Stavanger, 5 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HIDAJAT SJARIF SI BELANDA HITAM ALBERTA
Omar Putéh
Stavanger - NORWEGIA.

 

JELAS HIDAJAT SJARIF ITU SI BELANDA HITAM ALBERTA!

Kami pikir, tujuan saudara Ahmad Sudirman dengan Open Discussionnya, adalah untuk mengetengahkan kekuatan elemen-elemen hukum ketatanegaraan antara Negara Acheh Sumatra dengan Negara Kolonialis RI (penjelmaan dari RI-Jawa Jokya), untuk menyingkirkan argumentasi konyol dari Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa yang terus menerus dengan liciknya coba menipu bangsa-bangsa di luar Pulau Jawa pada umumnya atau bangsa Acheh, bangsa Maluku, bangsa Papua, bangsa Poso, bangsa Minahasa dan Gorontalo khususnya yang sedang memperjuangkan keadilan dan kebenaran akan hak mutlak bangsanya atas tanah air-tumpah darah warisan leluhurnya, warisan Endatunya, sebagaimana beliau sendiri nyatakan berulang-ulang: Mengapakah dan/atau apakah sebabnya beliau mengadvokati kasus pencaplokan bumi Acheh oleh Soekarno si Penipu licik itu dengan proxy: UU No 21/14/08/1950 dan PPUU No 5/1950.yang tidak sah itu!

Tetapi sepanjang perjalanan diskusi, telah didapati terlalu ramai peserta milis open discussion ini, yang terus-menerus mendesak agar saudara Ahmad Sudirman menjelaskan: 1. Apakah arti Penjajah, 2. Mengapakah dikatakan Penjajah Indonesia Jawa, 3. Mengapakah orang Acheh membenci orang Jawa dsb.nya, terutama datangnya dari Komandan Satuan Tugas Penerangan Prop NAD, Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono-Kecoa dari Jerman dan antek-anteknya yang sekarang sedang bersembunnyi, ketakutan sendiri.

Sekalipun demikian pertanyaan No 1, telah sempat beliau jawab juga, sebagaimana penjelasan yang tidak dapat digugat lagi dari kutipan sebuah Kamus Bahasa Indonesia (yang langsung beliau pesan khusus dari Jakarta, agar sesiapun yang coba membantah, biar mudah merujuk kesitu dan mudah didapati/dicari disana).

Jawaban No 1 itu, kami lihat, telah beliau jamakkan/represantasikan ke pertanyaan No. 2, karena jawaban sederhana beliau yang demikian itu, sebagai mengingatkan kita pada pelajaran tata bahasa: "Kalimat bertanya, bukan bertanya", yaitu, karena si Penanya sendiri, sebenarnya sudah tahu jawabannya tetapi coba juga buat pertanyaan. Begitu juga jawaban No 3 juga beliau telah menjawabnya, malahan sekalian rangkaian jawaban itu beliau rajutkan.

Tetapi herannya ada diantara peserta open discussion ini, bisa disifatkan sebagai masih tidak puas hati dan asyik mengenyek dan mengejek. Maka kami, sebagai peserta milis ini juga, terpaksa ikut membantu, memberi penjelasan! Dengan catatan: Kami telah sedikit memulakannya dan akan menyilak kesemuanya nanti: Apakah itu Jawa si Penjajah atau apakah itu si Penjajah Indonesia Jawa atau apa dan siapakah itu si Belanda Hitam dan antek-anteknya seperti Hidajat Sjarif si Belanda Hitam dari Alberta, Canada itu, dengan berserial!

Kami yakin, open discussion ini akan terus dibuka sehingga Referendum opsi merdeka terlaksanakan dan kemerdekaanpun bangsa menjadi wujud nyata di Acheh Sumatra, insya Allah!.

Seperti telah diinternetkan: Exploitaion de nation par nation dan Exploitaion de l'home par l'home, ketika kami menjelaskan, apakah itu Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, adalah dengan mengutip istilah yang dipakai oleh Soekarno anak Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa si Penipu licik rakyat Jawa dengan menunggangi kaum Marxis Jawa, sejak 1927 untuk kepentingan diri dan keluarganya:

Walaupun si tukang kipasnya mengatakan Soekarno, si penipu licik itu sebagai "pemimpin besar revolusi". Apa? Besar tipu! Kalian bacalah dengan jujur sejarah perjuangan Karel Marx/Fredrick Engels, Vladmir Illyich Lenin/Leon Trotsky atau Mao Tse-tung, yang tidak pernah mengumpulkan harta dan kekayaan tetapi benar-benar memikirkan ideologi dan rakyatnya. Tetapi Soekarno anak Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, yang "menjajah" rakyat Jawa-exploitation de l'home par l'home telah dikretariakan sebagai si Pengecut Besar, sebagaimana keputusan dari Seminar Kepimpinan Soekarno tahun 1980-an di Jakarta!

