Stavanger, 9 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAGIR ALVA KUDA KEPANG DITYA SOEDARSONO SI KECOA JERMAN
Omar Putéh
Stavanger - NORWEGIA.

 

SAGIR ALVA KUDA KEPANG DITYA SOEDARSONO SI KECOA JERMAN

Mengapakah kami menganjurkan kepada anak-anak korban 1965 dan Pulau Buru, agar memilih Golput, Golongan Putih?

Dengan memillih Golput, Golongan Putih itu, maka anak-anak Jawa Marxis, korban 1965 dan Pulau Buru yang telah meluruskan Aritnya dan yang telah melempengkan Palunya akan tidak lagi dijadikan kuda kepang atau kuda lumping keluarga Soekarno dan antek-anteknya warisan si Penipu licik itu.

"Semua kalian korban 1965 dan Pulau Buru, ayoh tukar ladam kayumu itu, pasangkan besi! Pasangkan "pelana" Partai Bangsa Jawa dan sekarang cobakan berlari dan cobakan terbang. Tukarkan Limbuk Kiemas dengan Tembaga sekarang juga dan lupakan mereka, anak-anak Jawa si Penjajah-exploitation de l'home par l'home!"

Jangan saja kamu sebagai rakyat, tetapi juga sebagai bangsa! Dirikan dan tegakkan Negara Jawa Merdeka! Dan lagi kami desakkan kamu: Campakkan NKRI ke Selat Karimata biar tenggelam di dasar Laut Jawa!

Kalian tukarkan adat budayamu yang didesign oleh Raja-Raja Jawa si Penjajah, Bangsawan-Bangsawan Jawa si Penjajah, Tuan-Tuan Tanah Jawa si Penjajah dan Lintah-Lintah Darat Jawa si Penjajah yang telah menciptakan kelas atas kalian, sebagai tukang berlutut dan tukang kipas, sebagai lamit dan situkang sembah. Stop! Kalian semua sekarang musti bebas merdeka tanpa lagi ada diantara kalian lagi jenjang dan kelas-kelas!

Jangan lagi mendengari mereka-mereka yang "diluar", yang masih mau memberi salam kulonuwon dan amit-amit kepada keluarga Soekarno dan antek-anteknya warisan si Penipu licik itu.

Soekarno, si Penipu licik itu, dengan proxy: Siliwangi, Sunda 100% membunuh 2.000.000 jiwa lebih ummat Islam Nusantara, sehingga Dr Tengku Hasan di Tiro, terpaksa berbicara didepan persidangan PBB-New York, USA tahun 1957!

Suharto Kleptokracy, anak Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa dengan proxy: Siliwangi, Sunda 100% membunuh 3.000.000 jiwa lebih "ummat" Jawa Marxis Nusantara, sehingga Dr Ribka Tjiptaning, terpaksa berbicara didepan persidangan PBB-Geneva, Switzerland tahun 2003, 2004.....sehingga semua Jenderal-Jenderal ABRI-TNI/APOLRI, Algojo-Algojo Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa semua diseret ke Mahkamah International Criminal Court of Justice!

Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, telah memerintahkan Brigadir Jenderal Aang Kuneifi, Brigadir Jenderal Ishak Juarsa, Kolonel Nanang Sutresna, Mayor Jenderal Endang Suwirya dan lain-lain anak anak Siliwangi-Sunda 100% , si Belanda-Belanda Hitam untuk menyembelih bangsa Acheh!

Sagir Alva si anak bangsa Indonesia Jawa etnis Acheh(?), kuda kepangnya Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono, si Kecoa dari Jerman (yang dengan bangga mengumpakan dirinya seperti emas dalam taik anjing), yang terus mengibulin saudara Ahmad Sudirman, dan masih menyatakan dirinya, sebagai seorang mahasiswa atau mahasiswi(?) Universitas Kebangsaan Malaysia, Bangi, Serdang, Malaysia, kenyataannya seperti seorang yang tidak kuat belajar dan disifatkan sebagai pemalas?

Kemukakanlah point-point yang kuat hujjahnya, yang lebih baik terutama terhadap kejahatan Megawati Soekarno Putri dan Jenderal-Jenderalnya yang dengan kejam, biadab dan tidak berprikemanusiaan menyembelih bangsa Acheh, bangsa Papua, bangsa Maluku, bangsa Poso dan bangsa Minahasa dan Gorontalo, dan jangan berpusing disitu-situ saja.

Kau perlu tahu, rakyat/bangsa Acheh tidak perlu Pemilu, tidak perlu demokrasi penjajah, tetapi perlu Referendum opsi merdeka! Rakyat/bangsa Acheh mau merdeka! Itu sebabnya ASNLF/GAM dan TNAnya, Tentara Negara Acheh, akan terus memilih berperang, berjuang hingga titisan darah terakhir! Mantong mumet, mantong teulawan!

