Stockholm, 5 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HIDAYAT & KAMRASYID MAKIN TERPURUK KETIKA MEMBELA MEGAWATI MENJAJAH ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS HIDAYAT SJARIF & JAYADI KAMRASYID MAKIN TERPURUK KETIKA MEMBELA MEGAWATI UNTUK TERUS MENJAJAH NEGERI ACEH

"Saya ingin memberikan komentar atas response dari anda (Jayadi Kamrasyid) untuk Bung Ahmad Sudirman. Pada prinsip nya saya setuju 100% dengan pendapat anda (Jayadi Kamrasyid) itu, saya hanya ingin membuat sekedar"tambahan". Menurut pendapat saya pribadi, Ahmad Sudirman cs dan orang orang GAM dengan Hasan Tiro itu adalah orang orang "pengecut", yang hanya berani ber koar koar mencaci maki kesana sini dari sebrang lautan dengan mengatas namakan "rakyat Aceh" dan mengaku sedang "berjuang". This is great big "f" bullshit! Mereka semuanya adalah criminil!" (Hidajat Sjarif, siliwangi27@hotmail.com , Sun, 04 Apr 2004 13:32:23 +0000)

"Generasi seperti Saya melihat masa depan. Realita berbicara bahwa Aceh tidak akan pernah diberi kesempatan untuk misah. Sekali lagi: tidak ada dukungan internasional. Jadi nggak ada gunanya perang. Kalian akan mati konyol, dan belum tentu masuk surga. Sejarah masa lalu tidak bisa kita rubah. Tapi kita bisa merencanakan sejarah untuk masa depan melalui niat yang baik. Bung Ahmad mimpi dari sejarah kegundahan Soekarno dan Soeharto yang sentralistis, suatu yang tidak bisa Kita rubah." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Sun, 4 Apr 2004 20:47:09 EDT)

Baiklah saudara Hidajat Sjarif di Edmonton, Alberta, Canada dan saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Mari perhatikan bersama-sama oleh seluruh peserta mimbar bebas dan oleh seluruh rakyat di negeri Aceh dan di NKRI.

Bagaimana itu para penerus Soekarno penelan, pencaplok, penjajah Negeri Aceh, seperti saudara Hidajat Sjarif dan saudara Jayadi Kamrasyid yang sudah menggelupur, karena kehabisan alasan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah untuk dipakai mempertahankan Negeri Aceh hasil rampokan Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 yang telah digembol dimasukkan kedalam karung goni Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara RI sebagai Negara Bagian RIS, agar tetap dalam genggaman NKRI dibawah Presiden Megawati dari PDI-P.

Mereka berdua ini, saudara Hidajat Sjarif dan saudara Jayadi Kamrasyid memang benar-benar makin kelihatan dengan jelas bahwa racun pancasila hasil utak atik Soekarno telah meresap kedalam pikiran dan hati sanubari mereka. Apalagi itu yang bernama saudara Jayadi Kamrasyid yang telah direbus dan digodok dalam air hitam KNPI yang dicampur dengan tetesan racun pancasila hasil komat-kamit Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945, selama periode 1987 - 1990, makin tenggelam saja kedalam lumpur pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI.

Saudara Hidajat Sjarif, sudah jelas dan gamblang, pihak rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, tidak akan bisa ditipu oleh pihak Penguasa NKRI.

Perjuangan untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI ini telah berlangsung lebih dari 50 tahun, saudara Hidajat Sjarif, kalau saudara Hidajat masih saja menutup mata.

Jelas, itu perjuangan yang telah memakan waktu lebih dari setengah abad telah membuat pihak Penguasa NKRI menggeletar dan bertindak makin ngawur.

Coba saja perhatikan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.
Itu taktik dan strategi Penguasa NKRI dibawah pimpinan Presiden Megawati dengan Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 berusaha untuk melenyapkan kekuatan dan kesadaran rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI, tetapi, ternyata pihak Penguasa NKRI tidak berhasil.

Hal ini menunjukkan bahwa taktik dan strategi yang dilancarkan oleh pihak rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, tidak akan bisa ditipu oleh pihak Penguasa NKRI dalam menghadapi penjajah Penguasa Negara Pancasila atau NKRI cukup berhasil.

