Stockholm, 1 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

EMIS HARUS TAHU ITU PANCASILA BUKAN DIEN NKRI TETAPI RACUN PANCASILA HASIL UTAK ATIK SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAUDARA EMIS DI SINGAPURA HARUS TAHU ITU PANCASILA BUKAN DIEN NKRI TETAPI RACUN PANCASILA HASIL UTAK ATIK SOEKARNO

"Pak Ahmad yang saya hormati. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah memberi perhatian terhadap email saya. Saya tak merasa menjadi orang jawa, sunda, ambon, bugis atau yang lainnya (dien NKRI) yang tidak ada manfaatnya sama sekali, tapi saya orang Islam itu pasti, bahkan saya juga benci sekali kepada dien NKRI. Maka saya selalu berdo'a semoga dien NKRI cepat hancur dan digantikan oleh Dienul Islam amien ya robbalalamien. Bahkan tidak di Indonesia saja, Aceh saja tapi seluruh dunia ini diatur oleh Yang Maha Kuasa atas segalanya yang menciptakan orang Aceh, Jawa, Sunda, dsb" (Emis, wafi_amna@yahoo.com , Wed, 31 Mar 2004 09:27:18 -0800 (PST))

Terimakasih saudara Emis di Singapura.

Saudara Emis memang kita harus bersyukur bahwa Allah SWT menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dengan tujuan untuk saling kenal mengenal.

Jelas, kita ummat manusia tidak bisa menghilangkan bangsa dan suku ini.Hanya saja, itu bangsa dan suku jangan dijadikan sebagai alat fanatisme dan alat penekan dan penindas bangsa dan suku lainnya.

Nah, setiap manusia ini unik, yang tergabung dalam suku dan bangsanya biar saling kenal-mengenal dengan bangsa dan suku lainnya.

Karena itu dalam Islam suku dan bangsa ini disirami dengan nilai-nilai Islam.
Nah disinilah kelebihannya dari bangsa dan suku lainnya. Tetapi tentu saja walaupun bangsa dan suku sudah disirami nilai-nilai Islam jangan menganggap bangsa dan suku sendiri paling hebat dibanding bangsa dan suku lainnya. Karena yang mulia disisi Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa.

Sekarang, menyinggung itu pancasila.

Sebenarnya itu pancasila bukan dien NKRI. NKRI tidak punya dien, yang ada tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah pancasila.

Nah kalau mengenai pancasila jelas itu bukan dien. Pancasila itu hanya sekedar hasil utak atik Soekarno saja. Jadi saudara Emis di Singapura jangan merasa begitu terfokus kepada pancasila ini, anggap saja itu pancasila sebagai racun berbahaya.

Kalau pancasila disamakan dengan dien NKRI, wah, itu bisa lubang hidung Mbak Megawati bukan bulat lagi melainkan lonjong dan panjang, karena saking kegirangan, itu hasil karya utak atik ayahnya, Soekarno telah berhasil diadopsi menjadi dien NKRI.

Nah, agar supaya itu lubang hidung Mbak Megawati tidak menjadi lonjong dan panjang, karena saking girangnya pancasila diresmikan menjadi dien NKRI, maka pancasila jangan diresmikan menjadi dien NKRI, melainkan anggap saja itu pancasila merupakan racun yang membahayakan otak manusia di NKRI termasuk rakyat di Negeri Aceh, hasil ramuan dan campuran, serta utak atik Soekarno yang dikomat-kamitkan pada tanggal 1 Juni 1945.

Nah seterusnya, kalau saudara Emis menginginkan itu racun pancasila cepat hilang dari udara NKRI, digantikan oleh nilai-nilai dan nur yang terpancar dari Islam, maka itu racun pancasila harus ditangkal dan ditangkis dengan obat anti racun pancasila.

Salah satu obat anti racun pancasila adalah mengikis pikiran-pikiran para penerus Soekarno yang telah tertutup oleh ajaran nasionalisme agama komunis, marxisme leninisme marhaenisme.

Karena hampir sebagian besar itu ajaran Soekarno masih tetap membekas dalam pikiran-pikiran para pemuka NKRI, baik dalam partai-partai politik, maupun dalam lembaga Eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Selama itu ajaran Soekarno tetap membekas dalam pikiran rakyat di NKRI, maka selama itu keinginan untuk menerapkan nilai-nilai dan nur yang terpancar dari Islam akan tersendat-sendat.

Coba saja perhatikan itu Mbak Megawati, Abdurrahman Wahid, Amien Rais, Akbar Tandjung, itu baru sebagian dari para penerus Soekarno yang pikirannya telah dipenuhi oleh ajaran Soekarno nasionalisme agama komunis.

Apa lagi itu Abdurrahman Wahid, kalau boleh itu pancasila mau terus saja dipeluk-peluknya agar tidak lepas dan bisa dijadikan sebagai alat penunjuk jalan.

Kalau Amien Rais saking kentalnya dengan nasionalisme agama dan komunis, tetapi tidak mau digolongkan kepada kaum komunis, maka dikeratnya sebagian yang ada bau-bau nasionalisme, sehingga lahirlah ide amanat nasional. Itu kan amanat nasional, ide yang picik. Ide hanya sekitar NKRI saja. Jadi jangan harap bisa bercerita yang global dengan Amien Rais ini.

Begitu juga dengan Mbak Megawati, wah, itu bisa berabe kalau bercerita masalah globalisasi dengan Mbak Megawati ini. Baru saja disentuk Preambule UUD 1945 yang menyangkut pancasila, sudah kelihatan matanya mendelik-delik, sambil mulutnya komat-kamit, itu Pembukaan UUD 1945 tidak boleh diganggu, yang boleh diganggu hanya batang tubuhnya saja.

Lain lagi dengan Akbar Tandjung. Itu racun pancasila sudah sedemikian melekat pada pikirannya. Kalau Akbar Tandjung diajak berbicara nilai-nilai dan ruh Islam, ia akan berkelit, ah, itu Islam berlaku dalam rumah saja. Diluar rumah, itu Golkar dan racun pancasilanya yang berlaku. Korupsi-korupsi, situlah, jalan terus.

Nah itulah saudara Emis di Singapura. Salah satu obat anti racun pancasila di NKRI yang bisa diberikan resepnya kepada rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 31 Mar 2004 09:27:18 -0800 (PST)
From: wafi amna wafi_amna@yahoo.com
Subject: saya tak merasa jadi orang jawa (NKRI)...
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Pak Ahmad yang saya hormati,

Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah memberi perhatian terhadap email saya. Saya tak merasa menjadi orang jawa, sunda, ambon, bugis atau yang lainnya (dien NKRI) yang tidak ada manfaatnya sama sekali, tapi saya orang Islam itu pasti, bahkan saya juga benci sekali kepada dien NKRI. Maka saya selalu berdo'a semoga dien NKRI cepat HANCUR dan digantikan oleh Dienul Islam amien ya robbalalamien.

Bahkan tidak di Indonesia saja, Aceh saja tapi seluruh dunia ini diatur oleh Yang Maha Kuasa atas segalanya yang menciptakan orang Aceh, Jawa, Sunda, dsb.. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Emis

wafi_amna@yahoo.com
Singapura
----------