Stockholm, 8 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID ITU MAU TERUS MENGEKOR MEGAWATI & AKBAR TANDJUNG MENJAJAH ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN MAKIN JELAS ITU JAYADI KAMRASYID MEMANG MAU TERUS MENGEKOR MEGAWATI & AKBAR TANDJUNG MENJAJAH NEGERI ACEH YANG DICAPLOK SEOKARNO PADA 14 AGUSTUS 1950

"Negeri Aceh di masa depan apakah akan tetap bersama NKRI atau tidak perlu bersama NKRI. (Ahmad Sudirman).
Tuan Ahmad nih gimana. Sudah saya jelaskan berkali-kali bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi niatnyakan sudah jelas GAM mempropokasi mau pisah dari RI. Kedua dukungan internasional supaya Aceh pisah dari RI juga tidak ada. Anda belajar geo politik donk. Jangan baca Keppres melulu" (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Thu, 8 Apr 2004 02:59:48 EDT)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Ternyata apa yang dikatakan oleh saudara Jayadi Kamrasyid kepada saya sebelum ini: "damai yes, merdeka no" ternyata hanya ditelan kembali oleh saudara Jayadi Kamrasyid.

Coba perhatikan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Ketika saya menyodorkan cara damai dalam tulisan sebelum ini:
"jalan dan cara damai melalui dialog dan perundingan inilah yang didukung oleh pihak Pemerintah Internasional. Libatkan seluruh rakyat sipil Aceh, tanpa kecuali untuk membicarakan masa depan Negeri Aceh. Bawa semua aspirasi dari seluruh rakyat sipil Aceh kemeja perundingan. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh seluruh rakyat sipil Aceh. Sebelum dialog dan perundingan berjalan kembali, cabut itu Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003, tarik TNI/POLRI/RAIDER dari Negeri Aceh, kemudian mari kita duduk untuk membicarakan masa depan rakyat dan Negeri Aceh dengan membicarakan semua aspirasi dari seluruh rakyat sipil Aceh. Kemudian biarkan seluruh rakyat Aceh yang akan menentukan masa depan mereka, tidak perlu harus memakai UU No.18/2001, dan tidak perlu harus mempergunakan Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003."

Eh, tahu-tahu, dijawab oleh saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya kosong dimakan racun pancasila hasil ramuan Soekarno penipu licik di NKRI dan di RI,: "Tuan Ahmad nih gimana. Sudah saya jelaskan berkali-kali bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi niatnyakan sudah jelas GAM mempropokasi mau pisah dari RI. Kedua dukungan internasional supaya Aceh pisah dari RI juga tidak ada. Anda belajar geo politik donk. Jangan baca Keppres melulu".

Coba perhatikan sekali lagi.

Cara damai yang disodorkan kepada pihak NKRI, langsung dipatahkan oleh pihak Jayadi Kamrasyid dari KNPI organisasi milisi NKRI yang dibentuk jaman Jenderal Soeharto pegang kekuasaan NKRI.

Malahan saudara Kamrasyid mengembel-embeli dengan: "Anda belajar geo politik donk. Jangan baca Keppres melulu".

Jelas, saudara Jayadi Kamrasyid itu geopolitik yang dibuat Soekarno ketika menjadi Presiden RIS merupakan geopolitik yang didasarkan pada taktik dan strategi pencaplokan, pendudukan dan penjajahan Negara-Negara Bagian RIS dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan de-facto RIS, seperti Negeri Aceh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dengan memakai dasar hukum PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950.

Nah itulah geopolitik buatan Soekarno yang dipakai sebagai taktik strategi akal bulus dan penipuan licik Soekarno, kalau saudara Jayadi Kamrasyid otak kosong dimakan racun pancasila hasil kocekan Soekarno penipu licik ini, mau tahu.

Jelas, Ahmad Sudirman yang telah membaca dan mempelajari itu Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003, tidak bisa ditipu oleh Presiden NKRI Megawati, para Jenderal TNI, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ketua MPR Amien Rais.

Jadi, memang itu Negeri Aceh hasil rampokan Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 yang telah dimasukkan kedalam perut RIS, kemudian masuk kedalam tubuh RI yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950, dan tetap dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati dari PDI-P.
 

Oleh karena itu, saudara Jayadi Kamrasyid, karena cara damai yang disodorkan kepada pihak NKRI ditolak oleh saudara Jayadi dari KNPI milisi NKRI pencaplok dan penjajah Negeri Aceh, maka sampai kapanpun itu konflik di Negeri Aceh tidak akan selesai.

Siapa yang salah, jelas, pihak NKRI, yang didukung oleh saudara Jayadi Kamrasyid yang otaknya sudah kosong disengat racun pancasila hasil utak-atik Soekarno penipu licik & pencaplok Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Thu, 8 Apr 2004 02:59:48 EDT
Subject: Re: KAMRASYID ITU CARA DAMAI MELALUI PENENTUAN PENDAPAT BUKAN CARA MILITER
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com

Negeri Aceh di masa depan apakah akan tetap bersama NKRI atau tidak perlu bersama NKRI. (Ahmad Sudirman)

TUAN AHMAD NIH GIMANA. SUDAHA SAYA JELASKAN BERKALI-KALI BAHWA HAL ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI. NIATNYAKAN SUDAH JELAS GAM MEMPROPOKASI MAU PISAH DARI RI. KEDUA DUKUNGAN INTERNASIONAL SUPAYA ACEH PISAH DARI RI JUGA TIDAK ADA. ANDA BELAJAR GEO POLITIK DONK. JANGAN BACA KEPRES MELULU.

CONTOH YANG KONKRIT ADALAH SUKU KURDI DI IRAK. KARENA FAKTOR GEOPOLITIK DAN STABILITAS KAWASAN. DUKUNGAN INTERNASIONAL UNTUK MISAH DARI IRAK TIDAK PERNAH ADA. NERTI NGGAK SIH TUAN SABLENG INI.

SALAM,

JK

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------