Stockholm, 28 Maret 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID LUMPUH UNTUK MEMBELA PENJAJAHAN DI NEGERI ACEH OLEH NKRI & MEGAWATI DARI PDI-P
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS MAKIN KELIHATAN ITU JAYADI KAMRASYID LUMPUH UNTUK MEMBELA PENJAJAHAN DI NEGERI ACEH OLEH NKRI & MEGAWATI DARI PDI-P

"Memang bung Ahmad bukan hanya picik tapi sangat kampungan dan propokatif. Bertobatlah saudaraku. Saya anti Ahmad tapi sayang orang Aceh. Saya bukan orang Jawa. Saya asli Bugis. Aceh saat ini, tak ubahnya dengan pemberontakan Kahar di Sulawesi Selatan. Islam dijual untuk dapat pengikut. Goblok" (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Sun, 28 Mar 2004 03:59:22 EST)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di USA.

Memang model saudara Jayadi Kamrasyid ini dari dulu adalah sama.
Sekali-kali lempar batu tanggapan yang lemah, tidak punya dasar alasan apapun, hanya mengikuti ekor Soekarno dan Ketua DPR Akbar Tandjung dengan Golkar dan KNPI-nya ditambah dengan racun pancasila hasil olahan Soekarno penipu ulung di NKRI.

Coba perhatikan oleh seluruh peserta diskusi di mimbar bebas ini dan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Apa yang dilemparkan oleh saudara Jayadi Kamrasyid ke mimbar bebas ini: "Memang bung Ahmad bukan hanya picik tapi sangat kampungan dan propokatif. Bertobatlah saudaraku. Saya anti Ahmad tapi sayang orang Aceh. Saya bukan orang Jawa. Saya asli Bugis. Aceh saat ini, tak ubahnya dengan pemberontakan Kahar di Sulawesi Selatan. Islam dijual untuk dapat pengikut. Goblok"

Coba teliti lebih dalam, apa yang dilontarkan oleh saudara Jayadi Kamrasyid yang mengaku dari Bugis ini.

Ketika Ahmad Sudirman memberikan penjelasan mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan menggunakan PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950 yang terus dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati dan didukung penuh oleh sebagian besar penduduk NKRI yang mayoritas dihuni oleh orang Jawa yang hampir 45 % jumlahnya dari seluruh penduduk NKRI, orang Sunda hanya 14 %, Orang Madura sekitar 7,5 %, Orang melayu juga sekitar 7,5 %, dan sisanya kelompok Etnis lainnya termasuk Bugis yang berjumlah sekitar 26 % dari seluruh penduduk NKRI.

Itu semua data dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI dianggap oleh saudara Jayadi Kamrasyid sebagai sesuatu yang "sangat kampungan dan propokatif"

Coba pikirkan bersama, mengapa saudara Jayadi Kamrasyid menganggap apa yang diungkapkan dan dijelaskan oleh Ahmad Sudirman dengan angapan "sangat kampungan dan propokatif"?

Karena memang saudara Jayadi Kamrasyid dari dahulu kalau berdiskusi dan berdebat dengan Ahmad Sudirman tentang Aceh pasti saudara Jayadi ini otaknya sudah kosong karena terserap oleh racun pancasila dan bujukan Golkar dengan Akbar Tandjung dan KNPI-nya.

Dimana itu racun pancasila hasil campuran Soekarno telah begitu meresap kedalam otak saudara Jayadi Kamrasyid, sehingga keadaan Negeri Aceh yang telah ditelan dan dicaplok oleh Presiden RIS Soekarno tidak kelihatan oleh mata saudara Jayadi Kamrasyid. Sehingga ketika berdebat dengan Ahmad Sudirman tentang Aceh yang bisa disanggahnya hanya dengan kata-kata: "Bertobatlah saudaraku. Saya anti Ahmad tapi sayang orang Aceh. Saya bukan orang Jawa. Saya asli Bugis".

