Stockholm, 4 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JAYADI KAMRASYID ITU PENJAJAHAN DI ACEH HARUS DIAKHIRI BUKAN DITUTUP-TUTUPI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS JAYADI KAMRASYID ITU PENJAJAHAN DI NEGERI ACEH HARUS DIAKHIRI BUKAN DITUTUP-TUTUPI

"Bung Ahmad, jadi bung, masa lalu, soal Sukarno tak usah diungkit-ungkit lagi. Sudah berlalu. Mari kita menatap masa depan. Aceh yang damai. Aceh yang bangkit. Aceh yang makmur. Aceh yang Islam. Aceh yang demokratis. Aceh yang serambih Mekah." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Sun, 4 Apr 2004 00:51:46 EST)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Coba perhatikan oleh seluruh peserta mimbar bebas ini dan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Bagaimana itu saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya sudah kosong dimakan racun pancasila, tidak mampu lagi mencari fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah untuk mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno, selain daripada sanggahan yang berbunyi: "Bung Ahmad, jadi bung, masa lalu, soal Sukarno tak usah diungkit-ungkit lagi. Sudah berlalu. Mari kita menatap masa depan. Aceh yang damai. Aceh yang bangkit. Aceh yang makmur. Aceh yang Islam. Aceh yang demokratis. Aceh yang serambih Mekah."

Hai, Jayadi Kamrasyid, itu alasan yang demikian sudah berpuluh kali ditampilkan dan disodorkan oleh sebagian para penerus Soekarno dan pendukung penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Negara Pancasila atau NKRI atau Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya.

Saudara Jayadi Kamrasyid, selama pihak NKRI tidak mampu dan tidak ingin menyelesaikan konflik Negeri Aceh yang dicaplok dan ditelan Soekarno, melalui cara penyerahan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan pendapat dan sikapnya dengan cara memberikan hak suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI, maka selama itu persoalan pemecahan konflik di Negeri Aceh tidak akan bisa dicapai.

Coba saja perhatikan, itu persoalan Aceh sudah berlangsung lebih dari 50 tahun. Karena begitu Soekarno menelan dan mencaplok Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950, langsung tidak lama kemudian Teungku Muhammad Daud Beureueh menyatakan sikap dan memaklumatkan Negeri Aceh dengan NII-nya bebas dari pengaruh kekuasaan Pancasila atau NKRI pada tanggal 20 September 1953, dan diteruskan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 4 Desember 1976 dengan proklamasi Aceh Medeka untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara asing atau NKRI.

Jadi, saudara Jayadi Kamrasyid, itu soal rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI sudah berlangsung lama, bukan hanya seusia tanam jagung.

Saudara Jayadi Kamrasyid, jangan mimpi, hanya dengan mengatakan: "masa lalu, soal Sukarno tak usah diungkit-ungkit lagi. Sudah berlalu. Mari kita menatap masa depan".

Ah, itu saudara Jayadi Kamrasyid ini sedang bermimpi disiang hari bolong. Ide demikian memang telah tertanam pada semua anggota KNPI yang telah otaknya dicuci dengan racun pancasila hasil utak atik Soekarno.

Jelas, saudara Jayadi Kamrasyid, itu pancasila hasil utak atik Soekarno adalah racun. Mengapa ?
Karena kalau bukan racun, itu Negeri Aceh telah dikembalikan kepada rakyat Aceh yang berhak memilikinya dari sejak abad ke 15, jauh sebelum itu yang namanya Negara RI atau NKRI atau Negara RI-Jawa-Yogya lahir diatas permukaan bumi Nusantara ini.

Apa susahnya itu menyerahkan seluruh penyelesaian konflik kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh melalui penentuan pendapat dengan memilih dua opsi, yaitu opsi YA bebas dari NKRI dan opsi TIDAK bebas dari NKRI.

Apakah pihak NKRI dan pihak KNPI termasuk saudara Jayadi Kamrasyid takut ?
Jelas pihak NKRI takut termasuk pihak KNPI dan saudara Jayadi Kamrasyid, karena memang itu Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh pihak NKRI sampai detik sekarang ini.

Nah, jelas itu pancasila itu racun hasil utak atik Soekarno penelan, pencaplok, dan penjajah Negeri Aceh.

Sedangkan Ahmad Sudirman, mana bisa disebut racun dan membuat fitnah apalagi mengadu domba antara orang Aceh dan orang Jawa, jangan mimpi saudara Jayadi Kamrasyid otak kosong dimakan racun pancasila.

Itu Ahmad Sudirman menyokong dan mendukung rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengharuh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI dengan memberikan gambaran kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh dan seluruh rakyat di NKRI tentang fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno, pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan cara menetapkan dasar hukum sepihak PP No.21/1950 dan PERPU 5/1950, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Jadi, saudara Jayadi Kamrasyid otak kosong dimakan racun pancasila hasil olahan Soekarno, kalau Ahmad Sudirman memberikan penjelasan yang terang dan jelas yang sumbernya berasal dari pihak Sekretariat Negara RI tentang fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno, pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan cara menetapkan dasar hukum sepihak PP No.21/1950 dan PERPU 5/1950, tanpa mendapat kerelaan, persetujuan, keikhlasan dari seluruh rakyat Acegh dan pemimpin rakyat Aceh, namanya bukan membuat fitnah, mengadu domba orang Aceh dengan orang Jawa, dan bukan pula racun, melainkan itu usaha membuat rakyat Aceh di negeri Aceh dan rakyat di NKRI menjadi terbuka pikiran dan pandangannya, sehingga mereka mengetahui dengan jelas dan benanr bahwa memang itu Negeri Aceh telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak Presiden RIS Soekarno yang diteruskan sampai detik sekarang ini oleh pihak Presiden NKRI atau RI Megawati.