Perang kepada pihak rakyat Aceh yang telah dikobarkan oleh pihak Penguasa NKRI dibawah pimpinan Megawati yang mengarah kepada perang modern ternyata mengakibatkan pihak Megawati cs makin ketakutan Negeri Aceh akan lepas dan kembali diraih oleh rakyat Aceh.

Taktik dan strategi perang modern yang dikobarkan oleh pihak NKRI terhadap rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI telah dihadapi oleh pihak rakyat Aceh, bukan hanya di hutan belantara Aceh saja, melainkan juga disetiap penjuru dunia siap menghadap serangan perang modern yang dilancarkan oleh pihak Penguasa NKRI terhadap pihak rakyat Aceh.

Jadi, saudara Hidajat Sjarif adalah suatu taktik dan strategi yang lemah kalau mau ditipu oleh Keppres No.28/2003 dan Keppres 43/2003 buatan Mbak Megawati dari PDII-P dengan menelan umpan dengan cara masuk kedalam jaringan yang telah dipasang disekitar hutan Negeri Aceh oleh pihak NKRI.

Saudara Hidajat Sjarif, taktik dan strategi yang dijalankan dan dipakai oleh Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Dr.Che Guevara telah dimodifikasi dan dirobah oleh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila atau NKRI, dalam rangka menghadapi perang modern yang dikobarkan oleh pihak Penguasa NKRI terhadap rakyat Aceh.

Jelas, saudara Hidajat Sjarif, pihak rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila atau NKRI telah menetapkan dan menjalankan taktik dan strategi baru dalam rangka menuntut pembebasan Negeri Aceh yang telah dicaplok dan dijajah oleh NKRI, berbeda dengan taktik dan strategi yang yang telah ditetapkan dan dijalankan oleh Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Dr.Che Guevara.

Nah, kalau saudara Hidajat Sjarif mengatakan bahwa taktik dan strategi rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila atau NKRI adalah: "Menurut pendapat saya pribadi, Ahmad Sudirman cs dan orang orang GAM dengan Hasan Tiro itu adalah orang orang "pengecut", yang hanya berani ber koar koar mencaci maki kesana sini dari sebrang lautan dengan mengatas namakan "rakyat Aceh" dan mengaku sedang "berjuang". This is great big "f" bullshit! Mereka semuanya adalah criminil!"

Itu anggapan saudara Hidajat Sjarif salah besar, justru pihak NKRI dibawah Mbak Megawati makin ketakutan. Dan jelas yang dinamakan kriminil itu adalah para serdadu TNI/POLRI/RAIDER termasuk juga para pimpinannya seperti Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, yang didukung oleh Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais, yang memberikan perintah untuk membunuh rakyat Aceh di negeri Aceh guna bisa terus mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh.

Nah coba perhatikan apa yang terjadi di Negeri Aceh disekitar TPS hari ini, Senin, 5 April 2004, saking takutnya Negeri Aceh lepas, maka itu Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya telah menugaskan kepada serdadu TNI/POLRI yang berjumlah lebih dari 23 ribu untuk menjaga Negeri Aceh dengan cara menyebarkan diseluruh Tempat Pemungutan Suara yang berjumlah 11120 lokasi TPS itu yang telah digolongkan kedalam TPS rawan I, TPS rawan II. Dimana disetiap TPS itu telah dikelilingi oleh pihak TNI/POLRI dengan membentuk jaringan ring. Ring I disekitar lokasi TPS langsung dijaga oleh POLRI, Ring II keluar sedikit dari lokasi TPS dijaga oleh TNI yang dibantu oleh Linmas, sedangkan Ring III disekitar jalan masuk ke tempat lokasi TPS dijaga langsung oleh serdadu TNI dengan senjatanya yang siap tembak.

Dari keadaan dan situasi yang bisa dilihat di setiap TPS di Negeri Aceh, hari ini, Senin, 5 April 2004, adalah merupakan satu fakta dan bukti, bahwa memang benar pihak NKRI, khususnya pihak Penguasa darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya tidak ingin Negeri Aceh lepas. Hanya jelas, pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya menjalankan taktik dan strategi tersebut dengan alasan "menjaga dan mengamankan Pemilu di Negeri Aceh."Padahal Pemilu 5 April 2004 di negeri Aceh ini adalah tidak sah dan merupakan akal bulus pihak Presiden Megawati, TNI/POLRI, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais.

