Stockholm, 9 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAGIR HARUS TAHU ITU NKRI DISANTAP GOLKAR SARANG KORUPTOR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAGIR ALVA HARUS TAHU ITU AUSTRALIA TIDAK KIRIM PEMANTAU PEMILU KE NEGERI ACEH

"Saudara Ahmad, perlu digaris bawahi, bahwa sampai saat ini Aceh masih menjadi bagian dari Indonesia, maka menjadi hak pemerintah Indonesia untuk menyelengarakan pemilu di Indonesia termasuk di Aceh, terlepas dari cacat hukum atau tidaknya pemilu yang di laksanakan di Aceh. Pemilu ini bukan bertujuan untuk melanggengkan penjajahanan dan sebagainya, tetapi memang program 5 tahunan yang mesti dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya. Dan pemilu ini tidak pernah mendapat kecaman dunia Internasional, karena yang melakukan seperti yang sudah saya jelaskan berkali-kali bahwa yang melakukan adalah hanya segelintir orang Indonesia yang berada diluar negeri. Tapi malahan mendapat pengakuan dari pihak internasional. Sebagai salah satunya simak berita dari website kompas." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Thu, 8 Apr 2004 19:30:11 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Sagir Alva di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia

Jelas, saudara Sagir, karena saudara memakai kacamata Mbak Megawati dari PDI-P, maka ketika melihat Negeri Aceh akan kelihatan tulang kerangka Negeri Aceh dalam perut NKRI yang telah menelannya pada 14 Agustus 1950.

Tetapi, kalau Ahmad Sudirman yang melihat dengan memakai kacamata merk PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950, maka ketika melihat Negeri Aceh, itu Negeri Aceh kelihatan jelas sedang meronta-ronta minta keluar dari usus perut NKRI yang telah menelannya itu.

Jadi, saudara Sagir Alva, selama itu para penerus Soekarno masih menganggap Negeri Aceh, hasil rampokan Soekarno, milik Soekarno, milik orang-orang Jawa, milik Mbak Megawati, milik Golkar, dan tentu saja didukung oleh saudara Sagir Alva sendiri asal Aceh, maka jelas, itu Negeri Aceh, yang merupakan hasil rampokan Soekarno, akan terus dianggap bagian kerangka tubuh NKRI.

Kemudian, itu soal pemantau Pemilu 5 April 2004 dari luar negeri untuk Negeri Aceh ternyata tidak begitu populer. Karena, memang Mang Endang Suwarya, telah memperketat tali pinggang pengikat Negeri Aceh, agar supaya pemantau luar negeri tidak bisa masuk.

Mana ada itu pemantau Pemilu yang dikirim oleh Pemerintah Australia ke Negeri Aceh. Kalaupun ada pemantau asing, itu hanya diperbolehkan masuk ke 45 kecamatan yang tersebar di 20 kabupaten/kota yang masing-masing kabupaten hanya dua kecamatan saja yang boleh dipantau, kecuali Kota Banda Aceh, tujuh kecamatan.

Jadi, kalau memang ada pemantau asing paling yang dipantau hanya di Kota Banda Aceh saja. Padahal itu Negeri Aceh terdiri dari 17 Kabupaten dan 4 Kota.

Nah disini saja sudah kelihatan hanya sebagai alat penipuan dan akal bulus Mang Endang saja, bahwa Pemilu 5 April 2004 bisa dilaksanakan di negeri Aceh yang diberlakukan hukum Darurat Militer dan bertentangan dengan UU No.12/2003.

Kemudian, ternyata kelihatan dari hasil penghitungan suara hasil Pemilu 2004 di NKRI ini yang untuk Negeri Aceh cacat hukum, itu Golkar dibawah Akbar Tandjung, koruptor yang menyikat dana Bulog Rp 40 miliar rupiah, tetapi dibebaskan dari semua dugaan korupsi Buloggate II oleh pihak Kejaksaan Agung, telah menguasai gelanggang politik NKRI.

Walaupun hasil penghitungan suara sampai detik tulisan ini dibuat belum tuntas semuanya, tetapi ternyata sudah bisa diperkirakan secara jelas dan terang bahwa itu Akbar Tandjung dengan keakhlian korupsinya akan memasuki gelanggang Kabinet Penguasa Baru NKRI yang akan memberikan angin segar bagi para koruptor lama dan koruptor baru, untuk berjingkrak-jingkrak menyantap setiap ada kesempatan untuk berkorupsi.

Maka hancurlah itu NKRI, sudahlah itu mantan Presiden Soeharto dapat julukan koruptor terbesar di abad modern sekarang ini, sekarang pula menyusul Akbar Tandjung yang akan memperoleh gelar yang sama, tunggu saja.

Hei, Jayadi Kamrasyid otak kosong dimakan racun pancasila, dari KNPI tulang punggung Golkar, jangan cekikikan, kegirangan, Akbar Tandjung raja koruptor Bulog naik panggung Kabinet baru NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 8 Apr 2004 19:30:11 -0700 (PDT)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: Bukan panggung sandiwara
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.

Selamat pagi saudara Ahmad:) bagaimana kabar anda pagi ini? semoga kabar anda baik-baik aja dan semoga Allah SWT selalu melindungi anda sekeluarga.

Saudara Ahmad, perlu digaris bawahi....bahwa sampai saat ini Aceh masih menjadi bagian dari Indonesia, maka menjadi hak pemerintah Indonesia untuk menyelengarakan pemilu di Indonesia termasuk di Aceh, terlepas dari cacat hukum atau tidaknya pemilu yang di laksanakan di Aceh.

Pemilu ini bukan bertujuan untuk melanggengkan penjajahanan dan sebagainya, tetapi memang program 5 tahunan yang mesti dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya. Dan pemilu ini tidak pernah mendapat kecaman dunia Internasional, karena yang melakukan seperti yang sudah saya jelaskan berkali-kali bahwa yang melakukan adalah hanya segelintir orang Indonesia yang berada diluar negeri. Tapi malahan mendapat pengakuan dari pihak internasional. Sebagai salah satunya simak berita dari website kompas.

"Australia Puji Pelaksanaan Pemilu di Indonesia Jakarta, Jum'at"

Ini menjadi bukti bahwa pemilu mendapat dukungan dari pihak internasional. Saya kira ini saja yang dapat saya sampaikan. Saya mohon ma'af jika ada perkataan dalam tulisan saya ini menyinggung perasaan peserta mimbar bebas ini. Dan saya juga mengucapkan terimah kasih terhadap tanggapan dan kritik yang diarahkan kepada saya.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------