"Jenderal Besar" Abdul Haris Nasutionpun yang tidak pernah tergamak untuk memberikan bintang gerilya kepadanya, selalu mencibir Soekarno, si Penipu licik, si Pengecut ini, karena tidak malu menyemati didadanya replika bintang gerilya, yang senantiasa suka memilih masuk penjara makan nasi beras merah Ranggon-Burma!

Soekarno itu persis seperti Adolf Stalin yang komunis tetapi tidak sosialis-humanis! Soekarno itu seperti Adolf Hitler (anak Austria menggembar-gemborkan dirinya sebagai anak Jerman-Aria) seorang anak Jawa Sentris yang menggembar-gemborkan sebagai anak Indonesia Raya, yang menunggangi Jawa-Marxis untuk kepentingan Jawa-Marhenis! Adolf Hitler marah kepada "tingkah" neneknya, sedangkan Soekarno ragu-ragu, siapa sebenarnya Raden Soekemi itu?

Ini untuk secuil penjelasan kepada Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta yang sedang berang menjadi banteng ketaton itu! Masalah Che' Guavara akan kami jelaskan apa misinya!

Mudah-mudahan saudara Muhammad Dahlan dari Australia, jangan begitu berang!

Paling lengkap jika kalian, kaum Marxis-Marhenis baca dan hayati sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah, Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat! Itu lebih mendirikan bulu roma, semangat kita untuk membela manusia dan kemanusiaan tentang Humanitarian and Philantropic, dari pada kalian membaca Soekarno, si Penipu licik (tepat sebagai julukan Sdra A.Sudirman)

Soekarno, si penipu "licik-is/tis" itu, bukan seorang yang humanistis atau humanistis-idealistis, sebab seseorang yang humanistis atau humanis-idealistis, sebagai sesuatu yang natural.

Marxis suatu aliran pikiran yang membicarakan masalah sosisal atau teori sosial-struktur. Struktur yang tumbuh, lahir dan berkembang untuk dibentuk, makanya tidak sama struktur kejiwaannya dengan struktur humanistis-ideaalistis tadi itu. Orang yang Idealistis-humanistis tidak memerlukan Marxis, tetapi orang Marxis mungkin akan merobah dirinya menjadi humanistis-idealistis.

Makanya kepada anak-anak Jawa-Marxis ataupun Jawa-Marhenis?, sebenarnya Marxisme itu bukan barang baru bagi tamandun manusia, sebab ia sudah ada sejak zaman Yunani dan Julius Cesar dari Romawipun sudah menulisnya! Disini, diingatkan lagi agar kalian anak-anak Jawa-Marxis jangan lagi mau ditunggangi oleh PDI-P atau partai-partai keluarga Soekarno, si penipu licik berketurunan itu! Karena yang dapat membela kaliaan adalah kalian sendiri anak-anak korban 1965 dan Pulau Buru! Belajarlahlah kalian prikehidupan perjuangan Rasulullah, Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat beliau! Adakah kalian tahu baju Saidana Ali itu hanya dua satu dibadan satu lagi dijemuran!

Orang Marxis akan berobah menjadi komunis, tetapi orang komunis susah untuk menjadi Marxis. Komunis dibentuk dari struktur birokratis! Makanya orang komunis itu, belum tentu berjiwa sosialis/tis, seperti Marxis, walaupun ia dilahirkan oleh V.I.Lenin dan L.Trotsky dari Marxis.

Apalagi untuk menjadi Humanistis-idealistis. Semua rakyat Jawa bisa lihat, Soekarno yang dididik oleh Professor Baars sebagai komunis, tetapi kemudian dia ingkar dan memilih menjadi komunis munafik, sebagai marhenis. Dan pada kenyataan akhirnya Soekarno dan keluarganya lebih suka hidup sebagai kehidupan kaum borgouis-kapitalis! Nah kau, Hidajat Sjarif, kau si Belanda Hitam dari Alberta-Canada juga mau lihat, itu si Soekarno anak Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, yang lalu ketika dia berkuasa dipuja-puja oleh tukang kipasnya yang mendapat nikmat, ketika dia berkuasa, terutama si Marhenis Ali Surachman (ASU)!

Tetapi jangan lagi kau Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta-Canada, Sunda 100%, ikut puja Soekarno si Penipu licik itu, karena semua kipas-kipas nikmat itu telah dirampasin R. Hartono dan antek-anteknya si tukang ngompreng dan pembakar sate sapi-madura, untuk ngipasin Suhartois!

Makanya mengapakah ada rakyat/bangsa Jawa dan semua bangsa-bangsa lain mau menyokong perjuangan bangsa Acheh, perjuangan yang didasarkan atas perjuangan diatas struktur Humanistis-Reli(us)gistis, yang hari sedang berjuang untuk merebut kembali tanah air, warisan dari leluhurnya!