Kemudian itu apa yang dikatakan oleh saudara Jayadi Kamrasyid dengn soal "Gam juga tidak pernah dianggap sah di dunia Internasional".

Itu pernyataan saudara Jayadi Kamrasyid salah besar. Mengapa ?

Karena jelas itu pihak ASNLF atau GAM didukung dan dianggap sah oleh dunia Internasional. Buktinya coba perhatikan itu dialog dan perundingan yang telah dilakukan baik di Geneva dan di Tokyo, Jepang, kalau tanpa didukung dan dianggap sah oleh pihak dunia Internasional, tidaklah mungkin timbul dialog dan perundingan baik di Geneva ataupun di Tokyo, Jepang.

Jadi, jangan asal bicara saudara Jayadi Kamrasyid di mimbar bebas ini. Itu kalau tidak ada tekanan dunia Internasional kepada pihak NKRI tidaklah mungkin berlangsung dialog di Geneva dan di Tokyo, Jepang, antara pihak ASNLF atau GAM dengan pihak NKRI atau RI.

Dan jelas, itu ASNLF atau GAM bukan organisasi teroris. Memang kalau melihat pakai kacamata Mbak Megawati, jelas ASNLF atau GAM kelihatan seperti tubuh teroris, karena memang Mbak Megawati sendiri seorang teroris dibalik NKRI dengan cara menetapkan dasar hukum Keppres No.28/2003 dan Keppres No.4372003 untuk menghabiskan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI, agar supaya Negeri Aceh itu tetap dalam genggaman NKRI.

Selanjutnya, Jelas itu PBB mengakui penjajahan di Negeri Aceh oleh pihak NKRI dengan berdasarkan pada dasar hukum internasional Resolusi PBB nomor 2621 (XXV) yang diadopsi tanggal 12 Oktober 1970 dalam sidang pleno PBB yang ke-1862, yang sebagian isinya menyatakan: " 1. Declares the further continuation of colonialism in all its forms and manifestations a crime which constitutes a violation of the Charter of the United Nations, the Declaration on the Granting of Independence to Colonial Countries and Peoples and the principles of international law; 2. Reaffirms the inherent right of colonial peoles to struggle by all necessary means at their disposal against colonial Powers which suppress their aspiration for freedom and independence;" (The UN General Assembly Resolution 2621 (XXV), adopted on October 12, 1970).

Begitu juga berdasarkan dasar hukum internasional Resolusi PBB nomor 2711 (XXV) yang diadopsi tanggal 14 Desember 1970 dalam sidang pleno PBB yang ke-1929 , yang sebagian isinya menyatakan: "8.Reaffirms that it recognizes the legitimacy of the struggle being waged by the colonial peoples for the exercise of their right to self-determination and to freedom of choice, and calls upon all States to provide them with all necessary assistance;" (The UN General Assembly Resolution 2711 (XXV), adopted on December 14, 1970).

Jadi jelas, saudara Jayadi Kamrasyid otak kosong dimakan racun pancasila hasil kocak kocek Soekarno. Alasan saudara Jayadi diatas itu adalah alasan dasar yang tidak kuat dan tidak memiliki dasar fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang bisa memperkuat penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh pihak Presiden NKRI Megawati dari PDI-P.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Message-ID: 117.3103bee3.2da0fc72@aol.com
Date: Sun, 4 Apr 2004 00:51:46 EST
Subject: RACUN...
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com
Cc: siyasah@isnet.org

BUNG AHMAD: PANCASILA BUKANLAH RACUN. RACUN ITU ADALAH AHMAD SUDIRMAN YANG SEMAKIN TIDAK BERDAYA KARENA TAK ADA DUKUNGAN INTERNASIONAL ATAS GAGASANNYA MENGADUDOMBA ORANG ACEH DAN ORANG JAWA. MENGADUDOMBA SAMBIL FITNAH HUKUMANNYA TAHU SENDIRI..LEBIH BERAT DARI PEMBUNUHAN. SEJARAH DI BOLAK BALIK.

SUDAH SAYA TEGASKAN BAHWA REFERENDUM TIDAK MUNGKIN DIBERIKAN KARENA DUKUNGAN INTERNASIONAL TIDAK UNTUK ITU. TIMOR TIMUR DIKASIH KARENA FAKTOR DUKUNGAN INTERNASIONAL SANGAT KUAT. PENDUDUKAN INDONESIA TIDAK PERNAH DIANGGAP SAH OLEH PBB.

GAM JUGA TIDAK PERNAH DIANGGAP SAH DI DUNIA INTERNASIONAL. SEDIKIT LAGI JADI DALAM DAFTAR ORGANISASI TERORIS.

JADI BUNG..MASA LALU, SOAL SUKARNO TAK USAH DIUNGKIT-UNGKIT LAGI. SUDAH BERLALU. MARI KITA MENATAP MASA DEPAN. ACEH YANG DAMAI. ACEH YANG BANGKIT, ACEH YANG MAKMUR. ACEH YANG ISLAMI. ACEH YANG DEMOKRATIS. ACEH YANG SERAMBIH MEKAH.

BERTOBATLAH SAUDARAKU. CEPAT. MEMBLE AMAT SIH.

WASSALAM,

JAYADI KAMRASYID

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------