Setiap Pemilu Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa jika dibiarkan akan hanya memanjangkan dan menajamkan lagi kuku pencengkaman penjajahan Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam itu keatas bangsa Acheh, untuk terus mencuri dan merampok harta bangsa Acheh. Maka, apa yang dikatakan pembangunan tanah jajahan oleh Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam, semata-mata untuk tujuan eksploitasi atau pengerukan hasil kekayaan alamnya, untuk kepentingan, si penjajah itu sendiri!

Kami bangsa Acheh lebih tahu dan paham falsafah pembangunan ekonomi bangsanya dari siapapun dari Jawa Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam lakukan!

Lihat! Kertas-kertas pemilu, demokrasi Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam yang telah dicoblos lebih dulu oleh ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Indonesia Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam! Jelas mereka lakukan seperti itu, semata-mata untuk kepentingan si penjajah itu sendiri juga!

Pemilu demokrasi Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam adalah pemilihan umum penipuan, dan disifatkan sebagai kejahatan demokrasi!

Tidak pernah ada dalam sejarah dunia ataupun tidak pernah ada sejarahwan dunia, mau mencatat bahwa demokrasi yang diciptakan oleh si Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam ditulis sebagai demokrasi!

Kita coba mengungkapkan pancaroba perjalanan sejarah demokrasi Jawa si Penjajah atau Penjajah Indoneisa Jawa, si Belanda-Belanda Hitam ketahun 1926, ketika sebuah gerakan sabotase dilakukan oleh pengikut komunis-Trotskys, dibawah pimpinan Tan Malaka di Padang dan Banten. Tan Malaka, si legendarisnya marxis Nusantara itu, diibaratkan seperti Che' Guavara si legendarisnya marxis Latin Americana yang tidak pernah memikirkan akan njawa-hidupnya, nyawa hidup keluarganya!

Tetapi Soekarno, si Penipu licik itu, mengambil kesempatan mendaftarkan PNI pada akta Notaris Penjajah Hindia Belanda, agar kelihatan/terpandang sebagai pejuang kemerdekan terdaftar, tidak seperti Tan Malaka dengan Trotskysnya! Disinilah pertama sekali Soekarno si Penipu licik itu, mulai mengexposekan lakaran karektersitik Exploitation de l'home par l'home atas orang lain , atas bangsa Jawa, dan ingat, mulai sejak itulah Soekarno si Penipu licik, mendendami gerakan Trotskysnya Tan Malaka dan klimaknya mejebloskan Sutan Sjahrir sehingga lumpuh dalam kerangkeng dan setelah lumpuh baru diperkenankan berobat ke Switzerland!

Suharto Kleptocracy komunis-spiritualis (Mbah Suro) juga mendendami Adam Malik Trotskys-Murbais, karena pernah mendesak Soekarno, si Penipu licik, dengan pistolnya memproklamirkan kemerdekaan bagi bangsa Jawa, kemudian ketika menderita sakit lever tidak dibenarkan berobat keluar negeri, tetapi setelah hampir maut, baru dibenarkan berobat ke Jepang. Baru kemudian Nelly istrinya menyedari bagaimana jahatnya Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam. Tapi Adam Malik juga dikenal sebagai si Belanda Hitam!

Komunis KH Semaun yang bergerak senantiasa underground, terus korek bumi masuk lobang dalam tanah, setelah peristiwa Padang dan Banten itu. Sekitar tahun 1935 komunis KH Semaun dan KH Muso mulai keluar dari lobang landak bersembunyi, dan mulai menyusun kekuatan.

Pada 10 November, 1945 komunis KH Semaun dan KH Muso, mengarahkan Mas Soedarsono, dan arek-arek Suro Buoyonya membunuh Brigadir Jenderal A.W. Mallaby, sebagai test case, sebagai percobaannya menguji political will.

Dari peristiwa ini, Soekarno, si Penipu licik itu, mulai mendekati kekuatan baru Jawa Marxis sambil mengiktirafkan hari test case, tanggal 10 November, 1945 itu, sebagai "Hari Pahlawan(?)"

Tahun 1948 KH Muso sekembalinya dari Moskwa, mendemonstrasikan kekuatannya dengan membina Lembaga Uni Soviet-Indonesia, telah membimbangkan PNI cq Jawa Marhenis cq Soekarno si Penipu licik itu sendiri.

Langsung Soekarno, si Penipu licik Jawa si Penjajah, boss Jawa Marhenis, mengarahkan Siliwangi dan keluarga Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta membunuh musuh latennya KH Muso Cs dan pengikut-pengikutnya Jawa Marxis.

Disinilah Soekarno si Penipu licik itu pertama sekali membunuh bangsanya sendiri, pakai proxy bangsa Sunda 100% anak Siliwangi dan keluarga Hidajat Sjarif si Belanda Hitam dari Alberta.

Sejak 1950, diketahui lagi kebangkitan Jawa Marxis, yang baru keluar lagi dari lobang landak bersembunyi dan ini, mulai dirasai kembali oleh Soekarno si Penipu licik itu.