Kemudian, itu saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya telah dicuci oleh racun pancasila dalam kancah KNPI selama 3 tahun, dari tahun 1987 sampai 1990, mana sanggup lagi berdebat dengan Ahmad Sudirman untuk mempertahankan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak NKRI dibawah pimpinan Mbak Megawati dari PDI-P. Selain mengatakan sambil menyerah: "Generasi seperti Saya melihat masa depan. Realita berbicara bahwa Aceh tidak akan pernah diberi kesempatan untuk misah. Sekali lagi: tidak ada dukungan internasional. Jadi nggak ada gunanya perang."

Saudara Jayadi yang sudah menggelupur ini dan tidak sanggup lagi bertahan, kecuali hanya mampu mengatakan: "Kalian akan mati konyol, dan belum tentu masuk surga. Sejarah masa lalu tidak bisa kita rubah. Tapi kita bisa merencanakan sejarah untuk masa depan melalui niat yang baik. Bung Ahmad mimpi dari sejarah kegundahan Soekarno dan Soeharto yang sentralistis, suatu yang tidak bisa Kita rubah."

Nah coba perhatikan bersama-sama oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI. Bagaimana itu saudara Jayadi Kamrasyid mengatakan: "Kalian akan mati konyol, dan belum tentu masuk surga".

Saudara Kamrasyid, itu para serdadu TNI/POLRI yang berperang demi pancasila dan UUD 1945 dan atas perintah Mbak Megawati dari PDI-P, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar itu sudah jelas "mati konyol, dan belum tentu masuk surga".

Sedangkan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila atau NKRI sedang mempertahankan dan membela Negeri, Agama, keluarga, harta dari pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak Presiden NKRI Megawati cs yang didukung oleh , Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar.

Jadi itu berbeda, saudara Jayadi Kamrasyid, rakyat Aceh membela Negeri Aceh yang dijajah NKRI, membela Agama, membela rakyat, membela harta milik dengan tetap meminta pertolongan Allah SWT. Sedangkan para serdadu TNI/POLRI membela pancasila dan UUD 1945, membela Negeri hasil rampokan Soekarno, membela Mbak Megawati, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, dan Da'i Bachtiar.

Selanjutnya, itu rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila atau NKRI sedang mempertahankan dan membela Negeri, Agama, keluarga, harta, bukan disebabkan "mimpi dari sejarah kegundahan Soekarno dan Soeharto yang sentralistis, suatu yang tidak bisa Kita rubah", melainkan disebabkan oleh Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950. Dimana perjuangan rakyat Aceh ini telah berlangsung lebih dari 50 tahun.

Nah terakhir, saudara Jayadi Kamrasyid yang sudah lumpuh ini hanya sanggup bertahan dengan mengatakan: "berikhtiar membangun Aceh dalam bingkai RI bukanlah impian. Mempropokasi rakyat Aceh untuk merdeka bukan hanya impian namun sekaligus sebuah penjerumusan hawa nafsu yang tiada akhir."

Jelas saudara Jayadi Kamrasyid, membangun NKRI dari hasil rampokan negeri Aceh adalah suatu impian yang tidak akan menjadi kedamaian, keamanan, kejujuran, keadilan, dan kesejahteraan.

Dan saudara Jayadi Kamrasyid, memberikan penerangan, penjelasan, informasi kepada seluruh rakyat di negeri Aceh dan rakyat di NKRI tentang pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno yang dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati dengan maksud dan tujuan agar seluruh rakyat Aceh di negeri Aceh dan seluruh rakyat di NKRI menjadi terbuka mata dan hatinya bahwa memang benar itu Negeri Aceh diduduki dan dijajah oleh NKRI, itu bukan usaha provokasi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "Hidajat Sjarif" siliwangi27@hotmail.com
To: teuku_mirza2000@yahoo.com, wpamungk@centrin.net.id,
karim@bukopin.co.id, sadanas@equate.com, imahnor@hotmail.com, ahmad@dataphone.se, otra25@indosat.net.id, zafala@hotmail.com, rimueng_acheh@yahoo.com, tang_ce@yahoo.com, Mr_dharminta@yahoo.com, miranda_hnf@yahoo.uk, om_puteh@hotmail.com, bambang_hw@re.rekayasa.co.id, wafi_amna@yahoo.com, s05029@wmu.se, warzain@yahoo.com, djuli@streamyx.com, abupase@yahoo.com
Subject: FW: HASAN TIRO,GAM,AHMAD SUDIRMAN CS...PENGECUT!!!!!! Date: Sun, 04 Apr 2004 13:32:23 +0000

