI " di German dibawah pimpinan HITLER cs dan para pengikut "KU KLUX KLAN" di Southern United States.

Dalam kesempatan ini saya ingin berargumentasi bahwa adalah suatu kesalahan besar untuk meng-identifikasikan kebusukan, penyelewengan rezim Orla dibawah pimpinan Sukarno dan rezim Junta militer Orba dibawah Suharto dengan ETNIS JAWA secara menyeluruh!!!, INI SALAH KIPRAH!!!!!!. SAYA MENGUTUK DAN MENENTANG PENYELEWENGAN DAN KEBUSUKAN REZIM ORLA DAN REZIM ORBA, TAPI SAYA TIDAK MELIHAT INI SEBAGAIN SUATU KEBUSUKAN DAN KESALAHAN SUATU ETNIS!!!!!! disini nampak sekali "KEPICIKAN" anda dalam mengambil suatu kesimpulan yang berdasarkan pola berpikir yangat sangat "DANGKAL DAN SANGAT PRIMITIVE" sekali!!!!.

Kembali pada masalah Indonesia dan etnis Jawa. Dalam kesempatan ini saya tidak ingin membantah dan membela kesalahan, penyelewengan serta kebusukan rezim orlanya Sukarno dan rezim Junta militernya Suharto, tapi itu memang suatu process atau periode yang harus dilalui oleh suatu bangsa yang baru merdeka, suatu bangsa yang sama sekali tidak memiliki "TRADISI DEMOCRACY" sama sekali, masa transisi ini akan harus dilalui dan akan memakan waktu beberapa generasi sebelum terbentuknya "MENTAL DEMOCRACY" yang akan mewujudkan "GOOD GOVERNANCE", SUPREMACY HUKUM dan RULE OF LAW, dan sekarang ini NKRI sedang dalam process menuju kearah ini, kita bisa melihat tumbuhnya kesadaran akan arti HAM, DEMOCRACY, SUPREMACY HUKUM, KEBEBASAN UNTUK BERPENDAPAT atau FREEDOM OF EXPRESSION, semua kepincangan dan kekurangan kekurangan yang dilalui setelah berdirinya NKRI akan bisa diperbaiki secara EVOLUSI oleh setiap generasi baru, kita bisa melihat dengan mata kepala sendiri sekarang ada pemiliham umum yang terbuka dan bebas dimana ada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang berbeda, adanya kebebasan untuk meng-expressikan constructive criticisms.

Kesalahan, kepincangan masa lalu memang masih banyak terjadi sampai detik ini, ini harus diakui, dan Insya Allah generasi baru Indonesia akan bisa memperbaiki ini semua, walaupun ini akan memakan waktu.

Kembali pada masalah kebusukan rezim Orlanya Sukarno dan Rezim Junta Militernya Suharto. Sewaktu Sukarno sedang ada dipuncak kejayaannya di Indonesia ditahun 60 an, saya waktu itu tinggal di Jakarta, saya adalah salah satu dari saksi hidup yang melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Indonesia dibawah rezim Sukarno ini.

Dalam hal ini saya tidak berusaha untuk membantah peranan Sukarno dalam perjuangannya untuk mencapai INDONESIA MERDEKA, pengorbanan Sukarno dan jerih payah Sukarno hingga bersama dengan BUNG HATTA memproklamasikan INDONESIA MERDEKA dan terbentuknya NKRI. Tapi setelah Indonesia merdeka dan Sukarno sebagai President dari Indonesia merdeka itu, SUKARNO MENJADI MABOK KEKUASAAN!!!!Sukarno JADI BERBUBAH!!!!! SUKARNO MENGHIANATI IDEALISME PERJUANGAN YANG DIA PERJUANGKAN MATI MATIAN
SEBAGAI SEORANG PEMUDA DAN SEORANG PEJUANG!!!! Sebagai seorang President, Sukarno menjadi LUPA DARATAN!!!! Sukarno menjadi seorang DICTATOR, SEORANG TOTALITER DAN OTORITER!! Sukarno MEM-BERANGUS kebebasan PERS, menutup ruangan untuk OPOSISI, ruangan untuk meng-kritik, menghilangkan ruangan untuk ide ide alternatif. Kesalah yang sangat besar yang dilakukan oleh Sukarno adalah:"MEN-TERBENGKALAIKAN" dan "MENGACUHKAN" pembangunan Economy!!, dibawah rezim Orlanya Sukarno ini economy Indonesia hancur porak poranda, inflasi melewati 800%, pengangguran, kemiskinan dan kelaparan serta kesengsaraan dimana mana.