Hari ini ada bangsa Acheh (etnis Jawa), ikut berjuang, berperang di medan perang, menentang ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa atau Black Dutchmen, si Belanda Hitam!

Karena dalam Islam atau bagi bangsa Acheh dan konstitusinya tetap memandang bangsa Jawa sama setara. Itu sebabnya seorang Belanda: Paul Van't Veer telah mengatakan bahwa bangsa Acheh bukan Jawa!

Dengan melihat bahwa bangsa Acheh mempunyai struktur sosiolgis dan budayanya tersendiri. Demikianlah juga bangsa Jawa!

Tetapi manusia Jawa si Penjajah atau manusia Penjajah Indonesia Jawa atau The Black Dutchmen, manusia si Belandda Hitam, adalah akan tetap dipandang sebagai National Enemy! Sebagai musuh bangsa Acheh, turun-temurun, buyut-buyutan!

So, bangsa Acheh tidak bermusuhan dengan bangsa Jawa tetapi dengan Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa. Makanya rakyat Jawa jangan kamu membantu Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa!

Kami tahu anak-anak Indonesia Jawa etnis Acheh ramai juga dipakai oleh Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa untuk menjadi Tju'ak atau mata-mata ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah ataun Penjajah Indonesia Jawa, untuk ikut membantu menyembelih bangsa Acheh, begitu juga Jawa-Jawa Pujakusuma dipergunakan untuk maksud dan tujuan yang sama dengan tugas sebagai Tju'ak atau mata-mata mereka!

Bangsa Acheh memandang manusia Jawa si Penjajah atau manusia Penjajah Indonesia Jawa atau manusia si Belanda Hitam sebagai Feudalis, Borguis, (neo) Kolonialis dan (neo) Imprerialis!

Exploitation de l'home par l'home! Dan Exploitation de nation par nation!

Istilah inipun, patut diketahui, sebagai kutipan salah satu istilah dari kumpulan tulisan-tulisan yang secara tradisi disediakan oleh "mereka" dari "ultra-radikal kiri" dan sudah pasti bukan dari PNI untuk setiap pidatonya! PNI benalunya rakyat Jawa-Marxis! PDI-P adalah benalu rakyat Jawa-Marxis! Partainya Pelopornya Rahmawati adalah benalunya rakyat Jawa-Marxis!

Partai Marhenismenya Sukmawati adalah benalunya rakyat Jawa-Marxis!
PNBKnya Eros Jarot ex-kekasih "nya" Megawati adalah benalunya rakyat Jawa-Marxis!

Rakyat Marxis-Jawa, jadi keledai tunggangan Soekarno dan keluarganya sejak 1927 dengan pakai "pelana" PNI dengan pakai ladam-kayu Marhenis!

Oleh sebab itu, semua kaum Marxis-Jawa keluarga korban 1965 dan Pulau Buru, jangan lagi terkecoh dengan ajakan si Limbuk Taufik Kiemas, Megawati Cs., dari keluarga penipu ini!

Sudah cukup 3.000.000 juta ummat "komunis" dibunuh oleh Jawa si Penjajah atau si Penjajah Indonesia Jawa! Atau 300.000-500.000 rakyat jawa di Pulau Jawa saja!

Baiknya kamu sekalian rakyat Jawa-Marxis, biar memilih untuk coblos Golput kali ini, tetapi akan datang, jangan lupa, kalian dirikan Partai Bangsa Jawa! Campakkan NKRI ke Selat Karimata dan dirikan Negara Jawa Merdeka!

NB. Hidajat Sjarif-Belanda Hitam dari Alberta, kau lihat adakah saudara Ahmad Sudirman memperkatakan sesuatu kepada peserta diskusi terbukanya, kecuali kepada orang-orang yang tidak gentlemen yang coba merusakkan e_mail beliau: seperti Datsatgaspennad Kolonel (Laut) Ditya Soedorsono dan Nizar Win, masing-masing (hanya) sebagai si Kecoa dari Jerman atau dari Jakarta/Bandung yang coba merayap ke Swedia ataupun kepada si Matius Dharminta- wartawan Jawa Post yang kecengak-kecenguk itu sebagai cacing NKRI, tetapi lain misalnya si Datsatgaspennad Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono (yang mengumpamakan dirinya sebagai emas dalam taik anjing -tulisannya sendiri ) mengatakan kepada saudara A.Sudirman sebagai: GAM Yahudi, Dalawa, Cepot, dll. Begitu juga kalian-kalian yang lain, yang ternyata otaknya kosong mengatakan macam-macam kepada beliau. (bersambung ke Plus I + HIDAJAT SJARIF SI BELANDA HITAM DARI ALBERTA)

Wassalam

Omar Putéh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------