Saya ingin memberikan komentar atas response dari anda (Jayadi Kamrasyid) untuk Bung Ahmad Sudirman. Pada prinsip nya saya setuju 100% dengan pendapat anda (Jayadi Kamrasyid) itu, saya hanya ingin membuat sekedar"TAMBAHAN".

Menurut pendapat saya pribadi, Ahmad Sudirman cs dan orang orang GAM dengan HASAN TIRO itu adalah orang orang "P E N G E C U T ", yang hanya berani ber koar koar mencaci maki kesana sini dari sebrang lautan dengan mengatas namakan "RAKYAT ACEH" dan mengaku sedang"BERJUANG". THIS IS GREAT BIG "F" BULLSHIT! MEREKA SEMUANYA ADALAH CRIMINIL!

Kita semua jangan sampai bisa tertipu, kita harus bisa membedakan antara criminil pembohong dengan pejuang sejati seperti Nelson Mandela, Martin Luther King atau Dr.Che Guevara.Terlepas dari buruk atau baiknya, terlepas dari setuju atau tidaknya dari faham,keyakinan dan ideology yang dianut oleh Che Guevara, seluruh dunia saluut atas KEBERANIAN dan ke-konsekuenan Che Guevara pada keyakinan yang dianutnya. Dr Ernesto Che Guevara dengan KONSEKUEN berani untuk turun kemedan laga, berani dan konsekuen untuk terjun kearena perjuangan untuk berjuang demi keyakinan yang dianutnya, BERANI UNTUK SECARA LANGSUNG TURUN KEMEDAN LAGA UNTUK BERTARUNG MENYABUNG NYAWA DEMI KEYAKINAN YANG DIANUTNYA. INILAH CONTOH SEORANG PEJUANG TULEN Dr.Che Guevara waktu itu mempunyai kedudukan dan kehidupan yang sangat kuat di Cuba, dia adalah menteri industry di Cuba, dia rela meninggalkan kehidupan yang nyaman, jabatan yang tinggi dan anak istri pergi ke hutan rimba belantara di BOLIVIA untuk bertarung melawan kekuatan kekuatan yang dia anggap sebagai reactionary and imperialism Dr.Guevara gugur dalam pertarungan ini tapi
keberanian, kejantanan dan ke-konsekuenannya pada perjuangannya menumbuhkan rasa HORMAT padanya, begitu pula halnya dengan Nelson Mandela dan Martin Luther King INILAH CONTOH CONTOH PEJUANG SEJATI. Yang dilakukan oleh Hasan Tiro dengan GAM-nya dan Ahmad Sudirman cs adalah G U Y O N HE HE HE HE HE. THIS IS JUST A JOKE HE HE HE HE HE. GBU.

Hidajat Sjarif

siliwangi27@hotmail.com
Edmonton, Alberta, Canada.
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Sun, 4 Apr 2004 20:47:09 EDT
Subject: Bung Ahmad yang TULI
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com

Generasi seperti Saya melihat masa depan. Realita berbicara bahwa Aceh tidak akan pernah diberi kesempatan untuk misah. Sekali lagi: tidak ada dukungan internasional. Jadi nggak ada gunanya perang. Kalian akan mati konyol, dan belum tentu masuk surga.

Sejarah masa lalu tidak bisa kita rubah. Tapi kita bisa merencanakan sejarah untuk masa depan melalui niat yang baik. Bung Ahmad mimpi dari sejarah kegundahan Soekarno dan Soeharto yang sentralistis, suatu yang tidak bisa Kita rubah.

Tapi berikhtiar membangun Aceh dalam bingkai RI bukanlah impian. Mempropokasi rakyat Aceh untuk merdeka bukan hanya impian namun sekaligus sebuah penjerumusan hawa nafsu yang tiada akhir.

Wassalam,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------