Stockholm, 7 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAGIR ALVA MENGHARAP NKRI DIBAWAH AKBAR TANDJUNG DARI GOLKAR AKAN LEBIH BAIK
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN KELIHATAN ITU SAGIR ALVA MENGHARAP NKRI DIBAWAH AKBAR TANDJUNG DARI GOLKAR AKAN LEBIH BAIK DARI MBAK MEGAWATI DARI PDI-P

"Saudara Ahmad, jika saya melihat apa yang disampaikan oleh saudara Reyza di USA, disini saya belum melihat itu sebagai bukti bahwa dunia Internasional mengecam Pemilu yang sedang dilaksanakan RI, karena disini saya melihat yang menjalankan demontarsi hanya sebilangan kecil masayarakat Indonesia yang ada diluar negri yaitu 100 orang dari lebih 4,1 juta orang Indonesia yang tersebar diseluruh, sehingga jika dipersentasekan itu merupakan jumlah yang sangat sedikit. Dan dari sejumlah itu sebagian besar merupakan aktivis Aceh, Papua dan Maluku, sedangkan aktivis dari USA sendiri hanya 30 orangan saja. Sehingga ini belumlah cukup untuk dikatakan bahwa dunia Internasional mengecam Pemilu di Indonesia. Kalo kita mau jujur, Pemilu di Indonesia itu didukung oleh Internasional, dimana sebagai bukti dukungan mereka, beberapa negara sudah memberikan bantuan finasial dan menurunkan pemantaunya untuk mengamati Pemilu di Indonesia. Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi setelah Pemilu ini." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Tue, 6 Apr 2004 19:04:18 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Sagir Alva di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia.

Saudara Sagir, sebagaimana yang saya selalu ulang-ulang mengenai Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh itu adalah tidak sah, karena sangat bertentangan antara dasar hukum UU No.12 tahun 2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, pasal 2 yang berbunyi "Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil" dengan Keppres No.28/2003 yang didalamnya mengandung dasar hukum Undang-undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1908) sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Undang-undang nomor 52 Prp Tahun 1960 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2113)".

Jadi, apapun alasannya mengenai Pemilu 5 April 2004 yang dilaksanakan di Negeri Aceh adalah tetap saja tidak sah karena cacat hukum.

Nah, dengan melihat dari sudut dasar hukum itulah mengapa masyarakat Internasional mengutuk pelaksanaan Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh. Soal berapa banyak yang mengutuk dan siapa yang mengutuk dari pihak masyarakat Internasioanl, bukan menjadi patokan dan ukuran bisa diterima atau tidaknya Pemilu 5 April 2004 itu.

Itu dengan adanya pengutukan dari pihak masyarakat Internasional terhadap pelaksanaan Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh adalah merupakan satu fakta dan bukti bahwa memang Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh cacat hukum.

Kemudian, kalau mau juga dijalankan Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh dengan memakai senjata, dan memang telah dijalankan, ya, resikonya harus mampu menerima kutukan dari masyarakat Internasional bahwa Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh tidak sah karena cacat hukum. Dan rakyat Aceh tidak butuh Pemilu, yang dibutuhkan rakyat Aceh adalah penentuan pendapat atau referendum, yang memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh untuk menentukan sikap dan memberikan suaranya apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Seterusnya saudara Sagir Alva mengharapkan: "Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi setelah Pemilu ini."

Dimana disini kelihatan saudara Sagir Alva mengharapkan kepada Akbar Tandjung cs dari Golkar yang kemungkinan besar dibantu oleh Mbak Megawati dari PDI-P untuk secara bersama-sama menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, dan penjajahan di Negeri Aceh sama seperti yang telah dijalankan sebelumnya oleh Mbak Megawati yang didukung oleh TNI/POLRI/RAIDER.

Akbar Tandjung tidak jauh berbeda dengan Mbak Megawati dalam hal kebijaksanaan pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 6 Apr 2004 19:04:18 -0700 (PDT)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: PEMILU tidak mendapat kecaman Internasional
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.

Selamat pagi saudara Ahmad:) bagaimana kabar anda pagi ini? semoga anda sekeluarga sehat-sehat saja dan selalu mendapat lindungan Allah SWT.

Saudara Ahmad, jika saya melihat apa yang disampaikan oleh saudara Reyza di USA, disini saya belum melihat itu sebagai bukti bahwa dunia Internasional mengecam PEMILU yang sedang dilaksanakan RI, karena disini saya melihat yang menjalankan demontarsi hanya sebilangan kecil masayarakat Indonesia yang ada diluar negri yaitu 100 orang dari lebih 4,1 juta orang Indonesia yang tersebar diseluruh, sehingga jika dipersentasekan itu merupakan jumlah yang sangat sedikit. Dan dari sejumlah itu sebagian besar merupakan aktivis Aceh, Papua dan Maluku, sedangkan aktivis dari USA sendiri hanya 30 orangan saja. Sehingga ini belumlah cukup untuk dikatakan bahwa dunia Internasional mengecam PEMILU di Indonesia.

Kalo kita mau jujur, PEMILU di Indonesia itu didukung oleh Internasional, dimana sebagai bukti dukungan mereka, beberapa negara sudah memberikan bantuan finasial dan menurunkan pemantaunya untuk mengamati PEMILU di Indonesia.

Saya kira itu saja yang dapat saya sampaikan, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas tanggapan yang diberikan peserta mimbar bebas terhadap diri saya baik tanggapan positif atau yang negatif. Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi setelah PEMILU ini.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------