Sukarno yang menyebut dirinya sebagai "PENGEMBAN AMANAT PENDERITAAN RAKYAT" dan "PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT", sampai hati dan sampai tega membiarkan 85% dari rakyat Indonesia menjadi GEMBEL!!!, 95% dari anak anak Indonesia kekurangan GIZI.........ANTRI BERAS... ANTRI MINYAK.....ANTRI GULA.....ANTRI GARAM....ANTRI SABUN....dll...dll...HANYA SEGELINTIR ORANG INDONESIA YANG WAKTU ITU BISA MELIHAT DENGAN KRITIS.....MANUSIA MACAM APA SEBENARNYA YANG ADA DIBALIK BAJU SERAGAM PANGLIMA TERTINGGI YANG BERTABURAN DENGAN BINTANG BINTANG ITU!.

Saya sangat "MENGUTUK DAN MENENTANG" kebusukan serta penyelewengan Sukarno cs ini, TAPI INI TIDAK BISA DISANGKUTKAN PADA ETNIS JAWA SECARA MENYELURUH LIHATLAH PADA FAKTA DAN KENYATAAN. DIDALAM LINGKARAN (INNER CIRCLE) DAN ORBIT REZIM SUKARNO ITU ADA BERBAGAI ANEKA RAGAM ETNIS YANG SEMUANYA BER-PARTISIPASI DAN IKUT DALAM PROCESS PEMBUSUKAN DAN PENYELEWENGAN REZIM ORLANYA SUKARNO. Dengan ini saya hanya memberikan beberapa contoh saja.

Contoh pertama yang merupakan PENJILAT PANTAT SUKARNO YANG NOMOR WAHID
adalah:
Nomor 1 :DIREKTUR BNI, YUSUF MUDA DALAM ORANG ACEH TULEN!
Nomor 2 :KONGLOMERAT dan anak angkat Sukarno,TEUKU MARKAM...ORANG ACEH TULEN!!,
Nomor 3 :Menerti Koordinator ,DR LEIMENA ORANG AMBON,
Nomor 4 :Menteri Koordinator ,DR Chaerul Saleh ORANG MINANG,
Nomor 4 :Menerti Negara,OEY CHU TAT ORANG CINA,
Nomor 5 :MENKO HANKAM KASAB,GENERAL NASUTION,ORANG BATAK,
Nomor 6 :Menteri Panglima KASAL,R.E.MARTA DINATA ORANG SUNDA,
Nomor 7 :Menerti PANGAU, OMAR DHANI ORANG JAWA.
Nomorb 8 :Menteri Pangad, Ahmad Yani. Orang Jawa,

Juga contoh contoh orang dekat Sukarno seperti Gubernur Kalimantan Tengah yang juga anak angkatnya Sukarno, CILIK RIWUT ORANG DAYAK IBAN, Ketua PKI DN AIDIT. ORANG BANGKA Nah KITA TIDAK BISA MELIHAT KEBUSUKAN DAN KEBOBROKAN SERTA PENYELEWENGAN REZIM SUKARNO INI DAN MENYALAHKAN "ETNIS JAWA" SECARA MENYELURUH!!!!!!! Demikian Pula halnya dengan kebusukan, kebiadaban dan penyelewengan rezim Junta militer Orba pimpinan Jendral Suharto DIDALAM INNER CIRCLE REZIM JUNTA MILITER ORBA ITU ada orang Sundanya, Orang Acehnya (BUSTANUL ARIFIN), orang Bugis, Batak, Jawa, Padang, Manada dsb dsb

JADI MENGUTUK ETNIS "JAWA" secara menyeluruh karena kebusukan, kebobrokan, kejahatan
serta penyelewengan rezim orlanya Sukarno dan rezim Junta militernya Suharto adalah suatu. KEPICIKAN KEBEGOAN KEGOBLOGAN KETOLOLAN.
Tambahan :SAYA SECARA ETNIS ORANG SUNDA TULEN .100%.

Hidajat Sjarif

siliwangi27@hotmail.com
Edmonton, Alberta, Canada.
----------