Coba perhatikan secara seksama oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Bagaimana seorang pengekor Akbar Tandjung dengan Golkarnya dan Mbak Megawati dengan PDI-P-nya telah berusaha dengan susah payah untuk mendukung dan tetap memeprtahankan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh, tetapi karena ilmunya tidak ada otaknya kosong terserap racun pancasila hasil olahan Soekarno, maka akhirnya ketika berdiskusi di mimbar bebas menghadapi Ahmad sudirman belum apa-apa sudah menggelupur dan jungkir jumpalik, hanya sanggup mengatakan: "Bertobatlah saudaraku. Saya anti Ahmad".

Mana bisa lulus kalau begitu sebagai pembela pancasila dan pembela pendudukan Negeri Aceh saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya kosong karena terserap racun pancasila dan Golkar Akbar Tandjung-nya.

Selanjutnya, coba perhatikan, apa yang dikatakan oleh saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya memang sudah habis termakan racun pancasila buatan Soekarno ini: "Aceh saat ini, tak ubahnya dengan pemberontakan Kahar di Sulawesi Selatan. Islam dijual untuk dapat pengikut. Goblok"

Jelas, mengapa saudara Jayadi Kamrasyid mengatakan hal tersebut diatas ?. Karena memang saudara Jayadi Kamrasyid ini secara terang-terangan mengikuti buntut Soekarno yang terus berusaha untuk mencaplok Negeri Sulawesi Selatan, tempat dimana Pejuang besar Kahar Muzakkar berjuang menegakkan Islam di Negeri Sulawesi Selatan.

Dimana Soekarno yang cinta dan mabuk ideologi marhaenisme tidak senang melihat Negara Islam berdiri di Sulawesi Selatan. Karena memang Soekarno yang komunis itu, apalagi dengan ajaran nasakomnya atau yang bisa dipanjangkan menjadi nasionalisme agama komunis itu telah sedemikian merasuk kedalam otak dan pikiran saudara Jayadi Kamrasyid, sehingga tidak segan-segan mengatakan: "pemberontakan Kahar di Sulawesi Selatan. Islam dijual untuk dapat pengikut. Goblok".

Wah, inilah akibat racun komunis, pancasila dan marhaenisme Soekarno sehingga sampai detik ini kepala dan pikiran saudara Jayadi Kamrasyid sudah kotor begitu mendengar pejuang besar Islam dari Sulawesi Selatan Kahar Muzakkar.

Dan tidak tanggung-tanggung mengatakan kepada rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI dengan sebutan: "Aceh saat ini, tak ubahnya dengan pemberontakan Kahar di Sulawesi Selatan. Islam dijual untuk dapat pengikut. Goblok".

Coba perhatikan oleh seluruh peserta mimbar bebas ini dan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Dengan mengucapkan kata "Goblok" tanpa dipikir panjang akibatnya oleh saudara Jayadi Kamrasyid pengekor buntut Soekarno dan Megawati ditambah ikut-ikutan Akbar Tandjung dengan Golkar dan KNPI-nya. Jelas menunjukkan bagaimana sebenarnya saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya kosong akibat racun pancasila dan ilmunya yang tipis tentang Negeri Aceh.

Saudara Jayadi Kamrasyid, sampai kapanpun saudara tidak akan sanggup terus menerus mempertahankan penjajahan di Negeri Aceh, saudara tidak mempunyai alasan dasar fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang kuat untuk terus mempertahankan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak NKRI dengan Megawatinya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Sun, 28 Mar 2004 03:59:22 EST
Subject: Re: HIDAJAT SJARIF MENGUTUK KEBUSUKAN ORLA & ORBA TETAPI MENDUKUNG PENJAJAHAN...
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com

MEMANG BUNG AHMAD BUKAN HANYA PICIK TAPI SANGAT KAMPUNGAN DAN PROPOKATIF. BERTOBATLAH SAUDARAKU. SAYA ANTI AHMAD TAPI SAYANG ORANG ACEH. SAYA BUKAN ORANG JAWA. SAYA ASLI BUGIS. ACEH SAAT INI, TAK UBAHNYA DENGAN PEMBERONTAKAN KAHAR DI SULAWESI SELATAN. ISLAM DIJUAL UNTUK DAPAT PENGIKUT. GOBLOK.

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
USA
----------