Kesempatan ini digunakan Soekarno si Penipu licik itu sebagai "rakan" , sebagai alat menentang kekuatan solid Islam yang hendak mendaulatkan Islam, sebagai daulah Islamiah.

Siliwangi, Sunda 100% dikerahkan lagi untuk menghancurkan kekuatan DI/TII Imam Maridjan Kartosuwiryo, di seluruh Pulau Jawa dan kekuatan DI/TII Imam Kahar Al Muzakar di Sulawesi dengan klimaksnya, setelah terbunuhnya Imam Kahar Al Muzakar, maka Siliwangi dan keluarga Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta "dianugerahkan" panji kebesaran.

Maka sebagaimana, Soekarno si Penipu licik itu pernah "menganugrah" Hari Pahlawan 10 November, 1945 atas jasa Soedarsono, pemuda Jawa Marxis itu dan arek-arek Suro Buoyonya dengan show of forces-bambu runcingnya membunuh Brigadir Jenderal A.W. Mallaby, kali ini Soekarno "menganugrahkan" pula kepada Jawa Marxis: Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (kembali ke UUD '45), karena jasa mereka yang besar dan menentukan itu, ikut menolak dasar negara Islam, sebagai dasar negara NKRI (RI-Jawa Jokya).

Soekarno menggunakan kembali jasa baik Jawa Marxis (PKI) itu, untuk menjalin kembali tali persahabatan: Lembaga Uni Soviet-Indonesia, yang telah pernah dihancurkannya dengan kekuatan Siliwangi dan keluarga Hidajat Sjarif, anak Belanda Hitam dari Alberta, tahun 1948, karena bantuan Uni Soviet itu, diperlukan pula untuk merebut Papua Barat.

Tahun 1965 Soekarno, si Penipu licik ini, memperalat lagi (langsung) Jawa Marxis dengan menyeret sama Dipo Negoro Aidit, membangun Angkatan ke V, mempersiapkan Gestaponya untuk menghancurkan "Dewan Jenderal", yang telah terbayang akan menggugat hegemoni kekuasaannya.

Suharto Kleptokracy, si Marxis-Spiritualis Jawa (Mbah Suro) yang membelot terhadap Marxis Jawa, kembali mengarahkan Siliwangi, Sunda100% dan keluarga Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta membunuh Dipo Negoro Aidit dan pengikut-pengikutnya Jawa Marxis dan Marxis-Spiritualis Jawa (Mbah Suro) dengan pengikutnya dari Divisi Dipo Negoro, diperkirakan sekitar 300.000 hingga 500.000 jiwa rakyat Jawa di Pulau Jawa saja!

Kolonel Sarwo Eddy anak Siliwangi, Sunda 100% "dianugrahkan" menjadi Brigadir Jenderal dan dilaantik menjadi Panglima Bukit Barisan, karena jasanya membawa kepala Dipo Negoro Aidit ke dalam istana merdeka (Harian Angkatan Bersenjata).

Inilah kerja Jawa si Penjajah atau Penjajah Jawa Indonesia menggunakan Jawa Marxis untuk kepentingan Soekarno si Penipu licik itu untuk kepentingan hidup Marhenis dan keluarganya dan menggunakan Siliwangi, Sunda 100% dan keluarga Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta untuk menghancurkan 3.000.000 jiwa "ummat" Jawa Marxis, 2.000.000 jiwa ummat Islam Nusantara dan terus menerus menggunakan anak-anak Sunda 100%-Siliwangi: Aang Kuneifi, Ishak Djuarsa, Nanang Sutresna dan lain-lain lagi yang sekarang ini Endang Suwiryo + Hidajat Sjarif, si Belanda Hitam dari Alberta menyembelih bangsa Acheh!

Perlu diulangi untuk memberitahukan kepada kau, Sagir Alva, bagi kami bangsa Acheh bahwa semua partai-partai yang diciptakan oleh siapapun dari Pulau Jawa atau siapapun dari seberang laut sana itu, tidak diperlukan di Acheh, tidak diperlukan oleh bangsa Acheh, karena DPRnya dan MPRnya atau Presidennya adalah semata-mata untuk kepentingan Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda-Belanda Hitam, bukan untuk kepentingan bangsa Acheh, bukan sebagai National Intrest-bangsa Acheh! Bangsa Acheh untuk bangsa Acheh! Bangsa Jawa untuk kepentingan bangsa Jawa!

Biarkanlah kepentingan segala Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda Hitam untuk kepentingan Sagir Alva sebagai Sagir Alva's intrest! Atau biarkanlah si Sagir Alva menjadi angota si Belanda Hitam ataupun sekaligus menjadi si Belanda Hitam: Sagir Alva si Belanda Hitam dari UKM, Bangi-Serdang, Selangor-Darul Ehsan, Malaysia!

Wassalam

Omar Putéh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------